Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kekhawatiran Charles


__ADS_3

Charles ******* bibir calon istrinya selama beberapa menit dengan jarinya yang masih sibuk di bawah sana.


Tidak lama kemudian Charles melepaskan pakaian sendiri dan juga pakaian yang membalut tubuh istrinya hingga tak tersisa sehelai benang.


Kini dua insan itu saling memadu cinta dengan penuh na*su. Flower merasakan bagian milik calon suaminya menyentuh bagian bawahnya dan sudah siap ingin menguasai bagian intinya.


Charles mencium tubuh Flower yang polos tanpa sehelai benang, dengan begitu bergairah Charles mencium dan meremas dada milik calon istrinya itu. tidak lama kemudian Charles mendorong masuk pusaka ke dalam va.gina calon istrinya itu. bergerak maju mundur dan sambil ******* bibir calon istrinya


Flower merasakan gesekan demi gesekan yang di lakukan oleh pria itu dengan cepat. hentakan demi hantakan yang di rasakan oleh Flower sehingga mengerang dan menarik sprei dengan erat.


" Charles.".


" Flower, aku mencintaimu," ucap Charles dengan mencium bagian area leher sehingga turun ke bagian buah dadanya.


Pria itu melakukannya dengan semakin lama semakin cepat, dan sesaat kemudian ia mencapai puncak kenikmatan. dan setelah itu ia melakukan gesekan terus menerus dengan tanpa berhenti.


"Charles," sebut Flower yang mengengam ke dua lengan Charles dan saling bertatapan dengan mesra.


"Aku harus berpisah dengan mu selama seminggu mulai besok. aku pasti akan sangat merindukanmu," kata Charles dengan ******* bibir Calon istrinya dengan dalam.


"Kita bisa saling komunikasi lewat handphone," jawab Flower.


"Benar, aku masih bisa mendengar suaramu."


Mereka melakukan dengan berulang kali. Charles menikmati puncak kenikmatan puluhan kali dan masih belum ingin berhenti. dirinya masih melakukan pergerakan dengan penuh na*su.


"Charles, kenapa aku belum hamil?"


"Mungkin kita belum berjodoh untuk mendapatkan anak sekarang. jika saja jodoh sudah tiba maka kita pasti akan memiliki anak suatu hari nanti," jawab Charles yang menekan dua tangan Flower dan mencapai puncak kesekian kalinya. dan tidak lama kemudian ia pun menindih tubuh Flower yang masih berada di bawahnya. seluruh tubuh Charles basah karena mengeluarkan keringat sehingga menempel ke tubuh gadis itu.


"Aku tidak sabar untuk menikahimu, aku ingin kau menjadi istriku," ucap Charles.


"Pernikahan hanya tinggal hitungan hari. sebentar lagi sudah tiba."


"Untuk bersamamu sangat tidak mudah dan aku akan sangat menghargaimu untuk selamanya," ucap Charles dengan mencium bibir pujaannya.


Markas Black Dragon


"Liza, Curry, kalian baru sembuh kenapa tidak istirahat dulu, biarkan aku yang menyiapkan makan malam," kata Yona yang melangkah ke dapur.


"Kami sudah lama tidur di rumah sakit dan saat pulang ke sini kami juga jarang bergerak hanya makan tidur, dan seluruh badan kami merasa lemas," ucap Curry.

__ADS_1


"Kalian terkena tembakan sehingga membuat kalian harus tepar di ranjang pasien, anggap saja sedang liburan," jawab Yona dengan seraya bercanda.


"Liburan? ini tidak lucu. saat peluru menantap ke tubuh kami rasanya tidak bisa di bayangkan," ujar Curry.


"Tuhan masih sayang dengan kita, oleh karena itu kita bisa melewatinya, dan aku ingin fokus melakukan satu hal," ucap Liza dengan senyum.


"Melakukan apa?"tanya Yona.


"Aku ingin menjadi pedamping pengantin yang cantik,"jawab Liza.


"Dan aku yakin kau dan Cole bisa juga menjadi pedamping yang serasi," ucap Curry dengan tertawa.


"Kenapa kau tiba- tiba saja mengungkit nama si kepala batu itu?" tanya Liza.


"Tidak, aku hanya merasa kalian sangat serasi karena sama-sama memiliki sifat yang keras kepala," jawab Curry.


"Ada benarnya kata Curry, di antara kita kau paling sering bertentangan dengan dia,"ujar Yona


" Sudah jangan bahas tentang dia lagi! aku tidak mau mendengar nama si kepala batu itu!" ucap Liza.


"Kenapa aku malah merasa kalian seperti saling mencintai dan hanya sama-sama jual mahal," kata Curry dengan mengusik temannya itu.


"Apa kalian sudah cukup? jangan bercanda lagi! aku dan dia itu tidak mungkin!" kata Liza dengan merasa kesal.


Keesokan harinya.


Charles mengantar Flower ke tempat tinggal Vic.


"Papa, Kakak," sapa Flower yang melangkah menghampiri Vic dan Steve yang sedang berada di ruang tamu.


"Flower, Charles, kalian sudah datang, mari duduk sini!" sahut Vic dengan senyum bahagia.


"Paman, kami tidak membawa pakaian Flower karena dia mengatakan di sini masih ada pakaiannya," kata Charles.


"Iya, pakaian adik masih ada di lemari, dan kamar itu selalu menunggu kepulanganya," jawab Steve dengan senyum.


"Charles, siang ini kita makan bersama! paman dan Steve yang memasak khusus untuk menantu dan putriku," ajak Vic dengan tertawa dan duduk bersama Flower.


"Baiklah Paman," jawab Charles.


"Pa, biarkan aku membantumu di dapur!" pinta Flower.

__ADS_1


"Tidak perlu! kamu temani saja Charles di sini!" jawab Vic.


"Kakak saja yang menemani Charles, dan aku ingin membantu papa," jawab Flower.


"Steve, kamu temankan saja Charles di sini dan biar adikmu yang membantu papa," kata Vic.


"Baiklah!" jawab Steve dengan senyum.


Vic dan Flower berjalan menuju ke dapur, sementara Steve dan Charles berjalan-jalan di sekeliling halaman rumah.


"Bagaimana dengan perasaan mu tidak lama lagi akan menjadi pengantin pria?"tanya Steve.


"Perasaan ini sangat istimewa, sehingga aku tidak sabar untuk menunggu hari itu."


"Minggu depan adalah hari pernikahanmu, tapi kenapa aku malah merasa kamu sedang ada masalah?"


"Tidak ada! mungkin saja aku yang berpikir sembarangan."


"Apakah ada masalah di markas?"


"Tidak ada sama sekali, semua baik-baik saja!"


"Lalu, kenapa wajahmu seperti ada masalah saja?"


"Belakangan ini salah satu gangster kamboja ingin menantangku untuk bertarung. dan aku menolaknya. karena hari pernikahan ku sudah tiba, oleh karena itu aku tidak ingin acara ku terganggu," jelas Charles.


"Yang membuatmu khawatir adalah bos gangster yang kamu katakan itu?"


"Dia sangat kejam dan selalu ingin menang. pernikahan ini sangat penting bagiku dan Flower, oleh sebab itu aku khawatir dia akan datang menganggu," jawab Charles.


"Apakah anggotamu sudah melakukan persiapan?"tanya Steve.


"Sudah! tapi walau semua anggota ku sedang berjaga bila ada penyusup acara tetap akan terganggu," jawab Charles dengan khawatir.


"Apakah Flower tahu apa yang kamu pikirkan ?"


"Aku tidak ingin dia mengetahuinya, aku hanya ingin dia menjalani hidup tanpa beban pikiran, aku ingin dia merasa nyaman setiap saat," jawab Charles.


"Kehidupanmu sangat tidak mudah, bahkan harus khawatir musuh akan datang menganggu," ujar Steve.


"Andaikan aku bisa, aku ingin keluar dari dunia gangster, dan menjalani hidup yang biasa," ucap Charles.

__ADS_1


__ADS_2