
"Kenapa tidak bisa di hubungi?" ucap Flower yang merasa khawatir
Flower keluar dari ruangan itu dan mencari Harry dan Cole
"Cole" panggil Flower yang menghampiri Cole yang sedang berdiri di jendela lantai dua sambil melihat ke arah luar
"Nona, ada yang perlu saya bantu?" tanya Cole yang dengan sopan
"Di mana Charles?"
"Tadi bos menerima panggilan dan tuan Steve, mereka sedang minum di pub" jawab Cole
"Ternyata begitu, iya tidak apa-apa, selamat malam" ucap Flower
"Apa nona butuh sesuatu?"
"Tidak! aku hanya ingin ke dapur ambil air minum saja" jawab Flower dengan senyum
Saat di dapur Flower sedang menuangkan air putih ke gelas sambil memikirkan sesuatu
"Charles, aku hanya ingin bertanya padamu apa kau sanggup melihat tubuhku yang begini untuk selamanya? jika tidak sanggup aku akan pergi dan tidak akan menganggumu" gumam Flower
Tidak lama kemudian sebuah pesan masuk ke handphone milik Flower
Flower yang membuka pesanan itu adalah sebuah rekaman, di saat Flower melihat isi rekaman itu tangannya bergetar dan wajahnya berubah menjadi pucat
Isi video tersebut adalah Charles sedang memeluk seorang wanita cantik hingga ke ruangan karaoke, dan berciuman serta melepaskan pakaian wanita itu, dengan penuh gairah Charles mencium tubuh wanita yang di tindihnya itu
Selama melihat isi rekaman itu perasaan hancur di rasakan oleh Flower, air matanya berlinang membasahi ke dua pipinya dan tidak lama kemudian handphone miliknya terlepas dari tangannya dan terjatuh ke lantai
__ADS_1
Dirinya hanya diam dengan mengeluarkan air mata tanpa berhenti akibat kakinya yang gemetaran dan lemas lalu ia pun memundurkan langkahnya hingga menyandar ke meja dapur, tangan kirinya menekan meja dapur yang terdapat pisau buah di sana sehingga pisau itu terjatuh ke lantai
"Charles, kau begitu tega padaku, jika papa menyakiti ku maka kau lebih menyakitiku, karena di khianati ini sangat sakit rasanya" ucap Flower yang mengeluarkan air matanya
Karena merasa lemas dan tidak berdaya akhirnya Flower terduduk di lantai dapur itu
"Aku tidak menyangka akan ada hari ini, dia menolak ku karena merasa jijik, dan sekarang dia melakukannya dengan wanita lain dengan semangat, lalu siapa aku baginya? untuk apa dia bersikap baik padaku jika dia merasa jijik denganku?" batin Flower
Selama dua jam Flower duduk terdiam dengan air mata membasahi pipinya, dirinya hanya termenung dengan perasaan sakit dan terluka bagaikan di tikam belati
Pub
Charles yang sudah mabuk akhirnya tertidur di ruangan kerja Steve, sementara Steve di pusingkan oleh luka-luka sebatan tali pinggang pada tubuh wanita penghibur itu yang di lakukan oleh Charles
"Sania, seharusnya kau sudah tahu jika Charles tidak suka di ganggu, kenapa kau masih berani mendekatinya, ini sama saja kau mencari mati"kata Steve yang berada di ruangan Karaoke tempat wanita itu di siksa oleh Charles tadi
"Dia sedang mabuk dan aku mengira aku bisa mengodanya. tapi tidak tahunya dia menyiram tubuhku dengan semua minuman di sini, dan kemudian memukul ku dengan tali pinggangnya, aku berteriak dengan sekuat tenaga agar ada yang datang menyelamatkanku, akan tetapi tidak ada yang datang, dan pada akhirnya tubuhku hancur di buatnya" tangisan wanita itu yang tubuhnya di penuhi dengan luka pukulan
"Aku akan menyuruh orang ku untuk membawamu ke dokter, dan rawatlah lukamu itu" ujar Steve
"Bos, bagaimana jika luka ku ini meninggalkan bekas? mana ada lagi pria yang ingin melihatku" ujar Sania dengan menangis terisak
"Aku akan bertanya pada dokter, jika saja lukamu meninggalkan bekas maka aku akan aturkan kerja lain untukmu"
"Apa aku tidak di pecat?"
"Tidak, kau akan ku aturkan kerja lain"
"Terima kasih, Bos" ucap Sania yang mengusap air matanya
__ADS_1
"Charles.. Charles, kau benar-benar luar biasa, sekali bertindak langsung meninggalkan bekas luka yang begitu parah" batin Charles
Villa Robertson
Jam dinding menunjukan pukul 03.00 dini hari
Di saat itu Flower masih duduk di lantai di dapur dengan kondisi lemas dan perasaan hancur berkeping-keping. selama beberapa jam Flower menangis tanpa berhenti
"Charles, Charles, Charles, hati ku sakit sekali, akhirnya kau berpaling ke yang lain, aku tahu kau pasti tidak ingin aku mengetahuinya karena merasa simpati padaku, dan berusaha baik padaku, dan kau melakukannya di belakangku dengan wanita lain. Charles, aku sangat mencintaimu sehingga tidak sadar diri, seharusnya dari awal aku sudah sadar, benar kata Ruby jika wanita harus memiliki tubuh yang mulus dan bersih, sedangkan aku malah masih percaya diri kau akan setia padaku, dan akhirnya aku salah. aku sudah menyusahkanmu, seharusnya aku tahu diri juga jadi aku tidak bisa menyalahkan mu, tentu saja tubuh wanita itu sangat sempurna sehingga membuat mu begitu semangat dan sampai jam segini kau tidak pulang ke rumah" ucap Flower sambil menangis melihat ke arah rekaman di handphone yang di lantai itu
Tidak lama kemudian tangannya tersentuh pisau buah yang jatuh tadi berada di sampingnya, dia mengambil pisau tajam itu dengan niat ingin memutuskan urat nadinya
"Papaku saja tidak mau anak kandungnya, luka yang dia berikan padaku sangat menyakitiku dan sudah menghancurkanku, selama ini aku sangat bodoh mengira jika Charles telah memberikan ku kehidupan baru, dan pada akhirnya rasa sakit ini melebihi rasa sakit yang ku alami selama 10 tahun, jika di dunia ini sudah tidak ada tempatku lalu untuk apa aku hidup?" batin Flower
Flower berniat memotong nadi tangannya, saat ingin melakukannya ia menghentikan niatnya itu
"Kenapa aku harus mati di sini? sini bukan rumah ku seharusnya aku pergi ke tempat yang sepi dan mengakhiri hidupku, lagi pula tidak akan ada yang tangisi kepergianku" gumam Flower yang melepaskan pisau buahnya
Flower berusaha berdiri karena kakinya yang merasa kebas karena duduk terlalu lama di lantai itu, lalu ia pun berjalan menuju ke pintu besar dan melangkah keluar di hari yang masih gelap, karena merasa tertekan handphone miliknya di tinggalkan di lantai dapur begitu saja
Pagi hari
Flower berjalan selama berjam-jam dari pukul 03.00 hingga pukul 07.00 pagi, tanpa ada tujuan dan tidak tahu berjalan ke arah mana, dirinya hanya diam dan berjalan tanpa melihat ke arah kanan dan ke kiri, di saat menyebrang jalan bunyi klakson dari sebuah mobil yang tidak jauh jaraknya, karena Flower yang tiba-tiba muncul di tengah jalan membuat mobil itu tidak sempat untuk berheti
Tit....tit....tit....
Bunyi klakson mobil yang menghampiri Flower
Saat itu Flower hanya melihat dengan tersenyum ke arah mobil itu dan tidak berniat untuk mengelak, karena memang niatnya untuk mengakhiri hidupnya
__ADS_1
BRUGH...
Tabrakan mobil itu mengenai Flower sehingga membuat tubuhnya membentur kaca mobil dan jatuh terpelanting ke jalan aspal itu