Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Steve merasa sedih


__ADS_3

"Tuan besar, pelabuhan kita tiba-tiba meledak, pada hal tidak ada orang asing yang masuk ke sana" ujar anggotanya


"Lalu, bagaimana dengan semua barang-barang kita?" tanya Brad sambil menahan emosi


"Semua sudah habis karena ledakan itu" jawab Anggotanya


"Apa dari kalian tidak ada yang melihat siapa pelakunya?" tanya Figo


"Tidak ada! di pelabuhan hanya orang kita sendiri saja, dan tidak tahu bagaimana caranya bisa ada bom di sana"


"Apakah ini ada hubungannya dengan Black Dragon?" tanya Tom


"Mungkin dari awal memang ada hubungan dari mereka, ledakkan mobil yang terjadi di depan markas bisa juga mereka yang melakukannya" ujar Brad.


"Semua barang kita itu apa tidak ada yang bisa di selamatkan?" tanya Figo


"Tidak ada sama sekali" jawab anggotanya


"Selidiki lagi kejadian ini, aku ingin tahu siapa pelakunya" perintah Brad dengan kesal


"Baik, Tuan besar" jawab anggotanya dengan menurut dan kemudian melangkah pergi


"Tuan besar, di dunia Gangster siapa yang tidak kenal dengan nama Red Lion, kenapa mereka masih berani menyinggung kita" ketus Tom


"Aku paling benci di tantang. Micheal Care siapa kau sebenarnya?" gumam Brad


"Kenapa tiba-tiba saja Gangster asal spanyol bisa muncul di sini dan mencari masalah denganku?" batin Brad


Mansion Charles


"Bos, pelabuhan si tua itu telah berhasil di ledakkan, semua barang yang di gudangnya habis tidak tersisa" ujar Cole


"Aku tidak bisa membayangkan apa reaksinya, setelah mengetahui jika dia harus menanggung kerugian lagi" kata Harry dengan senyum


"Dia pasti sedang menyuruh orang menyelidikiku" ucap Charles yang sedang duduk bersandar di kursi besarnya


"Dengan sikapnya itu dia pasti sedang marah besar, karena kita menantangnya" ujar Harry


"Setelah ini apa yang akan kita lakukan untuk selanjutnya?" tanya Cole


"Serang anggota Red Lion, setiap mereka muncul di mana saja" jawab Charles


"Baik, Bos" jawab Cole


Setelah beberapa menit kemudian Charles berjalan ke kamarnya untuk melihat Flower yang masih belum bangun


"Demamnya sudah turun, tidak sepanas semalam lagi" gumam Charles yang sedang memegang dahinya Flower


"Flower, sudah waktunya kamu makan dan minum obat" suara panggilan Charles dengan lembut


"Flower, sudah jam sepuluh pagi, dirimu belum makan dan minum obat" ucap Charles yang menyentuh wajah Flower

__ADS_1


Karena merasa sentuhan Flower pun terbangun dan membuka matanya


"Charles"


"Bangun dan makan dulu ya, Winz sudah menyuruh orang mengantar obat untukmu"


"Sudah pagi? sudah jam berapa?" tanya Flower dengan mengucek matanya


"Sudah jam sepuluh" jawab Charles dengan senyum


"Kenapa aku bisa tidur sampai jam segini, kenapa baru sekarang kamu membangunkanku?"


"Kamu belum sehat sepenuhnya, jadi aku tidak ingin membangunkanmu secepat itu" jawab Charles


"Jika tidur terus aku akan menjadi malas" ujar Flower yang bangkit dan duduk di kasur


"Bagaimana kondisi badanmu hari ini?"


"Badanku masih lemas, tapi aku tidak mau tidur terus"


"Mari cuci muka dulu, setelah itu baru kita bersarapan bersama" kata Charles


"Iya" jawab Flower dengan bangkit dari tempat tidurnya


"Biarkan aku membantumu" ucap Charles yang mengendong Flower melangkah ke kamar mandi


Sarapan bersama


"Semalam aku sudah menghubungi papamu" jawab Charles


"Iya"


"Flower, bibi Julia sedang di rawat di rumah sakit jiwa, dan Steve masih berada di sana"


"Kenapa bisa berada di sana? sebelumnya dia masih baik-baik saja?"


"Dia merasa tertekan setelah papamu mengatakan jika dia mencintai mamamu selama ini, hanya karena perkataan ini telah mengubah hidupnya" jawab Charles


"Sekeras apapun sikap bibi tentu bisa tertekan di saat mendengar perkataan ini, hanya saja tidak menyangka bisa mempengaruhi hidupnya" kata Flower


"Dia terlalu keras padamu, ini adalah balasan yang cukup setimpal untuknya" ucap Charles


"Tapi bagaimanapun dia adalah mama kandungnya kakak, dengan kondisi bibi yang begini kakak pasti sangat sedihkan?"


"Tentu saja! tapi aku yakin Steve akan menerima kenyataan ini, karena tidak ada pilihan lagi"


"Apakah tidak akan sembuh lagi?"


"Tidak ada yang tahu, kondisi sekarang sudah cukup parah, dia bahkan tidak mengenal anaknya sendiri"


"Hanya dalam waktu semalam dia berubah seperti ini" ucap Flower

__ADS_1


"Flower, aku sudah mendengar semua kejadian yang di siang itu, Steve dan papamu mengatakan jika bibi Julia ingin menyakitimu, dan karena itu dirimu pingsan"


"Aku pingsan juga tidak bisa menyalahkan dia, sebelumnya aku sudah demam dan badan ku lemas"


"Flower, maafkan aku. selama ini sudah membuatmu khawatir padaku" ucap Charles


"Jangan berkata seperti itu, aku tahu kalau kamu ada masalah, dan karena tidak ingin aku mencemaskan mu, maka kau diam saja"


"Mulai hari ini aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu, aku berjanji" ucap Charles


"Iya, asal kau berjanji jangan sampai terjadi apa-apa lagi padamu" jawab Flower


"Aku akan melindungi diriku dengan baik" ucap Charles dengan senyum


Di sisi lain Steve masih berada di rumah sakit sambil berdiri di luar pintu sedang melihat ke dalam kamar, Julia yang sedang duduk berbicara dan tertawa sendiri


Perasaan Steve sebagai seorang anak telah hancur karena melihat ibunya yang telah berubah drastis, dirinya kini tidak mengenal lagi sang anaknya itu, setiap ucapan yang keluar dari mulut ibunya adalah " ternyata suamiku mencintai wanita lain selama ini" tiada ucapan lain yang keluar dari mulut wanita itu


"Mama, walau selama ini aku tidak menyukai sifatmu, tapi aku tetap berharap mama bisa menjalani hidup yang baik setelah berpisah dengan papa, tapi sekarang dirimu bukan lagi yang dulu, dulu yang tidak mau kalah dalam setiap perdebatan, kini dirimu hanya duduk dan bicara sendiri, dan juga tertawa. aku adalah anakmu, selamanya adalah anakmu, apapun yang terjadi kamu tetap mamaku" batin Steve


Steve yang merasa tertekan lalu dia menghubungi seseorang yang di seberang sana


"Hallo" jawab seseorang yang di seberang sana


"Bertemu di cafe" ajak Steve yang sudah biasa bertemu dengan temannya itu di sebuah cafe favoritnya


"Baiklah, sampai jumpa di sana"


Setelah setengah jam kemudian


Steve sedang duduk di cafe sambil menunggu teman yang di ajaknya tadi.


"Steve" sapa temannya itu yang baru datang


"Winz, duduklah" sahut Steve


"Apa kamu sedang khawatir tentang bibi?" tanya Winz yang duduk di hadapan Steve


"Iya, aku menjadi anaknya selama 35 tahun, dan selama ini aku selalu mendengar suara teriakannya, dan sekarang aku hanya bisa melihat dia sedang berbicara dan tertawa sendiri, sangat menyakitkan di saat aku melihatnya begini" jawab Steve dengan merasa sedih


"Aku mengerti perasaanmu, hubungan anak dan orang tua tidak akan berubah walau apapun yang terjadi. lalu, apa kata dokter Yolanda?"


"Kemungkinan mamaku sulit untuk kembali seperti dulu, kondisinya cukup parah untuk saat ini, aku yang ada di hadapannya saja, dia tidak mengenalku lagi"


"Steve, sering-sering menemui bibi dan ajak bicara dengannya, mudah-mudahan dengan cara ini bisa membantu bibi mengingatmu kembali"


"Aku berharap seperti ini juga, aku harus bersabar dan menahan diri agar tidak menangis di hadapannya"


"Bagaimana dengan paman?"


"Papa merasa bersalah dan menyesal, walau sebenarnya ini bukan kesalahan papa, tapi dia tetap merasa jika dirinya adalah penyebab mama menjadi begini"

__ADS_1


"Sebenarnya bisa di mengerti juga kenapa paman bisa merasa menyesal, bagaimanapun paman dan bibi adalah sepasang suami istri selama 35 tahun, mereka menghabiskan waktu bersama selama itu, walau tanpa cinta setidaknya masih mengingat hubungan yang terjalin selama ini" ujar Winz


__ADS_2