
Rumah sakit tempat Flower di rawat.
"Flower sangat tertekan sehingga dia tidak sadarkan diri, aku sudah memberinya obat penenang, setelah bangun nanti dia sudah tidak apa-apa," jelas Winz.
"Winz, apakah ini akan berdampak buruk baginya?" tanya Charles dengan merasa khawatir.
"Tidak akan! setelah bangun nanti dia akan merasa baikan, jangan khawatir!" jawab Winz.
Tidak lama kemudian Winz pergi meninggalkan kamar tempat Flower di rawat. di kamar itu tinggallah Charles, Steve, Vic dan Bared
"Flower masih belum bisa keluar dari masa lalunya, oleh karena itu dia masih histeris saat melihat Mark Clisten," kata Steve yang sedang berdiri di samping ayahnya yang sedang duduk di kursi.
"Dia terlalu banyak memberi Flower kenangan buruk sehingga tidak mudah untuk di lupakan begitu saja," ujar Vic
"Kalau hari ini aku tidak melakukan perbuatan bodoh, maka semua ini tidak akan terjadi, Flower juga tidak akan seperti ini!" ucap Bared yang merasa bersalah.
"Tuan Bared, Anda melakukan ini hanya karena ingin membalas dendam untuk Ella. dan melalui kejadian ini kami baru mengetahui jika Ella masih memiliki seorang kakak, dan Flower masih memiliki seorang paman, Ella tidak pernah membahasnya. waktu di saat kami bersama sangat singkat,"kata Vic.
"Aku tidak menyangka jika Ella mengandung anakmu, di saat itu dia tidak mengatakannya, karena aku merasa kesal maka di saat itu aku mengancamnya jika saja aku melihat anak ini aku akan mengambil nyawanya, sebenarnya aku hanya sekadar melampiaskan kekecewaanku dan sama sekali tidak berniat ingin mengambil nyawa anak dalam kandungannya. walau bagaimanapun anak yang di kandungnya adalah keponakan ku, walau aku sangat membenci Mark Clisten. dan hari ini aku mendapatkan satu kebenaran lagi bahwa putri Ella bukan darah daging si iblis itu. aku juga merasa senang, karena dengan begini Flower bisa mendapatkan kasih sayang dari kalian!" jelas Bared.
"Aku sebagai orang tua Flower tidak merawatnya sama sekali, di sini aku sangat menyesal. aku bersalah terhadap mereka ibu dan anak. di saat aku baru mengenal Flower semua sudah terlambat, dia sudah menjalani hidup yang penuh dengan penderitaan," kata Vic dengan penuh penyesalan.
"Aku menyesal saat aku mengusir Ella, di saat aku di dalam penjara dia datang ingin bertemu denganku, saat itu aku menolak karena aku tidak mau melibatkan dia, aku tidak mau musuhku pergi mencarinya. dan aku hanya bisa membuat dia mengira jika aku masih marah padanya, agar dia tidak datang lagi. akan tetapi siapa yang tahu yang merenggut nyawanya justru suaminya sendiri," ujar Bared.
"Di antara kita semua memiliki penyesalan yang sangat mendalam, aku dan papa selama ini selalu berharap bisa bersatu kembali dengan bibi, akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kami!" jelas Steve yang sedang melihat adiknya yang sedang berbaring di ranjang.
"Satu-satunya cara untuk menebus semuanya adalah merawatlah gadis ini dengan baik, aku juga bersalah padanya, karena melukainya di saat itu. dan aku berjanji pada diri sendiri harus melindungi dia untuk selamanya," ucap Charles yang mengecup dahi pujaannya.
Mansion Andrew.
__ADS_1
"Bos, hari ini mendapatkan info Bared muncul di jalan menuju ke pengadilan sana," kata Ekin yang sedang berdiri di hadapan bosnya itu.
"Katakan semuanya!" perintah Andrew yang sedang duduk di sofa sambil meneguk minumannya.
Ekin yang melihat semua kejadian siang tadi telah memberitahukan semuanya kepada Andrew.
"Tidak menyangka bisa terjadi seperti ini, bisa di katakan jika dia ada hubungan dengan Charles Robertson!" ujar Andrew.
"Bukankah ini akan semakin rumit?"
"Bared akan mendapatkan dukungan penuh dari kumpulan Charles, secara tidak sengaja kita akan bermusuhan dengan dua kelompok!" kata Andrew yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri jendela.
"Bos, di siang tadi aku tidak bisa mengambil tindakan untuk membunuh Bared, karena di saat itu terlalu banyak orang di sana, selain Charles semua anggotanya juga berada di sana," kata Ekin
"Jangan bertindak jika tidak yakin! lalu, di mana Bared sekarang?" tanya Andrew.
"Apakah akan sulit bagi kita untuk menghapus dia? bagaimana jika kita serang ke rumah sakit?" tanya Ekin.
"Jangan sembarangan! Charles pasti akan mengerahkan anggotanya untuk melindungi wanitanya. jadi, kalau ingin mengambil tindakan kita harus melihat situasi!" jawab Andrew
"Bagaimana dengan Stallone, apakah dia juga bergabung dengan Charles?" tanya Andrew.
"Tidak! mereka bukan teman sama sekali, mereka memiliki dendam masa lalu saat di kamboja. saat itu Stallone kalah dalam pertarungan menghadapi Charles di final. kedatangannya ke london hanya ingin bertarung lagi dengan Charles!" jelas Ekin.
"Apa hanya itu tujuannya, tidak ada yang lain?" tanya Andrew.
"Tidak ada yang lain! dia sama sekali tidak bahaya. dia hanya suka berfoya-foya, di london dia tidak melakukan apapun, hanya bermain di club malam ataupun memanggil wanita panggilan ke rumahnya!"jawab Ekin.
"Dia memang sudah di kenal pria pemain wanita!" ujar Andrew sambil meneguk minumannya
__ADS_1
"Untuk mengambil nyawa pria tua itu aku harus menyusun rencana lagi, kali ini bukan hanya satu kumpulan akan tetapi dua kumpulan yang tak lain adalah Charles Robertson," batin Andrew.
Malam hari.
Mansion Stallone.
"Selama ini aku sudah bermain dengan beberapa wanita cantik, akan tetapi aku masih terbayang dia, aku sudah gila," batin Stallone.
Di malam itu Stallone sedang melakukan hubungan dengan Lucy yang adalah biasa di bayar untuk memuaskan dirinya di atas ranjang.
"Mulai besok kau tidak perlu datang lagi!" kata Stallone yang sedang melakukan pergerakan di bawah sana.
"Kenapa Tuan?" tanya Lucy.
"Sudah cukup sampai di sini!" jawab Stallone.
"Apa aku ada melakukan kesalahan? aku butuh uang untuk ibuku."
"Kau tenang saja! semua biaya rumah sakit ibumu akan ku lunasi. hanya saja kau tidak perlu datang lagi," jelas Stallone yang sedang mengoyangkan pinggul dengan cepat.
"Tuan, apa sudah bosan denganku? jika iya, beri aku pekerjaan lainnya. agar aku tetap bisa merawat ibuku!" ujar Lucy yang sedang menahan perih akibat gerakan yang dia rasakan.
"Aku akan membayarmu lebih, untuk kau bisa merawat ibumu, setelah malam ini kita tidak usah bertemu lagi," jawab Stallone.
"Kenapa Tuan? kita baru melakukannya tidak lama!"
"Terus terang saja, sebelum dirimu aku juga putuskan dengan seorang wanita yang sebelumnya demi seseorang, dan aku mencarimu juga karena aku ingin melupakan dia, walau selama ini aku sangat puas denganmu akan tetapi tidak bisa membuatku melupakan dia," jelas Stallone yang semakin cepat gerakannya.
Setelah dua jam kemudian Stallone bangkit dari tubuh wanita itu. dan berjalan menuju ke kamar mandi. sementara Lucy yang lemas memejamkan matanya dan ketiduran.
__ADS_1