
"Untuk saat ini aku ingin membalas dendamku dulu, selagi si rubah tua itu belum mati aku tidak akan bisa tenang, aku tidak mau di saat itu dia mengincar keluargaku, oleh sebab itu dia harus mati, setelah itu aku baru menikahi Flower" kata Charles yang sedang duduk di belakang mobil
"Nona bersama dengan tuan Steve, jadi si rubah itu tidak akan ke sana mencari nona, ini baik juga dengan begini maka nona akan lebih aman" kata Harry
Villa Steve
"Apa yang di lakukan Charles sekarang? aku tidak bisa tidur nyenyak semalam, aku ingin pulang ke rumah Charles" gumam Flower yang sedang duduk di sofa yang di kamarnya
Klek
"Flower, suara panggilan Vic yang baru melangkah masuk ke kamar putrinya
"Papa" sahut Flower yang bangkit dari tempat duduknya
"Flower, kelihatannya kamu tidak tidur semalaman?" tanya Vic yang menghampiri Flower
"Iya, Pa. mungkin saja suasana baru, makanya aku belum membiasakan diri" jawab Flower dengan alasan
"Flower, papa berharap kamu bisa selalu menemani papa di sini, bersatu kembali ini adalah hal yang paling membahagiakan bagi papa dan kakakmu" ujar Vic dengan tersenyum dan duduk bersamanya
"Papa, Flower akan selalu menemani papa di sini" kata Flower yang duduk di samping ayahnya
"Putriku yang baik, papa memiliki mu dan kakakmu, hidup papa sudah lengkap dan bahagia" ucap Vic dengan tersenyum
"Papa, Flower sangat bahagia sekarang karena ada papa dan kakak yang begitu sayang padaku"
"Flower adalah putri kesayangan papa dan juga adik kesayangan kakakmu" kata Vic dengan memeluk Flower dengan erat
"Papa berharap aku tinggal di sini, jadi aku tidak bisa meminta untuk pulang ke rumah Charles, tapi kenapa Charles tidak menghubungi ku ya, apa dia begitu sibuk?" batin Flower
Malam hari
Villa Robertson
"Hei...ini sudah tengah malam, tapi bos kita masih belum tidur" ujar Harry yang sedang duduk di pub mini
"Tanpa nona bos tidak biasa tidur sendirian" kata Cole sambil meneguk minumannya
"Bos masih berada di ruangan kerjanya, biasa jam segini dia sudah tidur pulas"
__ADS_1
"Ini namanya cinta, bos kita sudah jatuh cinta oleh sebab itu dia tidak akan terbiasa jika tanpa gadis itu di sampingnya"
"Kalau begini kenapa tidak menemui nona saja?"
"Tidak bisa! untuk saat ada baiknya mereka jangan bertemu, agar tidak ada yang tahu di mana nona berada, oleh karena itu bos tidak menemui nona" jelas Cole sambil meneguk minumannya
"Bukankah ini namanya menyiksa? ada rasa rindu tapi tidak bisa bertemu"
"Iya, begitulah cinta"
"Cole, apa kau tidak ingin menikah?"
"Tidak, cinta itu hanya menyusahkan saja"
"Kenapa kau berkata demikian? apa kau tidak tertarik pada Liza, Yona ataupun Curry? mereka dangat cantik dan yang paling penting adalah mereka satu kumpulan dengan kita" ujar Harry
"Apa kau masih waras membahas masalah ini denganku?" ketus Cole dengan kesal dan melangkah pergi meninggalkan pub mini
"Dasar aneh, aku hanya bertanya saja dia sudah merasa tidak senang" gumam Harry
Jam dinding menunjukan pukul 01.00
Charles masih berada di ruangan kerjanya sambil merokok dan menikmati minuman favoritnya, segelas demi segelas di habiskan hingga agak mabukan, tidak lama kemudian Cole dan Harry yang melihat bosnya masih berada di ruangan, mereka pun melangkah masuk menghampiri Charles
"Aku tidak bisa tidur, dan hanya minuman ini yang bisa membantuku agar bisa tidur nyenyak" jawab Charles dengan duduk bersandar
"Apa karena nona tidak ada di sini?" tanya Harry
"Gadis itu sudah berkumpul dengan keluarganya, aku tidak tega memisahkan dia dengan keluarganya" jawab Charles
"Jika bos merindukan nona, kita bisa saja menjumpainya di sana" ujar Cole
"Tidak bisa! aku tidak mau melibatkan dia, demi keselamatan Flower aku harus bisa menahan diri untuk tidak bertemu dengannya" jawab Charles
"Tapi nona pasti akan merasa aneh, jika saja bos tidak menemuinya" kata Cole
"Aku akan menghubunginya besok, sudah lama aku tidak mendengar suaranya" jawab Charles sambil meneguk minumannya
"Lama? sepertinya baru semalam nona di antar ke sana" batin Harry
__ADS_1
Keesokan harinya
Perkumpulan Red Lion
Prak...
Hentakan meja di lakukan oleh Brad yang sedang marah besar
"Dasar tidak berguna, kejadian pertama belum di temukan pelakunya, dan sekarang terjadi lagi untuk ke dua kalinya" bentak Brad dengan emosi
"Tuan besar, apakah pelakunya adalah orang yang sama? sepertinya dia mengetahui semua kapal milik tuan besar sedang memuat barang dan dalam perjalanan ke sini" ucap Ricky
"Apakah orang dalam? siapa dia sebenarnya?" ujar Brad
"Tuan besar, muatan kita kali ini lebih banyak dari yang kapal pertama, terdapat 10 Vas bunga antik yang di muat di kapal itu, selain itu kapal itu membawa kokain sekitar 10 ton"kata anggotanya yang dari pelabuhan
"Miliyaran dollar lagi-lagi habis terbakar dalam satu malam, jika saja aku bisa mengetahui siapa pelakunya aku tidak akan membiarkan dia mati dengan begitu mudah" ketus Brad dengan kesal
"Ricky, ambilkan obatku" perintah Brad yang menyentuh bagian dadanya
"Iya, Tuan besar" jawab Ricky yang langsung pergi mengambilkan obatnya
Brad merasa terpukul akibat ledaknya kapal ke duanya itu membuat dirinya merasa sakit di bagian dadanya
"Siapa yang menantangku? orang ini sudah menghafal kapan kapal ku ada muatan, dalam dua hari ini aku harus menanggung kerugian sebanyak 3 miliyaran dolar, uangku di bakar dan tenggelam begitu saja di dasar lautan" batin Brad
Villa Robertson
"Anggota kita mengatakan jika ledakkan kapal itu berhasil melenyapkan semua muatan milik si rubah tua, aku sangat penasaran bagaimana kondisinya sekarang, apa dia masih sanggup untuk bertahan" kata Charles
"Setiap kapal miliknya membawa barang mencapai miliyaran dollar, jika dia masih bertahan aku yakin dia pasti sudah muntah darah" lanjut Harry
"Cole, apa masih belum ada info mengenai di mana tempat persembunyian para pengawalnya?" tanya Charles
"Untuk saat ini masih belum, Bos" jawab Cole
"Tanpa mengetahui di mana posisi mereka kita tidak bisa membalas dendam secara terang-terangan, bahkan di kumpulan Red Lion saja belum tentu ada yang di pihak kita" ujar Charles
"Si rubah tua itu selama ini memiliki banyak pengikut yang jarang muncul di hadapan kita" ucap Cole
__ADS_1
"Kenapa kita tidak langsung saja membunuhnya?" tanya Harry
"Tidak bisa! walau sangat mudah untuk mengambil nyawa si tua itu, akan tetapi di belakangnya terdapat banyak pengikut yang selalu mengawasinya secara diam-diam, jika kita belum tahu sebesar apa musuh kita, kita tidak bisa bertindak gegabah"