
Sesaat kemudian Flower melangkah masuk ke ruangan yang di mana Charles sedang berada.
"Charles."
"Flower, ada apa?" tanya Charles dengan senyum.
"Aku sudah siapkan sarapan, mari kita makan bersama-sama!" ajak Flower dengan menatap Charles, Cole dan Harry.
"Baiklah bonekaku, mari kita makan bersama!" jawab Charles yang bangkit dari tempat duduknya.
"Kakak Cole, Harry, mari kita makan!" ajak Flower dengan senyum dan melangkah keluar bersama Charles dan di ikuti oleh Cole dan Harry.
Mansion Fernando.
"Kalian sudah berapa hari mencari Stallone dan juga tidak berhasil? aku selalu saja mendapat kabar buruk dari kalian, setiap hari kalian pulang dengan kosong," bentak Fernando dengan merasa kesal.
"Maafkan kami, Bos. kami sudah melakukan upaya kami. di setiap jalan kami juga mencarinya, dan bahkan setiap apartemen yang kami lihat juga kami singgah untuk mencarinya, akan tetapi tidak mendapatkan dia juga," ucap salah satu anggotanya.
"Kalian tidak berguna sama sekali," ketus Fernando.
"Bos, london sangat luas, tidak mudah untuk kita menemukan dia, selama masa pencarian anggota kita juga ada mencari di setiap hotel dan kamar-kamar yang di sewakan akan tetapi hasilnya juga kosong. dia bersembunyi di tempat yang kita tidak bisa menebaknya," kata Antonio.
"Aku tidak mau mendengar alasan ini! aku hanya ingin hasil saja. potong tangan mereka berlima karena setiap pulang dengan tangan kosong!" perintah Fernando.
Lima anggotanya yang mendengar perintah bosnya langsung ketakutan sehingga berlutut dengan gemetar.
"Bos, beri kami waktu lagi! jangan menghukum kami!"
"Bos, ampuni kami, beri kesempatan lagi untuk kami!"
"Bos, maafkan kami, kami sudah berusaha selama ini. tapi tidak tahu dia ada di mana. kami sudah mencari setiap jalan dan setiap rumah-rumah. kami sudah berusaha selama ini.'
"Bos, berikan satu kesempatan lagi pada kami! aku mohon padamu!"
" Jangan ambil tangan kami, Bos. dengan tangan ini aku harus bekerja untuk membiayai keluargaku. aku mohon padamu berikan aku kesempatan lagi!"
" Tidak berguna! lihatlah kalian yang selalu saja gagal, aku sudah melihat hasil kerja kalian semua," bentak Fernando.
"Antonio, potong tangan mereka semua!" perintah Fernando yang kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Baik Bos," jawab Antonio dengan menurut.
"Tidak.. jangan melakukannya! beri kami kesempatan lagi!" teriak salah satu anggota yang sedang ketakutan dan menangis.
Mereka berlima di tahan oleh anggota lain dan membuka lebar tangan kiri kanannya. Antonio mengambil pedang yang tajam bersiap untuk melakukan perintah bosnya itu.
"Jangan melakukannya aku mohon padamu!" pinta anggota itu yang ketakutan dan menangis.
" Di saat kau mulai menjadi anggota bos, kau seharusnya sudah tahu nasib kita akan menjadi apa kalau kita gagal menjalani perintahnya," kata Antonio.
" Keluargaku hanya bisa mengharapkan ku untuk membiaya mereka, tolong jangan melakukan ini padaku!" tangisan anggotanya itu.
Tidak menunggu lama Antonio dengan kejamnya langsung memotong ke dua tangan anggota itu.
Srek..
"Aarrghh...."
Srek..
"Aarrghh...." teriakan anggotanya yang harus mananggung sakit yang luar biasa.
Srek..
"Aarrghh...."
Srek..
"Aarrghh...."
Srek..
"Aarrghh...."
Srek..
"Aarrghh...."
Tidak lama kemudian Antonio yang telah melakukan perintah bosnya ia melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Bos, sudah ku lakukan perintah Anda," kata Antonio.
"Hm...bagaimana dengan Charles Robertson, sudah seminggu dia masih tidak menerima tantanganku?"
" Masih di tolak, Bos. dia tidak menghormati Anda sama sekai," jawab Antonio.
"Kalau dia menolak terus maka selidiki kelemahannya! aku tidak percaya kalau dia tidak ada kelemahan," perintah Fernando.
"Akan ku lakukan," jawab Antonio.
"Dia terlalu berani menolakku, dan aku tidak akan tinggal diam," ketus Fernando dengan mengepal kepalan tangannya.
Markas Black Dragon.
Liza sedang berada di halaman depan markas sambil melihat bunga yang ada di depan matanya. tidak lama kemudian Cole datang ke markas dengan mengunakan mobilnya. setelah keluar dari mobil ia langsung melangkah masuk ke dalam markas tanpa menyapa Liza yang berdiri di sana.
"Cole, sebentar!" teriak Liza yang mengejar langkah pria dingin itu yang bersikap acuh dengannya.
"Ada apa?"tanya Cole dengan menghentikan langkahnya.
"Ada yang ingin ku kembalikan padamu," jawab Liza yang menyerahkan gelang itu.
"Aku tidak butuh lagi gelang ini," kata Cole dengan cuek.
Liza menarohkan gelang itu ke telapak tangan Cole dengan berkata," terima kasih karena sudah meminjamkan aku, walau kamu sudah tidak butuh tapi gelang ini tetap milikmu. jadi aku harus mengembalikannya."
"Aku hanya berharap kau jangan salah paham, gelang ini tidak bermaksud apa-apa," kata Cole dengan cuek.
"Tentu saja aku tahu, dan aku juga tidak akan salah paham. aku yakin kau hanya merasa bersalah karena aku koma dan hampir tewas. tapi asal kamu tahu ini bukan salahmu. kita akan mati kapanpun dan di manapun. oleh sebab itu kejadian yang menimpa ku akan terjadi kapan saja dan ini bukan salah siapapun. aku tahu kau membenciku. jadi kau tenang saja aku tidak ribut lagi denganmu. nyawaku masih bisa di selamatkan dan ini adalah keberuntungan ku. oleh karena itu sebelum aku mati di suatu hari, aku ingin menjalani hidupku dengan baik. dan lakukan hal yang seharusnya," kata Liza dengan panjang lebar.
" Cool, terima kasih dan mulai hari ini aku tidak melawanmu lagi. aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk pada orang, dan aku juga akan menjaga jarak denganmu agar kau tidak emosi saat melihatku," ucap Liza dengan senyum dan melangkah pergi.
Cole hanya terdiam di saat wanita itu bicara panjang lebar, raut wajah Cole berubah menjadi tidak gembira. tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, ia hanya melihat gelang yang ada di genggamannya itu.
"Kenapa perasaan ku aneh? bukankah lebih baik kalau dia menjaga jarak denganku. tapi kenapa aku yang merasa berat?" batin Cole.
Liza berjalan-jalan di sekitaran sana dengan raut wajah yang sedih.
"Aneh, seharusnya aku merasa senang tapi kenapa aku malah merasa sedih, mungkin saja aku sudah berpikir terlalu jauh karena gelang itu. kami hanya teman dalam satu tim. dan tidak lebih dari itu. lebih baik aku tidak memikirkannya. suatu saat dia juga akan pergi dari sini. karena dia pasti akan menganti tuan Bared. bukankah lebih baik kalau begini, tapi kenapa aku yang tidak rela? aneh sekali!" batin Liza.
__ADS_1
"Bangkit dari kematian inilah aku. jangan berharap bisa mendapatkan cinta dari seorang pria, karena aku yang hidup di dunia gangster tidak mungkin akan bertemu dengan cinta sejati. di dunia ini tidak akan ada lagi pria seperti bos yang begitu setia," ucap Liza yang sedang memandang ke arah langit.