
"Rumah sakit jiwa?" tanya Charles dengan khawatir
"Iya. Charles, apa kau tahu bagi setiap anak gadis keperawanan itu adalah hal yang paling penting dan berharga, tapi kau malah melakukan ini padanya, kondisi mental gadis itu selama ini tidak stabil dan kali ini dia mendapatkan perlakukan bejat ini darimu, aku tidak yakin di saat dia sadar dia bisa menerimamu, dan dia pasti akan semakin takut di saat dia melihatmu, apa kau sudah lama menyiksannya? jika tidak mengapa dia hidup dalam tertekan?" jelas Dokter Winz dengan kesal
"Katakan padaku apa yang harus kulakukan untuknya?"
"Apa yang harus kau lakukan untuknya? kau telah melukainya dengan begitu mendalam, apa kau masih menyangka jika dia tidak akan takut padamu? kau telah meninggalkan sakit di hatinya dan juga trauma, lalu apa lagi yang bisa kau lakukan untuknya?"ucap dokter Winz
"Charles, jika terhadap wanita panggilan aku tidak akan berkata apa-apa, tapi Flower adalah adalah gadis baik-baik, aku telah menjahit luka di bagian rahimnya dan kau jangan coba-coba lagi menyentuhnya, gadis itu tidak mati saat di atas ranjang itu sudah beruntung tapi sialnya adalah dia harus hidup dengan kenangan pahit seperti ini, apa kau tahu ini akan menjadi luka seumur hidup bagi dirinya, bisa atau tidak dia keluar dari mimpi buruk itu semua tergantung pada mentalnya dan bagaimana cara kau merawatnya" kata dokter Winz dengan panjang lebar
"Lakukan yang terbaik untuknya"pinta Charles yang berdiri di depan meja dokter Winz
"Apa kau menyesal?"
"Dia sangat penting bagiku, Winz. kau tahu itu"
Tidak tahu, aku hanya tahu kalau niat mu hanya ingin membalas dendam, jika kau ingin aku menolongnya bisa saja, kau harus memohon padaku dulu"
"Aku mohon padamu sekarang juga, tolong selamatkan dia walau harus butuh biaya berapapun aku akan menanggungnya"
"Kau adalah bos gangster dari Red Lion dan memohon padaku, apa aku sedang bermimpi?"
"Winz, aku bukan bercanda, semua mengenai Flower aku akan menanggungnya, karena dia sudah menjadi bagian dari tanggung jawabku"
"Baiklah, tapi mengenai lukanya kau harus bekerja sama denganku, jangan memyentuhnya selama 6 bulan, karena luka robek di rahimmya sangat parah sehingga harus di jahit dan terjadi pendarahan dalam, jadi kau jangan menyentuhnya selama 6 bulan ini"
"Itu bukan masalah bagiku, agar dia bisa sembuh, dan selain itu apa yang harus kulakukan lagi?"
"Jangan membiarkan dia banyak bergerak, karena jika tidak maka jahitannya akan terbuka dan di saat itu dia pasti merasa sakit lagi" jawab Winz
"Aku akan menjaganya dengan baik, terima kasih" ucap Charles yang melangkah ke arah pintu
"Sebentar" kata dokter yang menghentikan langkah Charles
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Charles yang menoleh ke arah dokter itu
"Apa kau bisa menahannya jika 6 bulan kau tidak menyentuh wanita?" tanya dokter dengan mengejek
"Apa kau menyangka jika aku adalah pria bejat?" tanya Charles dengan kesal
"Memang benar, karena kau baru melakukannya semalam sehingga gadis itu harus di jahit dan harus mengalami traumatis. Charles, kau sangat hebat malam pertamamu kau langsung melukai gadis itu sehingga kristis" ujar dokter Winz
"Dia beda dengan wanita lain, dia adalah wanita yang ku inginkan selama ini makanya aku tidak bisa menahan diri" kata Charles yang meninggalkan ruangan kantor dokter Winz
"Charles...Charles..., kau benar-benar..?6 bulan apa kau bisa menahannya? apalagi dia adalah gadis idamanmu, jika aku tidak mengatakan begitu maka aku tidak akan bisa punya kesempatan menyiksa mu. Flower Clisten, aku tidak tahu mau mengatakan dirimu beruntung atau sedang sial, karena hanya dirimu saja yang bisa membuatnya marah dan rindu sehingga nekad melakukan hal ini padamu, tapi pada akhirnya kau harus berakhir di ranjang rumah sakit" kata Winz dengan menarik panjang
Charles masuk ke kamar pasien yang di mana Flower berada
Dengan merasa bersalah dan penyesalan Charles menatap gadis itu dengan penuh rasa iba
"Flower, apakah selama ini kau berada di keluarga Clisten? dan luka di tubuhmu itu apakah Mark yang memberikan padamu?" kata Charles dengan menyentuh wajah Flower
"Aku akan merawatmu seumur hidupku, aku tidak akan membiarkan mu tinggal di rumah sakit jiwa, karena kau hanya akan tinggal di rumahku dan aku yang akan merawatmu" batin Charles
"Sialan, begitu berani dia mengantar semua jasad tidak berguna di depan rumahku, buang mereka semua" bentak Farlos yang sedang berdiri di luar rumahnya
"Baik Bos" jawab anggotanya
"Kita gagal Bos, mereka begitu mudahnya dibunuh begitu saja" kata salah satu anggota lainnya
"Lihat saja Charles nanti akan ku buat kau kehilangan kuasa di pelabuhan itu" gumam Farlos dengan kesal
"Mark Clisten tidak ingin menyerahkan sahamnya padaku, sepertinya wanita itu bukan siapapun baginya" kata Farlos
"Mereka sudah keluar dari keluarga Clisten, sepertinya sudah di usir"
"Hahahaha..sudah di usir, ternyata mereka bukanlah ahli keluarga yang penting bagi seorang Mark Clisten, aku juga tidak rugi jika tidak mendapatkan sahamnya, dan aku juga dapat menikmati tubuh wanita itu dengan puas"
__ADS_1
"Bos, wanita itu sudah di usir jika Bos masih menginginkannya aku bisa menangkapnya lagi" kata Anggotanya
"Bukan wanita itu, tapi ibunya, Mona" jawab Farlos dengan berniat jahat
"Mona? ibu wanita itu?"
"Benar, aku sudah bosan dengan Fannie wanita itu, tapi aku akan penasaran dengan Mona walau usianya sudah 50 tahunan, tapi kau lihatlah tubuhnya sangat indah dan kulitnya juga sangat mulus, dia tidak kalah cantik dari putrinya bahkan kulitnya itu lebih putih dan halus dari putrinya" jelas Farlos
"Apa maksud Bos..?"
"Benar aku mau dia, apa kau tahu dia tinggal di mana?"
"Akan ku selidiki"
"Cepat dapatkan dia, karena adikku ini sudah mulai mau mencari mangsa" perintah Farlos
"Selagi ada makanan yang lezat tidak mungkinkan aku biarkan begitu saja, apalagi dia adalah wanita usia 50 tahunan tentu saja aku semakin penasaran, biasa wanita yang melayaniku semua usia 20 tahunan, dan kali ini aku ingin mencoba yang lebih tua" batin Farlos
Keesokan harinya
Di pagi itu seperti biasanya pembantu rumah tangga keluarga Clisten keluar rumah untuk membuang sampah dan di saat itu Cole muncul dengan menodong senjatanya ke arah wanita itu
"Kau..?" ucap pembantu itu yang ketakutan
"Kau mau nyawa atau tidak?" tanya Cole dengan bersikap dingin
"A..aku mau nyawa" jawabnya dengan merasa takut
"Aku bertanya padamu, sudah berapa lama kau tinggal di sini?"
"Sudah 20 tahun"
"Apa kau tahu bagaimana dengan kehidupan nona Flower di sini?
__ADS_1
"Tahu, semuanya aku tahu" jawabnya dengan gemetaran di seluruh tubuhnya
"Baiklah, aku ingin membawamu bertemu dengan bos ku, dan ingat jangan mencoba untuk berbohong jika tidak peluru ku akan menghancurkan isi kepalamu" kecam Cole