Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pertarungan


__ADS_3

"Kau sangat menyebalkan sekali! atur saja tempatnya," ketus Charles yang memutuskan panggilanya.


"Hei...hei...hei...aku belum habis bicara sudah di putuskan!" bentak Stallone dengan kesal.


Mansion Charles.


"Charles, apa Stallone menganggumu lagi?" tanya Flower yang sedang duduk bersama dengan Charles.


"Benar! bocah itu sangat menjengkelkan. selalu saja ingin mencari masalah denganku!" jawab Charles.


"Kelihatannya kau hanya bisa menerima tantangannya! jika tidak, dia tidak akan berhenti menganggumu!" ujar Flower.


"Apa kamu setuju kalau aku bertarung dengannya?" tanya Charles dengan senyum dan memeluk pujaannya.


"Iya, aku setuju! karena jika kamu menolak maka dia pasti akan menganggu mu lagi!" jawab Flower yang di dalam pelukan Charles.


"Apa kamu ingin menyaksikan secara langsung?"


"Maksudmu ingin aku melihat kalian bertarung?" tanya Flower.


"Iya, aku ingin bonekaku ini melihat jika aku mengalahkan lawanku," jawab Charles dengan senyum.


"Apa kamu tidak takut bahaya jika aku ikut kamu keluar?"


"Aku bisa melindungimu! dan kita akan pergi bersama dengan Harry dan Liza, selama ini kamu sering di rumah, aku tidak mau kamu merasa bosan."


"Aku tidak akan bosan! rumahmu ini seperti istana dan aku juga sering berada di halaman bunga!"


"Aku tidak mau mengurung mu di dalam rumah terus, kau harus menghirup udara segar di luar," ujar Charles.


"Baik, jika kamu ingin aku ikut. aku akan ikut!" jawab Flower.


"Baiklah, aku ingin selalu membawamu keluar berjalan-jalan," ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower.


Keesokan harinya.


Stallone dan Charles memilih stadion sepak bola untuk di jadikan tempat pertarungan mereka, di saat itu mereka berdua telah berdiri di tengah-tengah lapangan itu. sementara Flower, Harry dan Liza duduk di kursi penonton.


"Apakah stadion ini sudah kau beli? kalau tidak mana mungkin bisa masuk ke sini!" tanya Charles.


"Benar! aku membayar sejumlah uang hanya untuk mengalahkanmu. dan di sini paling aman. karena tidak ada yang tahu, aku yakin kali ini pasti tanpa gangguan lagi," jawab Stallone.


"Terserahmu saja! karena kamu sudah mengeluarkan sejumlah uang maka aku tidak boleh mengecewakan mu," kata Charles.


"Kak Liza, apakah Stallone adalah petarung hebat?" tanya Flower yang sedang duduk bersama dengan Liza.


"Iya, dia adalah petarung terhandal di kamboja. dan dia di kalahkan oleh bos di final saat itu," jawab Liza.

__ADS_1


"Dia sangat keras kepala dan tidak mau mengaku kalah, sudah kelihatan dia akan kalah masih saja ingin bertarung," ujar Harry yang sedang duduk di belakang Flower dan Liza.


"Mereka tidak seperti sedang bermusuhan, hanya ingin saling mengalahkan," kata Flower.


"Charles Robertson, terima seranganku," teriak Stallone yang menyerang dengan mengunakan ke dua tangannya.


Charles menahan serangan sambil menyerang wajah lawannya itu.


Bruk...bruk...


Serangan dari Charles mengenai wajah Stallone


"Aarghh..." jerit Stallone yang merasa sakit pada wajahnya.


"Sia.lan," ketus Stallone.


"Baru mulai saja kau sudah kalah," kata Charles dengan mengejek.


"Jangan sombong!" ketus Stallone yang menyerang dengan kakinya.


Ia menendang kiri kanan dengan tanpa berhenti, Charles berusaha mengelak dan kemudian membalas tendangannya dan mengenai bagian tubuh lawannya itu.


Bruk...


"Aauhk.." jerit Stallone yang memundurkan langkahnya akibat tendangan kuat dari Charles.


"Kakak, aku mau ke kamar kecil sebentar!" ucap Flower.


"Mari kita pergi!" ajak Liza dengan memegang tangan Flower dan melangkah pergi.


Harry yang bertugas melindungi Flower lalu ia pun bangkit mengikuti langkah dua wanita itu.


"Harry kamu di sini saja! cukup aku saja yang temani Flower!" ujar Liza yang berpaling ke arah Harry yang di belakangnya.


"Tidak bisa! aku harus melindungi nona kemana pun nona pergi, aku akan menunggu kalian di luar!" jawab Harry sambil melihat sekeliling stadion itu.


"Di dalam sini sangat aman. jadi, tidak mungkin akan ada penyusup. lagi pula tidak mungkin ada yang tahu kita di sini!" kata Liza yang sedang berjalan bersama Flower dengan di ikuti oleh Harry dari belakang.


"Selalu waspada tidak ada salahnya! kemana pun kita pergi harus selalu perhatikan sekeliling!" jawab Harry.


"Liza, tadi pagi aku melihat depan markas kita ada tanaman bunga, sejak kapan kau menanam bunga di sana?" tanya Harry.


"Aku hanya membelinya dan bukan tanam sendiri, lebih cantik kalau halaman depan di jadikan taman bunga," jawab Liza.


"Iya, tapi jika si batu itu kembali ke markas maka dengan sifat dia pasti akan di lempar semua bunga itu ke laut," ujar Harry.


"Jika dia berani melakukannya maka aku tidak akan ragu untuk memotong jarinya," ketus Liza.

__ADS_1


"Kak Liza, kenapa kalian berdua seperti saling menaruh dendam? apakah di masa lalu kalian ada saling jatuh cinta ataupun ada terjadi sesuatu?" tanya Flower dengan polos


"Siapa yang jatuh cinta dengan si kepala batu itu? walau di dunia ini tidak ada pria, aku juga tidak akan jatuh dengan dia," jawab Liza yang menghentikan langkahnya.


"Tapi kenapa kalian seperti..." ucap Flower dengan terhenti.


"Seperti apa?" tanya Liza


"Seperti orang yang saling jatuh cinta tapi tidak sadar!" jawab Flower.


"Aku jatuh cinta padanya? itu tidak mungkin," kata Liza


"Hahahahah...." suara tawa Harry.


"Kenapa kau tertawa?"tanya Liza dengan kesal.


"Nona, Anda sudah salah! si kepala batu itu seperti manusia batu zaman dulu. dia sedingin es di kutub utara, dan kepalanya sekeras batu. jadi, dia mana bisa jatuh cinta pada wanita, hatinya itu selama ini tertutup sangat rapat. andaikan jika ada wanita yang bersamanya aku yakin wanita itu tidak akan tahan dengannya," ujar Harry dengan tertawa.


"Aku juga tidak akan menyukai dia!" ketus Liza yang melangkah pergi sambil memgandeng Flower.


Bruk...bruk...


Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Charles mengenai wajah Stallone sehingga bengkak.


"Sia.lan," ketus Stallone.


"Lihatlah wajahmu itu sudah bengkak, apa kau masih belum mau berhenti?"


"Berhenti? jangan berharap. aku mengeluarkan sejumlah uang membayar stadion sepak bola ini, mana mungkin berhenti begitu saja," bentak Stallone.


"Apa kau yakin masih mau lanjut? lihatlah wajahmu itu, kiri kanan sudah bengkak dan mata mu juga sudah seperti mata panda," kata Charles dengan tertawa.


"Selagi aku belum tumbang aku belum kalah!" ketus Stallone yang tiak kau kalah.


Stallone yang merasa tidak puas ia masih ingin menyerang lawannya itu..


"Hiaaaaak...." teriak Stallone yang sambil berlari ke arah Charles yang berdiri yang tidak begitu jauh jaraknya


Di saat Stallone berlari ke arah lawannya tiba-tiba saja langkahnya di hentikan oleh suara seseorang yang terdengar oleh mereka


"JANGAN BERGERAK!" kecam sekelompok orang yang tiba-tiba muncul dan sedang menodong senjata ke mereka.


"Kelihatannya kita kedatangan tamu lagi," kata Charles dengan bersikap tenang.


"Hei...siapa kalian ha...? kenapa tidak besok atau lusa saja kalian datang membunuhnya, kenapa harus hari ini? kami sedang bertarung apa kalian tidak melihatnya?" teriak Stallone dengan kesal.


"Kami datang bukan untuk membunuhnya, akan tetapi kami datang untuk membunuhmu," kecam salah satu pria bersenjata itu

__ADS_1


__ADS_2