Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Stallone kesal


__ADS_3

Stallone mengenakan kaca mata hitam dan berjalan santai dengan mengikuti langkah pria yang sedang berjalan di hadapannya. ia berpura-pura sedang melihat handphonenya sambil mengikuti langkah pria itu dengan jarak yang cukup jauh. tidak lama kemudian pria itu masuk ke salah satu kamar pasien.


Stallone yang merasa penasaran berdiri di luar pintu dengan berpura-pura bicara di hanphonenya. ia mendekatkan hanphone ke telinga seakan sedang berbicara lewat alat komunikasinya itu.


"Kenapa kau harus melakukan ini lagi? untuk apa kau memaksakan keadaan?" tanya pria itu yang suaranya terdengar dari luar.


"Andrew, aku tidak bisa hidup tanpamu, kau tahu itu kan. kita sudah bersama selama ini!" ujar wanita itu dengan merasa sedih.


"Jesse, jangan melukai dirimu lagi!"


"Apa kau sama sekali tidak mengenang masa lalu kita?" tangisan Jessy yang terdengar di telinga Stallone yang sedang berada di luar kamar.


"Perasaan ku sudah hambar, dan aku tidak ingin memikirkan urusan asmara. Jesse, dulu aku pernah mengatakan padamu jika kita akan mencoba menjalaninya, aku juga tidak berjanji padamu bahwa hubungan kita akan berlangsung lama, karena di saat itu aku belum memastikan perasaanku padamu, dan selama ini aku sudah berusaha akan tetapi perasaan ku tetap hambar," jelas Andrew.


"Andrew, apa kau sudah lupa malam pertama kita di saat itu? aku sudah menyerahkan mahkotaku padamu, apa kau masih tega meningalkanku?" kata Jesse yang sedang menangis.


"Jesse, seharusnya kau masih ingat kenapa bisa terjadi hal seperti itu!" bentak Andrew yang kesal saat mengingat kejadian dua tahun yang lalu.


"Aku melakukannya karena aku menyukaimu," jawab Jesse.


"Kau mencampur obat ke minumanku, sehingga aku tidak sadar dengan apa yang ku lakukan, di saat itu di lubuk hatiku yang dalam aku merasa sangat kecewa padamu, akan tetapi walau aku membunuhmu juga tidak berguna. ini semua bukan keinginanku, Jesse. selama dua tahun aku sudah melakukan yang terbaik. dan ini sudah cukup," kata Andrew yang merasa kecewa.


Saat mendengar langkah kaki dari dalam Stallone langsung menjauh dari pintu tersebut. ia berdiri di pojokan sana dengan menghadap dinding sambil berpura-pura bicara di handphonenya.


Andrew yang keluar dari kamar tidak memerhatikan kehadiran pria itu dan langsung melangkah pergi dari kamar pacarnya.


"Untung saja dia tidak melihatku! ternyata dia di sini, bukankah ini sama saja akan bertemu dengan bocah brengs*k itu," gumam Stallone.


Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka dan di saat itu Stallone langsung menghadap dinding agar tidak di curigai oleh wanita itu. Jesse yang termenung dan mengeluarkan air mata, sambil berjalan tanpa melihat Stallone yang ada di sana, ia hanya melewati dan menuju ke anak tangga.


"Ke mana dia?" ucap Stallone yang merasa penasaran.


"Lagi pula tidak ada hubungannya denganku, biarkan saja!" gumam Stallone yang ingin melangkah pergi.


Di saya Stallone ingin meninggalkan tempat itu tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya.


"Kenapa perasaan ku seperti ada yang aneh saja, jangan-jangan wanita itu mau bunuh diri?" gumam Stallone yang langsung melangkah cepat menuju ke anak tangga.


Stallone terburu-buru berlari di anak tangga menuju ke atas loteng.


Di saat dirinya tiba di atas loteng ia melihat wanita itu yang sedang berdiri dipinggiran sana dengan berniat ingin melompat ke bawah.


"Kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Stallone yang melihat Charles dan Flower yang sedang membujuk wanita itu.


"Charles membawaku ke sini untuk melihat pemandangan, dan di saat kami tiba kami melihat nona ini ingin melompat dan kami berusaha ingin membujuknya," jawab Flower yang melihat ke arah Stallone.


"Hei...Nona, untuk apa kau melompat ke bawah sementara pria itu sudah pergi, tidak ada gunanya kau mati dia tidak akan mengenangmu," teriak Stallone.


"Aku gagal mendapatkan hati dia, aku sudah berusaha dan aku gagal lagi," tangisan Jesse yang sedang berdiri di tepi sana.


"Kakak, kau masih muda dan jalanmu masih panjang untuk apa kau melakukan hal bodoh. dia juga tidak akan sedih atas kepergian mu!" bujuk Flower yang berusaha ingin menenangkan Jesse.


"Aku mencintainya selama ini, akan tetapi dia dengan begitu mudahnya memutuskan aku," ujar Jesse yang sedang menangis.


"Kalau kau tidak bisa menghargai dirimu tidak ada yang akan tangisi kepergianmu, jika kau merasa ingin mati, maka silakan saja!" ketus Charles.


"Charles...." ucap Flower.


"Hei...dia sedang ingin melompat kau bukannya membujuknya malah suruh dia mati," ketus Stallone.


"Untuk apa dia hidup jika dia mau mati," jawab Charles.


"Kau sangat tidak punya hati," ketus Stallone.


"Kalau begitu kau bujuk saja dia, kami ingin kembali ke kamar dulu," kata Charles yang merangkul pundak Flower dan ingin beranjak dari sana.


"Hei...hei..aku tidak bisa membujuk wanita," ucap Stallone yang menghentikan langkah Charles dan Flower.


"Charles, mari kita membujuk kakak itu dulu, dia sangat kasihan!" pinta Flower.


"Kau sangat tidak punya hati, ada yang mau bunuh diri tapi kau malah mengabaikannya," ketus Stallone.


"Dia ingin mati karena di tinggal pacarnya. jadi untuk apa aku membujuknya lagi," ucap Charles dengan ketus.


"Charles Robertson, kau keterlaluan! apa kau tahu jika dia mati ini karena mu juga!" bentak Stallone.


"Yang meninggalkan dia adalah pacarnya bukan aku. jadi, kenapa karena aku?"


"Pantasan banyak yang mengatakan jika mulutmu itu sangat pedas dan sudah membunuh tujuh atau delapan wanita, apakah kau ingin dia yang selanjutnya?" ketus Stallone.

__ADS_1


"Apa kalian bisa diam! apa kalian tidak melihat situasi? kakak itu mau bunuh diri kalian masih saja bertengkar di sini!" bentak Flower yang menatap ke arah Charles dan Stallone.


Mendengar teguran Flower Charles dan Stallone langsung terdiam tidak bersuara dan saling memalingkan wajah mereka.


"Kakak, cepat ke sini! di sana sangat bahaya, biar aku menemanimu ke kamar!" ajak Flower yang berusaha ingin membujuk wanita itu.


"Hidupku sudah tidak berguna! aku sangat malu, harga diriku sudah tidak ada!" jawab Jesse dengan menangis.


"Nona, kau masih muda untuk apa kau merasa kecewa, kau pasti bisa mendapatkan pria yang lebih baik!" bujuk Stallone.


"Cuaca di sini panas sekali!" ocehan Charles yang melepaskan dasinya karena kepanasan.


"Kakak, cepatlah kemari! di sana sangat bahaya!" bujuk Flower.


"Nona, jangan melakukan hal yang bodoh, apa kau tahu jika berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari maka kulit mu akan terkelupas dan hitam, di saat itu kau akan menjadi jelek," ujar Stallone yang merasa kepanasan.


"Di mana kampung mu?" tanya Charles.


"Ini bukan saatnya untuk mengajak kenalan, untuk apa kau bertanya di mana kampungnya!" ketus Stallone.


"Aku hanya ingin tahu saja! jika dia melompat maka jenazahnya bisa dikirim dengan paket ke alamat kampungnya," jawab Charles.


"Charles Robertson, jika kau tidak bicara apa kau bisa mati!" bentak Stallone.


"Aku hanya membantunya saja!" jawab Charles.


"Lebih baik kau jangan bicara!" ketus Stallone.


"Kalian tidak perlu lagi membujukku lagi, aku sudah membuat keputusan untuk mengakhiri hidupku," kata Jesse yang sambil menangis.


"Aku sama sekali tidak membujukmu, aku hanya kepanasan karena terik matahari," ujar Charles.


"Nona, kau masih muda tidak perlu bertindak bodoh!" ujar Stallone.


"Kakak, bagaimana kalau aku membantumu menghubungi pria itu?" tanya Flower.


"Jangan pernah melakukan itu! dia bukan pria baik!" ujar Stallone.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Charles.


"Dia adalah Andrew yang kita temui sebelumnya!" jawab Stallone.


"Kamu mengenalnya?" tanya Flower dengan menatap ke arah Charles.


"Dia adalah musuh tuan Bared!" jawab Charles.


"Musuh pamanku?" tanya Flower.


"Kalau kamu melihatnya segera menjauh ya, aku tidak mau dia melukaimu karena dendamnya terhadap pamanmu!" kata Charles.


"Aku mengerti! aku akan berhati-hati!" jawab Flower.


"Hei...Nona cepat kemari! jangan berdiri di sana lagi!" ujar Stallone yang berusaha ingin menyelamat wanita itu.


"Sebenarnya apa mau mu? kalau kau ingin melompat maka lakukan sekarang juga! kalau tidak mau maka cepat masuk! aku tidak mau mati kepanasan di sini!" ketus Charles yang melepaskan jas luarannya dan menutupi kepala Flower


"Kalau kau tidak bicara memang kau tidak bisa hidup ya!" ketus Stallone dengan kesal dan sambil membuka kancing kemejanya.


"Hei...hei...kenapa kau membuka bajumu?" tanya Charles.


"Aku kepanasan! apa kau tidak melihat matahari ada di atas kepala kita!" jawab Stallone yang berkeringat yang membasahi kemejanya.


"Apa kau tidak melihat Flower ada di sini!" bentak Charles yang menutupi mata Flower.


"Nona, apa kau bisa ke sini? jangan melakukan hal bodoh, tidak ada gunanya kau mati demi dia yang sudah tidak peduli padamu," ucap Stallone.


"Aku sudah malu untuk meneruskan hidupku!" jawab Jesse.


"Kalau kau memang malu kenapa tidak melompat saja dari tadi? apa kau tahu aku dan istri ku sedang kepanasan karena menjemur di sini, cepat lakukan jika kau sudah bosan hidup, jangan membuang waktu kami!" ketus Charles dengan kesal.


"Charles, jangan bicara seperti itu!" ujar Flower.


"Jangan mendengarkan dia, Nona. bagaimana kalau kau pulang ke kampung saja, dari pada harus melakukan hal bodoh ini!" bujuk Stallone.


"Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi," jawab Jesse.


"Tidak memiliki siapapun bukan berarti kau harus bunuh dirikan! kau juga harus mulai dari awal!" bujuk Stallone.


"Aku ada usul yang bagus, kau bukan hanya tidak perlu mati tapi kau juga akan mendapatkan seorang suami!" kata Charles.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan?" tanya Stallone.


"Apa kau mau menikah dengan dia?" tanya Charles yang menunjukan ke arah Stallone.


"Hei...apa maksudmu?" tanya Stallone dengan merasa kesal.


"Dia adalah gangster kamboja, tidak kalah dengan mantanmu itu, dia juga tampan dan kaya. hanya saja dia sangat kasar dan terkadang otaknya tidak berfungsi!" kata Charles.


"Charles Robertson, apa kau bisa diam!" ketus Stallone dengan merasa kesal.


"Tuan, apa kau sudi menikahi ku?" tanya Jesse yang menatap ke arah Stallone.


"Apaaa? ke-kenapa aku yang harus menikahimu?" tanya Stallone dengan kebingungan.


"Karena aku menyukaimu," jawab Jesse.


"Nona, apakah roh kamu sudah hilang sebagian sehingga tidak sadar dengan apa yang kau katakan!" ketus Stallone.


"Tuan, jika kau menolakku juga tidak apa-apa, aku tidak akan memaksamu, aku akan melompat dan mengakhiri semuanya, lagi pula aku sudah tidak memiliki siapapun," ucap Jesse dengan merasa sedih.


"Kau tenang saja! dia akan menikahimu, karena dia juga sedang ingin mencari seorang wanita untuk menjadi istrinya. jadi dia pasti akan menyukaimu," kata Charles dengan sengaja.


"Charles Robertson, apa kau bisa diam! kenapa kau melibatkanku?"bentak Stallone dengan kesal.


"Karena kau sedang hidup sendirian, dari pada kau menganggu istri orang lebih baik kau mencari pasangan sendiri!" jawab Charles.


"Kau tidak waras! walau aku ingin mencari pasangan aku juga tidak akan memilih dia!" kata Stallone dengan tegas.


"Tuan juga tidak mau menikahiku? maka aku hanya hidup bersendirian. jadi, untuk apa lagi aku hidup," ujar Jesse dengan merasa kecewa.


"Stallone, bukankah kau ingin menyelamatkan dia, maka setuju saja untuk menikahi dia!" ujar Charles.


"Kenapa bukan kau saja yang menikahinya?" tanya Stallone dengan kesal.


"Aku sudah memiliki seorang istri yang baik. jadi, aku tidak butuh wanita lain lagi!" jawab Charles yang mengecup dahinya Flower.


"Walaupun begitu kau tidak boleh melibatkanku juga, aku tidak membutuhkan seorang istri," kata Stallone dengan tegas.


"Aku akan melompat! terima kasih kalian semua karena berusaha membujukku!"ucap Jesse.


"Kakak, jangan melakukannya," bujuk Flower yang ingin melangkah menghampiri Jesse akan tetapi di tahan oleh Charles.


"Jangan ke sana!" ucap Charles yang menahan lengan pujaannya.


"Nona, jangan melakukan itu. kenapa kau tidak memilih menjalani hidupmu dengan baik, untuk apa harus sampai bunuh diri!" ujar Stallone.


"Di dunia ini tidak ada tempat untukku lagi, aku sudah tidak memiliki siapapun. jadi untuk apa aku meneruskan hidup ku," ujar Jesse.


"Stallone, jika kau menolak maka dia tewas karenamu!" kata Charles.


"Kenapa karena ku? bukan aku yang memutuskan dia," ucap Stallone dengan merasa kesal.


"Karena kau menolak menikahinya. jadi, ini menjadi sebuah masalah bagimu, dan aku yakin kau pasti akan menyesal karena ini menyangkut dengan nyawa seseorang," ujar Charles dengan sengaja.


"Aku sangat menyesal mengenalmu!" bentak Stallone dengan merasa kesal.


"Tuan, kalian berdua jangan berdebat lagi! aku tidak akan memaksanya untuk menikahiku, ini sudah nasibku. aku hanya bisa pasrah," ujar Jesse.


"Kakak, jangan melakukan itu! kakak masih memiliki masa depan, suatu saat pasti akan bertemu dengan pria yang baik," bujuk Flower.


"Wanita bodoh! aku tidak akan mati, justru aku ingin salah satu dari dua pria ini," batin Jesse.


"Hei...apa kau sudah puas berdiri di sana? kalau kau ingin melompat silakan saja jangan membuang waktu kami di sini," bentak Charles dengan merasa kesal.


"Charles Robertson, apa kau bisa diam!" ketus Stallone.


"Seseorang yang ingin bunuh diri tidak mungkin berdiri di sana dari tadi," ketus Charles.


"Apa perlu aku membantumu dengan cara mendorongmu, agar lebih cepat," kata Charles dengan menghampiri wanita itu.


"Jangan kemari! apa yang kau ingin lakukan?" tanya Jesse yang merasa cemas.


"Aku hanya ingin membantumu saja," jawab Charles yang menarik tangan wanita itu dan langsung menghempaskan tubuhnya ke lantai dengan kasar.


BRUGH...


"Aarghhh...." jerit Jesse yang kesakitan dengan tergeletak di lantai.


"Apa kau sudah puas berakting? jangan sampai aku melihat wajahmu yang menjijikan itu. jika tidak aku akan mendorong mu dari atas sini ke bawah," kecam Charles dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2