
"Charles melatih kalian dengan baik dan berhasil membuat kalian menjadi pengawal tangguh," ucap Steve dengan merasa kagum.
Setelah selesai membunuh anggota Fernando, Curry dan lainnya meninggalkan tempat itu.
Setelah setengah jam kemudian Steve dan Vic tiba di depan rumahnya. Flower yang melihat kepulangan ayah dan kakaknya itu ia langsung membuka pintunya.
"Pa, Kakak," sapa Flower.
"Flower, apa kamu baik-baik saja?" tanya Steve yang baru turun dari mobilnya.
"Kakak, aku baik-baik saja! bagaimana dengan papa dan kakak?"
"Kami baik-baik juga, ini semua karena adanya bantuan Curry dan Yona," jawab Vic yang melangkah menghampiri putrinya.
"Kak Curry, Kak Yona," sapa Flower.
" Flower," sapa Curry dan Yona dengan serentak.
"Curry dan Yona di kirim oleh Charles untuk melindungi kami. untung ada mereka sehingga kami bisa selamat," ucap Steve dengan senyum.
"Charles ada memberitahuku soal ini. dengan adanya kak Curry dan kak Yona aku merasa lebih tenang," jawab Flower.
"Kak Curry, Kak Yona, terima kasih!" ucap Flower dengan ramah.
"Apa yang kamu katakan? ini adalah tugas yang di berikan bos untuk kami. dan kami harus melakukannya dengan baik," kata Yona dengan senyum.
"Mari kita masuk dulu dan malam ini kita makan bersama!" ajak Steve.
Liza dan Stone kembali ke markas, karena Curry dan Yona tinggal di rumah Steve untuk sementara. sementara anggota lainnya melakukan pengawasan dari jarak jauh.
Markas Black Dragon.
"Anggota yang mereka kirim jumlahnya pasti tidak sedikit, mungkin saja besok akan lebih banyak jumlah yang akan mendatangi rumah itu," kata Charles.
"Bos, apakah kita harus mengerahkan lebih banyak anggota malam ini?" tanya Liza.
"Mereka melakukannya terang-terangan, keluarga Steve akan menghadapi bahaya kapanpun dan di manapun," ujar Charles.
"Malam ini kami akan mengawasi lagi dari luar, andaikan mereka muncul kami akan membunuh mereka semua," kata Stone.
"Aku merasa tidak tenang, aku berencana ingin memindahkan mereka ke rumahku. karena tidak ada yang tahu di mana alamatku," ucap Charles.
"Pindahkan mereka?" tanya Liza dan Stone dengan serentak.
"Benar! malam ini juga aku ingin memindahkan mereka," jawab Charles yang mengeluarkan handphone miliknya. lalu ia menekan nomor tujuan yang ingin ia hubungi.
"Hallo, Charles," jawab Steve yang di seberang sana
Charles menceritakan semua rencananya yang ingin memindahkan keluarga Steve demi keselamatan mereka. setelah lima belas menit kemudian mereka memutuskan panggilan tersebut.
"Perintahkan anggota untuk bersiap! kita menuju ke tempat tinggal Steve dan siapkan beberapa mobil!" perintah Charles.
"Siap Bos," jawab Harry, Liza dan Stone dengan serentak.
Charles dan anggotanya langsung menuju ke rumah Steve di malam itu juga. tempat tinggal Steve sudah tidak aman untuk di tempati. pihak musuh telah menjadikan mereka sebagai sasarannya.
Mansion Fernando.
"Apa yang kau katakan? mereka semua tewas? apakah sehebat itu anggota Stallone?" bentak Fernando yang merasa kesal dengan kegagalan anggotanya yang di kamboja.
"Jumlah anggota yang mengawalnya tidak sedikit, dan yang paling penting adalah mereka bersembunyi. di saat anggota kita menyerang Stallone mereka tiba-tiba muncul. semua ini sudah di rencanakan oleh Stallone dari awal," kata Antonio.
"Tidak berguna! membunuh dia saja bisa gagal," ketus Fernando dengan kesal.
"Mengenai kamboja aku akan kembali ke sana untuk berhadapan dengan bocah itu, dan aku ingin kalian bertindak malam ini! kirim lebih banyak anggota menuju ke rumah itu! dalam sehari kalian sampai bisa gagal beberapa kali. aku ingin kau ikut campur, bawa keluarga wanita itu ke depan mataku. aku ingin segera selesaikan urusan sini. jika malam ini kalian masih gagal maka jangan temui aku lagi, pergi!" perintah Fernando yang langsung melangkah masuk ke kamar.
"Baik Bos," jawab Antonio.
Sesaat kemudian Antonio melangkah keluar dari rumah bosnya dan menuju ke tempat yang harus dia pergi.
Saat ia keluar mengunakan mobilnya, tanpa dia sadari ia di ikuti oleh Cole.
Antonio yang sedang menyetir sambil menghubungi seseorang yang di seberang sana.
"Hallo kak Antonio,"
"Jeco, aku ingin kau atur anggota kita menuju ke tempat tinggal Steve Austin! dan tangkap mereka semua malam ini juga!"perintah Antonio yang sambil menyetir.
"Baik Kak Antonio, segera dilakukan!" jawabnya yang di seberang sana.
__ADS_1
"Sampai jumpa kalian di sana!" ucap Antonio yang memutuskan panggilannya.
"Malam ini aku harus menangkap mereka bertiga, kalau sampai gagal maka sama saja hidupku sudah di ujung tanduk. bos tidak akan ragu untuk menyiksaku,"ucap Antonio.
Antonio merasa cemas dan seakan hidupnya sudah tidak aman, andaikan saja kalau dia gagal dalam bertugas. setiap anggota yang gagal melakukan perintah bosnya itu pasti akan tewas dengan mengenaskan. oleh karena itu di sepanjang jalan ia mengeluarkan keringat dingin yang membasahi seluruh wajahnya.
Saat ia sedang dalam perjalanan menuju ke tempat tinggal Steve, sebuah mobil tiba-tiba menabrak dari samping kiri.
Braakk...
Tabrakan mobil yang kuat yang di lakukan oleh Cole dari samping.
"Aaarrgghhh...."jeritan Antonio yang terluka bagian kepala sebelah kirinya.
Antonio kesakitan karena hentakan yang kuat sehingga membuatnya dalam kondisi setengah sadar.
Cole turun dari mobilnya dan menghampiri pria yang dia tabrak itu.
"Kau mengenalku?" tanya Cole yang menodong pistol ke Antonio yang kepalanya berdarah sehingga mengalir ke wajahnya.
Antonio membuka perlahan matanya dan menatap ke arah pria yang sedang mengancamnya itu.
"Kau adalah Cole?" tanya Antonio dengan suara pelan.
"Aku datang untuk mengagalkan rencanamu," jawab Cole yang melepaskan tembakannya.
DOR....
Tembakan yang di lakukan oleh Cole menembus kepala pria yang sudah kritis itu dan sesaat kemudian pria itu tewas di dalam mobilnya. Setelah selesai membunuh, Cole langsung menuju ke rumah Steve untuk membantu temannya.
Di sisi lain Charles sudah tiba ke rumah Steve bersama anggotanya. bersiap untuk berangkat menuju ke rumahnya.
"Paman, maaf. telah melibatkan mu karena masalahku ini," ucap Charles dengan merasa bersalah.
"Charles, Flower sudah memberitahu paman tentang hal ini. ini bukan salahmu sama sekali. dan paman tidak menyalahkan mu!" jawab Vic dengan senyum.
"Hanya saja paman ingin meminta satu hal dari mu!" pinta Vic.
"Katakan saja, Paman!" jawab Charles.
"Paman berharap kau harus melindungi dirimu baik-baik! jangan membiarkan putri kecilku menangis!"
Sesaat kemudian mereka meninggalkan tempat tinggal Steve dengan mengunakan beberapa mobil. lima mobil keluar dari halaman rumah, Charles duduk bersama dengan Flower, Liza dan Harry. sementara Vic dan Steve duduk bersama Curry dan Yona yang sebagai pelindung mereka.
Kepergian mereka menarik perhatian anggota Fernando yang sedang mengamati mereka dari jauh. salah satu dari mereka menembak dari jarak jauh dengan mengunakan sniper. anggota itu mencari sasaran yang tepat untuk di tembak.
DOR...DOR...DOR...
Tiga tembakan yang di lakukan oleh anggota Fernando mengenai mesin tangki minyak mobil yang berjalan di bagian depan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan yang di lakukan oleh mereka yang mengenai lima mobil milik Charles. tidak lama kemudian karena tangki minyak yang bocor lima mobil langsung meledak.
DUAR....DUAR....DUAR....DUAR....DUAR...
Lima mobil meledak secara berderetan sehingga serpihan mobil dan kaca terbang kemana-mana.
"Kenapa kau membunuh mereka?" tanya salah satu teman mereka.
"Charles Robertson berada di dalam mobil itu. dan tentu saja kita bunuh saja dia dan selesai perkara."
"Bos, ingin nyawanya hidup-hidup, kau malah membunuh mereka. bisa jadi bos marah besar lagi dan menyiksa kita."
"Si botak itu hanya membuang waktu saja. kenapa harus menantangnya? bunuh saja langsung selagi ada kesempatan. jika tidak di bunuh bisa saja di pertarungan mereka bos yang mati di tangannya."
"Dengan cara mu yang seperti ini, aku malah merasa kita yang akan mati."
Lima mobil itu meledak dan telah menewaskan semua orang yang berada di dalamnya. tanpa ada perlawanan sedikitpun.
Di sisi lain terdapat dua mobil yang melewati jalan lain. mereka yang tak lain adalah Charles dan lainnya.
"Charles, apa kamu mengunakan mereka untuk mengelabui anggota Fernando agar kita bisa pergi dari pintu belakang?" tanya Flower yang duduk bersama dengan Charles.
"Benar! biar musuh kita mengejar mobil itu! dengan begitu kita baru bisa lolos. anggota mereka terlalu banyak sehingga kita tidak bisa menebak kapan mereka akan muncul," jelas Charles.
"Ini memang cara terbaik untuk mengelabui mereka, dan aku yakin sebentar lagi si botak itu pasti akan marah besar," ujar Liza yang duduk di samping Harry.
"Dia bohongi dan anggotanya pasti siap-siap di hukum lagi. caranya menghukum anak buahnya sangat tidak biasa," kata Harry yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Flower, karena masalah ku dengan Fernando telah melibatkan papa dan kakakmu, apa kamu takut?" tanya Charles..
"Selagi bersama mu aku tidak takut," jawab Flower dengan senyum.
"Flower, jangan cemas! mereka tidak akan menang. kita sudah menyusun rencana dengan rapi. jadi mereka pasti akan gagal," kata Liza.
"Iya, Kak Liza. aku percaya dengan kalian!" ucap Flower.
Sementara mobil yang membawa Steve dan Vic mengikuti mobil Charles dari belakang.
"Kenapa kita mengunakan jalan lain?" tanya Vic yang sedang duduk bersama dengan Steve.
"Untuk mengelabui mereka, Tuan," jawab Curry.
"Ternyata kalian sudah menyusun rencananya dengan baik," kata Vic.
"Pa, Charles selama ini memang sangat berhati-hati, jadi kita tenang saja," ujar Steve.
"Tuan Austin, maaf sudah melibatkan Anda!" ucap Yona yang sedang menyetir.
"Jangan berkata demikian! justru kami lah yang merepotkan kalian!" jawab Vic.
"Di dunia gangster jika kita bermusuhan dengan orang seperti Fernando, maka kita semua harus berhati-hati dan bersiap untuk melawannya. dia akan mengincar semua orang yang ada hubungannya dengan kita," jelas Curry.
"Kehidupan gangster sangat tidak mudah, Charles pasti banyak menderita," ujar Vic.
"Pa, karena di dunia gengster dia kehilangan keluarganya, dan juga di besarkan oleh ayah angkatnya yang juga adalah penyebab kematian orang tuanya. itulah kehidupan Charles yang cukup keras," kata Steve.
"Hanya bisa bergantung pada diri sendiri saat terjatuh. apa lagi harus hidup bersama dengan pembunuh orang tuanya," ucap Vic.
Di sisi lain Cole sedang mengejar sejumlah anggota Fernando yang sedang mengejar jejak Charles dan lainnya.
Sejumlah anggota Fernando melewati jalan lain untuk menculik keluarga Austin. mereka mendapat info bahwa lima mobil yang meledak itu hanyalah anggota Charles yang lainnya. sementara Steve dan lainnya keluar dari pintu belakang.
Puluhan mobil mengejar sasaran mereka, Cole bersama Stone menghadang dari depan dan belakang. Cole menghadang dengan mobilnya di depan sementara Stone menghadang dari belakang.
Puluhan mobil itu tidak berhenti, mereka berniat untuk menabrak mobil depan yang menghadang jalan mereka.
Cole langsung keluar dari mobilnya dan langsung melempar sesuatu ke arah lawannya.
"Apa yang dia lempar?"tanya salah satu anggota Fernando yang duduk di dalam mobil.
"Bom," jawab temannya yang sedang menyetir.
Lemparan dari jarak jauh mengenai tepat ke mobil-mobil itu yang sedang melaju ke arahnya. begitu pula yang di lakukan oleh Stone dari belakang.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DURA...DUAR..
"Aaarrghhh...." teriakan mereka yang sesaat sebelum tewas.
Ledakan mobil anggota Fernando karena terkena serangan bom dari Cole dan Stone.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DURA...DUAR..
"Aaarrghhh...."
Sebagian yang belum terkena ledakan keluar dari mobil dan ingin menyelamatkan diri. saat Stone melihat mereka yang ingin kabur ia langsung melepaskan tembakannya.
DOR....DOR...DOR....DOR...DOR...
Tembakan Stone berhasil menewaskan mereka yang ingin melarikan diri.
Cole masih melempar hingga mengenai beberapa mobil lainnya..
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..
Ledakan besar terjadi pada malam itu. sebanyak puluhan mobil Fernando dan anggotanya hancur dalam waktu beberapa menit.
Setelah setengah jam kemudian Charles, Flower bersama Steve dan Vic tiba di rumah milik Charles.
"Charles, ini rumah baru mu itu?" tanya Steve yang melangkah masuk ke dalam sambil memandang ke arah sana sini.
"Benar, ini adalah rumah yang ku tempati saat rumah ku di ledakan," jawab Charles dengan senyum.
"Rumah ini lebih luas dari rumahku itu, setelah aman aku juga ingin membeli rumah baru yang seluas ini," ujar Steve.
"Paman, Steve, tinggallah di sini! anggap saja rumah sendiri!" kata Charles dengan senyum.
"Baik juga! anggap saja paman sedang berlibur,"jawab Vic dengan tertawa.
__ADS_1