Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles mendapati tanda lahir


__ADS_3

"Flower, jangan bersedih. kamu tidak lagi bersendirian, sekarang kamu memiliki Charles yang akan selalu melindungimu, dan jika kamu sudi kamu juga boleh menganggap kami sebagai keluargamu, aku bisa mengantikan peran orang tua mu, dan Steve bisa menjadi kakak mu yang akan selalu menyayangimu" kata Vic dengan menenangkan Flower yang masih sedang histeris


"Flower, apa kamu tahu pagi-pagi papa sudah membangunkan ku untuk menyiapkan sarapan untuk mu, dia sangat peduli padamu, biasa papaku yang dingin ini tidak pernah begitu baik terhadap orang lain, ini pertama kali si tua rubah ini berubah begitu baik pada orang" ujar Steve dengan seraya bercanda


"kau ini..?" ucap Vic dengan menunjukkan jari telunjuk ke arah Steve


"Papa, aku hanya mengatakan yang sebenarnya" kata Steve dengan tertawa kecil


"Terima kasih Paman, Kakak Steve. bersama kalian aku benar-benar merasakan seperti sebuah keluarga" ucap Flower


"Flower, ingatlah bahwa dirimu tidak sendirian lagi, kamu masih ada kami bertiga" ujar Vic dengan tertawa


"Iya, Paman" jawab Flower dengan mengusap air matanya


"Flower, kejadian kali kamu kehilangan banyak darah, paman dan Steve yang mendonorkan darah mereka untuk mu" ujar Charles


"Paman, Kakak Steve, maaf. kali ini menyusahkan kalian berdua, dan terima kasih karena sudah menyelamatkanku" ucap Flower dengan menatap ke arah Vic dan Steve


"Flower, kita sudah seperti satu keluarga jadi jangan merasa segan lagi dengan kami, kelak jika ada apa-apa jangan lupa mencariku" kata Steve dengan senyum


"Kakak Steve sudah sering menolong ku, di saat itu jika bukan kakak yang membawaku ke rumah sakit mungkin saja aku sudah mati di malam itu" ucap Flower


"Flower, akhirnya kau ingat padaku" ujar Steve dengan senyum


"Iya, semua ingatanku sudah pulih. maaf sebelumnya karena aku tidak mengenalmu, Kak Steve" ucap Flower dengan merasa bersalah


"Jangan berkata demikian, Aku tahu apa yang sudah terjadi padamu, pukulan yang di lakukan si brengs*k itu telah membuat mu begini, akan tetapi ini sudah berlalu, jadi rawatlah dirimu dulu, jangan pikirkan hal lain" kata Steve


"Iya"


Klek


"Hai..kalian semua sudah di sini" sapa Winz yang baru melangkah masuk


"Winz, kau datang di tepat waktu, Flower sudah sadar dan tolong periksa lagi kondisinya" kata Steve yang menatap ke arah Winz


"Tenang saja! ini memang sudah menjadi tugasku" jawab Winz dengan senyum dan menghampiri Flower


"Flower, bagaimana dengan kabarmu hari ini?" tanya Winz dengan senyum


"Winz, kepalaku masih terasa sakit" jawab Flower

__ADS_1


"Aku akan melakukan pemeriksaan untuk selanjutnya, jadi Flower harus tinggal di rumah sakit dulu dan menerima perawatan" ujar Winz


"Iya" jawab Flower dengan menurut


Di saat Winz sedang memeriksa kondisi Flower, Charles yang berdiri di ujung kasur menatap ke arah Flower tanpa beralih pandangannya


"Aku hampir saja kehilangan dirinya. Flower, jika saja aku kehilanganmu aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan lagi, ini sangat menakutkan" batin Charles


"Aku merasa sangat cemas di saat aku mengetahui golongan darah mu adalah AB, untuk saja ada dua malaikat yang bisa membantuku" ucap Winz


"Kami memiliki banyak darah, jadi kamu sudah tepat karena mencari kami untuk mendonorkan darah" ujar Vic dengan tertawa kecil


"Benar! inilah keberuntungan Flower, orang baik pasti di lindungi Tuhan dan akan mendapatkan bantuan dari pihak manapun di saat butuh" ujar Winz dengan senyum


"Flower sudah ku anggap sebagai putriku, jadi jika membutuhkan darah lagi hubungi saja aku" kata Vic


"Papa ku tiba-tiba saja berubah menjadi baik hati, jika orang lain melihatnya pasti mengira jika hubungan papa dan Flower adalah ayah dan anak" ujar Steve dengan seraya baik hati


"Ayah dan anak? kenapa aku tidak sadar dengan ini ya, paman selama ini bersikap dingin pada siapapun tapi kali ini dia malah mengatakan jika dia menganggap Flower sebagai putrinya" batin Winz


"Flower, kondisimu masih lemah, jadi jangan banyak bergerak dulu, aku akan datang memeriksa mu lagi" kata Winz yang menoleh ke arah Flower


"Iya, terima kasih, Winz" ucap Flower dengan senyum


"Charles, jagalah Flower dengan baik" kata Winz yang menatap ke arah Charles


"Aku pasti akan melakukannya dengan baik" jawab Charles


"Steve, keluar sebentar ada yang ingin ku tanyakan padamu" ujar Winz


"Paman, aku permisi" ucap Winz dengan sopan dan melangkah keluar dengan di ikuti Steve


"Winz, apa yang ingin kamu tanyakan sehingga begitu rahasia?" tanya Steve yang sudah berada di luar kamar


"Steve, sebelumnya aku pernah mendengar bahwa kamu dan paman sedang mencari adik perempuanmu, apakah ini benar?" tanya Winz


"Benar! bukankah hal ini kau sudah tahu dari awal, kenapa tiba-tiba kau bertanya?"


"Tidak, aku hanya ingin tahu saja, apa kalian sudah ada kabarnya?" tanya Winz


"Belum, tapi kami tidak putus asa dan akan tetap mencari"

__ADS_1


"Dengan cara apa?"


"Mengunakan foto bibi itu"


"Andaikan jika dia sudah meninggal, bagaimana kalian mencarinya kalau hanya dengan foto?"


"Hanya ini yang bisa kami lakukan"


"Apakah selain itu tidak ada tanda lain? misalnya tanda lahir atau apapun, agar bisa lebih mudah di temukan"


"Aku masih ingat adikku ada tanda lahir di bagian belakang pundaknya, tanda lahir itu berwarna merah, di belakang pundak bagian kiri" jelas Steve


"Winz, kenapa kau tiba-tiba saja membahas tentang hal ini?"


"Aku adalah seorang dokter, dan memiliki banyak pasien, mana tahu jika adikmu itu menjadi salah satu pasienku di sini, bisa saja aku membantumu untuk mempertemukan kalian bertiga"


"Ada benarnya juga, kenapa selama ini aku tidak terpikirkan cara ini"


"Aku sering memeriksa pasien, jadi bisa lebih mudah untuk melihat pundak mereka apakah terdapat tanda lahir atau tidak"


"Kalau begitu aku sangat berterima kasih padamu karena membantuku lagi" ucap Steve


"Sudahlah, aku ingin melanjutkan kerja ku dulu" ujar winz yang kemudian melangkah pergi


"Karena paman bisa begitu akrab dengan Flower maka aku menjadi curiga jika mereka ada hubungan darah, aku akan memeriksa darah mereka, jika saja mereka adalah satu keluarga ini adalah berita baik, selain bisa membantu paman juga bisa membantu Flower mendapatkan kasih sayang orang tua yang selama ini belum pernah dia miliki" batin Winz


Steve dan Vic menemani Flower dan Charles selama beberapa jam dan tidak lama kemudian merekapun meninggalkan rumah sakit, sementara Charles masih sedang menemani pujaannya itu


"Flower, apa ada bagian tubuhmu yang masih sakit?" tanya Charles yang duduk di tepi ranjang dengan berhadapan dengan Flower


"Aku merasa pundakku sakit" jawab Flower yang memijat pundak bagian kirinya itu


"Mari biar aku membantu mu" ujar Charles yang pindah duduk di samping kiri Flower dengan sambil memijatnya


"Apa sini yang merasa sakit?" tanya Charles yang sedang memegang pundak bagian kiri Flower


"Iya" jawab Flower


"Apa ada luka luar, biar aku periksa dulu" ujar Charles yang menurunkan baju di bagian pundak belakang Flower


"Seharusnya tidak ada, karena Winz tidak akan lalai" jawab Flower

__ADS_1


Saat Charles menurunkan baju Flower dia memeriksa bagian belakang pundaknya dan mendapati ada sesuatu yang di belakang gadis itu


"Tanda lahir? bukankah dulu paman Vic pernah mengatakan jika bayi perempuannya yang dia cari selama ini ada tanda lahir di bagian belakang pundaknya" batin Charles


__ADS_2