Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Mencari Rianti


__ADS_3

Satria teringat akan pesan Jayanti, untuk menemui Rianti, karena wanita itu mengetahui sebuah rahasia besar tentang jati dirinya.


Satria mengambil handphone milik alm Jayanti. Ia memeriksanya. Menemukan nama Rianti. Ia juga membuka pesan Whatshaap milik alm. Mamanya.


Ia melihat pesan dari Rianti yang masih tersimpan disana. Satria membacanya, Ia memperkirakan tanggalnya saat Bram mengalami kecelakaan pesawat saat akan kembali pulang ke Indonesia.


Dalam pesan itu, terlihat sangat jelas, jika Rianti adalah orang yang paling dicarinya saat ini.


"aku harus menemukannya. Namun dimana..? Karena Rianti kabur saat berada didalam penjara."


"atau aku harus kembali kerumah itu, untuk menemukan informasi lainnya." ucap Satria dengan semangat.


 


Satria memarkirkan mobilnya sedikit menjauh dari rumah milik Rianti.


Rumah yang berdiri megah itu, kini tampak suram dan menyeramkan. Tidak ada satupun penghuninya. Bahkan rumah itu minim pencahayaannya.


Rumah Rianti masih terpasang garis polisi. Menandakan rumah itu masih dalam penyelidikan.


Satria menyelinap masuk dari arah gudang. Saat memasuki lorong, suasana terlihat menyeramkan. Hawa dingin begitu sangat terasa, seperti sedang berada didalam ruangan pendingin.


Satria melihat sekekebat bayangan seorang wanita muda. Merasa penasaran, Satria menciba mengikutinya, ternyata Ia menuju sebuah gudang.


Suasana gudang terlihat remang-remang. Satria dikejutkan oleh sesosok bayangan dengan posisi membelakangi Satria. Sosok itu merintih seperti sesuatu yang sangat menyakitkan. Lalu darinarah lain, muncul kembali satu sosok wanita yang berbeda. Keduanya merintih menahan kepiluan.


"apa yang terjadi pada kalian..? Mengapa kalian berada ditempat ini..?" Tanya Satria..


Seketika, kedua sosok wanita misterius itu membalikkan tubuhnya menghadap Satria.


"haaah..!" Satria terkejut dengan pemandangan yang menyeramkan itu.


Tampak daging di tubuh itu tercabik-cabik seperti habis dimakan sesuatu. Wajah keduanya sangat pucat pasi, ada kepiluan disana.


Satria yang memiliki kempauan melihat makhluk astral, berusaha bersikap setenang mungkin Ia tidak ingin terlihat panik.


"tolong kami...hiks..hiks..hiks.." ucap salah satunya.


"apa yang dapat aku lakukan..?" tanya Satria kepada keduanya.


"sempurnahkan jasad kami.. Selesaikan fardhu kifayah kami dengan layak. Tulang belulang kami ada ditanam ditaman belakang dalam satu liang." ungkap sosok itu dengan isak tangisan.


Satria terperangah mendengar pernyataan sosok makhluk wanita itu. "baiklah.. Aku akan membantu kalian. Tetapi aku ingin menyelesaikan urusanku sebentar, setelah itu aku akan mencari tau keberadaan tulang belulang kalian." Satria mencoba meyakinkan jiwa kedua wanita malang itu.


Lalu keduanya mengangguk menyetujui.


"sungguh kejam sekali Rianti, sehingga sampai menimbulkan korban jiwa. Apakah Ia tidak pernah berfikir jika itu sampai terjadi padanya, apakah Ia tidak pernah membayangkannya." Satria berguman kesal dalam hatinya.


Satria meneruskan rencananya. Ia menyusuri lorong tempat dimana Ia dan Hadi pernah menyelamatkan Shinta ditempat ini.


Ia memasuki kamar Rianti, tampak sepi, namun sedikit terawat. "siapa yang merawatnya? Apakah ada seseorang yang tinggal disini? Atau jangan-jangan Rianti secara diam-diam menempatinya." Satria mencoba menerka-nerka.

__ADS_1


Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar. Ia mencoba membuka laci nakas milik Rianti. Ia ingin mencari data informasi tentang Rianti. Jika saja Ia dapat menemukan data milik Rianti, maka tempat kelahiran Rianti akan menjadi petunjuk penting baginya.


Setelah mengacak seluruh isi nakas, Satria tak menemukan apappun disana. Ia menghela nafasnya. Lalu mencoba duduk di tepian ranjang.


Tanpa sengaja, Satria merasakan ada sesuatu yang janggal di dekat tepi ranjang, seperti sebuah benda yang berbentuk tombol.


Dengan rasa penasaran, Satria menekannya. Alangkah terkejutnya, saat melihat sesuatu uang sangat mencengangkan. Ranjang itu tiba-tiba naik keatas, lalu tampak sebuah lorong dibalik ranjang itu.


Satria yang penasaran mencoba masuk kedalamnya. Dengan berjalan mengendap-endap, Satria menyusuri lorong tersebut. Hingga membawanya pada sebuah ruangan bawah tanah. Terdapat sebuah ruangan yang sangat luas dan tertata rapih.


Dan yang membuat Satria bertambah kaget Ialah, Ia melihat Rianti berada disebuah ranjang bersama sang genderuwo sedang melakukan percintaan.


Genderuwo yang menyadari ada orang lain yang sedang berada diruangan itu, segera menghentikan percintaannya. Ia melompat hendak menyerang Satria.


Rianti terperanjat melihat kedatangan Satria yang tiba-tiba saja. Bahkan Ia bingung bagaiamana caranya Satria dapat menemukan ruangan rahasia tersebut.


Genderuwo sedang melakukan serangan keoada Satria.


Makhluk itu tampak tak suka karena menganggap Satria telah mengganggu percintaannya.


Genderuwo itu menyerang dengan sangat ganas. Matanya berubah memjadi merah. Rasanya kngin Ia melempar Satria sampai ke benua antartika agar tidak mengusiknya kembali.


Ini sudah yang kedua kalinya Satria memergoki Ia bercinta dengan Rianti. " dan ini terulang kembali.


"apa maumu sekarang..?!" geram genderuwo itu kepada Satria.


"aku tidak punya urusan denganmu, aku hanya punya urusan sebentar dengan wanita itu." ucap Satria dengan kesal.


"sialan.. Kau menyukai wanita..?!" ucap Genderuwo dengan penuh amarah.


Satria mengernyitkan keningnya. "apa..?! Aku menyukainya.? Hei.. Sabarlah bung..!! Aku tidak tertarik terhadap Wanitamu." Satria mencoba mencibir.


Genderuwo itu tiba-tiba menyerang Satria, namun Satria dapat menghindarinya.


Mereka melakukan pertarungan yang sangat sengit.


Satria mencengkram kedua lengan genderuwo itu, lalu menariknya dari arah belakang.


"santaikah, aku sedang tidak berurusan denganmu, jika kau masih membangkang, aku akan melenyapkanmu." ancam Satria.


genderuwo itu akhirnya menyerah, lalu Satria melepaskannya.


Satria kini tertuju pada Rianti, namun dengan segera membuang pandangannya.


Satria bingung harus apa. ingin menemui Rianti, wanita itu sengaja membiarkan dirinya dalam kondisi tanpa busana.


Menyadari akan hal itu, genderuwo langsung melayang kearah Rianti, menutupi tubuh Rianti dengan selimut. Ia tidak ingin jika satria melihat onderdil milik Rianti.


"Apa yang kau inginkan..?" tanya Rianti dengan tatapan ******.


"dimana alamat ibuku..?" tanya Satria tanpa menatap Rianti.

__ADS_1


Rianti tertawa terkekeh mendengar ucapan Satria. "mengapa kau mempercayai ucapanku..?" tanya Rianti dengan penasaran.


"karena mamaku yang memintaku untuk menemuimu." jawab Satria.


" hemm.. mengapa Ia menguak rahasianya..? Bukankah Ia tidak ingin ini diketahui oehmu..?" tanya Rianti dengan penasaran.


"mama mengatakannya sebelum Ia meniggal dunia." ungkap Satria. Ada rasa perih mengingat kepergian Jayanti untuk selamanya.


Rianti mengernyitkan keningnya. "ohh.. Mati juga dia rupanya..?" ucap Rianti seperti senang.


Satria merasa geram dengan ucapan Rianti, yang seolah-olah merasa senang dengan kepergian Jayanti untuk selamanya.


"jika aku tidak ingin memberitahumu? Apa yang akan kau lakukan..?" tantang Rianti.


"jangan salahkan aku jika aku membuka kedokmu tentang persembunyian ini dan melenyapkan kekasihmu itu sehingga kau tak mendapatkan lagi kekayaanmu.." ancam Satria.


Rianti memandang penuh amarah. tentunya Ia tidak rela jika harus kehilangan genderuwo dan mendekam dipenjara.


"kau sangat licik.. Aku membencimu seperti aku membenci ibumu yang sok cantik itu.." gerutu Rianti. Ia mengenang lagi kisah masa lalunya.


saat dimana Ia merasakan sakit hati dan cemburu saat Reza memperalatnya untuk menjadikannya sebagai mesin penghasil tumbal janin yang dikorbankan kepada Nini Maru. Dan semua itu, hanya demi untuk melindungi janin Mala, Wanita cantik yang dipuja dan dicintai Reza secara diam-diam. Sedangkan saat itu, Rianti sangatlah mencintai Reza. Maka terjadilah hal 'pujon' terhadap Mala, karena demi balas dendamnya.


"bagaimana..? Apakah kau menerima tawaranku..," ucap Satria..


"aku akan memikirkannya terlebih dahuku." jawab Rianti.


"aku tidak memiliki banyak waktu untukmu membuatmu berfikir, atau aku akan menelefon polisi sekarang, atau juga melenyapka kekasihmu itu."


"kau sungguh licik..!! Maki Rianti dengan kesal.


"katakan..atau.." Satria mengambil Handphonenya, lalu menekan nomor salah seorang polisi yang dikenalnya.


"baiklah.. Akh akan mengatakannya." teriak Rianti.


Satria mematikan panggilan telefonnya.


"carilah wanita bernama Mala dan pria bernama Roni yang mana ia adalah ayahmu. aku akan mengirimkan alamatnya." ucap Rianti dengan kesal.


"kalau begitu segera kirimkan alamatnya.." desak satria dengan tak sabar.


"berikan nomor handphonemu..?" ucap Rianti.


satria menyebutkan nomornya, terlihat genderuwo tak senang saat Satria menyebutkan nomor phonselnya.


beberapa saat kemudian, satu Pesan Masuk kedalam Whaatshap Satria.


Satria membukanya. "apakah ini Valid..? Jika sampai kau berbohong, maka kau akan menerima konsekuensinya. Aku akan mengurungmu disini sampai aku benar-benar menemukan ibuku.!" ucap Satria dengan penuh penekanan.


"kauu..sungguh licik..!!" ucap Rianti dengan kesal dan amarah.


Satria berjalan meninggalkan Rianti dengan perasaan yang penuh debaran. Ia tak sabar untuk melihat dan bertemu dengan ibu kandungku.

__ADS_1


__ADS_2