Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji


__ADS_3

Rumi kembali memsuki kamarnya, Ia menarik kopernya dengan lemah. "kenapa bisa ketahuan sih.?! Lagian Tuan Bayu pakai ngancam segala lagi.!!" gerutu Rumi dengan kesal.


Rumi kembali menata pakaiannya kedalam lemari. Saat sedang berperang dengan fikirannya, Ia dikejutkan oleh kehadiran Nia yang membuka pintu kamar dengan tergesah-gesah.


Keduanya sama-sama kaget. Nia kaget karena melihat Rumi tak jadi pulang, sedangkan Rumi kaget karena Nia tiba-tiba membuka pintu dengan kasar.


"haah...!! Kak Rumi.. Gak jadi pulang toh..? Kirain dah dijalan.?" ucap Nia dengan terbata.. Ia masih sedikit gugup saat kepergok sang Majikan sedang bercumbu mesra dengan Danang.


Rumi menatap Nia dengan senyum datar.


"gak jadi deq Nia, soalnya tadi bapak nelfon katanya Ibu sudah sehat, dan gak perlu dirawat.." jawab Rumi berbohong. Ia menghela nafasnya dengan berat. Ingin rasanya Ia menceritakan kejadian tadi malam, namun Ia tidak ingin Nia menjadi takut.


Rumi melihat Nia yang tampak gelisah. Gadis itu seperti orang yang sedang panik.


"kamu kenapa kelihatan gelisah Nia.?" tanya Rumi menyelidik.


"emm..anu kak.. Aku telat datang bulan, sudah hampir sebulan.." jawab Nia pucat.


Rumi tidak merasa kaget mendengarnya, karena Itu semua pasti akan terjadi. Hanya saja Ia lupa menceritakan tentang permintaan Bayu yang menginginkan janin dalam kandungannya dan kandungan Nia. Bahkan Ia akan memberikan uang yang banyak jika keduanya mau menggugurkan kandungan mereka.


"ya.. Semua tergantung kamu, mau kamu pelihara atau kamu gugurkan tinggal kamu yang menjalaninya." ucap Rumi menyarankan, tanpa solusi.


"kalau aku sih sebenarnya tidak mengingjnkan janin ini kak.. Karena aku masih terlalu muda, dam takut jika kedua orang tuaku tau akan hal ini.." jawab Nia sedikit takut. Ia benar-benar tidak menginginkan janin itu. Ia berniat akan menggugurkannya, bagaimanapun caranya.


🐍🐍🐍🐍🐍🐍


Setelah kepergian Bayu, Danang memeriksa isi karung tersebut. Ia terperangah karena itu berisi ayam cemani panggang yang di dibakarnya sore itu.


"ini kan ayam yang ku bakar sore semalam? Kenapa tidak dimakan Tuan dan disuruh buang? apakah rasanya tidak enak makanya Tuan suruh buang..?" ucap Danang bingung.


Karena merasa penasaran, akhirnya Ia mencoba sedikit mencubit daging ayam yang berwarna hitam legam tersebut. Ia menyuapkan kedalam mulutnya.


Setelah menyesapi daging ayam tersebut, Ia merasakan daging ayam itu seperti hambar, tiada rasa sedikitpun.


"mengapa rasa ayam ini begitu hambar?? Bukankah Rumi sudah memberi bumbu ayam bakar yang pas? Tetapi tidak ada rasa apapun.." ucap Danang bingung.


Pria berusia 27 tahun itu merasa sangat bingung. Namun untuk membuang daging ayam sebanyak itu rasanya sangat sayang sekali.


"lebih baik aku makan saja bersama-sama kedua gadis itu. Nanti rumi saya suruh buat sambal kecap, agar rasanya tidak hambar." ucap Danang sumringah.

__ADS_1


Iya membawa ayam bakar tersebut masuk melalui pintu dapur.


Setelah sampai di dalam dapur, Ia mengeluarkan 3 ekor ayam bakar utuh itu kedalam wadah pinggan yang terbuat dari keramik.


Lalu Ia mengetuk pintu kamar yang dihuni kedua gadis itu.


Tok..tok..tok..


Teedengar derap langkah membukakan pintu, Tampak Rumi berdiri diambang pintu. "ada apa kang Danang?" tanya Rumi dengan datar. Suasana hatinya sedang tidak baik saat ini.


"sini kalian berdua.. Kita akan makan enak siang ini. Ayo buruan..!!" ucap Danang keduanya.


Karena penasaran, Lalu keduanya mengekori Danang ke arah dapur.


Diatas meja kompor, terlihat Bayu menunjukkan ketiga ekor ayam bakar tersebut.


"taraaa.. Lihat ayam bakar ini, karena tidak dimakan Tuan Bayu, sebaiknya kita saja yang makan...!" ucap Danang sumringah.


Nia membeliakkan matanya. Waah.. Ayamnya kenapa berwarna exotis begitu kang Danang?" tanya Nia heran. Sebab Ia semalam sore tidak sempat melihat ayam tersebut.


Rumi yang sempat melihat ayam tersebut membekiakkan mata kepadanya, seketika merasa merasa merinding.


"ayolah sayang.. Kita nikmati ayam bakar ini bersama. Kita buat sambalnya agar lebih lezat." ucap Danang, mencoba merayu Rumi agar mau makan bersama mereka.


"tapi.." ucap Rumi yang tercekat ditenggorokannya, karena Danang telah menyumpal mulut Rumi dengan bibirnya.


Rumi merasa bimbamg, namun Ia jugabtak mampu menolak permintaan Danang.


Akhirnya Ia memutuskan untuk memakannya. Rumi menggiling cabai merah yang sudah digoreng layu sebelumnya. Lalu membuat bawang goreng dari bawang merah dan bawang putih hingga garing. Lalu mencampurkan kedalam cabai merah giling.


Setelah itu Rumi menambahkan garam secukupnya, serta kecap manis, lalu mengaduknya rata.


Mereka memakan ayam bakar sesaji tersebut dengan lahabnya.


Setelah merasa kenyang, Danang mengumpulkan sisa tulang belulang ayam tersebut dan membuangnya kedalam closed, lalu menyiramnya hingga tak tersisa.


🐍🐍🐍🐍🐍🐍


Malam menunjukkan pukul 12 malam tepat. Rumi merasa gelisah setelah memakan ayam sesaji tersebut. sejatinya Ia tidak mengetahui jika ayam itu adalah ayam sesaji. Namun perasaannya sangat begitu tidak enak.

__ADS_1


Rumi melirik Nia yang sudah tertidur lelap. Ia sangat heran, melihat Nia yang begitu mudahnya tertidur dengan lelap.


"mengapa Ia begitu sangat nyaman? Sedangkan aku seperti merasa gelisah." Rumi berguman dalam hatinya.


Sesaat Ia merasakan perutnya sangat memulas. Semakin lama rasa memulasnya berubah sangat drastis.


Rasa sakit diperutnya seperti sedang diremas dan pelintir.


Rumi meringis menahan kesakitan. Ia merangkak melewati Nia yang tidur ditepian ranjang. Ia ingin menuju kamar mandi. Ia merasakan seperti ingin buang air besar.


Rumi mencoba menggapai pintu kamar mandi. Karena tidak sanggup berjalan, Ia memilih untuk mengesot masuk kedalam kamar mandi.


Rasa sakit diperutnya kian menjadi. Keringat dingin membasahi seluruh wajah dan tubuhnya.


Rumi akhirnya mencapai pintu kamar mandi. Ia terus beringsut sembari mencapai toilet. Namun saat sudah sampai dilantai kamar mandi, rasa sakit itu semakin kuat.


Rumi merasakan sesuatu memasuki rahimnya, dan Ia merasakan kontraksi hebat..


"aaaaaarrrgghhh.." Rumi mengejan dengan sangat kuat, Ia tidak tau dorongan dari mana Ia ingin mengejan. Lalu Ia melihat segumpal daging meluncur dari organ intimnya. Darah mengucur sangat deras.


Lalu tampak samar-samar makhluk iblis betina yang datang padanya diwaktu maghrib semalam.


Makhluk itu melahab seonggok daging yang meluncur dari rahim Rumi.


Rumi memucat bagaikan kapas. Matanya membeliak karena ketakutan.


Setelah melahab seonggok dagaing tersebut, Makhluk itu menyesap darah segar yang mengucur dari rahim Rumi. Ia menyesapnya hingga kering kerontang.


Setelah menikmati sajian yang istimewa, makhluk itu menyeringa kepada Rumi, lalu menghilang.


Rumi tak mampu menggerakkan tubuhnya. Rasa takut yang berlebihan, membuatnya serasa kaku. Ia diam tak bergeming.


Ia mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak. Debaran didadanya serasa memburu. seketika pemandangan kabur..


Dan...


Bruuuuuughh..


Rumi tergelatak dilantai kamar mandi, dengan kondisi mengenaskan.

__ADS_1


~kalau judulnya Draft.. Berarti Author kehabisan judul😁😁😁😁~


__ADS_2