Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Sesaji


__ADS_3

Kang Danang yang kepergok oleh majikannya sedang bercinta dengan ke dua Asisten rumah tangga secara sekaligus, seketuka memerah wajahnya. Namun ingin berhenti juga sudah nanggung, tanpa memperdulikan etika apapun, Ia melanjutkan aksinya. Setelah menuntaskan hasratnya, Ia segera kembali kekamarnya, membersihkan diri dan menuju ke kebun belakang.


"dimana bibit yang mau ditanam? Tadi tuan bilang ada dibelakang?" Danang mencari-cari bibit apa gerangan yang akan ditanam dikebun.?" Danang menggaruk kepalanyanyangvtak gatal.


Lalu Ia berinisiatif untuk menelefon majikannya.


Kriiiiing..


Suara panggilan masuk.


"hallo.." ucap Bayu dari seberang telefon.


"i..ini. Bos ..a.anu..itu bibit yang mau ditanam dikebun belakang mana ya..?" tanya Danang sedikit sungkan, karena Ia merasa tertangkap basah sudah berbuat yang tidak senonoh dirumah majikannya.


"itu bibit ada digarasi, dibelakang mobil. Buruan tanam.! Jangan taunya tanam bibit anak doang..!" gerutu Bayu dari seberang telefon. Lalu mematikannya begitu saja.


Danang yang mengetahui jika majikannya sudah memutuskan sambungan telefon, menggelengkan kepalanya. " yeee.. Salah sendiri, dia punya senjata dianggurin doank, percuma juga ganteng..!" Danang menggerutu, sembari menuju garasi.


Sesampainya digarasi, Danang mencari apa yang diperintahkan oleh Bayu. Ia melihat ada beberpa polibeg berisi tanaman kembang.


Danang memperhatikannya. "apaan si bos nanam kembang beginian? Kirain mau nanam buah-buahan. Ada-ada saja si Bos.." ucap Danang bingung.


Danang mengambil gerobak sorong digudang, suasana gelap dan pengap. Saat memasuki jauh kedalam, Ia merasakan bulu kuduknya meremang.


Danang menyapu tengkuknya


"koq serem amat ya..?" Danang berguman, lalu mengambil gerobak sorong berwarna merah tersebut.


Sesaat Ia merasakan jika ada sesuatu yang mekintas dibelakangnya.


Danang melihat kebelakang, namun tak ada sesuatu apapun disana.


Danang segera mempercepat pekerjaannya. Ia segera membawa gerobak itu keluar dari gudang. Lalu menuju garasi untuk mengambil semua bibit kembang yang akan ditanam.


Sesampainya ditaman belakang, Danang mulai menanam satu persatu bibit kembang yang diperintahkan tuannya.


saat Ia sedang asyik menanam bibit kembang, Ia melihat sebuah bayangan hitam seperti sedang berada dikamar Bayu. Bayangan itu tampak dari luar jendela. Seperti sosok wanita.


"siapa itu? Seperti seorang wanita. Tetapi Si Bos sepertinya tidak pernah membawa wanita kerumah ini.?" Danang merasa kepo. Namun Ia mencoba menepisnya. Ia melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


🐛🐛🐛👻👻👻🐛🐛🐛


Senja hampir tiba, Bayu keluar dari kamarnya, Ia baru saja bangun tidur. Ia teringat akan sesaji yang harus disiapkan malam ini.


"ayam.. Ya ampu.. Ayam itu masih ada dibagasi..! Sial.. Jangan-jangan ayam itu..?" Bayu bergegas turun kebawah menuju garasi. Sesampainya di garasi mobil, Ia membuka bagasi. Dan Ia melihat ayam cemani itu sudah tewas, karena tadi tertumpuk oleh beberapa bibit tanaman dan juga terhimpit kardus yang menjadi sebagai wadahnya.


Bayu menentengnya. "Sial.. Ayam ini sudah mati bberapa jam yang lalu. Mana mungkin ada darahnya. Bagaimana ini? Apakah aku harus kembali lagi ketempat orang tua itu.?" Bayu merasakan sangat geram. jika saja tadi Ia tidak lupa mengeluarkannya, mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini.


Bayu melirik arlojinya. Pukul 4 sore. Jika aku kesana dengan cepat, aku bisa mengejar waktu.


Bayu melemparkan ayam cemani itu begitu saja, dibalik rerimbunan bunga taman. Ia pergi kembali kerumah penjual ayam cemani tersebut.


Bayu tak henti-hentinya mengomel. Ia merasa jika Ia harus segera sampai disana.


Berkejar dengan waktu, Ia terus memacu laju mobilnya. Hingga disebuah jalanan sunyi tanpa ada satu pendudukpun. Dikanan kirinya terdapat hutan liar. Lalu akhirnya terdengar suara derit ban mobil.


Ciiiiiiiiiitttthhh...buuuum...


Suara ban mobil pecah..


Bayu segera menepikan mobilnya. "siaal..!!" gerutu Bayu dengan geram. Ia memukul stir mobil dengan perasaan sangat kesal.


Hari mulai tampak senja, Ia sangat begitu kesal.


Ia menurunkannya dan menggelindingkannya.


Setelah itu Ia mengambil semua alat-alat yang diperlukan.


Setelah mendapatkan apa yang ia perkukan, Ia memulai pekerjaaannya.


Saat Ia masih mendongkrak mobil, Ia merasakan semilir angin yang menyapa telinganya. Terdengar suara..


Ssssssshhhhss....


Bayu merasa bergidik seketika. Suara itu seperti sesuatu yang menandakan adanya makhluk astral.


Bayu mencoba bersikap biasa. Ia terus mendongkrak mobilnya, setelah merasa cukup, Ia keluar dari dalam kolong mobil.


Bayu memulai untuk mengeluarkan ban mobil dan menggantinya.

__ADS_1


Saat bayu akan memulainya, Ia merasakan sesesok makhluk sedang mengamatinya dari arah belakang.


Bayu mencoba mengusap kembali tengkuknya. Ia mempercepat pekerjaaannya. Setelah selesai, Ia membenahi semua perlatannya dan akan mengambil dongkrak yang ada dibawah kolong mobil.


Saat Ia melongok kebawah kolong, Ia melihat sesosok makhluk dengan wajah penuh luka dan darah yang merembes di dari kulit wajahnya yang terkelupas. Mata makhluk itu berwarna merah. Ia merangkak mendekati Bayu yang tersungkur diaspal. Makhluk itu semakin mendekati dan menghampirinya.


Bayu memucat.. "si..si..siapa kau..?!" tanya Bayu tergagap.


"kau melupakanku..? Aku Nini Maru peliharaanmu.." ucap Nini Maru menjelaskan.


"bagaimana mungkin..? Nini Maru tidak memiliki wajah yang mengelupas seperti mu..?" Bayu tidak percaya akan ucapan makhluk itu.


"aku Nini Maru, ini semua karena kamu tidak memberikanku tumbal janin. Kamu harus segera mencarikannya untukku, agar wajahku tidak rusak seperti ini." ucap Nini Maru, sembari berbisik ditelinga Bayu.


Bayu merasakan aroma kembang kenanga dan kantil menjadi satu, Ia sudah menghafal aroma itu. "jadi beneran dia.. Tetapi kenapa hancur bener tu muka..?" Bayu berguman dalam hatinya.


"aku tunggu tumbal janin darimu..!" ucap Nini Maru, lalu menghilang..


Bayu mengelus dadanya. Ia tidak menyangka jika harus bertemu Nini Maru dalam kondisi yang mengerikan seperti itu.


Setelah kepergian Nini Maru, Bayu kembali mengemasi peralatannya. Lalu melanjutkan perjalanannya.


🐛🐛🐛👻👻👻🐛🐛🐛


Bayu telah tiba di rumah pedagang ayam cemani tersebut. Namun Ia tak menjumpai pria tua itu.


Ia memeriksanya kebelakang, namun tak juga ditemuinya.


"siaaall.. Hari sudah senja. Kemana juga si bapak?" ucap Bayu kesal.


"oh iya.. Aku lupa, kebapa gak ku hubungi saja nomor phonselnya?" ucap Bayu menggerutu.


Ia merogoh sakunya, tak menemukan phonselnya.


Ia menepuk keningnya. "ya Salam.. Bahkan aku mekupakan phonselku." Bayu berguman kesal.


Ia sekarang kebingungan, Ia tidak tahu lagi harus bagaimana caranya menghubungi pria tua itu.


Ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya. Ia sepertinya sudah kehabisan akal. Namun Ia tidak ingin berlama-lama di tempat ini. Apalagi suasana yang sangat mencekam. Rumah itu tampak menyeramkan.

__ADS_1


ia memutuskan untuk pulang dan kembali esok lagi.


Tampak dikejauhan, seseosok makhluk sedang memantaunya. Ia menatap geram dan kesal. Ia tidak ingin membiarkan pria itu begitu saja meremehkannya. Ia harus membuat Bayu melakukan apapun yang diinginkannya. Ia memiliki sebuah rencana yang licik.


__ADS_2