Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
kaku-2


__ADS_3

Bayu melangkahkan kakinya dengan tergesah-gesah menuju kamarnya. Saat otu Ia berpapasan dengan Danang sang tukang kebun yang sebenarnya sedang menunggunya sedari malam tadi.


Tanpa memperdulikan tatapan Danang yang masih penasaran, Bayu segera memasuki kamar, lalu menutup segera pintu kamarnya.


Diadalam kamar, Ia berencana akan membangun usaha yang sesuai dengan keinginnannya. "sepertinya jika aku membangun usaha property didesa ini akan terlihat bagus.. Agar warga yang tidak memiliki rumah segera mendapatkan rumah impiannya.." Bayu mulai menyusun rencana apa kedepannya.


Saat Ia masih dalam semua tahap perencanaan, tiba-tiba tubuhnya bergetar sangat hebat. Rasa panas menjalar keseluruh tubuhnya. Seakan ingin membakarnya.


Aaaaaarrrg....


Erangan kesakitan keluar dari mulutnya, membuat Bayu tersungkur dilantai menahan rasa sakit. Sebilah keris muncul keluar dari tubuhnya, lalu berdiri tegak melayang diudara. mentap


"Akhirnya Kau menikahi keturunan Karso juga.. Musuh bebuyutanku.. Jika kau bisa menghasilkan anak dari wanita itu, maka kekuatanku akan semakin abadi." Ucap Ki Kliwon, yang bersemayam didalam kerus tersebut.


"Ciiiih.. Aku menikahinya karena aku memang mencintainya, bukan karenamu.." jawab Bayu dengan tatapan sinis.


"Apapun itu, Kau harus dapat menggaulinya, karena itu keiinginanku sejak lama, sejak saat Raza masih hidup." titah Ki Kliwon dengan suara paraunya.


Bayu menatap tajam pada sosok kerempeng itu.


" Tidak akan..! Aku tidak akan pernah menyentuhnya selama kau bersemayam didalam tubuhku.." jawab Bayu dengan geram.


Keris itu berputar-putar diudara dengan sangat cepat, dan menghasilkan putaran angin yang sangat kencang, lalu menerbangkan Bayu yang masih tersungkur dilantai sejarak satu meter dari lantai, lalu menghempaskannya ke dinding kamar.


Buuuuuuuugh... Braaaak...


Aaaaaaaagggkkkh


Rintih Bayu dengan menahan sakit dipunggungnya, karena lemparan angin yang berasal dari keris tersebut.


"Dasar pembangkang..!! Kau kira bisa melawan kehendakku, aku akan menjadikanmu budakku..!" jawab Ki Kliwon dengan sangat penuh amarah.

__ADS_1


Lalu keris itu melayang dan melesak masuk kedalam tubuh Bayu, membuat pria itu mengejang menahan sakit. Hingga akhirnya penyatuan itu berhasil.


Bayu mencoba menetralkan kondisinya yang sangat buruk, menyeka darah mengalir dari sudut bibirnya.


"Siaalaan..!! Mengapa benda celaka ini harus memilihku.." Bayu menggeram dalam kesakitannya.


Ia berusaha bangkit, mencoba memegangi dadanya yang terasa nyeri karena lemparan dari keris tersebut.


Ia menuju lemari, lalu membuka pintunya, mengambil dompet yang Ia simpan. Hari ini Ia berniat menemui perangkat desa, untuk menanyakan lahan yang bisa Ia beli dan berencana akan membuat CV (Commanditaire Vennoothschap) atau badan kemitraan usaha dari Perserian Terbuka atau PT.


Pria berusia 49 tahun itu akan memulai bisnisnya dibidang property. Ia dan Mala terpaut usia dua tahun, dimana Mala kini sudah berusia 51 tahun, namun masih memiliki paras dan tubuh yang masih sangat awet (mengalahkan mbak Corcocola) yang viral saat ini. Kalau masalah masih bisa mengandung atau tidaknya, dalam ilmu kedokteran masih bisa mengandung, hanya resiko yang tinggi.


Bayu menuju kamar mandi, mencoba membersihkan dirinya, dan bersiap akan pergi pagi ini untuk mencari lahan yang sesuai dengan keinginannya.


Setelah mandi dan bersiap, Ia menuruni anak tangga dengan sangat bersemangat. Namun langkahnya terhalang oleh Danang yang telah menunggunya dilantai dasar.


"Maaf, Bos.. Saya tadi malam mendengar kabar yang menyatakan jika Bos ditangkap warga karena kepergok lagi a..anu ma janda cantik itu ya.." ucap Danang terbata. Karena Ia pernah melihat Mala saat membantu Bayu menaikkan Roni kedalam mobil, saat Roni pernah tersesat dibelakang rumah majikannya.


"Ti...tidak ada, hanya ingin tahu saja.." jawab Danang terbata.


"Bukan urusanmu.." jawab Bayu dengan santai, lalu melangkah pergi.


Ia menuju garasi mobil, lalu menyetir mobilnya, menuju sebuah lokasi yang menjadi targetnya. Ia menginginkan padang rumput tempat dimana Ia dan Roni dulu pernah bercengkrama setiap paginya. Disana Ia akan membangun sebuah Villa dengam padang rumput dan sebatang sebatang pohon yang tinggi besar menjulang tempat mereka berteduh menjadi sebuah taman yang indah.


Lalu di sisi kirinya nanti Ia akan memulai membangun property yang sebanyak 200 unit perumahan bersubsidi. Bayu akan membuat CV untuk perusahaannya sendiri, dan memulainya dari awal.


Bayu menemui perangkat desa, Ia bahkan melupakan kejadian peristiwa malam tadi.


Begitu Ia memasuki kantor kelurahan, semua staf pegawai menatapnya, sembari berghibah ria.


Namun sebagian ada yang mengagumi ketampanannya, mereka meperkirakan Ia masih berusia 35 tahun, karena wajahnya yang masih terlihat muda dari usianya.

__ADS_1


Bayu menuju staf pertanahan. Ia tidak memperdulikan tatapan mata yang seolah menghujamnya, menatap penuh sinis karena menghakiminya sebagai penjahat wanita. Ia beranggapan jika Ia tidak bersalah tidak perku takut melangkah.


Bahkan sebagian lain menghujatnya sebagai muka tembok, alias tidak tahu malu, karena berani menunjukkan wajahnya setelah berbuat kotor.


Bayu tak memperdulikan itu semua, Ia memasuki ruangan staf pertanahan, lalu mengutarakan maksud dan tujuannya.


Setelah mendapatkan informasi yang akurat, Ia mendapatkan harga tanah yang sangat murah, diluar dugaannya, ternyata pemilikinya hendak menjualnya dikarenakan warisan keluatga dan hendak dibagi kepada ahli waris yang kini tinggal dikota.


Kembali tanpa diduga, Bayu mendapatkan kemudahan. Ia dan staf pertanahan kelurahan, mengadakan kesepakatan untuk bertemu langsung dengan pemilik pada rumput tersebut, dan esok akan diadakan kesepakatan.


Bayu keluar dari kantor kelurahan dengan wajah yang sangat berseri, menambah aura ketampanannya kian bersinar.


Ia berniat hendak pulang kerumah, mempersiapkan berkas untuk pengurusan kepindahan identitas kependudukannya, untuk pindah ke desa ini, bukan lagi sebgai pendatang, namun penduduk tetap.


Setelah berkasnya selesai, Ia berencana akan mendaftarkan badan usahanya ke kemenkumham, dan bekerjasama dengan pihak Bank yang akan menjadi fatner bisnisnya.


Bayu baru menyadari, jika Ia belum sarapan sedari tadi, perutnya serasa keroncongan dan meminta segera diisi dengan sarapan.


Ia melajukan mobilnya mencari tempat sarapan. Namun, dipertengahan jalan, matanya tertuju pada seorang wanita berhijab yang tampak menenteng dua kantong kresek dikedua tangannya.


Bayu tampak terkejut.. "Mala..? Astaga.. Bahkan aku melupakan jika sudah menikahinya.." Bayu melajukan mobilnya, mengejar wanita yang tampak kesusahan membawa kantong belanjaannya. lalu ketika Ia sudah sampai disisi wanita itu, Ia memperlqmbatnya, dan mengjentikqn mobilnya.


Bayu bergegas turun, lalu mencoba meraih kantong plastik yang dibawa oleh Mala.


Menyadari siapa yang dihadapannya, Mala menepis tangan Bayu yang berusaha merebut kantong plastik tersebut.


"Pergilah.. Aku tidak butuh bantuanmu..!" Ucap Mala dengan wajah masam.


Bayu menatapnya dengan tenang, Ia tidak ingin membuat hati wanita itu bertambah membencinya, Ia memilih terdiam.


Tatapan Mala sangat tajam dan Ia beranjak pergi meninggalkan Bayu yang masih saja terus memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2