
waktu menunjukkan pukul 18.20 wib. hari mulai senja. Lisa yang sedang mengandung empat bulan, masih sibuk membersihkan halaman depannya. Ia menyapu halaman, membersihkan sampah dedaunan yang berserakan.
sayup-sayup terdengar suara lantunan adzan maghrib. Lisa mempercepat pekerjaannya. setelah selesai menyapu halaman, Ia berniat segera masuk kedalam rumah, namun matanya menangkap sesuatu, kain jemurannya belum diangkat.
"ya ampuuun, jemuran belum diangkat." ucap Lisa, Ia tetpaksa berbalik lagi, mengangkat jemuran yang tergerai dikawat jemuran.
Tanpa Lisa sadari, sepasang mata jahat mengintainya, menyusup masuk, lalu menempel kedalam salah satu jemurannya.
Lisa mempercepat pekerjaannya, Ia merasakan bulu kuduknya meremang. seperti sesuatu sedang mengikutinya.
Lisa meletakkan pakaian yang diangkat dari jemuran keatas ranjangnya, lalu bergegas untuk mandi.
Setelah selesai mandi, Lisa menyalin pakaiannya, lalu memakai underwarenya, saat itu, sesuatu menempel kedalam lingere yang akan dipakainya. lalu menerobos masuk melalui lubang rahimnya.
Setelah selesai bersalin pakaian, Lisa berencana akan menata makan malam, Ia telah banyak memasak makananan. karena akan ada acara makan malam bersama untuk memperingati hari ulang tahun pernikahan mereka malam ini.
Lisa mengundang beberapa orang saja seperti orang tuanya, mertuanya, mbak Rumi dan suaminya, bu Dewi dan suaminya, serta Bimo dan paijo teman ronda suaminya.
Joni membantu mempersiapkan segalanya. Ia melihat istrinya sudah wangi dan berdandan sekedarnya. "wah..sayangnya abang sudah wangi" ucap Joni, lalu beranjak dari lantai rumahnya, karena hidangan ditata dilantai rumah. lalu berdiri dan mengecup kening istrinya, sembari mengelus perut Lisa yang sudah sedikit membuncit.
"iih..abang.." jawab Lisa dengan nada manja.
lalu mereka bersibuk mempersiapkan segalanya, karena sebentar lagi, para tamu akan datang.
terdengar suara langkah kaki sedang menuju rumahnya. lalu "assallam mua'laikum" ucap suara dua orang pria secara bersamaan. wajah mereka begitu sumringah, karena sudah membayangkan akan makan enak malam ini. Joni segera melihat asal suara tersebut.
"waalaikum salam....wah...wah... dik Bimo dan mas paijo sudah datang, mari masuk.." ucap Joni sembari menyambut kedatangan kedua sahabatnya.
__ADS_1
tak selang beberapa lama, diikuti tamu undangan lainnya.
*****
Nini Maru masuk melalui dinding rahim Lisa. Ia telah berada didalam rahim yang tengah mengandung janin. Ia mengamati Janin yang sedang terbuai dalam kenyamanan.
Nini Maru merasa tak sabar. harum daging segar membuatnya ingin segera menikmatinya. namun Reza belum memberinya perintah.
"Nini Maru...datanglah.." suara panggilan ghaib terdengar ditelinga Nini Maru Ia sudah tak sabar ingin memakan janin tersebut, Ia merasa geram. dengan kasar Ia menendang janin yang sedang menikmati kenyamannannya.
setelah menendang janin dalam kandungan Lisa, Nini Maru keluar sejenak dari rahim Lisa, Ia memenuhi panggilan Reza.
janin yang semula nyaman, kini merasakan sakit yang luar biasa. Janin itu melakukan reaksi atas tendangan Nini Maru. Ia melakukan kontraksi. berusaha untuk bertahan dalam rahim ibunya.
Lisa yang semula sumringah, tiba merasa perutnya mendadak sakit, seperti sedang diaduk-diaduk. Ia meringis menahan sakit.
setelah menemui Reza, Nini Maru melintasi rumah mbah Karso, mantan majikannya terdahulu. Ia begitu menaruh dendam terhadap Mbah Karso, karena pria sepuh itu telah mencampakkannya. seketika Ia mengeluarkan suara seperti suara dengusan angsa..[huuuaang...huaaang..] Ia menjelma menjadi angsa putih, berdiri didepan teras mbah Karso.
Mbah Karso seketika terperanjat. tubuhnya bergetar. Ia tidak mengira jika harus bertemu dengan makhluk yang dulu pernah bersekutu dengannya.
Nini Maru berjalan melayang membelah kepekatan malam. Mbah Karso yang mencurigai Nini Maru akan melakukan kejahatan, mencoba mengikuti arah kemana Nini Maru pergi.
Nini Maru masuk kerumah Lisa, dimana saat itu sedang banyak orang yang sedang berkasak kusuk. mereka yang awalnya ingin bersenang-senang untuk menikmati makan malam, mendadak terhenti karena Lisa mengeluh sakit pada area perutnya.
Mbah Karso mengintai Nini Maru dari pepohonan yang rindang. bersamaan dengan itu, sepasang mata juga sedang memperhatikan kegiatan Mbah Karso.. "kurang ajar, pasti Nini Maru ingin memakan janin itu" ucap mbah Karso. ia melihat Nini Maru masuk melalui dinding rahim Lisa.
"mengapa Ia masih berada didesa ini? bukannya aku sudah membuangnya jauh? siapa yang mengambilnya untuk dipelihara?" pertanyaan itu muncul dibenak mbah Karso.
__ADS_1
meski mbah Karso sudah membuang ilmu hitamnya, namun Ia masih mampu melihat makhluk astral. "kejadian ditempat Mala tempo hari, ternyata ulahnya juga" guman mbah karso.
Nini Maru menendang-nendang Janin Lisa. janin itu melakukan kontraksi hebat. Lisa mengerang kesakitan, Ia seperti tak mampu lagi menahan rasa sakit yang begitu menderanya. Joni dengan sigap menghubungi bidan Sri. suasana makan malam menjadi kacau karena Lisa yang terus mengeluh kesakitan. raungannya mengundang rasa penasaran warga yang melintas.
banyak warga yang berkumpul, mengerumuni rumah Lisa. tak selang beberapa lama, bidan Sri tiba dengan peralatan medisnya. Ia bergegas membelah kerumunan warga yang penasaran dengan kondisi Lisa.
Bidan Sri memeriksa kondisi lisa, memberikan pertolongan yang Ia mampu. Ia meminta mas Joni membaringkan tubuh Lisa keatas ranjang didalam kamar, agar lebih privasi.. lalu meminta kain sarung untuk dikenakan pada Lisa, dan meminta Joni membuka lingire istrinya.
Bidan Sri melihat Lisa mengalami pendarahan, darah merembes membasahi kain sarung yang dikenakannya. Ia menghela nafas beratnya.
" sepertinya kita harus merujuk mbak Lisa kerumah sakit, cari mobil yang bisa dipakai untuk mengantar mbak Lisa kerumah sakit.
Joni keluar dari kamar, menanyakan kepada warga agar mencarikan mobil dengan segera, untuk membawa istrinya kerumah sakit.
"pinjam mobil Reza saja, saya melihatnya tadi sedang ke warung pak Joko" usul seorang warga yang sedang ikut berada dalam kerumunan. Joni mengangguk menyetujui, lalu warga tersebut yang memberi usul membantu ingin menemui Reza.
Darah merembes dari kain sarung yang dikenakan Lisa, semakain banyak dan terlihat menggenang.
raungan Lisa semakin keras. Ia meremas lengan tangan suaminya, wajahnya pucat dengan keringat dingin yang terus mengucur deras.
Nini Maru semakin keras menendang-nendang janin tersebut. Ia sudah tak sabar ingin memakannya. akhirnya, pertahanan janin yang ingin tumbuh bersama ibunya pupus sudah. Ia menyerah pada takdir. lalu meluncur keluar melalui rahim Lisa.
Lisa yang merasakan sesuatu meluncur dari rahimnyanya, meraba sekangannganya, Ia mendapati seonggok daging yang terbentuk hampir sempurna menjadi bayi lucu berada dibawah ************ Lisa, sakit yang awalnya menyiksa Lisa hilang bersamaan dengan meluncurnya janin tersebut.
medapati janinnya gugur, Lisa menangis meraung, suara raungannya mengejutkan Joni yang sedang berusaha mencari mobil. Ia bergegas masuk kedalam kamar. mendapati Lisa yang histeris, serta wajah kalut semua orang berada didalam kamar.
__ADS_1
Joni melihat Bidan Sri membersihkan janin yang sudah terbentuk tersebut. meminta untuk memandikan janin tersebut, mengkafani dan menguburnya.
Lisa yang terlihat rapuh dan putus asa, menatap nanar pada calon bayinya. hatinya begitu pilu dan tersayat. Joni yang juga menahan kepedihan, berusaha agar air matanya tak jatuh. Ia menguatkan Lisa dengan memeluknya, mencoba mengikhlaskan kepergian janinnya.