
Adzan subuh berkumandang. membelah kesunyian, dimana para anak manusia tengah menikmati mimpi indahnya.
Satriab bangkit dari tidurnya, lalu pergi kekamar mandi belakang yang berada didapur.
Dirumahnya, Ia tidak perlu repot-repot, karena kamar mandinya berada didalam kamar, bukan terpisah seperti ini.
Satria berniat mernovasi atau membongkar habis dengan model rumah yang mewah.
Satria menuju kamar mandi,Ia tampak masih mengantuk, namun berusaha Ia lawan. Saat menuju kamar mandi, Ia merasakan hawa dingin menyapa telinganya..
Seeeeerrr...
Seketika bulu kuduknya meremang. Lalu Ia menyapu tengkuknya. "siapa yang jahil subuh-subuh..?" guman Satria dengan kesal. Ia melanjutkan bersucinya.
Setelah selesai Ia menunaikan ibada shalat subuh.nya.
Mala menggeliatkan tubuhnya, Ia mendengar suara adzan berkumandang yang baru saja selesai . Ia beranjak dari ranjangnya. Roni masih tertidur pulas.
Mala menuju kamar mandi dan bersuci, lalu menunaikan ibadah shalat subuhnya. Setelah selesai, Ia bermunajad kepada Illahi untuk memohonkan kesembuhan kepada suaminya. serta keberkahan umur bagi semuanya dan mengakhiri shalatnya.
Mala menghampiri Roni, suasana pagi yang terasa amat dingin membuat Mala sedikit ingin mersakan sentuhan belaian kasih sayang dari sang pujaan hatinya.
Ia masih teringat akan peristiwa semalam, saat Roni tiba-tiba menyerang Satria.
"mengapa harus seperti ini sih bang..? Kamu harus segera cepat sembuh ya, aku akan tetap bersamamu, hingga maut memisahkan." ucap Mala dengan lirih. Ia membelai lembut rambut Roni.
Sudah 3 bulan ini mereka belum ber jima'. Sejak Roni mengalami Karena kondisi depresi hingga sampai saat ini. Penggunaan obat trihexypenidil dan halloperidol membuatnya mengantuk sepanjang hari.
Seperti yang dikatakan Satria, jika Roni kini tidak dapat kembali normal seperti sedia kala.
Skizofrenia merupakan penyakit gangguan jiwa berat. Sekitar 10 persen penderita penyakit ini berakhir dengan bunuh diri dan cukup banyak pasien gangguan jiwa yang dipasung. Meski begitu, sebenarnya jika ditangani sejak awal, sebenarnya skizofrenia bisa disembuhkan.
__ADS_1
Penyebab skizofrenia memang belum diketahui dengan pasti. Namun, para ahli menyebut beberapa faktor, seperti genetika, biokimia di otak, serta gangguan organik akibat penggunaan obat-obatan terlarang, terlalu banyak beban fikiran, bisa memicu penyakit ini.
Menurut dr AA Agung Kusumawardhani, spesialis kesehatan jiwa, penderita skizofrenia memang bisa sembuh, tetapi tidak bisa pulih 100 persen. Dengan kemajuan obat-obatan, kekambuhan bisa dicegah.
"Jika baru terdeteksi dan langsung mendapatkan penanganan atau penyakitnya baru episode satu, disarankan untuk mengonsumsi obat rutin dalam jangka waktu dua tahun hingga gejala tersebut hilang. Namun, jika sudah kambuh berkali-kali atau sudah episode dua, harus terapi obat-obatan dengan kurun waktu lima tahun walaupun gejala sudah mereda," katanya dalam acara media edukasi bertema "Dignity in Mental Health" di Jakarta, Senin (28/9/2015).
Sementara itu, orang dengan skizofrenia (ODS) yang sudah menggunakan kekerasan, baik yang menyerang diri sendiri maupun orang lain, diharuskan mengonsumsi obat-obatan seumur hidup.
Dengan kepatuhan pasien untuk mengonsumsi obat dan juga dukungan keluarga dan lingkungan, harapan bagi pasien skizofrenia untuk hidup normal tetap ada.
--------♡♡♡♡-----
Mala menatap tubuh pria yang kini terbaring lemah diatas ranjang.
Dahulu Roni selalu memberikannya kepuasan disetiap percintaan mereka. Namun sekarang berbeda, lelakinya kini tak pernah lagi merayunya manja, pria itu hanya lebih banyak tertidur dipembaringan. Mala merindukan semua tentang Roni saat seperti dahulu.
Kini Roni hampir layaknya memiliki sedikit sikap kanak-kanak, mudah tersinggung dan sangat sensitif.
Mala mencoba membangkitkan gairah sang suami, namun membuka matanya saja Ia terasa berat. Dan Mala hanya dapat tersenyum datar. Ia meninggalkan kamar, lalu lebih memilih untuk kedapur, memasak dan membersihkan rumah untuk keperluan lainnya.
Saat membuka pintu, Ia melihat diluaran sana tampak kabut embun yang begitu tebal dan menghalangi pemandangan.
Mala mersakan sangat dingin menusuk ketulang sumsumnya. Ia menerobos kabut embun dengan jarak pandang 20 meter.
Mala berjalan dengan mensedekapkan kedua tangannya didada untuk mengusir rasa dingin yang begitu teramat sangat.
Setiap kendaraan bermotor yang lewat akan menyalakan lampu untuk memberi tanda.
samar-samar Mala melihat seseorang berjalan didepannya. Diperkirakan pria dengan postur tubuh tinggi, menggunakan topi hitam, dan masker.
Mala erasa jika pria itu bukanlah warga asli kampungnya. Ia merasa penasaran, namun juga was-was karena takut jika saja pria berbuat hal yang tidak baik terhadapnya.
__ADS_1
Wajah Mala basah terkena kabut embun, membuatnya semakin menggigil. Ia menyeka butiran-butiran embun itu dengan menggunakan lengan bajunya.
Mala mempercepat langkahnya untuk mencapai toko milik pak Joko.
Toko itu sudah mulai terlihat, dan pria yang tadi dilihatnya juga sudah menghilang. Mala memulai belanjanya.
"wah.. Mbak Mala, baru pulang ya dari kota." sapa pak Joko ramah. Mereka mengira jika Mala ke kota karena mengikut Hadi, apalagi mereka mendengar rumor jika Hadi menikah dengan gadis kaya yang dulu pernah magang didesa mereka.
Masalah Satria, warga belum mengetahuinya dengan jelas.
"Iya pak Joko. Saya mau beli berasnya pak satu karing 10 kg, gula, teh. dan sebagainya. Mala menyebutkan dan mengambil semua bahan yang diperlukan.
Setelah membayar semuanya, Mala kini bingung harus membawa belanjaan itu bagaimana.
Ia mencoba membawa beras 10 kg itu dengan kesusahan. Ia terpaksa membawanya, karena Ia harus memasak, ingin menghubungi Satria Ia lupa membawa phonsel.
Beberapa belanjaan di kantong kresek berada ditangan kirinya, dan karung beras ditangan kanannya. Ia berjalan dengan tertatih.
Mentari pagi mulai muncul, menyapu embun tebal dan perlahan sirna terbawa sinar mentari pagi.
Wajah yang tertutup hijab itu terlihat begitu rupawan, dibawa pendar sinar mentari. Terlihat sebuah keindahan yang begitu agung.
Sesosok pria sedang memperhatikannya, dari dalam sebuah mobil, Ia terus memperhatikan wanita itu melalui kaca spionnya.
"Duh juwita.. Indah nian elok rupamu, membuatku begitu menggilaimu." Pria itu berguman lirih dalam hatinya.
Ketika Mala melintasinya, hatinya penuh dengan debaran-debaran yang tak mampu Ia ungkapkan. sebuah rasa yang begitu indah memenuhi ruang kosong dalam hatinya.
Ia terus memperhatikan Mala, hingga akhirnya wanita itu berbelok masuk kedalam halaman rumahnya.
Pria itu kemudian pergi, untuk melakukan sebuah rencana selanjutnya.
__ADS_1
Ia kembali ke sebuah rumah yang di kenal rumah angker. Rumah berlantai 3 dengan, kondisi sangat mengerikan. Ia berencana akan mengecat ulang rumah itu dengan warna hitam dan mencari tukang kebun serta dua Asisten rumah tangga lainnya.
Ia harus bergerak pagi ini juga. Sebelum malam jum'at nanti. Rumah itu harus sudah selesai dibersihkan tepat waktu.