Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
eksekusi terhadap Rianti


__ADS_3

menjelang siang, parni sudah menyelesaikan pekerjaannya dirumah Reza. Parni mempercepat langkahnya, berjalan dengan teramat tergesah-gesah. Ia sudah tak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini pada Rianti, anaknya.


Parni memasuki rumahnya, Ia mendapati Rianti sedang memasak didapur dari bahan yang dibelinya diwarung pak Joko.


selama Ia kembali menumpang dirumah orangtuanya, sejak saat suaminya meninggal, Ia membantu bertugas memasak dan membersihkan rumah.


setiap pagi ibunya memberi uang yang ala kadarnya untuk mereka bisa makan setiap hari. namun tubuh Parni yang sudah berusia 56 tahun, sudah sedikit lemah untuk bekerja dirumah Reza. apalagi rumah Reza memiliki tiga lantai dan sangat luas, itu membuatnya kelelahan.


"Rin...ibu ada kabar gembira." ucap Parni dengan nafas yang masih tersengal. namun ucapannya tetputus karena mendengar suara teriakan dari luar menyebut-nyebut nama Rianti, anaknya.


"Rianti...keluar kamu..!" ucap suara seorang pria dengan kasar dari teras rumahnya.


Rianti dan Parni saling pandang, lalu keluar rumah menemui orang yang meneriakkan namanya. diikuti parni, dengan wajahnya yang ketakutan mereka menuju teras. disana ada tiga orang lelaki berdiri dengan sangar. Jefri sang rentenir, mengacak pinggangnya, menatap dua wanita lemah itu dengan sorotan mata tajam.


"mana hutangmu? sudah seminggu kamu telat membayarnya" hardik Jefri tanpa belas kasih.


Parni yang ketakutan, berjalan dua langkah, sembari menyodorkan uang dua juta rupiah kepada jefri. " ini untuk membayar bunganya tuan." ucap Parni dengan gemetar.


Jefri mengambil uang tersebut dengan kasar. " ini untuk membayar bunganya saja." dua hari lagi saya datang kemari." ucap Jefri sembari mengibas-ngibaskan uang tersebut kedepan wajah Parni. lalu beranjak pergi di ikuti oleh dua orang berbadan kekar dengan wajah sangar.


Parni mematung melihat kepergian Jefri, Ia masih trauma dengan perlakuan tuan rentenir tersebut. "dari mana ibu mendapat uang sebanyak itu?" ucap Rianti penasaran.


"itu sebulan gaji ibu bekerja dirumah Reza, Ia memberikan tambahan 1 juta lagi pada ibu, karena ibu bercerita ingin membayar hutang pada Jefri" ucap Parni menjelaskan.


"baik sekali mas Reza ya bu" ucap Rianti. Ia terkenang wajah Reza saat bertemu diwarung pak joko pagi tadi. meskipun usia mereka terpaut jauh, namun Reza begitu tampan.


"iya, itu tadi yang mau ibu sampaikan. ibu ingin kamu mengantika ibu bekerja dirumahnya, agar kamu dapat melunasi hutang pada Jefri. lagi pula, ibu sudah lemah jika harus turun naik tangga membersihkan rumah sebesar itu." ucap Parni menjelaskan.


Rianti mengangguk setuju Ia juga tidak ingin membebani ibunya.


****


Reza turun dari lantai dua kamarnya. hari sudah menunjukkan pukul 10.00 wib pagi. Ia sepertinya kesiangan. Ia sudah rapi dan wangi, memakai celana chinos pendek, kaos ketat yang memperlihatkan otot tubuhnya. Ia menuju dapur untuk sarapan.


saat akan sarapan dimeja makan, Ia melihat seorang wanita muda sedang berada dikamar mandi. Ia menebak bahwa itu adalah Rianti anak Parni yang menggantikan pekerjaan ibunya. Ia mendapati Rianti sedang mencuci pakaian dikamar mandi, karena ada bunyi mesin cuci yang berdesing.

__ADS_1


Sembari sarapan, Reza memperhatikan tubuh Rianti yang sedang memunggunginya. sesaat Rianti tersadar, Ia kikuk karena tidak menyadari Reza berada didapur dan memperhatikannya sejak tadi. bajunya yang basah membentuk bagian tubuhnya paling atas.


"emmm..maaf Tuan Reza, saya anak bu Parni, saya yang menggantikan pekerjaan ibu saya mulai saat ini." ucap Rianti gugup. karena Ia tak tahan ditatap oleh Reza yang begitu tampan.


"iya, saya sudah tau" ucap Reza menghabiskan sarapannya. Ia berfikir bagaimana caranya untuk mendekati Rianti, agar wanita itu mau bercinta dengannya. Ia menginginkan tumbal janin dari wanita itu, agar Nini Maru tidak menganggu jani hasil pembuahannya dengan Mala.


[uhuk..] Reza terbatuk kecil, Rianti yang faham hal itu dengan cekatan menuangkan air putih kedalam gelas, lalu menyodorkannya kepada Reza. saat menerima gelas dari tangan Rianti, kesempatan kecil dilakukannya, Ia meremas jemari Rianti dengan sengaja dan menatap mata wanita muda, yang diperkirakan masih berusia 19 tahun, namun menikah muda dan menjanda.


mendapati jemarinya diremas pria, Rianti yang sudah dua bulan menjanda terperangah, ia diam tak bergeming. sepertinya nalurinya menginginkan sesuatu.


Reza yang melihat korbannya seperti menerima perlakuannya mengambil kesempatan itu. " ternyata wanita ini murahan juga, tidak sulit untuk mendapatkannya. berbeda dengan Mala, aku harus melakukan pengintaian dan pemaksaan." ucap bathin Reza.


Reza semakin berani meraba tangan Rianti, Ia sepertinya pasrah dan haus hasrat ,apalagi oleh Reza yang berwajah tampan. pertemuannya yang hanya beberapa menit sudah membuatnya sangat terpedaya.


Reza menarik tangan Rianti mendekatinya. wanita itu menurutinya. Reza meminta Rianti naik dan duduk diatas meja makan yang menghadap pada dirinya. Rianti seperti terhipnotis. Ia menuruti permintaan Reza. Ia menaiki meja dan duduk diatasnya menghadap kepada Reza.


Reza memulai aksinya, Ia memastikan bahwa Rianti tak menolaknya. Ia merafalkan mantra pukaunya. Reza mulai melakukan aksi bejadnya. menggerayangi tubuh Rianti dengan liar. Ia menyingkap dasternya, menemukan sesuatu yang diicarinya. Ia membuat Rianti kelimpungan, dua bulan menahan hasrat setelah menjanda membuatnya lupa diri.


ketika Rianti mencapai puncak, dengan sigap Reza menyedot cairan madu milik Rianti agar Ia selalu awet muda. Rianti yang mendapati perlakuan seperti itu mengejangkan tubuhnya. Reza menyedotnya tanpa sisa.


Setelah Reza berhasil meraih puncaknya, Ia melepaskan tubuh Rianti yang masih dalam pengaruh ilmu pukaunya. Ia tersenyum sinis. "ternyata enak juga tubuhmu". sembari berkata mengejek. Ia mengambil dompet dari saku celananya, lalu meletakkan sejumlah uang sebesar 1 juta rupiah. Ia meninggalkan Rianti yang masih berada diatas meja makan.


Reza berjalan menuju kamarnya, membersihkan diri. lalu beranjak menuju lantai tiga, memasuki kamar rahasianya.


sesampainya dikamar tersebut. Ia melakukan ritual pemanggilan Nini Maru. "Nini Maru, datanglah..aku memanggilmu" ucap duda tampan tersebut. seketika muncul wujud menyeramkan. makhluk itu merangkak, membelai wajah Reza.


"aku datang memenuhi panggilanmu cucuku" ucap Nini Maru sembari tersenyum menyeramkan. wajahnya yang penuh luka, dengan daging terkelupas dan darah yang mengalir dari setiap lukanya menciptakan aroma amis dan busuk.


"aku sudah mendapat korban yang dapat menjadi mesin penghasil janin untukmu, jangan pernah mengganggu janinku yang berada di rahim Mala" ucap Reza perlahan, sembari menatap Nini Maru, tak ada kesan takut sedikitpun dimatanya.


Nini Maru menyeringai, Ia tertawa puas mendengar ucapan Reza, Ia berhasil menjerumuskan Reza hanya demi ambisi mendapatkan wanita pujaannya.


"bagus sekali cucuku, kamu memang bisa diandalkan. aku tidak akan menganggu wanitamu. tapi sepertinya korbanmu menyukaimu, kamu tidak perlu menggunakan ilmu pukau" ucap Nini Maru sembari menyeringai..lalu Ia menghilang diiringi gelak tawa yang menyeramkan.


****

__ADS_1


Rianti tersadar dari pengaruh pukaunya. Ia mendapati dirinya sedang berada diatas meja, Ia sedikit bingung. Ia melihat dasternya tersingkap, serta dua tonjolan tubuh bagian atasnya terbuka. "apa yang baru saja aku lakukan?" ucap Rianti dengan bingung, Ia teringat sesaat sebelum dirinya berada diatas meja, Reza menarik tangannya dan memerintahkannya naik keatas meja, dan dengan mudahnya Ia menuruti keinginan majikan barunya itu.


"apa aku baru saja bercinta dengannya, Ia merabah **** *************, Ia tak menemukan underwarenya, ternyata benda yang dicarinya berada disisi Ia yang sedang duduk. Ia memungutnya. melihat sejumlah uang diatas meja, Ia meraihnya. saat itu, tiba-tiba saja Reza muncul dari arah belakangnya.


"ambil uang itu, aku memberikannya untukmu, sebagai imbalan bercinta tadi." ucap Reza santai, sembari membuka lemari es dan meneguk air mineral dari botolnya.


"maksudnya apa tuan?" ucap Rianti masih bingung. lalu beranjak dari atas meja.


"anggap saja aku berterimakasih karena kamu sudah melayaniku, bukankah kamu membutuhkan uang untuk menebus hutangmu pada rentenir Jefri" ucap Reza seperti tak ada masalah, sembari beranjak pergi meninggalkan Rianti yang masih termangu.


Rianti melihat uang tersebut, ingin marah karena dianggap wanita murahan, namun Ia juga membutuhkan uang tersebut. apalagi Jefri esok datang kembali kerumah ibunya untuk menagih bunga pinjamannya.


Rianti memakai kembali underwarenya, membenahi kancing baju bagian atasnya yang terbuka. ternyata Ia menyadari dirinya baru saja bercinta dengan pria tampan yang baru beberapa menit menjadi majikannya.


"bagaimana jika ibu tahu hal ini? apalagi jika aku sampai hamil, ibu bisa marah padaku." ucap Rianti cemas.


Namun bayangan tubuh Reza yang begitu perkasa membuatnya gila. meskipun Ia melakukannya antara sadar dan tidak, Ia dapat merasakan rasanya puncak bercinta. duda itu lebih gagah dari suaminya yang telah meninggal dunia.


"ah..sudahlah.. toh aku juga sudah janda, lagian pula aku butuh uang untuk membayar rentenir. jika aku mengandung, tinggal gugurin saja." ucap Rianti dengan bodohnya.


"lagi pula tuan Reza juga cakep, bercinta gratis juga aku mau, apalagi dibayar." ucap Rianti dalam hatinya. lalu melanjutkan pekerjaannya.


****


Reza berjalan menyusuri jalanan setapak, jalan yang membelah semak belukar. jalanan itu hanya ia yang mengetahuinya.


Reza telah sampai di perbatasan rumah Mala, melakukan pengintaian dari pohon mangga. Ia melihat Mala yang sedang menjemur pakaian dihalaman belakang dapur. kaki jenjang Mala yang indah, membuatnya terbius. Ia hanya bisa menahan hasrat itu.


"kamu harus menjaga bayi dalam kandunganmu Mala, karena itu adalah buah cintaku." ucap Reza lirih. Ia tak mampu menghapus cintanya untuk Mala, Istilahnya sekarang, belum bisa move on dari orang masa lalu.


wajah Mala yang diterpa cahaya mentari, tampak berseri, senyum manis yang menghiasi bibirnya, tampak menggoda siapa saja. Ia membungkuk saat mengambil pakaian yang akan dijemurnya dari ember yang diletaknya diatas tanah. posisi itu membuat Reza yang sedang mengintai menjadi kelimpungan. meski baru saja bercinta dengan Rianti, namun melihat Mala tak mampu menahan hasratnya.


Mala telah selesai menjemur pakaian, Ia masuk kedalam dapur. lalu mengunci pintu dan berlalu dari pandangan si pengintai. Reza beranjak dari tempat itu, kembali pulang kerumahnya.


sesampainya dirumah, hasrat yang menggebu saat melihat Mala wanita pujaannya masih menggebu. melihat Rianti yang masih bekerja dirumahnya, Ia menyekap wanita itu, lalu menuntaskannya kepada Rianti tanpa penolakan sedikitpun, Ia membayangkan wajah Mala saat bercinta dengan Rianti.

__ADS_1


__ADS_2