Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Satria dan Hadi Meretas


__ADS_3

Satria berjalan tergesah-gesah menuju koridor rumah sakit, Hadi mengekorinya dari arah belakang. mereka mememui kepala keamanan.


"maaf.. apa ada yang bisa saya bantu..?" ucap kepala keamanan kepada Kedua pemuda yang menemuinya.


"bolehkah kami melihat rekaman CCTV bulan lalu?" jawab Satria sopan.


"untuk keperluan apa..?" tanya kepala keamanan.


Satria terdiam sejenak "anak gadis paman saya menghilang, awalnya dari rumah sakit ini. Ia terakhir hilang setelah mengunjungi adik saya yang lagi sakit." jawab Satria menjelaskan.


"bukti rekaman akan kami bawa sebagai bukti laporan kehilangan anggota keluarga." Hadi menyela.


"ada seseorang melihatnya sebelum menghilang, Ia berada didepan rumah sakit. ciba periksakan yang dibagian depan." ucap Satria dengan penuh pengharapan.


Kepala keamanan itu memandangi wajah keduanya. "baiklah. akan saya lacak.." jawab kepala keamanan.


Ia mulai membuka rekaman sesuai tanggal yang dicapkan oleh Satria. saat melihat Sihinta."pak..yang tolong diperjelas dan ikuti sampai kemana" ucap Satria saat melihat Shinta berada di depan rumah sakit.


Shinta sedang menerima telefon dari seseorang, lalu datang dua orang menghampirinya.


dua orang pria berbadan besar dengan berpakaian serba hitam serta menggunakan kacamata hitam membawa Shinta menggunakan mobil berwarna hitam.


"coba perjelas plat mobilnya pak.." pinta Satria kepada petugas tersebut.


petugas lalu memperjelas plat mobilnya. lalu Satria meminta kepada petugas keamanan untuk mengirimkan bukti vedeo tersebut ke Whaatshapnya. setelah mendapatkannya, keduanya bergerak menuju parkiran.


"bagaimana kita bisa melacak nomor plat mobil itu kak..? " ucap Hadi penasaran.


"mungkin dengan cara meretas setiap cctv yang ada disetiap jalanan yang dilalui mobil tersebut, jika kita meretas data plat kepemilikan mobik itu, akan sedikit bahaya, karena memasuki ranah kepolisian." jawab Satria dengan perasaan yang sedikit was-was.


"apakah kita akan meretas cctv jalanan..?" ucap Hadi.


Satria memandang Hadi. "yuk..kita mulai.." ucapnya sembari memasuki mobil.


Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka menuju sebuah cafe yang tak jauh dari rumah sakit.


setelah berada dicafe, Satria mengeluarkan laptopnya. Ia menelfon seseorang yang dikenalnya di sebuah instansi pemerintahan, yaitu anggota dishub yang menangani setiap camera yang terpasang dijalanan. lalu meminta sesuatu untuk dikirimkan ke nomor Whatshaapnya.


entah apa yang sedang dikerjakannya, hingga akhiranya muncul dilayarnya vedeo yang menunjukkan kendaraan berlalu lalang.


saat Ia melihat mobil hitam yang dikendarai oleh pria berpakaian hitam, Satria terus fokus mengikuti arahnya.


"pesan apa mas..?" sapa lembut seorang pramu saji.


Hadi menoleh kearah pramu saji itu. "coffie late dua porsi." ucapnya singkat.


lalu pramusaji pergi dan membuatkan pesananan untuk pelanggannya.


Hadi ikut menatap kemana arah mobil yersebut membawa shinta.


hingga akhirnya, mereka melihat sebuah persimpangan. dan mobil itu memasuki sebuah simpang yang sedikit mengarah ketempat sunyi.


"sebaiknya kita bergerak, setelah simpang ini tidak ada lagi cctv." ucap Satria datar.


merekapun bergegas ingin meninggalkan cafe, lalu bersamaan dengan itu, pramu sajibdatang dengan membawa dua cup caffe late pesanan Hadi.


Hadi mengambilnya, lalu Satria membayar dengan menyerahkan uang lembaran seratus ribu rupiah, tanpa mengmbil kembaliannya.


meraka terlihat terburu-buru. sesampainya dimobil, Hadi menyerahkan satu cup coofie late nya kepada Satria, dan Iapun menenggaknya hingga habis.


[kriiinggggg]..


suara panggilan telefon masuk. satu panggilan telefon dari Jayanti. "hallo Ma.." ucap Satria dengan sopan.


"kalau sudah habis kelas, segera buruan pulang, mama ada perlu bantuan kamu" ucap Jayanti dengan nada serius.


"iya Ma.." jawab Satria dengan kecewa.

__ADS_1


"ada apa kak..?" ucap Hadi penasaran.


"Mama minta bantuan ne..?" ucap Satria bingung.


"ya sudah.. bantuin mama kakak saja dulu, tapi anterin aku pulang dulu ya." ucap Hadi seenaknya, sembari menyesap coffie late dengan nikmat.


Satria mengangguk, lalu melajukan mobilnya ke arah kos Hadi


setelah sampai disimpang rumah kos Hadi, Satria berpamitan pulang.


"kak..kalau mau beraksi jangan lupa hubungi aku ya..?" ucap hadi sembari tersenyum manis.


Satria menganggukkan kepalanya.


lalu mobilnya melaju meninggalkan Hafi.


 


Seminggu kemudian, Setelah selesai maghrib, Satria menjemput Hadi, mereka telah janjian untuk melakukan misi malam hari ini.


Hadi berlari kecil menghampiri Satria. lalu masuk kedalam mobil. "kita mulai malam ini kak..?" ucap Hadi dengan penasaran.


Satria hanya mengangguk. lalu mereka menuju lokasi yang telah mereka selidiki terlebih dahulu.


setelah mereka berada dilokasi persimpangan, Satria menepikan mobilnya ditepian jalan. "sepertinya terlalu mencolok. kita harus mencari perkiran yang tepat. " ucap Satria sembari clingukan mencari tempat yang tepat. setelah menemukan lokasi yang pas, Satria memarkiran mobilnya pada sebuah rumah yang sudah terlihat terbengkalai.


sebaiknya kita berjalan kaki menuju kesimpang tempat itu." ucap Satria sembari berjalan dan mengamati sekitarnya.


mereka melihat cahaya mobil daribarah depan mereka, lalu mereka bersembunyi dibalik pohon.


setelah mobil itu melewati mereka, Satria lalu bergerak kembali.


Satria dan Hadi menggunakan pakaian yang sama persis dengan para penculik Shinta.


Mereka melihat sebuah rumah yang sangat megah dan indah berdiri dengan kokohnya.


Satria menahan langkah kaki Hadi. "ada apa kak..?" ucap Hadi sangat pelan.


setelah merasa cukup, lalu mereka berjalan dan masuk sesuai cara yang dilakukan oleh para bodyguard tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan.


mereka masuk melalui gudang yang menghubungkan lorong-lorong menuju kamar penyekapan.


para bodyguard tidak menyadari kehadiran Satria dan Hadi, mereka bersikap biasa saja saat berpapasan.


namun salah satu dari mereka merasa curiga dengan ke duanya. "hei.." ucap Bodyhuard yang berpapasan dengan kedua pemuda itu. lalu Ia berbalik inging melihat kedua orang itu. saat Ia memperhatikan dengan jelas, jika keduanya tidak mereka kenali. maka bodyguard langsung memberikan serangan.


melihat adanya pertarungan, lalu memancing para body guard yang lainnya. sehingga perkelahianpun tak terhindarkan.


Hadi mencoba membantu sebisa mungkin, Ia mengambil sebuah tongkat bisball yang tergelatak didekat pintu arah gudang, yang bersatu dengan lorong. lalu Ia membatu Satria menghajar para bodyguard.


Satria terdesak, hingga tanpa sadar Ia menabrak sebuah pintu kamar.


[bruuuuaaakk.]


pintu terlepas, karena seorang bodyguard melakukan serangan ingin menendang Satria, namun karena Satria menghindar, bodyguard itu mala mendobrak pintu.


saat pintu terlepas, para tawanan wanita dengan kondisi mengenaskan berhamburan keluar.


Satria tercengang, Ia melihat ada beberapa pintu lagi. "apakah Shinta ada disalah satu kamar ini juga..?" Satria melirik bodyguard yang tersisa 3 orang, Hadi telah melumpuhkannya satu.


lalu kedua bodyguard menyerang Satria bersamaan. Satria sengaja seperti menempel dipintu kamar, lalu saat bodyguard melakukan serangan Ia menghindarinya, dan pintu terlepas. keluar 3 tawanan lagi dari dalam kamar tersebut.


Satria mendengar suara jeritan-jeritan para tawanan lain disisa 3 kamar lainnya.


Hadi yang merasa tak puas, lalu memukul betis salah seorang bodyguard yang menyerang Satria, setelah bodyguard itu lumpuh, Ia mendobrak setiap pintu kamar yang terkunci.


saatnitu Ia melihat Shinta dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, Ia membantu Shinta keluar, lalu memberikan kunci mobil dengan asal kepada Shinta yang terletak dimeja tempat para bodyguard yang kini sudah lumpuh.

__ADS_1


"cari mobil yang sesuai dengan kunci ini, dan bantu para tawanan keluar dari sini sejauh mungkin. kamu mengerti..?" Pinta Hadi kepada Shinta, tubuhnya sangat kurus dan pakaiannya acak-acakan.


Shinta mengangguk, lalu meminta para tawanan menunggunya diluar. sebelum pergi, Shinta berbalik "Hadi.." panggilinya, sembari mendekati Hadi, lalu memeluknya dengan isakan tangis.


Hadi terperangah, karena baru pertamakalinya dipeluk seorang wanita. lalu Ia melepasakannya "cepatlah..sebelum ketajian yang lainnya. " perintah Hadi.


lalu Shinta menuju ke tiga mobil yang terpakir, Ia melihat merk kunci tersebut, lalu melihat merk mobilnya. dengan cepat Ia memilih salah satu mobil tersebut dan menyetirnya.


Ia membawa kabur seluruh tawanan menjauh dari tempat tersebut.


-----------


Hadi kembali ke lokasi tempat Satria, dengan membawa tongkat bisball, Ia ingin membantu Satria melumouhkan bodyguard yang masih bertarung dengan Satria.


bodyguard itu membawa senjata sangkur. pisau itu mengarah tepat dileher Satria. dengan sekali pukulan, Hadi memukul kepala bodyguard itu hingga menggelepar.


sebenarnya Ia ketakutan, tetapi mau bagaimana lagi, Ia terpaksa melakukannya.


Satria dan Hadi beranjak dari tempat itu, namun sebuah pintu seperti lemari tanpa sadar terdoring tongkat bisball Hadi.


karena curiga mereka memasukinya.


Hadi tetap mengekor dibelakang Satria. banyaknya ruangan menimbulkan kebingungan kepada keduanya. hingga akhirnya mereka memasuki kamar Rianti.


mereka tersentak saat melihat Rianti bercinta dengan sesosok makhluk mengerikan.


"haah." suara kaget Hadi membuat Rianti dan makhluk menyeramkan itu berhenti dari perbuatannya, lalu melihat kepada kedua pemuda tampan itu.


makhluk menyeramkan itu memasang wajah marah dan ingin menyerang keduanya.


karena saking kaget dan takutnya, Hadi membaca segala doa, sampai doa sebelum makan dan doa berbuka puasa juga tak luput Ia baca. mungkin karena paniknya. entahlah.


Satria berdiri tak bergeming menghadapi serangan lawannya. Ia berdiri dengan tegak, lalu siluet ular raksasa muncul dari arah kepalanya, dan menyerang makhluk mengerikan itu dengan sangat ganas.


Satria mencoba menghindari dengan gerakan memiringkan tubuhnya ke samping kanan.


Satria membaca surah An nas dan ayat Qursi untuk mengusir makhluk tersebut. bersamaan dengan itu, siluet ular raksasa itu mengeluarkan api dan membakar sang makhluk yang menyeramkan.


jeritan menyeramkan mengiringi dengan menghilangnya sang makhluk tersebut.


Kini tinggal Rianti yang masih sendirian diatas ranjang dengan polos.


Ia menatap kepada kedua pemuda itu. Satria dan Hadi hendak beranjak pergi.


"tunggu..! mengapa kau masuk kerumaku dengan sembarangan..?" ucap Rianti sembari menggunakan kimononya.


"kami hanya membebaskan para wanita yang kau tawan, dan salah satunya adalah teman kuliahku." jawab Satria tanpa menoleh.


"oooh..ternyata kau anak Jayanti..?" ucap Rianti dengan nada mengejek.


Satria memutar tubuhnya. "apa..? kau mengenal mamaku..?" ucap Satria dengan nada penasaran.


bagaimana mungkin manusia kotor itu dapat mengenal mamanya.


Rianti tertawa mengejek.. sembari menatap sinis.


"ciiih.. Mama kau bilang.? bahkan wanita licik itu bukan ibumu..!!" ucap Rianti dengan sengit.


"heei..jaga ucapanmu..!! bahkan aku melihat vedeo mama saat melahirkanku. lalu mengapa kau mengatakan jika aku bukan anak mamaku..!!" ucap Satria dengan berapi dan juga penasaran.


namun mengapa sepertinya Ia tiba-tiba meragukan Jayanti adalah Mamanya.


"hahahaha.. jika kau ingin tau kebenarannya, kau tanyakan saja pada ibu palsumu itu..!!" ucap Rianti mengejek.


[deeeegh...]


perasaan Satria kini tak menentu. Ia bingung dengan dan ragu dengan hatinya. Hadi memegang lengan Satria lalu mengajaknya pergi.

__ADS_1


Rianti mendengus kesal. "enak..saja, sudah mengacaukan rumahku difikirnya bisa pergi begitu saja."


"Rasain kamu Bram..!! kamu sebarkan vedeoku, kubongkar rahasia busukmu...!!" ucap Rianti dengan senyum menyungging.


__ADS_2