Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Goa-2


__ADS_3

Satria memandang aksara tersebut yang sebenarnya sama sekali tidak dapat Ia mengerti dan Ia baca. Namun, berkat bantuan Widuri Ia dapat dengan mudah membacanya.


Widuri mengubah aksara Pallawa itu menjadi aksara latin, lalu meminta Sang Pemuda untuk duduk bersila diatas batu yang yang menghadap pada dinding Goa.


"Duduklah.. Dan mulailah menghafal.. Aku keluar sejenak dari goa, untuk mencari makanan sahurmu dan juga berbuka" Ujar Widuri, lalu tetbang melayang meninggalkannya.


Satria mematuhi apa yang diperintahkan oleh Widuri. Ia menaiki bongkahan batu yang telah digeser Widuri dengan kekuatan sihirnya, tepat berada didepan dinding goa, dan kini Satria mulai menghafalkan rafal mantra Ajian Segoro Geni tersebut.


Mungkin reader bertanya mengapa harus ajian Segoro Geni yang dipilih untuk dipelajari oleh Satria? Karena konon menurut beberapa sumber, para ahli dunia persilatan menyatakan jika ajian ini memiliki sebuah kekuatan dahsayat bagi pemiliknya 'Semua atas ijin sang Khalik'.


Pemilik ajian segoro geni yang mana artinya adalah, segoro artinya lautan, dan geni adalah api. Maka segero geni adalah lautan api. Karena hawa panas yang ditimbulkannya, maka dapat memusnahkan makhluk demit nakal, seperti Nini Maru.


Kita kembali pada Satria...


Satria mulai membaca dengan perlahan rafal mantra tersebut, lalu Ia mencoba bait demi bait agar dengan mudah diingatnya, apalagi bagi Satria bahasanya menggunakan bahasa jawa, karena memang ilmu itu berasal dari kejawen kuno.


Saat Satria merafalkan mantra tersebut, terdengar suara berisik sangat begitu ramai, seperti suara-suara irang sedang berada disebuah pasar. Suara-suara itu tampak mengganggu konsentrasi Satria. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan goa. Tampak berbagai makhluk demit berlalu lalang yang menjadi penunggu goa itu merasa tak suka dengan apa yang dibaca oleh Satria, karena Satria membacanya sedikit keras.


Satria diam sejenak, lalu keributan dan suara berisik itupun reda.


Lalu Satria mencoba membacanya kembali, dan suara berisik juga kembali riuh. Setiap bait yang dibaca oleh Satria, membuat rasa tak nyaman pada demit yang berada disana.


Lalu Satria memejamkan matanya, dan mencoba berkonsentrasi, Ia memulai interaksi kepada para makhluk demit yang menghuni lokasi goa tersebut.


"Wahai para Aki dan Nini yang berada disekitaran goa.. Maafkan saya yang telah mengusik ketenangan kalian.. Saya tidqk memiliki permusuhan apapun dengan kalian, dan saya juga tidak berniat menganggu kalian, maka pergilah dri tempat ini, karena saya akan menggunakannya. "Satria mencoba bernegosiasi kepada para demit tersebut.

__ADS_1


Llau seekor siluman berkepala kerbau menghampirinya. Sepertinya Ia adalah kepala suku dari para kelompok demit tersebut.


"Hei anak muda, ini rumah kami, sudah lama kami mendiaminya, mengapa kau datang seenaknya untuk mengusir kami dan membuat kekacauan..?" ujarnya dengan sangat marah.


Satria mencoba memahami apa yang siluman berkepala kerbau itu katakan, bagaimana mungkin Ia seirang pendatang harus dengan mudahnya menyingkirkan para penghuni lama.


Maka Satria mencoba menawarkan sesuatu yang tidak mungkin ditolak oleh para demit tersebut.


"Wahai para Aki dan Nini penghuni Goa, aku akan memberikan hadiah yang sangat besar kepada kalian, maka aku harap kalian menyukainya dqn tidak mampu menolaknya.." ucap Satria dengan suara yang menggema dialam demit.


Seorang Ratu siluman Kelabang datang menghampirinya. Dengan liukan tubuhnya Ia menjelma menjadi wanita yang sangat cantik. "Tidurlah denganku wahai anak manusia tampan, aku akan memberikanmu kepuasan yang maha dahsyat.." rayu sang Ratu Kelabang dengan sangat menggoda dan menggiurkan.


Seketika suasana menjadi riuh. Seolah-olah akan afa pertunjukan yang sangat spektakuler yang akan segera mereka saksikan.


Satria tersenyum menanggapi tawaran dari Ratu Kelabang, lalu dengan sopan Ia mencoba menolaknya. "Maafkan saya Ratu yang cantik, saya sedang ada misi keluarga, maka Ratu harap memakluminya, mungkin didunia Ratu masih banyak pria tampan lainnya, seperti Pangeran siluman Kerbau.." Jawab Satria yang membuat skluman Kerbau merasa tersanjung dan bangga dipuji seperti itu oleh Satria.


"Wahai Ya Rabb.. Aku hadiakan kepada para Aki dan Nini yang berada disekitaran Goa suratul Fatiha, maka terimalah wahai para Aki dan Nini dan segera pergilah dari tempat ini, karena aku akan menggunakannya sejenak saja.. Al... Fatiha..." ucap Satria dengan lantang. Lalu Ia membacakan suratul Fatiha, dan dihadiakan kepada para demit tersebut.


Seketika suasana menjadi hening, dingin, dan tidak ada lagi suara berisik yang ditimbulkan. Seketika para demit itu menyingkir dan meninggalkan tempat dimana Satria akan melakukan tirakatnya.


Para demit pergi meninggalkan sekitaran goa dengan mendapatkan hadiah yang sudah lama sekali tidak pernah mereka dapatkan.


Para demit itu pergi dengan suka rela dan akan kembali lagi setelah Satria selesai dengan misinya.


Mendapati suasana lengang, Satria memulai konsentrasinya untuk menghafalkan mantra ajia Segoro Geni. Ia mulai mencoba memahami bahasa yang begitu asing baginya. Dengan sangat konsentrasi Ia mulai merafalkan bait demi bait dan berulang kali.

__ADS_1


Di sisi lain, Widuri sedang keluar mencari bahan makanan untuk Satria. Widuri tau jika puasa yang dilakukan oleh Satria adalah puasa mutih. Dimana bahan makannanya hanya nasi putih saja dan juga air putih. Ia menyusuri hutan untuk menemukan bahan tersebut. Maka Ia menunju desa tempat warga diseberang hutan. Ia merubah wujudnya menjadi seorang nenek yang menggunakan tongkat dan tampak sangat keriput sekali.


Juka Ia merubah wujud menjadi gadis cantik, maka akan menimbulkan masalah besar nantinya.


Widuri kini berada didesa seberang hutan larangan, Ia berjalan menyusuri jalanan dengan sangat tertatih menggunakan tongkatnya.


Ia melihat sebuah rumah mewah yang terdapat di sisi jalan. Lalu melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk di teras rumahnya, memandang jalanan seolah ada yang sedang ditunggunya pulang.


Widuri yang kini menjelma menjadi seorang nenek renta menghampiri sang wanita cantik yang berhijab besar itu.. "Assalammualaikum..." sapa Widuri dengan suara paraunya.


Wanita yang tak lain adalah Mala, tersentak dari lamunannya, lalu memandang kepada Sang Nenek tua yang tampak sangat memprihatikan kondisinya.


Mala berjalan menghampirinya, "Waalaikum salam, mari masuk, Nek.." ucap Mala ramah.


"Tidak Cu, saya hanya minta makanan saja, jika berkenan berikan saya 2 bungkus nasi putih tanpa lauk apapun sesuai keikhlasanmu.." jawab Widuri dengan suara serak-serak basahnya.


Mala terperangah mendengarnya. "Mari masuk Nek, makan didalam saja.." ujar Mala menawarkan.


"Tidak Cu, terimakasih, makanan ini untuk saya bagi kepada anggota keluarga yang belum makan juga.."jawab Widuri menjelaskan.


Mala terperangah, Ia tidak menyangka kemuliaan sang Nenek yang ternyata mencari makanan untuk orang lain yang lebih membutuhkan, meskipun dirinya sendiri dalam kondisi memprihatinkan.


"Ya sudah, Nenek tunggu ya, saya ambilkan dulu makanannya." Dengan bergegas Mala pergi kedapur, Ia mengambil 3 bungkus nasi putih yang dibungkus terpisah, lalu lauk pauk yang juga dibungkus terpisah.


Setelah selesai, Ia memberikannya kepada Nenek renta tersebut. "Ini, Nek, ambillah jika membutuhkannya lagi, jangan sungkan-sungkan untuk datang kemari.." Mala menawarkan bantuannya dengan ikhlas.

__ADS_1


"Terimakasih Cu, besok saya datang lagi.." jawab Widuri, dengan senyum sumringahnya.


Lalu Mala membalas dengan senyuman termanisnya. Mala memandang kepergian Widuri dengan perasaan yang sangat senang.


__ADS_2