
Rey semakin hari semakin candu dengan darah segar. sepertinya Ia mulai ketagihan dan tak bisa berhenti.
Semenjak melihat Nini Maru yang memakan janin dan menyeruput darah nifas. Ia merasakan ingin mencobanya, dan setelah merasakannya, Ia merasakan semakin tak dapat menghentikannya.
Rey merasakan, jika sehari saja tidak meminum darah, Ia seperti sakau. hasratnya akan darah semakin kuat.
Rey mencari Rianti. namun tak menemukannya. "Dimana Mama..?" mengapa beberapa hari ini dia menghilang." ucap Rey penasaran.
Ia berjalan kearah kebun binatang belakang rumahnya. kebun binatang itu dipenuhi berbagai binatang buas. seperti penangkaran buaya, harimau, dana ular kobra. Ia melihat seekor ular kobra, nakuri hasratnya menggebu. Ia meminta kepada anak buahnya untuk membunuh salah satu ular kobra tersebut.
setelah berhasil di bunuh. Ia memenggal kepala ular tersebut. lalu menguliti bintang tersebut. Dan dengan rakusnya, Rey memakan binatang melata itu mentah-mentah. anak buahnya memandang penuh dengan kengerian. mereka sangat jijik dan ingin muntah. namun tidak satupun yang berani membantahnya.
Rey terkenal dengan sifat kejam dan tanpa prikemanusiaan. jika siapa saja yang berani membantahnya, maka Rey tidak akan memberikan ampunan.
Rey menelan empedu ular tersebut, karena dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari rasa dingin.
setelah memakan daging ular tersebut, Ia belum juga merasa puas.
Rey pergi menuju ruang penyekapan. Ia memilih kamar penyekapan Reni. wanita berusia 39 tahun yang menjadi pilihannya. Ia membuka kunci pintu tersebut. Ia memasuki kamar itu dengan senyum menyeringai.
Reni yang sudah terbiasa dengan perlakuan Rey. sepertinya kaki ini Ia sangat berbeda. tatapan tajam seperti singa lapar.
Reni telah menyediakan penyikat gigi untuk memberikan perlawanan kepada Rey nantinya. Ia telah lama bosan hidup dalam ketidakberdayaan. Ia ingin melawannya. Ia ingin merasakan hidup bebas.
Rey datang untuk menuntaskan hasratnya. Rey sudah sangat ingin bercinta. daging ular mentah yang dimakannya tadi telah membangkitkan hasratnya.
Rey menyergap Reni, meskipun sudah berumur hampir mencapai 40 tahun, namun Reni masih cantik dan awet muda. dengan hasrat binatangnya, Ia menuntaskan hasratnya. saat sedang asyik bercinta, Reni yang sedari tadi telah mempersiapkan penyikat gigi dibawah kasurnya, diam-diam meraihnya disaat Rey lengah. lalu menusukkan batang sikat gigi tersebut tepat ditelinga Rey.
"aaaaarrggh" suara erangannya menggelegar memenuhi ruangan. Ia memegangi telinganya yang sakit luar biasa. Reni meraih pakaiannya, mengambil sebuah tunik dan memakainya sembarang saja. Ia berlari keluar untuk menyelamatkan dirinya.
Rey yang melihat Reni berusaha melairkan diri, mencabut batang sikat gigi tersebut dari telinganya. darah mengucur deras.
meskipun rasa sakit tak yang teramat sangat Ia terus mengejar Reni.
Reni berlari memasuki segala pintu yang Ia tidak tahu membawanya kemana.
hingga akhirnya Ia terjebak dalam sebuah ruangan yang oengao dan gelap. Reni mengendap di sebuah lemari dan bersembunyi.
__ADS_1
terdengar derap langkah kaki menuju keruangan tempat Ia bersembunyi. Reni dengan tubuh yang ketakutan dan bergetar mencoba bertahan untuk kebebasan hidupnya.
dan..."haaaa.." Rey mengagetkannya. dengan seringai mengerikan, Ia menarik rambut Reni keluar dari dalam lemari. Reni mengerang kesakitan.
rasa perih dipori-pori kulit kepalanya begitu sangat terasa. Reni merintih kesakitan. namun Rey tidak perduli.
Rey menghempas tubuh Reni kelantai.
Dengan gerakan yak manusiawi, Rey menghajar Reni habis-habisan. hingga akhirnya Rey melihat sebuah tongkat bisball, Ia meraihnya, lalu menghantamkannya tepat dikepala Reni.
[ buuggghh..]
"aaaaaaagggh" suara jeritan kesakitan dari Reni. lalu Ia ambruk kelantai dengan bersimbah darah.
melihat pemandangan itu, bukannya merasa iba. sorot mata Rey semakin berbinar. Ia seperti tak sabar untuk mencicipi darah tersebut. Rey dengan rakusnya menjilati darah yang merembes dilantai melalui celah kepala Reni yang robek karena pukulan tongkat bisball tersebut.
tak sampai disitu, Rey menginginkan sesuatu. luka robek itu, mengundang sensasi berbeda.
Rey mendekati jasad Reni yang sudah terpisah dari nyawanya. Ia mencicipi sedikit potongan daging kecil yang berasal dari luka itu.
Rey memejamkan matanya. Ia merasakan sensi luar biasa saat menimati potongan kecil daging milik Reni. Ia menginginkannya lebih banyak lagi.
--------
Rianti sudah beberapa hari tidak pulang kerumah. Ia masih betah tinggal didalam hotel. Ia sedikit bergidik melihat kelakuan Rey akhir-akhir ini. apalagi saat Rey menghisab darah menstruasinya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Rey.
Rianti membaringkan tubuhnya ditepian ranjang. Ia mengingat kisah masa lalunya. dimana Ia rela melakukan persekutuan dengan Nini Maru hanya karena cintanya yang terlalu dalam pada Reza.
bahkan tak tanggung-tanggung, Ia juga mengikat persekutuan dengan genderuwo, hingga menghasilkan seorang anak, yaitu Rey.
setelah waktu berlalu, keperkasaan Reza kian buruk. bersamaan dengan itu pula, rasa cintanya kian memudar.
jika karena bukan Nini Maru yang menahannya untuk membuang Reza, maka akan sudah Ia lakukan dari sejak dulu.
Nini Maru mengancam akan menghentikan persekutuannya dengan Rianti, jika sampai membuang Reza dari rumah itu. maka denhan terpaksa Rianti tetap menopang hidup Reza.
untuk memenuhi hasratnya, Rianti mencari kepuasan dengan para lelaki yang siap dibayarnya. bahkan para bodyguardnya.
__ADS_1
Ia merindukan percintaannya dengan genderuwo tersebut. karena Ia merasakan kepuasan yang sangat dalam.
namun karena Nini Maru telah melarang genderuwo itu datang untuk menemui Rianti. sehingga Rianti tak pernah bertemu lagi dengan sang genderuwo.
sesaat Rianti merasakan semerbak aroma pandan memenuhi ruangan kamar hotel miliknya.
Rianti mengenali aroma ini. tiba-tiba saja, seorang pria tampan dan kekar muncul disisi kirinya yang ikut berbaring.
Rianti terperanjat melihat kehadiran priabtampan tersebut. namun Ia sangat senang sekali. karena Ia mengenali siapa yang kini sedang berada disisinya.
keduanya saling tatap dan ingin melepas rindu.
mereka berpelukan dan saling menghangatkan. namun belum saja mereka melepaskan hasratnya, Nini Maru muncul dengan aroma busuk yang sangat memabukkan.
wajahnya yang menakutkan, serta kulitnya keriput, menambah wajah jeleknya kian berlipat.
beginilah kira-kira visual Nini Maru.
Ia memandang kedua insan beda jenis itu yang sedang melakukan adegan panas.
Nini maru menatap marah kepada keduanya.
"Wowo.." suaranya parau memanggil Genderuwo.
genderuwo menoleh kearah Nini Maru, Ia menghentikan aksinya.
"apakah kau sudah lupa dengan perjanjian kita..?" ucapnya dengan lantang.
Genderuwo yang ditatap seperti itu langsung menciut hatinya. "Maaf Ni.. aku hanya terbawa situasi.." ucap Genderuwo serak. lalu mengubah wujudnya menjadi wujud asli yang sangat menyeramkan. tubuh penuh bulu, lidah menjulur, gigi bertaring dan mata berwarna merah.
Rianti terlonjak dari tempat tidurnya. Ia baru menyadari, jika Ia baru saja ber kiss ria dengan makhluk yang sangat mengerikan.
dengan kerlingan mata, genderuwo telah menghilang begitu saja.
Nini Maru menatap Penuh amarah pada Rianti. "pulanglah kerumahmu.. sebelum para gadis penghasil janin itu habis tak tersisa." ucap Nini Maru dengan sorot mata yang tajam. lalu menghilang dalam sekejab saja.
__ADS_1
Rianti mengernyitkan keningnya. "maksudnya..? habis tak tersisa apa..?" ucap Rianti bingung.
namun rasa penasaran telah menguatkan hatinya. Ia ingin pulang kerumah. melihat apa yang sedang terjadi.