
Bayu memacu laju mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat melintasi jalanan sepi, Nini Amru menghadangnya ditengah jalan, membuat Bayu kaget dan terperanjat.
"Hei.. Jangan menghalangi jalanku..!" hardik Bayu kesal.
Ia sebenarnya tidak ingin berurusan dengan makhluk itu. Namun semua terjadi begitu saja. Ia tanpa sengaja telah terjebak oleh perangkap sang iblis.
Bayu mendengus kesal. Nini Maru menampakkan wajahnya denhan mata merah dan kulitbyang hancur dan penu luka.
"menyingkirlah dari jalanku.!" hardik Bayu, lalu menghidupkan kembali mesin mobil dan menginjak pedal gas dengan kesal.
Nini Maru membiarkan saja tubuhnya ditabrak oleh badan mobil milik Bayu.
"hihihihihi...." Nini Maru tertawa cekikikan..
Lalu Ia berbalik dan mengejar mobil Bayu dan memasukinya. Ia telah duduk di jok tengah.
Bayu yang melihat Nini Maru melalui dashboard mobil, merasa sangat terkejut. "haaaah..!!" Ia hampir saja kehilangan keseimbangan karena kini Nini Maru telah berada didalam mobilnya.
Bayu segera menepikan mobilnya, lalu berhenti.
"apa sebenarnya yang kau inginkan?!! Aju juga tidak sudi bersekutu denganmu jika bukan karena jeratanmu.!" hardik Bayu dengan kesal.
"carikan aku tumbal janin.. Atau kau akan menyesalainya.! Aku akan memerintahkan sekutuku genderuwo untuk menggauli wanita pujaanmu. Jika kau tidak mengindahkan permintaanku, maka wanita itu akan ku hancurkan.. Hihihihihi.." ucap Nini Maru sembari menampakkan taringnya yang memanjang.
"ja..jangan.. Jangan sakiti dia.. Aku akan mencarikannya untukmu, tetapi beri aku waktu..!" pinta Bayu kepada Nini Maru dengan memelas.
Bagaimana mungkin Ia akan membiarkan Juwita hatinya digauli oleh makhluk jelek berbulu itu..
Nini Maru tersenyum menyeringai. "bagus.. Jika kau patuh, maka semua akan berjalan dengan semestinya." ucap Nini Maru, lalu menghilang dikegelapan malam.
Bayu merasa bergidik mendengar ucapan Nini Maru. "dasar..!! Iblis sialan..!! Dia telah memerasku..!" Bayu menggerutu dengan kesal.
Bayu melanjutkan perjalanannya, kembali pulang kerumah.
Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, akhirnya Bayu telah tiba dirumahnya.
Sesampainya di rumah, Bayu memasuki gararasi mobilnya.
Setelah memarkirkan mobilnya, Ia keluar dari sana. Saat akan melintasi perkarangan depan, Ia melihat sesosok makhluk berbulu, tinggi hitam sedang menatapnya.
Bayu terperanjat. Ia tidak menyangka jika makhluk itu tiba-tiba muncul begitu saja. "apakah Nini Maru akan benar-benar dengan ancamannya. Jika saja makhluk itu sampai berani menyentuh Mala, maka akan hancurkan dia..!!" Bayu berguman kesal. Ia menggerakkan gigi-giginya.
Genderuwo itu menatap tajam, lalu mengeluarkan suara geraman yang menakutkan. Matanya merah menyala, lalu perlahan menghampirinya, lalu sudah berad dekat di hadapannya.
__ADS_1
Bayu terperanjat. "haah..?! Mau apa kau..? Tanya Bayu sedikit kalut.
Makhluk itu menatap dengan tatapan intimidasi, dimana menyiratkan agar Ia memenuhi semua keinginan Nini Maru.
Bayu mendengus kesal. Ia tidak mengerti, mengapa harus sampai terjerat dengan sepasang iblis ini.
Setelah memberikan ancaman kepada Bayu, Genderuwo itu menghilang dengan meninggalkan aroma pandan wangi.
Bayu bergegas memasuki rumah dengan perasaan kesal.
Saat Ia melintasi kamar Rumi dan Nia, Ia mendengar suara rintihan manja dari orang yang sedang bercinta, Bayu berinisiatif merekam adegan tersebut. Sepertinya Ia akan menggunakan rekaman itu untuk mengintimidasi para pekerjanya.
Bayu berjinjit-jinjit menghampiri pintu kamar tersebut, lalu Ia memulai untuk merekam.
Bayu membuka paksa pintu kamar Rumi dan Nia.
Saat pintu dibuka, Bayu terperanjat dengan apa yang dilihatnya. Dimana kedua asisten rumah tangganya itu sedang bergumul dengan makhluk berbulu dan menyeramkan itu. Bayu menjatuhkan phonselnya. Ia tidak menduga jika makhluk itu benar-benar melakukannya.
Ia membayangkan bagaimana jika sampai Makhluk itu melakukannya pada Mala.
"dasar..!! Makhluk sialan.!!" ucap Bayu, sembari berlari, dan memyempatkan untuk memungut phonselnya. Ia menuju kamarnya.
"Nimi Maru benar-benar ingin memerasku..?! Ia sengaja memanfaatkan aku untuk mencari tumbal tersebut. Kemana aku harus mencarinya.?" Bayu berguman lirih, dan sedikit gelisah. Bagaimanapun Ia tidak ingin jika sampai Mala di gauli oleh makhluk menjijikkan itu.
Bayu bergegas berjalan menuju kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya ditepian ranjang. Matanya menatap langit-langit kamar dengan nanar.
Bayu beranjak dari ranjangnya. Ia menuju kamar rahasia itu. Sesampainya disana, Ia menghidupkan saklar lampunya. Lalu mengunci pintu kamar tersebut.
"kemana iblis betina tersebut..? Apakah Ia sedang kelayapan dimalam jum'at ini? Atau Ia sedang mengintaiku juga?" Bayu berguman lirih dalam hatinya.
Ia menuju altar tempat pemujaan. "keris.. Kemana keris itu? Mengapa menghilang?" Bayu kebingungan. Ia tidak menyadari jika keris itu kini sudah bersemayam didalam tubuhnya. Namun hanya Ia belum dapat menggunakan fungsinya, karena tidak tahu caranya. Dan hal ini yang membuat Nini Maru memanfaatkannya.
Nini Maru yang sedari tadi mengintanya, merasakan jika saat ini Bayu sedang gelisah karena takut akan hal terjadi sesuatu dengan Mala.
"ternyata hati orang yang sedang jatuh cinta itu sangat rapuh. Hihihihihi
Nini Maru tertawa seringai. Ia akan terus memperdaya Bayu dengan segala tipu daya muslihatnya.
Ssssssshhhhhsss...
Suara desisan seseorang. Bayu merasakan jika ada kehadiran makhluk astral yang mengintainya.
Bulu kuduknya meremang. Ia merasakan jika Nini Maru saat ini sedang berada disekitarnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Bayu teringat akan Mala. Ia ingin memastikan jika wanita itu tidak diganggu oleh iblis berbulu itu.
Ia keluar dari kamar rahasia, lalu kembali menuju garasi.
Saat melkntasi ruang tengah, Ia berpapasan dengan Rumi. Tampak wanita itu merundukkan kepalanya karena malu.
Bayu berpura-pura tidak melihatnya. Namun Ia mengjentikan langkahnya, dan menoleh kepada Rumi.
"Rum.. Bisa bicara sebentar?" ucap Bayu dengan dingin.
Rumi hanya mengangguk, antara takut dan juga malu.
" kalau begitu ikut dengan saya.." ucap Bayu, sembari melangkah menuju garasi.
Rumi merasa dag dig dug.. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh majikannya ini.
Setelah Bayu mengeluarkan mobilnya, Ia meminta Rumi untuk memasuki mobil.
Rumi mematuhi sang majikan. Ia berfikir jika sang majikan juga akan menggilirnya seperti Danang.
Jikapun benar, mungkin tak akan menolaknya. Apalagi majikannya itu sangat tampan, mana kuasa Rumi menghindarinya.
Setelah mobil melaju, Bayu membawanya kesebuah jalanan sepi dan sunyi. Bayu menghentikan mobilnya dan menepi.
Ia menarik nafasnya dengan panjang. Lalu menoleh kepada Rumi.
"kamu mau aku beri bonus tiap bulan?" tanya Bayu dengan dingin, tanpa menoleh kepada Rumi.
Rumi mengangguk mengiyakan. Siapa juga yang tidak mau diberi bonus tiap bulan.
"kamu sudah telat berapa minggu?" tanya Bayu menatap dengan tatapan tajam.
Rumi gelagapan.. Ia sangat malu dan juga takut.
"jawab..!! Atau aku akan menyebarkan vedeomu..?!" ancam Bayu.
"emm.. Anu tuan.. Telat 3 minggu.." jawab Rumi dengan tergagap.
"bagus.. Nanti kita beli obat penggugur janin, jika janin, namun jangan beritahu siapapun. Nanti bawakan janin itu kepada saya jika sudah gugur. Dan saya akan memberikan bonus yang besar. Setelah itu kamu harus bercinta lagi dengan Danang, setelah mengandung, kamu juga harus setoran janin kepada saya, dan saya akan berikan kamu uang.. Apa kamu faham?" Ucap Bayu dengan penuh intimidasi.
"tapi.. Tuan.." ucap Rumi tergagap.
"tidak ada tapi-tapian. Dan sampaikan juga pada Nia, agar menjaga kandungannya. Jika sampai kamu berniat melarikan diri, maka bersiaplah akan menanggung resiko. Vedeomu akan saya sebarkan. Dan seluruh dunia melihatnya." ucap Bayu penuh ancaman.
__ADS_1
Rumi bergidik mendengarnya.
"ba..ba..baik Tuan saya mengerti.