Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Bram


__ADS_3

Jayanti berulang kali menelfon Bram. namun tak tersambung. "kamu lagi apa sih pa.? susah banget dihubungi." Jayanti menggerutu.


Ia mencoba menghubungi Ayundi sang ibu mertua. sambungan telefon tersambung. "Hallo ma.. apa kabar..?" ucap Jayanti berbasa basi.


"Alhamdulillah baik..kamu dan cucuku bagaimana kabarnya..?" jawab sang ibu mertua.


"Alhamdilillah baik Ma.." ucap Jayanti dengan sopan.


"Ma.. ada mas Bram gak mah disitu..?" ucap Jayanti penuh harap.


"sepertinya dia sedang tertidur." ucap Ayundi menjelaskan.


"Astaga.. pantesan saja dari tadi dihubungi gak tersambung juga.." Jayanti menepuk keningnya. kepalanya terasa sakit.


" bisa kena stroke aku kalau begini.." ucap Jayanti memijat kepalanya yang terasa pusing.


"ada apa rupanya yan..?" ucap Ayundi dari seberang telefon.


"emmm..bisa bangunkan sebentar ma..? soalnya ada keperluan yang sangat penting." jawab Jayanti dengan sopan.


"oh.. bentar ya. soalnya, tadi Ia juga baru balik dari Osaka bersama papamu" ucap Ayumdi menjelaskan.


terdengar suara derap langkah dari seberang telefon. Lalu suara derit pintu dibuka. "Bram...bram.. bangun nak.." suara lembut ayundi membangunkan anak lelakinya.


"emmm.." terdengar suara Bram mengguman.


"bangun nak..ini istrimu menelefon."ucap Ayundi sembari mengguncang tubuh Bram.


Bram tersentak, lalu mengucek matanya dan meraih panggilan telefon tersebut.


"iya sayang..ada apa..?" ucap Bram lirih, karena masih mengantuk.


Jayanti menceritakan semua maslah yang sedang dihadapinya.


Bram mendengarkan dengan seksama. "seminggu lagi papa usahakan pulang ya. mama jangan terlalu panik. dan untuk masalah skorsing Satria biar papa yang urus dari sini." ucap Bram menenangkan istrinya.


"bener ya pa..?" ucap Jayanti penuh harap.


"Mama tenang saja, papa akan membuat wanita itu tak berkutik." ucap Bram dengan meyakinkan hati istrinya.

__ADS_1


"terimakasih pa.." ucap Jayanti sumringah. lalu mengakhiri sambungan telefonnya.


wajahnnya kini tampak cerah kembali. Ia membuka laci nakasnya, mengambil obat kolestrolnya. kepalanya sedari tadi terasa mendenyut.


Jayanti meminum obat kolestronya. Ia merebahkan tubuhnya diranjang. rasa sakit dikepalanya kian menyiksanya, ditambah lagi masalah yang kini dihadapinya.


 


Rianti menyetir mobilnya sendiri. Ia ingin menginap dihotel. Rey membuatnya pusing. kelakuan anak itu semakin tidak terkontrol. apalagi Ia sekarang menyukai darah segar. bahkan darah menstruasi juga menjadi menu favoritnya.


kemarin Ia meminta daging mentah, memakannya tanpa dimasak terlebih dahulu. Ia memakannya dengan rakus. Rianti keawalahan menghadapi anaknya tersebut.


Rianti telah memesan hotel secara online. Ia menghentikan mobilnya diparkiran hotel. memasuki ruangan adminitrasi untuk melengkapi datanya. setelah itu, Ia menuju kamarnya dengan sangat tergesah-gesah.


Ia membaringkan tubuhnya dikamar hotel nan mewah.Ia merilekskan sejenak tubuhnya yang terasa penat.


setelah satu jam lamanya berbaring, Ia merasakan tubuhnya mulai segar. "mengapa Rey berubah menjadi menyeramkan seperti itu..?" Rianti merasa bulu kuduknya meremang. selama ini Ia menyaksikan nini maru memakan janin sudah hal yang biasa, namun Rey anaknya membuatnya sedikit merasa ngeri.


Rianti merasa lapar. Ia beranjak dari kamarnya. pergi kedasar hotel. menuju restaurant untuk mencari makanan.


sesampainya direstaurant, Rianti duduk di meja paling sudut. dari kejauhan, tampak dua orang pria datang menuju kearahnya. kedua pria berbadan kekar dan tampan itu semakin mendekatinya.


tanpa persetujuan Rianti, kedua pria itu duduk mengapit Rianti. " mengapa nona secantik anda duduk sendiri..?" ucap pria yang sedari tadi diam.


Rianti menjadi kikuk mendengar pujian kedua pria tersebut. Ia merasa dirinya berada diawang-awang. karena selama ini Ia tak pernah mendapatkan kata pujian tersebut. bahkan Reza sendiri belum pernah mengucapkan kata itu padanya.


seorang pramusaji datang membawakan menu pesanan. Rianti merasa heran, karena Ia belum memesan apapun. "saya belum memesan menu..?" ucap Rianti kepada pramusaji.


"kami yang memesankannya khusus untukmu nona." ucap Keduanpria kekar tersebut.


sebuah minuman coktail, tersaji didalam gelas nan mewah. salah satu pria itu menyodorkannya kepada Rianti.


dengan canggung Rianti menerimanya. Ia mencoba minuman tersebut. rasanya sedikit aneh dilidahnya. karena perpaduan antara sari buah dan alkohol.


Rianti menenggak minumannya hingga habis. seorang. seorang diantaranya mulai menyentuhkan jemarinya diarea sensitif milik Rianti.


wanita itu mencoba menepisnya, tetapi perasaan menginginkan lebih. Ia menggeliatkan tubuhnya layaknya seperti ulat bulu. kedua pria itu memberi kata kunci satu sama lain.


 

__ADS_1


Rianti mengerjapkan matanya, kepalanya terasa sangat berat. Ia mengitari pandangan matanya kesegala arah. Ia melihat telah berada difalam kamarnya. Yang lebih mengejutkannya, tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Ia melihat kedua pria tersebut berada disisi kiri kanannyaa.


"hah.." Ia terperanjat. Ia mencari selimut dan pakaiannya. namun tak Ia temukan. seorang pria berbadan kekar, memutar layar proyektor, menampilakn dirinya yang sedang bercinta dengan dua pria tersebut. Ia bingung dengan apa yang dilihatnya. Ia mencoba mengingat-ingat tentang apa yang terjadi semalam.


Ia baru sadar, jika Ia melakukan percintaan dengan dua pria itu sekaligus. namun Ia tak menyangka, jika perbuatannya akan direkam oleh mereka.


"apa yang kalian inginkan..?" ucap Rianti angkuh.


seorang dari mereka menyodorkan secarik kertas "baca, dan tanda tangani.." ucap pria itu penuh penekanan.


Rianti menatap tajam. "jika aku menolak.." tantangnya.


pria berbaju hitam itu mendekatinya. "maka kami akan menyebarkan vedeomu. dan vedeo itu akan menguntung kami tentunya, karena akan banyak yang menontonya dan menghasilkan uang bagi kami." bisik pria itu dengan menyeringai.


Rianti merasa ciut juga. meskipun Ia bersikap nakal, tetapi jika vedeo vulgarnya terekspos tentu akan merusak reputasinya.


dengan terpaksa Ia menandatanganinya. kedua pria itu menyeringai. "bagus nona. dan terimakasih atas pelayananmu.." ucap pria itu sembari mengacungkan jari tengahnya kepada Rianti. mereka beranjak pergi meninggalkan kamar tersebut.


"brengsek..berani sekali mereka mempermainkanku." ucap Rianti geram.


--------------


"baik bos..sudah kami bereskan." ucap seorang berpakaian hitam kepada lawan bicaranya diseberang telefon.


"bagus..dan kirimkan rekaman file vedeo tersebut kepada saya." ucap orang tersebut.


orang pria berpakaian hitam itu membuka gadgetnya, lalu mengirimkan sebuah rekaman kepada orang yang dipanggilnya dengan sebutan 'bos'.


"kalau begitu, kabarkan pada nyonya jika semuanya sudah teratasi. pastikan esok semuanya sudah selesai. jika perempuan itu mencoba bermain-main dengan saya, maka lenyapkan saja Ia tanpa jejak." ucap pria itu dengan nada perintah.


"baik..akan kami laksanakan." jawab pria berbadan kekar dan berpakaian hitam itu.


Ia memasuki sebuah mobil berwarna hitam, disana sudah terdapat seseorang yang sudah bersiap untuk pergi. "jalan..kita kerumah seseorang, untuk memberikan sebuah pelajaran." ucapnya dengan tegas.


mobil itu memasuki sebuah rumah mewah. dengan menodongkan senjata api, Ia menyekap security yang sedang bertugas. mereka menerobos masuk kedalam rumah. seorang pria berkacamata dan sudah beruban sedang berada didalam ruangan kerjanya. kedua pria itu mengintimidasinya. "pastikan esok sudah selesai." ucap salah satu pria itu.


pria berkacamata itu sangat ketakutan dibawah ancaman kedua pria kekar tersebut.


setelah melakukan penekanan mental, keduanya berlalu meninggalkan pria berkacamata dengan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2