
Dimedia tersebar berita dengan penemuan puing-puing tubuh korban yang menjadi penumpang pesawat tersebut.
Badan pesawat yang hancur juga ikut mengapung bersama puing-puing tubuh korban. Potongan-potongan tubuh itu dikumpulkan oleh pihak Basarnas untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang menjadi korban kecelalaan pesawat.
Sebuah potongan tubuh berupa lengan, paha, kepala dan sebagian dada manusia ditemukan mengapung dibagian potongan tubuh yang lain. Tentunya tanpa identitas.
Setelah diangkat kepermukaan, para keluarga telah menunggu diatas pelabuhan. Bagi yang mengenali benda-benda milik korban maka pihak kepolisian tidak melakukan tes DNA, dan langsung menyerahkan kepada keluarga, setelah melewati proses yang sesuai prosedur terlebih dahulu.
Potongan tubuh sebagian dada pria tersebut tidak ada yang mengenalinya. Maka bagi keluarga yang lain diminta untuk menyerahkan rambut sebagai sample untuk dilakukannya tes.
Satria orang yang paling terkebih dahulu maju untuk menyerahkan sample kepada pihak yang berwenang.
Ia juga berharap akan menemukan jawaban tentang pertanyaan siapa dirinya.
Seminggu kemudian, hasil menunjukkan jika itu adalah positif. Dan Satria dinyatakan anak dari pemilik potingan tubuh sebagian dada tersebut.
"baiklah, ini potongan tubuh milik ayah anda. Dan sekarang bisa dibawa pulang untuk dimakamkan." ucap salah seirang anggota kepolisian yang bertugas.
Satria menerimanya, namun Ia merasakan ada kejanggalan didalam hatinya. Ia menolak keras hasil tes tersebut dalam hatinya.
"mengapa aku ragu dengan hasil tes tersebut..? Apa sebaiknya aku melakunnya sendiri..?" ucap Satria dalam kegundahan hatinya.
Ia menerima potongan tubuh milik Bram, yang baru saja dikeluarkan dalam lemari pendingin.
Dalam pandangannya, Ia melihat siluet bayangan wajah kepanikan Bram saat pesawat dinyatakan mengalami masalah. Begitu juga dengan penumpang yang lain, mereka seakan merasakn maut telat mengintai didepan mata. Hingga pesawat itu akhirnya meledak dengan mengeluarkan suara kedakan yang sangat menggelegar dan menyemburkan api yang sangat besar.
Satria tersentak, saat memandang tubuh tersebut dan siluet lain muncul dalam pandangannya dengan samar-samar. Sepasang suami istri menyusuri jalanan sunyi diperkampungan yang jauh dari penduduk.
Lalu tampak dalam bayangan samar-samar itu pasangan itu yang tampak mendatangai sebuah rumah gubuk yang sangat reot.
__ADS_1
"haah..!! Satria sedkit terperanjat dengan apa yang dilihatnya,. "Apa sebenarnya yang terjadi Siapa pasangan itu..?" Satria berguman lirih dalam hatinya.
Lalu seorang petugas meminta Satria untuk menandatangani pengambilan jenazah tersebut.
Satria segera bergegas melakukan prosedur yang diminta, lalu membawa potongan jenazah milik Bram kerumah untuk segera dilakukan fardhu kifayah dan dimakamkan.
Satria menghubungi Jayanti, bahwa makam itu cocok dengan DNA-nya, lalu meminta keluarga
Dirumah, Rakesh, Ayunda, Jayanti dan yang lainnya, telah menyambut kedatangan jenazah Bram yang sudah tidak utuh lagi. Isak tangis menyambut kedatangannya.
Jayanti berulang kali tak sadarkan diri. Ia belum sanggup menerima keoergian Bram. Lama mereka berpisah, namun ketika kepulangannya hanya sebuah nama saja.
Prosesi pemakaman segera dilakukan. Jayanti terus saja menangisi kepergian Bram hingga semua orang telah berpulangan namun Ia bersikeras tetap berada dipemakaman tersebut.
Setelah Satria, Ayunda dan Rakesh memberikan rayuan, akhirnya Jayanti bergerak dari tempat tersebut.
Sesampainya dirumah, Jayanti mengurung dirinya dikamar, tak ingin menemui siapapun.
Selama di Osaka. Jepang. Bram telah menandatangani surat wasiat pewarisan harta, yang mana jika kelak Ia meninggal, maka akan diserahkan kepada Satria.
Setelah membacakan isi dari surat wasiat tersebut, Satria terdiam sejenak, Ia memandang kepada semuanya. "didalam warisan ini, ada hak mama yang juga harus dikeluarkan sebagai istri sah almarhum papa, begitu juga dengan opa dan oma." jawab Satria dengan sopan.
lalu Rakesh menuruti permintaan Satria, "jika kamu ingin memberikan bagian untuk kami, maka kami menerimanya, dan kami menghibakannya kembali untukmu. Ambillah, untuk bekal mada depanmu. Dan untuk bahian Jayanti kami sudah mempersiapkannya terpisah dari milikmu." Rakesh menjelaskan kepada Satria.
Setelah semua akad penerimaan warisan itunsekesai. Rakesh dan Ayunda terbang ke Osaka untuk kembali pulang.
Tinggal Jayanti dan Satria yang kini dalam kebisuan. "Ma.. Jika mama menginnginkan harta ini, mama bisa mengambilnya dari Satria." uvap Satria jujur.
"Mama tidak menginginkannya, asalkan kamu tidak meninggalkan mama." hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu beranjak dari tempat dudiknya menuju kamarnya. menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
Meskipun telah menerima warisan dalam jumlah yang fantastis, namun Satria merasakan hatinya kosong. Ia tidak begitu bersemangat. "mengapa aku meragukan hasil test DNA tersebut.? Aku ingin menanyakannya kepada mama, namun nanti saat kondisi sudah mulai normal. dan aku akan mencari cara untuk melakukan tes DNA ulang secara diam-diam." Satria berguman lirih.
"aku harus bisa mendapatkan samplenya, dan itu ada dikamar mama. Sisir rambut papa.. Ya aku harus mendapatkan sisir papa." ucap Satria bersemangat.
Saat itu, siluet tubuh pasangan yang sedang terlihat sangat terburu-buru itu sedang memasuki gubuk reot milik seseorang. "mengapa bayangan itu selalu muncul.? Siapa mereka..?" Satria berguman lirih.
--------
"aaaakkh.." Satria berteriak, Ia tersentak dari tidurnya, saat ini Ia sedang bermimpi buruk.
Dalam mimpinya Ia melihat sesosok prua misterius sedang mengambil paksa satu janin dari perut seseorang. Tampak janin itu sedang tertidur pulas dalam sebuah tempat yang sangat nyaman.
Namun sosok pria itu telah mengusik tempat ternyamannya dengan memindahkannya kepada tempat tidur yang lain.
Janin itu merasa terganggu, namun sosokbprua misterius itu tetap tidak perduli.
Lalu, pasangan suami istri yang tak jauh disisi pria misterius itu tampak senang dan bersemangat.
Satria kembali bermimpi aneh. Nafasnya memburu. Keringat dingin bercucuran dari pori-pori kulitnya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.
Satria merasakan jika akhir-akhir ini Ia sering bermimipi buruk.
Satria membuka laptopnya, Ia ingin berseluncur didunia maya, untuk menghilangkan sejenak bebannya.
Saat itu Ia teringat akan file vedeo tentang Jayanti saat melahirkan dulu.
Ia membuka file tersebut. Lalu menontonnya kembali. Saat itu, tampak dari suaranya Bram sedang merekam momen melahirkan Satria. Tampak Jauanti melahirkan dengan proses normal.
Disana tercatat tanggal kelahiran sang bayi dengan jelas. Bahkan diranjang bayi milik rumah sakit tertera nama 'Satria', putera nyonya Jayanti..
Semua bukti yersebut mengarah kepada jika Satria anak Bram dan Jayanti. Namun mengapa perasaaan meragukan semua itu.
__ADS_1
Satria menutip laptopnya, lalu berwudhu. Ia melaksanakan shalat sunnah tahajjud.
Di sepertiga malam ini, Ia memunajadkan doa kepada Rabb-Nya, "Ya Rabb.. Mengapa aku meragukan jati diriku. Berilah aku petunjuk-Mu, tentang siapa aku sebenarnya. Dengan cara-Mu dan dengan Jalan-Mu.. Aamiin. " Satria menyerahkan urusannya kepada Dia yang menciptakannya.