Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Resign


__ADS_3

Bayu masih memikirkan segala perbuatannya saat itu.


Ia merasa malu saat berhadapan dengan Satria. Ia masih belum berani berangkat kekantor. Meskipun sebenarnya pekerjaan mereka masih sama-sama saling membutuhkan.


Namun ke khilafan Bayu yang tak mampu menahan hasratnya saat melihat Mala, membuatnya harus menerima konsekuensinya.


Ia tidak menyangka, jika dibalik hijab Mala tersimpan wajah yang sangat ayu rupawan. Mata indah itu begitu sangat memesonanya. Ia tak mampu menahan dirinya untuk itu.


Lamanya menduda bukanlah hal muda baginya. Selama sekian lama Ia selalu berusha menahan hasratnya. Hanya saja Ia selalu menuntaskan segala keinginannya melalui boneka- boneka karet yang sengaja diproduksi untuk mampu menyalurkan hasrat bagi mereka yang kesepian.


Setelah pertemuannya dengan Nini Maru yang mengajaknya bercinta, membuatnya ingin mengulang kembali masa kehangatan itu. Sehingga saat melihat Mala Ia tak mampu menahannya.


Kecantikan Mala yang dianggap mengalahkan Nimar, membuatnya begitu terpesona dan menggelitik hatinya.


"maafkan saya Mas Satria.." ucapnya lirih sembari menyesali perbuatannya. Ia mengakui jika itu adalah sebuah ke khilafannya.


Saat Ia sedang merasa galau, Nimar tiba-tiba saja berjalan dari arah pintu masuk kekamar.


Bayu tersentak kaget. Ia bingung dengan Nimar, karena dapat dengan mudahnya keluar masuk kedalam rumahnya. Padahal semua pintu tertutup rapat.


"bagaimana kamu bisa masuk kerumah saya..?" tanya Bayu heran.


Nini Maru tidak menjawabnya. Ia hanya berjalan sembari merangkak naik keatas ranjang. Setelah wajahnya begitu dekat dengan Bayu, Ia membisikkan kata tepat ditelinga Bayu "bersekutulah denganku, aku akan menjanjikan kemewahan harta dunia dan kesenangan padamu" ucap Nimar tepat ditelinga Bayu dengan lembut.


Bayu mencium aroma kembang kantil dan kenanga yang berasal dari tubuh Nimar.


Bayu bagaikan orang yang kehausan ditengah padang gurun pasir. Mendapatkan kata-kata yang menjanjikan begitu membuatnya menemukan sumber air yang sangat melegakan.


"apa saja syarat yang harus ku lakukan.?" tanya Bayu dengan serius.


Nini Maru membulatkan matanya, lalu memandang penuh amarah.


"bukankah aku sudah mengatakannya waktu itu..?" Nini Maru menatap tajam kepada Bayu.


Bayu mengernyitkan keningnya. "kapan kamu menjelaskannya padaku..?" Tanya Bayu bingung, karena Ia merasa jika Nimarnya tidak pernah menjelaskan apapin padanya.


"apa..?! Kamu tidak mengingatnya..? Bahkan kamu juga sudah mengucapkan persekutuan kita.." ucap Nini Maru berang.


"kapan..?" tanya Bayu bingung.


"saat kau bercinta denganku.!!" jawab Nini Maru semakin kesal.


Bayu terperangah, Ia tidak menyadari jika Ia pernah mengucapkan perjanjian dengan seseorang.


"tetapi aku benar-benar tidak mengingatnya. Bolehkah kau mengulanginya kembali..?" tanya Bayu memohon.


"apanya yang mau diulang.? Perjanjiannya apa plus-plusnya..?" tanya Nini Maru dengan tatapan penasaran.


Bayu menatap Nimar dengan senyum nakal. "terserah kamu, mau mengulang yang mana" balas Bayu.


Nini Maru memalingkan wajahnya. "dasar pria sialan..!! Maunya double." Ia menggerutu lirih.


"apakah kau tau syarat perjanjian itu..? Kau harus menyediakan sesasi untukku.!" ucap Nimar dengan tegas.


" sesaji..? Bukankah itu biasanya untuk pemujaan kepada Syetan..?" tanya Bayu dengan bingung.


Raut wajah Nini Maru menjadi penuh amarah. Wajahnya yang semula cantik bak artis Hollywood, seketika berubah menjadi menyeramkan.


"haaah..! Siapa kau.. Kau..kau..!" teriak Bayu dengan wajah memucat. Ia tidak menyangka jika beberapa hari ini Ia telah bercinta dengan seorang wanita berwujud iblis berumur ribuan tahun.


"kau telah mengucapkan perjanjian denganku, maka tidak dapat kau ubah lagi. Kau harus tetap melaksanakannya." ancam Nini Maru.


Bayu memucat, Ia benar-benar tidak mengingat perjanjian itu.


"tetapi aku benar-benar tidak mengingat perjanjian itu." jawab Bayu dengan heran.


"lalu apa yang kau ingat.?" ucap Nini Maru dengan membulatkan matanya.


"saat itu aku hanya mengingat jika bercinta denganmu sangat enak.. Tetapi sekarng gak lagi..!! Aku memutuskan perjanjian gila itu setelah melihat wjudmu.!!" jawab Bayu percaya diri.

__ADS_1


"hahhaahhahihihi.. Kupastikan kau akan mencariku, dan kau tidak dapat dengan mudah untuk melepaskan tali perjanjian itu dengan begitu saja. Saat ini kau benar- benar menjadi budakku." ucap Nini Maru dengan sinis dan ancaman.


Kukunya yang tajam, sengaja Ia tekankan dengan kuat kewajah bayu, hingga membentuk sebuah ceruk.


Bayu merasa gemetar dan ketakutan. Taring Nini Maru begitu dekat dengan Bayu, Ia tidak membayangkan jika Nini Maru menancapkan taring itu di lehernya. Bayu merasa bergidik ketakutan. Ia tidak pernah membayangkan jika harus berurusan dengan iblis kegelapan.


"karirmu sudah hancur..!! Tidak akan ada tempat diperusahaan itu untukmu.!! Kau sudah tamat..!" ucap Nini Maru kepada Bayu. Ia berusaha menjadi kompor yang siap mbleduk untuk terus mengkompori Bayu agar melakukan pengunduran diri dari perusahaan itu.


Bayu menjadi dilema. Perkataan Nini Maru ada benarnya, Ia tidak mungkin jika harus tetap bekerja disana, karena Ia telah mencoreng wajahnya sendiri.


"apakah kau masih sanggup bertemu muka dengan bocah tengil itu..?" tanya Nini Maru mulai menggoyahkan hati Bayu.


"Bocah tengil..? Bocah yang Mana.?" jawab Bayu bingung.


Nini Maru semakin geram.." Bocah mantan majikanmu yang kini memiliki semua kekayaannya itu.!!" ucap Nini Maru dengan amarah.


"Mas Satria, maksud Kamu..?" tanya Bayu, tanpa menoleh kearah Nini Maru, baginya wajah itu tisak layak untuk dilihat.


Nini Maru kembali mengubah wujudny menjadi Nimar yang cantik bak artis Hollywood.


"Ya.. Dia yang kumaksud..!" ucap Nini Maru.


"jika kau meninggalkan perusahaan itu, maka perusahaan itu akan mengalami kebangkrutan, karena selama ini kamu yang mengetahui segala seluk beluknya. Sedangkan bocah tengil itu hanya baru sekarang terjun kedalamnya. Ibarat orang yang tidak pandai berenang terjun dari ketinggian, maka akan kelelep dan tenggelam." Nini Maru terus mempengaruhi Bayu.


"jika kau bekerja sama denganku, maka kau dengan mudah melihat kehancuran mereka, dan kau akan berjaya dengan segala kekayaan." Bisikan Nini Maru terua mencuci otak Bayu agar ikut terjerumus kedalam kesesatan.


"beri waktu aku untuk memikirkannya." ucap Bayu, sembari menoleh kepada Nimar.


"giliran wajahku cantik saja Dia mau melirikku, waktu jelek dia gak mau. Berbeda dengan Reza yang aku selalu tampil jelek tetapi tetap menerimaku." Nini Maru menggerutu dalam hatinya, meskipun Ia tidak memiliki Hati.


nini maru memandang wajah Bayu. " kamu tidak punya pilihan, kamu sudah terlanjur mengucapkannya saat bercinta malam itu..!" ucap Nini Maru penuh penekanan.


"koq kamu maksa sih..? Kan aku mengucapkannya tanpa sadar..!" Bayu membela dirinya sendiri.


"kau tidak memiliki pilihan..!! Saat malam jum'at nanti, sediakan sesaji untukku berupa ingkung ayam cemani, darah segar ayam cemani, kopi hitam pahit, kembang setaman, juga jangan lupa sebatang rokok.!!" Nini Maru menjelaskan.


"haaaah..Rokok juga..!!" Bayu mengernyitkan keningnya.


"Kamu ini setan apa preman sih..?!" Bayu menatap bingung.


"Ke..du..a..nya..!!" tekan Nini Maru dengan emosi.


"dan jangan lupa, saat malam jum'at kliwon, mala satu suro, maka kamu harus sediakan untukku tumbal janin.!!"


Bayu terlonjak kaget.. "gila.. Aku tidak mau..!!" jawab Bayu sengit.


Nini Maru tersenyum menyeringai.."jika kamu tidak mau, maka nyawamu yang akn menjadi gantinya. Kau akan menemani jiwa seseorang yang juga kini terkurung didalam sebuah penjaraku..!! Hihihihihi..." tawa Nini Maru memekkan telinga Bayu. Ia gemetaran.


Ia tak pernah membayangkan jika Pertemuannya dengan wanita iblis ini akan menjerumuskannya pada kesesatan.


---------♡♡♡♡♡------


Satria diam dalam keheningan. Ia tidak mengerti mengapa semua ini harus terjadi. Saat Ia baru saja menemukan kebahagiaannya dengan bertemu ibu kandungnya, kini Ia harus menerima sikap Mala yang diam seharian. "Ini semua karena ulah pak Bayu yang tidak mampu mengontrol hasratnya..!" Satria menggerutu dengan kesal.


Ia teringat akan Jayanti. Ia bergegas kekamar mandi, mengambil wudhu, lalu pergi keluar.


Satria tidak melihat Mala ibunya, karena Mala masih mendekam dikamar. Mala belum juga keluar kamar dari semalam. Satria pergi menuju garasi mobilnya.


Ia mengendarai mobilnya dengan hati gelisah. Ia sampai dipemakaman umum. Ia menuju dua buah makam milik Jayanti dan Bram. Ia melakukan ziarah disana.


Sesampainya disana, Ia duduk beralaskan dedaunan, lalu memulai membaca Yasin dan dihadiahkan kepada Jayanti dan Bram.


setelah selesai memberikan hadiah Fatiha kepada keduanya, Ia memetik bunga kamboja yang bamyak tumbuh disana. "Terimakasih Ma, Pa.. meskipun kalian telah menculikku dari Rahim ibuku, tetapi aku tau kasih sayangmu tulus untukku." ucap Satria dengan mata yang berkaca-kaca.


"semoga Rabb-ku memberikan kelapangan kubur, dan husnul khatimah.." ucapnya lirih.


Dan ternyata kata bung Rhoma itu benar. Jika sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga. Satria begitu sangat menyesali, selama ini Ia begitu sedikit abai kepada keduanya.


"Maafin Satria Ma, Pa.. Jika selama ini belum menjadi anak yang baik.." Satria berguman lirih.

__ADS_1


Ia teringat akan Mala yang saat ini sedang berdiam diri. "mungkin Ibu masih trauma, aku harus memberikannya waktu.." Satria menata hatinya.


"tetapi mengapa pak Bayu begitu sangat tergoda melihat Ibu..?" Satria bertanya dalam hatinya.


Bagaimana mungkin Satria dapat memahami perasaan pak Bayu. Jika sendiri saja tidak pernah bergetar dengan gadis manapun. Bahkan gadis secantik Shinta saja tak mampu menggetarkan hatinya, lalu bagaimana Ia dapat memahami apa itu cinta..?


Suatu perasaan yang tak tau kapan Ia datang.. Cinta itu ibarat bermain jelangkung, datang gak diundang, pulang gak diantar.


Cinta juga dapat merubah orang baik menjadi jahat, dan orang jahat dapat berubah menjadi jahat. Ia datang sesukanya, dan juga pergi sesukanya. Ya..begitulah cinta.


Saat ini Satria belum pernah merasakan namanya jatuh cinta, maka bagaimana Ia dapat memahami perasaan Bayu. Dan Bayu juga tidak dapat dibenarkan, karena cintanya karena terobsesi dengan kecantikan Mala semata.


-------♡♡♡♡♡------


Mala masih berdiam diri didalam kamar, Ia tidak memahami mengapa nasibnya selalu menjadi pelecehan terhadap pria.


"sepertinya aku harus memutuskan untuk bercadar." Mala berguman dalam hatinya.


Keputusannya untuk bercadar Ia ambil karena Ia tidak ingin nasib sial menimpanya kembali.


Mala memesan pakai burqah/khimar/niqab secara online. Ia berniat akan merubah penampilannyanya dengan tidak memperlihatkan wajahnya kepada yang bukan mahramnya, demi untuk menjaga marwahnya dari fitnah para pria.


-----♡♡♡♡------


Pagi ini Satria telah berada diruangan kerja Bram yang kini menjadi miliknya. Ia memandang foto denga frame berwarna gold yang begitu tampak mewah. tampak dalam foto itu Jayanti duduk disebuah kursi, diapit oleh Bram dan Satria. foto itu terpasang didinding ruangan kerjanya. Ia memandang sendu foto wajah keduanya, lalu menghela nafasnya dengan berat.


Lisa sang sekretaris datang membawa sepucuk surat dari Pak Bayu, sebuah surat resign yang dilayangkannya dengan suka rela.


Keputusan Bayu menggemparkan perusahaan, karena Bayu adalah orang pertama yang ikut membangun perusahaan ini sejak awal merintis hingga menjadi besar seperti sekarang.


Satria merasa buah simalakama. Ia tidak tau harus memberiakn keputusan apa.


Satria menyandarkan kepalanya di snadaran kursi. Ia merasa serba salah. Desas desus tentang resignnya Bayu dari perusahaan menimbulkan berbagai gosip yang tak sedap.


Seharusnya saat Ini Satria duduk bersama membahas proyek yang akan dijalankan mereka. Andai saja kemarin mereka membahasnya di kantor, mungkin Bayu tidak akan bertemu dengan Mala ibunya, dan Bayu tidak akan tergoda dengan kecantikan ibunya, dan pelecehan itu tidak akan terjadi, dan Bayu masih tetap bekerja.


Namun semua sudah terjadi. Dan tidak ada.yang mesti dipersalahkan.


Satria menandatangani surat resign milkk Bayu, meski berat hati. Tetapi ini adalah jalan terbaik satu-satunya. Satria mengeluarkan semua berkas untuk pencairan BPJS ketenagakerjaan milik Bayu.


Ia juga memberi pesangon yang sesuai dengan kinerjanya dan semua gaji serta bonusnya. Bagaimnapun itu adalah haknya sebagai pekerja.


Satria juga tidak ingin memakan yang bukan haknya. Setelah menyelesaikan semua berkasnya, Satria mengirimkan berkas itu melalui email kepada Lisa agar segera memprosesnya.


Kini Satria harus mengurus segalanya sendiri. Ia tetingat perkataan Bayu jika ada seorang karyawan yang bekerja secara online dan memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan perusahaannya.


Satria menghubungi Lisa.


"hallo, Lisa, tolong kirimkan kepada saya data tentang karyawan yang bekerja kepada perusahaan kita secara online." titah satria kepada Lisa.


"baik Bos, akan saya kirimkan melalui email." jawab Lisa mematuhi.


Seketika sebuah pesan masuk ke emailnya. Dan saat Ia membuka data pribadi karyawan itu. Satria membulatkan matanya.


"Haaaah.." Ia mengatupkan kedua telapak tangan dimulutnya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


-------‐♡♡♡♡♡------


Bayu akhirnya mau tidak mau mengikuti semua apa yang diminta oleh Nini Maru. Ia terjerat perjanjian terlarang dengan iblis betina itu tanpa Ia sadari sebelumnya.


Jika Ia tidak memenuhi syarat dari Nini Maru, Maka nyawanya yang akan menjadi taruhannya. Bahkan Ia tidak dapat memutuskannya.


Bayu kini terjerat dalam kubangan dosa yang siap menyeretnya kedalam jurang api neraka.


Meski sebenarnya hatinya menolak, namun Ia tidak dapat mengelak.


Ia merasa bingung untuk mencari kemana janin yang diminta oleh Nini Maru. Jikapun ada, mana mungkin Ia tega menumbalkannya. Karena sesungguhnya hatinya juga masih memiliki nurani.


Jika Reza adalah manusia bejad, maka berbeda dengan Bayu, Ia masih memiliki nilai-nilai norma yang masih dijunjungnya tinggi. Perihal Ia dengan ibunya Satria hanyalah sebuah kesalahan tentang tidak mampunya mengontrol perasaan. Dan semua karena Nini Maru yang juga telah menggodanya.

__ADS_1


Bayu semakin pusing dengan permintaan Nink Maru yang baginya sangat memberatkan. Jika saja Ia dapat melepaskan jerat hubungan ini, maka Ia akan memilih hidup sederhana dengan segala pesangon yang diberikan oleh Satria.


__ADS_2