Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Berontak


__ADS_3

Bayu sampai dirumahnya. Ia memarkirkan mobilnya didalam garasi.


Ia melangkah dengan tergesah-gesah kedalam kamarnya. Bayu menyalin pakainnya, Ia berniat hendak mandi.


Namun tiba-tiba Ia merasakan tubuhnya begitu sangat bergetar. Keringat dingin membsahi sekujur tubuhnya. Perutnya seakan meliliit bak remasan ribuan tangan. Rasa sakitnya sungguh luar biasa.


Bayu jatuh lemah terduduk dilantai. Ia begitu amat tak berdaya. Rasa sakit itu begitu menyiksanya, Ia meremas perutnya dengan sangat kuat.


Seketika pandangan Bayu memudar, Ia tak mampu lagi menahan rasa sakit itu, lalu segumpal asap keluar dari ubun-ubun kepalanya diiringi Sebilah keris yang juga keluar dari sana. Tubuhnya bergetar sangat keras, seolah disengat ribuan volt aliran listrik.


Seketika keris itu meluncur, berputar-putar diudara bak sebuah gasing yang sangat kencang, lalu perlahan tegak memandangnya. dari dalam keris itu keluar sesosok bayangan hitam yang sangat begitu renta, tubuh kurus ceking dengan tatapan tajam menghujam jantung Bayu yang sekarang tampak lemah.


Sesaat Bayu mencoba menguasai dirinya. perlahan Ia bangkit dan duduk diatas lantai dengan tubuh yang masih lemah.


Bayu merundukkan kepalanya, Ia tak mampu membalas setiap tatapan itu, rasa sakit yang begitu dalam, baik fisiknya, maupan hatinya.


Ia merutuki terlahir dari keluarga penganut iblis. Ia tidak tau harus berbuat apa agar dapat tebebas dari kutukan yang mengerikan.


"Baaa..yuu..!! Bangkitlah.. Jadilah penerusku yang yang bersikap baik, hanya kau saja yang tersisa, maka berbuat patuhlah.! Turuti kehendak leluhurmu yang menginginkanmu menjadi penerusku." ucap Sosok tua renta nan ceking yang tak lain adalah ki Kliwon.


Setelah merasakan kondisi tubuhnya mulai membaik, Bayu berusaha untuk bangkit. Ia berdiri meski dengan terhuyung.


"Ki..bebaskan aku dari kutukan ini, aku tidak dapat menjadu budak Iblis, aku harus keluar dari semua ini.!!" teriak Bayu, mencoba mengeluarkan segala uneg-unegnya.


aaaaaarrrggh...


Seketika sosok itu berubah menjadi wujud makhluk yang sangat menyeramkan. Rambutnya bertambah panjang, tumbuh taring disudut bibitnya, bola matanya memancar merah, serta kuku-kukunya yang panjang kian menamnbah aura menyeramkan.


"Haaaai...Cucu keturunanku. Patuhilah apa yang sudah menjadi takdirmu.. Kamu ditakdirkan sebagai tempat persinggahanku, maka terimalah takdirmu..!" ucap sosok Ki Kliwon dengan suara yang parau dan menggelegar.


Tubuhnya yang semula tinggi, kini kian mengecil hanya sepanjang 15 centi meter saja. Ia merubah wujud menjadi sebuah sosok boneka hidup yang, biasa disebut dengan Jenglot atau Batara Karang.

__ADS_1


Seketika tubuh Bayu menggigil melihat itu semua, dan Ia yidak percaya dengan kenyataan yang harys Ia terima, terlahir sebagai penerus pengabdi Iblis.


Sosok Jenglot itu terbang tepat dihadapan wajahnya,



Seketika sosok keris dan jenglot itu bersanding menghadap Bayu. "Ingatlah Bayu.. Nini Maru adalah sekutuku, maka patuhilah Ia, dan juga aku. Jangan sesekali kamu mencoba untuk bertaubat atau mencoba memutuskan ikatan buhulmu pada kami.. Aaaaarggghh.. Nini Maru..datanglah.. Datanglah..aku memanggilmu Ni.." teriakan Ki Kliwon kian melengking.


Seketika lampu pijar dikamar Bayu berkedip-kedip bak kurang watt. Lalu lampu pijar itu mengeluarkan suara bak puluhan lebah yang menggetarkan sayapnya.


Suasana meremang, lalu satu sosok iblis wanita muncul dengan menempel didinding baknseekor cicak.


Sosok itu melompat menghampiri Ki Kliwin yang sedang melakukan penataran kepada Bayu.


Nini Maru bak kompor mbeleduk yang siap memanasi ucapan dari boneka hidup tersebut.


"Daraaah... Daraaah.. Berikan kami tumbal darah..! Mandikan keris ini dwngan air kembang bercampur darah. Lalu berikan aku darah segar untuk membuatku tetap hidup dan berumur panjang." ucap Ki Kliwon dengan mamerkan giginya yang runcing.


Nini Maru mencengkram dagu Bayu, dengan tangannya yang keriput dan kuku yang tajam menusuk kuat dikulitnya yang mulus.


"Sudah hampir dua minggu aku tidak menikmati janin yang manis.. Menantu Mala sedang mengandung, maka ambilkan janin itu untukku.. Aku menginginkan Janin itu, jangan mencoba melawanku.." ucap Nini Maru dengan seringai liciknya.


Nini Maru memandang wajah Bayu.."Aku benci wajah tampanmu..!" Ucapnya dengan geram, laku kukunya yang tajam meninggalkan sebuah goresan tepat ditengah dagu Bayu, lalu darah segar mengucur dari luka goresan itu. Tanpa diduga, tubuh mungil Ki kliwon terbang melayang mendekati Bayu, lalu menghisap darah yang mengucur dari luka goresan Kuku Nini Maru.


Bayu membeliakkan matanya, Ia menggengam tubuh mungil makhluk menjijikkaan itu agar segera menyingkir dari dari dagunya. Namun Makhluk itu semakin kuat menghisap darah milik Bayu.


"Aaaaarggh.. Menyingkirlah kau makhluk sialan..!" maki Bayu dengan kasar. semakin Ia menarik makhluk itu, semakin kuat makhluk itu menghisap darahnya.


Bayu merasakan sangat pusing. Ia tidak mampu menerima semua apa yang terjadi.


Setelah merasa puas, Jenglot itu melepaskan dirinya darindagu Bayu.

__ADS_1


Ia tersenyum dengan seringai yang menakutkan. Pandangan Bayu yang kian sendu, membuatnya tak berdaya.


"Pergilah kalian dari hadapanku..!! Teriak Bayu dengan kasar. Dengan rasa yang sangat sakit, Bayu mencoba mera*ba dinding.Ia ingin melarikan diri dari semua kekacauan ini.


Ia hampir mencapai pintu keluar, justru hal ini diketahui oleh Nini Maru.dan Ki Kliwon. Mereka tidak akan melepaskan Bayu begitu saja.


"jangan mencoba kabur Bayu, tetaplah selalu bersama kami..!" ucap ki Kliwon dengan tegas.


Lalu keris itu terbang melesat..


Wuuuuussshh...ssst..


Suara desingan keris yang beradu dengan angin menimbulkan bunyi yang sangat nyaring. Saat tangan Bayunhendak.mencapai pintu kamar dan berniat hendak kabur, namun keris itu sudah terlebih dahulu menghalanginya dengan kekuatannya keris itu mengunci rapat pintu agar Bayu tak dapat lari.


Lalu dengan tanpa aba-aba, Keris itu merasuk kembali kedalam tubuh Bayu.


Bayu merasakan sakit disekujur tubuhnya saat keris itu memaksa masuk, sedangkan Bayu mencoba memberontak menolak keris itu menjadikn tubuhnya sebagai persinggahan.


Namun kekuatan Bayu tidaklah seimbang dengan kekuatan kerus itu. "Pergiiiilah...!! Aku tidak sudi menjadi persinggahnmu..! Enyahlah kau Iblis laknat..!!" teriak Bayu, dengan sekuat tenaganya mencoba mengeluarkan keris itu merasuki tubuhnya.


Keris itu memaksa masuk, hingga tubuh Bayu terpental dan meringsuk dilantai. Bayu memegangi perutnya yang serasa bagaikan melilit. Tubuhnya kia melemah, lalu pandangan mulai kabur. Ia memejamkan matanya..dan tubuh Bayu terkapar tak berdaya dilantai.


Nini Maru menatap penuh dengan emosi, Ia memandang dengan tatapan licik, mentertawakan Bayu yang kini tak lagi mampu memberontak melawan takdirnya.


Nini Maru menyeringai jahat menatap pada Ki Kliwon. "Apakah kau masih menginginkan darah segar lagi..?" tanya Nini Maru dengan senyum khasnya.


Ki Kliwon tertawa ringan."Ya.. Dan aku suka itu.." ujar Ki Kliwon dengan cepat.


"Kalau begitu mari kita turun kebawah, dilantai dasar ada gadis bernama Nia, Ia sedang mengandung.. Darah kegugurannya pasti sangat banyak, dan kau dapat menghi*sapnya habis.." ucap Nini Maru dengan hasutannya.


"Hemmm..kelihatannya menarik.." jawab Ki Kliwon dengan tatapan jahat.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu apa lagi.. Lest's go friends.. Ini akan sangat menyenangkankan, aku buat Ia keguguran, aku memakan janinnya, dan darahnya bagianmu.." ucap Nini Maru dengan tawa penuh tawa, lalu melayang, menghilang yang diikuti oleh Ki Kliwon, menuju kamar Nia dan teman sekamarnya Rumi.


__ADS_2