Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Tersebarnya Video Rianti


__ADS_3

Rianti menggeliatkan tubuhnya. Ia merasakan tubuhnya seperti sangat sakit seluruhnya.


Ia ingin segera berbaring diranjang empuknya. namun sesuatu mengalihkan perhatiannya.


Ia mencium aroma busuk yang sangat menyengat. Rianti mengenali sumber bau tersebut. ekor matanya melirik pada dinding disebelah kanannya.


Ia melihat makhkuk memyeramkan itu sedang merayap didinding layaknya seekor cicak.


dengan satu lompatan, Nini Maru berhasil mendarat tepat dihadapan Rianti.


dengan wajah penuh amarah Ia mendekati Rianti. sorot matanya penuh dengan kengerian.


Rianti bergidik melihat kemunculan Nini Maru yang seperti sedang mengintimidasinya.


"a..aada apa Nini menatapku seperti itu..?" ucap Rianti ketakutan. tak seperti biasanya Ia membuat Rianti merasa ketakutan.


"mengapa kau mengurung Rey..?" ucapnya dengan parau. jemari dengan kuku-kukunya yang panjang dan runcing begitu membuat Rianti tak berkutik.


"ka..ka..karena Ia telah memakan para tawanan wanita.." ucap Rianti terbata.


"tetapi bukan dengan mengurungnya, masalahmu akan menjadi beres." sergah Nini Maru dengan menekan satu jemari telunjukknya yang runcing pada wajah Rianti.


"awwww..Sakit.." ucap Rianti meringis menahan sakit.


Nini Maru mengunci tatapannya pada Rianti.


"lalu apa Mau Nini sebenarnya..??" ucap Rianti lirih.


Nini Maru menarik kuku runcingnya, hingga meninggalkan bekas goresan yang sangat perih.


"apa yang kau lakukan Ni..? kau bisa merusak wajah cantikku." ucap Rianti dengan kesal. bagaimana tidak, Nini Maru seenaknya memberikan goresan diwajahnya yang menimbulkan rasa perih dan panas.


"aku bahkan bisa merusak seluruhnya jika kau sampai membantah perintahku. ingatlah.. kau telah bersekutu denganku, maka ikuti semua keiinginanku." ucap Nimi Maru dengan penekanan.


Rianti berdecak kesal. "terus..saya harus lakukan apa..?" ucap Rianti dengan ketus.


"bebaskan segera Rey.." ucap Nini Maru dengan penekanan.


"akan ku bebaskan tapi bukan dirumah ini, melainkan ditempat lain." ucap Rianti menantang.


Nini Maru membulatkan matanya yang kini berwarna merah. "jangan kau coba bermain-main denganku"ucapnya dengan dengan berang.


Rianti kembali menantang dengan tatapan sengit. "aku akan membawanya ke hutan.." ucap Rianti menurunkan nada bicaranya.


""baiklah.. aku yang akan yang akan menentukan hutannya dimana." ucap Nini Maru beranjak dari atas ranjang, lalu melompat ke dinding merayap dengan cepat dan menghilang.


Rianti menghela nafasnya dengan kasar. Ia merasa lega karena akhirnya Nini Maru pergi juga.

__ADS_1


Rianti memejamkan matanya, mencoba tertidur dengan segala kelelahannya.


saat matanya akan terpejam, sebuah pesan whaatshap masuk. Ia terpaksa kembali membuka matanya yang hampor mengantuk..


sebuah nomor tak dikenal. mengirimkan pesan Video. Rianti penasaran dan membukanya. saat Ia membuka pesan itu, matanya terbelalak. "sial..!! awas kau Bram..!! aku yakin ini pasti ulahmu. akan ku pastikan kau menyesalinya!" umpat Rianti dengan wajah memerah.


Ia terlihat sangat geram, dimana Ia mengetahui jika Bram telah menyebarkan Vedeo syurnya saat bersama dua orang suruhannya. "apa yang diinginkannya..? bukankah aku sudah mencabut masa skorsing anaknya..? lalu mengapa Ia masih mencari masalah denganku..?!" ucap Rianti dengan geram.


Rianti berselancar di dunia Maya. Ia melihat chanal youtube yang menyebarkan vedeonya, disana tertulis caption , 'Murahan'.


dimana sudah 1 juta kali orang yang menontonnya. beragam komentar pedas, cibiran. hujatan dan makian disana. dan tak ketinggalan juga para hidung belang melakukan pemesanan untuk dirinya.


di vedeo tersebut, tampak Rianti yang dalam pengaruh obat pera**sang begitu sangat buas dan liar dalam melayani dua orang suruhan tersebut.


aku harus memanggil bodyguard. Rianti beranjak dari kamarnya, menuju ruangan kerjanya. saat itu Ia mendengar suara Rey berteriak keras meminta makanan, meskipun tadi Ia sudah memakan seekor kambing berukuran besar, namun tak membuatnya terpuaskan.


Ia penasaran ingin melihat kondisi Rey dalam kerangkeng. Ia mengintai dari balik dinding, "Astaga..!" Rianti terlonjak dari tempatnya mengintai. dimana Rey membuang kotoran ditempat itu juga, sehingga menimbulkan aroma yang sangat menjijikkan.


Rianti terburu-buru meninggalkan tempat itu. rasa mual diperutnya sangat menyiksanya.


Ia kembali ke ruang kerjanya. lalu memanggil satu orang bodyguardnya.


setelah bodyguard itu menemuinya, Ia memerintahkannya agar duduk. "saya memanggilmu kemari karena ingin kamu segera menyelesaikan masalah saya." ucap Rianti dengan tatapan dingin.


"apa itu nyonya..?" ucap Bodyguard tersebut.


Bodyguard itu melihat vedeo syur Rianti dengan mata terbelalak dan menelan salivanya.


"gila..ternyata nyonya lihai juga ya..?" ucap Bodyguard itu keceplosan.


Rianti membulatkan matanya. "apa kamu bilang..? mau saya patahkan 'Anu' kamu baru tau rasa..!" ancamnya dengan berang.


bodyguard itu membulatkan matanya. "ya jangan Nyonya.. mana saya masih perjaka lagi. kalau nyonya patahkan sungguh malang nasib saya nyonya.." ucap Bodyguard itu dengan wajah menghiba.


Rianti tersenyum sumringah mendengar perkataan sang bodyguard. "apa yang kamu katakan..? kamu masih perjaka..? benarkah..?" ucap Rianti sembari mendekati sang bodyguard.


rasa akan hasrat yang sudah lama terpendam, tiba-tiba datang begitu saja. Ia mendekati sang bodyguard yang memiliki tubuh kekar dan tampan.


"saya perlu bukti jika kamu masih perjaka..?" ucap Rianti mendekati bodyguard itu dengan tatapan nakal.


"maksud nyonya..?" ucap Bodyhuard itu dengan terbata. rasa gelenyar ditubuhnya tiba-tiba hadir dengan sikap agresif Rianti yang sudah duduk diatas meja kerjanya. Ia mengenang masa saat bersama Reza.


sesaat Ia terkenang dengan pria itu. "kemana dia pergi..? lama sekali berliburnya..?" gerutu Rianti.


"nyonya mau apa..?" ucap Bodyguard itu berpura-pura polos.


Rianti tersadar dari lamunannya. lalu menatap Bodyguard itu, " mendekatlah pada saya.. dan puaskan hasrat saya." ucapnya dengan nada perintah.

__ADS_1


"ma..maksudnya nyonya..?" ucapnya dengan terbata.


"jangan pura-pura polos kamu.!!" sergah Rianti, yang kini sudah melebarkan kedua p*hanya.


"cepat..!!" hardiknya seperti sudah tak mampu menahan gejolak asmaranya.


sang bodyguard akhirnya menuruti keinginan majikannya. Ia menyesap area sensitif yang memberikan titik terlemah.


melihat nyonya besarnya menggelinjangkan tubuhnya, Ia semakin bersemangat. dan tanpa persetujuan dari Rianti, Ia melakukan penyatuan tubuhnya dengan nyonya besarnya. dengan beberapa hentakan, mampu membuat sang nyonya melayang tinggi. setelah Rianti mencapai puncak nerakanya, Ia juga mengambil kesempatannya.


mereka terkulai dalam pertempuran beberapa saat saja.


disudut ruangan, ada sepasang mata yang memperhatikan perbuatan mereka dengan marah. Ia menggeram tak suka.


"saya permisi nyonya.. terimakasih atas segalanya." ucap Bodyguard itu sembari berlalu.


"ya..dan jangan lupa, segera selesaikan pekerjaan yang saya berikan kepadamu." ucapnya dengan masih polos tanpa sehelai benangpun.


 


bodyguard itu berjalan dengan perasaan yang sangat bahagia. Ia merasa mendapatkan rezeki nomplok malam ini.


sesaat Ia merasa ingin buang air kecil. lalu berjalan menuju kamar kecil di belakang gudang. saat melintasi gudang tubuhnya sedikit meremang.


lalu Ia mengabaikannya. Ia sudah gak mampu menahan rasa sesak ingin buang airnya.


Ia masuk kekamar kecil, sembari bersiul-siul. setelah selesai, Ia akan segera keluar. namun handle pintu tak dapat dibuka.


Ia terus mencobanya, namun tak juga mau terbuka.


sesaat bulu kuduknya meremang. lalu dati arah belakang, Ia merasakan kehadiran sesosok makhluk. saat Ia memutar tubuhnya. Ia terbelalak dengan melihat sesosok makhluk tinggi besar dan berbulu berada tepat dihadapannya.


makhluk itu terlihat sangat marah padanya. "Dia milikku.. mengapa kau berani menjamahnya..?!" suara makhluk itu terdengar parau dan menyeramkan.


Ia mencekik leher bodyguard yang tadi bercinta dengan Rianti. bersamaan dengan itu, Ia meremas dan menarik senjata bodyguard tersebut hingga putus.


dan akhirnya sang bodyguard itu kehilangan nyawanya. makhluk itu menurukan tubuh yang sudah tidak bernyawa itu dengan cara kasar, hingga terjerembab dilantai. lalu Ia menghilang.


darah menggenangi lantai kamar mandi.


 


keesokan paginya, para bodyguard digemparkan dengan penemuan mayat rekan mereka dengan cara yang tragis.


dimana kondisinya sungguh mengenaskan, dengan senjata yang hancur dan terputus dari sarangnya.


Rianti bergidik mendengarnya. "siapa pelakunya..?" Rianti sangat bingung.

__ADS_1


"sialan...satu masalah belum selesai, kini datang masalah baru." ucapnya dengan berang.


__ADS_2