Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Mengirim Rey Ke Hutan


__ADS_3

Rey meronta-meronta meminta untuk dilepaskan. Ia terus meminta daging mentah.


Tianti semakin pusing menghadapi Rey. sehari Ia bisa menghabiskan satu ekor kambing berukuran besar.


setelah makan, Ia akan membuang kotoran dengan sembarang ditempat itu. membuat aroma yang sangat menjijikkan. tubuhnya sangat kotor dan bau.


para bodyguard tidak ada yang berani untuk mendekatinya. katena kejadian tempo hari membuat mereka trauma.


"aku harus segera membuangnya ke hutan. ini tidak bisa dibiarkan lama-lama." Rianti berguman sendiri.


Ia memanggil seorang bodyguard keruangan kerjanya.


[kreeeek..] pintu dibuka.


"masuk.." perintahnya.


"ada yang bisa saya lakukan nyonya..?" ucap Bodyguard itu kepada Rianti, setelah jarak mereka sangat dekat.


"cari mobil boks sekarang, kalau pelu beli" perintah Rianti. karena uang Rianti yang sangat banyak membuatnya sangat mudah.


"baik nyonya. saya permisi dulu." ucap Bodyguard tersebut.


 


sebuah mobil boks telah terparkir didalam gudang penghubung.


Rey yang baru saja menghabiskan makanannya kini tertidur terlelap. mereka telah memberikan obat bius kepadanya. memperkirakan perjalanan sehari semalam, dan mereka akan menambah disosinya hingga sampai waktu yang ditentukan.


mereka membawa Rey kedalam mobil boks, rasa hendak muntah mencium aroma Rey yang sangat busuk.


mereka menggunakan pakaian safety lengkap. Rianti memerintahkan mereka membawanya kehutan belantara yang tak terjamah manusia.


disana sudah ada tim Helikopter yang akan membawa Rey kedalam hutan. yim tersebut sudah bersiap-siap menyambut Kedatangan Rey.


 


setelah menempuh perjalanan panjang, mereka akhirnya tiba dilokasi yang sesuai dengan petunjuk Rianti.


benar saja, disana sudah ada Tim yang menunggu mereka. mereka bingung dengan kondisi Rey yang sangat bau, tidak mungkin dkmasukkan kedalam helikopter.


mereka akhirnya membungkus tubuh Rey dengan kantong jenazah, meski menyisakan kancingnya sedikit, agar Reynterus bernafas.


setelah itu, mereka menerbangkan Rey kedalam hutan. setelah menemukan lokasi yang cocok, salah satu penerjun handal turun membawa tubuh Rey yang terbungkus kantong jenazah.

__ADS_1


setelah sampai didasar hutan, penerjun tersebut meletakkan tubuh Rey diatas tanah rerumputan. membuka resleting kantong tersebut dengan lebar, agar memudahkan Rey untuk keluar.


setelah selesai, penerjun menarik tali pengikatnya, meminta agar tim menariknya kembali keatas.


lalu meminggalkan Rey seorang diri, didalam hutan belantara.


 


Rey mengerjapkan matanya, kepalanya sangat terasa pusing.


Ia memperhatikan sekelilingnya. Ia merasa sangat asing dengan apa yang dilihatnya.


"dimana aku..? mengapa aku berada ditengah hutan..?" Rey berguman lirih. bahkan Ia merasa bingung, mengapa Ia berada didalam kantong jenazah.


Ia bangkit dan keluar dari kantong tersebut. lalu berdiri tegak.


dari atas dahan pohon, seekor ular sanca raksasa siap menyerang. saat ular itu hendak menyambarnya, dengan sigap Rey menangkap kepala ular tersebut. naluri binatang timbul dalam dirinya.


Ia menarik ular tersebut turun dari dahan pohon, dengan getakan memutar, Ia melibaskan tubuh ular itu ke pohon besar, yang banyak tumbuh dihutan itu.


ular itu menggelapar lalu mati. Rey mengulitinya, lalu memakannya dengan sangat rakus. sepertinya Ia tidak merasakan rasa puas dalalm memenuhi hasrat binatanganya.


setelah merasa kenyang, Ia duduk bersandar dibatang pohon. pandangannya nanar kedepan.


"mengapa kau membuangku ke hutan ini mama..? bukankah kau dulu menyanyangiku..?" Rey menggeram dengan sangat kesal. Ia mengepalkan tinjunya, lalu meninju sebatang pohon besar yang berdiri kokoh disampingnya.


Ia bangkit, lalu memanjat pohon. Ia ingin membangun rumah pohon untuk melindungi dirinya dari serangan binatang buas saat Ia sedang tertidur..


Rey telah selesai membangun rumah pohonnya, dengan menggunakan dahan kayu yang patah, dan mengikatnya dengan akar tumbuhan. kini Ia beristirahat sejenak, melepaskan lelah dan mencerna makanannya.


setelah satu jam beristirahat, Rey merasakan hasrat menggebu. Ia uring-uringan. biasanya Ia akan melampiaskannya pada tawanan perempuan, atau bahkan bersama Rianti.


namun kali ini, Ia bingung harus pada siapa melampiaskannya. Ia turun dari rumah pohonnya. berjalan menngelilingi rumah pohonnya dengan kondisi bingung.


hasratnya kian menggebu, karena pengaruh memakan daging ular barusan.


tak jauh dari tempatnya berdiri, Ia melihat seekor induk babi hutan sedang mencari makanan. membongkar kayu pohon yang lapuk, mencari ulat pohon tersebut sebagai sumber makanannya.


ehtah apa yang merasukinya, Ia memasang perangkap untuk induk babi tersebut, Ia mengendap-endap memasang perangkap dari arah tempat babi hutan itu lewat.


setelah puas memakan ulat pohon, induk babi yang membawa seekor anaknya itu melintasi jalanan yang tadi Ia lewati.


lalu induk babi itu masuk kedalam perangkap yang dibuat oleh Rey. dengan menyeringai, Ia berhasil melumpuhkan babi tersebut.

__ADS_1


Rey mengikat induk babi hutan tersebut pada rumah pohonnya mennggunakan tali akar.


Ia menyalurkan hasratnya melalui induk babi hutan itu. Ia tak perduli lagi dengan siapa Ia bercinta, baginya Ia dapat menuntaskan hasratnya yang menggebu dengan cara apapun.


ringikan induk babi teesebut taknIa hiraukan, hingga akhirnya Ia mencapai puncak hasratnya. setelah merasa puas, Ia tersenyum menyeringai.


babi itu meringik meminta dilepaskan. anak babi mendekati induknya, Ia merasa lapar. meminta ibunya berburu kembali.


Rey tak perduli akan hal itu. Ia tetap mengikat induk babi hutan. mungkin babi itu akan menjadi santapannya esok hari.


- - - - - -


bodyguard yang membawa Rey telah kembali. Ia melaporkan jika pengasingan terhadap Rey telah beres.


Rianti tersenyum puas. "bagus, saya memiliki perkerjaan baru lagi" ucap Rianti.


"apa itu nyonya.?" temukan siapa orang yang menyebarkan vedeo saya." ucapnya dengan nada penuh penekanan.


"vedeo itu nyonya..?" ucap sang bodyguard sembari tersenyum licik kepada Rianti.


Rianti menatap bodyguard itu dengan sinis. "ya.. dan pastinya kamu sudah melihatnya bukan..?"ucap Rianti Kesal.


"jelas sudah nyonya.. dan ternyata nyonya irang yang lihai juga" ucap Bodyguard itu mulai berani. Ia merasa Rianti hanya seorang wanita lemah. kekuatannya selama ini hanya pada Rey saja.


bahkan Ia merasa Reza juga sudah raib, sehingga tidak ada lagi yang dapat diandalkannya.


"jangan kurang ajar ya kamu terhadap saya..!!" ucap Rianti memerintahkan.


"sudahlah nyonya.. jangan berpura-pura, bukankah nyonya juga merasa senang melakukannya..? ucap sang bodyguard, lalu Ia mengunci pintu ruangan kerja Rianti.


bodyguard ini bertampang sedikit seram, dengan brewok tebal. menambah kesan yang menyeramkan.


"apa maumu..?!" ucap Rianti dengan kesal.


"mungkin nyonya sudah dapat menebak, apa keinginan saya." jawabnya dengan licik.


Rianti mendecak kesal. Ia lagi badmood, tak ingin melakukan percintaan. "ayolah nyonya, saya akan membantu nyonya untuk meretas dan menghapus semua vedeo yang tersebar, asalkan nyonya mau barter." rayu sang bodyguard.


Ia semakin mendekat dengan Rianti, lalu menarik tubuh Rianti dalam pelukannya. Ia mulai menyerang Rianti dengan kecupan bertubi-tubi. namun sesaat, nafasnya tercekat, matanya terbelalak keatas, Ia mengorok, lalu ambruk kelantai dengan 'adik kecilnya yang hancur.


darah bersimbah dilantai. laku muncul makhluk meyeramkan dan berbulu. "jangan coba bermain dengan pria lain selain aku.." ucap Makhluk mengerikan itu dengan nada ancaman. lalu menghilang.


Rianti tersentak kaget, Ia tak mengira, jika pembunuh bodyguardnya adalah genderuwo yang menjadi sekutunya. Rianti bergidik mendengar ucapan genderuwo terasbut.

__ADS_1


Ia berjalan mundur, lalu duduk dikursi kerjanya. Ia pucat pasi.



__ADS_2