
Genderuwo masih melirik tubuh Rey yang terkapar. "Sialan juga anak Nini Maru, awas saja jika aku berhasil mengalahkan Satria, akan kubuat Kau terkapar diranjang.." gerutu Genderuwo dengan raut wajah marah bercampur me*sum.
Ia tak sabar ingin menikmati tubuh molek Mirna yang sempat dilihat dan dinikmatinya meski hanya pemanasan.
Nini Maru merentangkan kedua tangannya. Lalu kedua tangannya membuat sebuah pusaran angin yang mengangkat batu-Batu kerikil yang tergelatak dilantai goa. Lalu dengan kekuatan yang dimilikinya, Ia menghempaskan pusaran angin berisi dengan kerikil tersebut arah Satria.
Dengan cepat Satria menghindari serangan Nini Maru dan gerakan salto kesisi kanan.
Lalu..
Buuuuuummm.. Duuuuuaaar...
Terdengar sebuah suara ledakan maha dahsyat saat serangan Nini Maru menghantam dinding goa. Lalu tampak dinding itu berlubang. Mala bisa dibayangkan jika ajian itu mengenai Satria, maka dipastikan tubuhnya akan tercabik menjadi kepingan-kepingan.
Sementra itu, Genderuwo dan Ki kliwon dengan melakukan serangan secara bersamaan. Keris Ki Kliwon terbanng melayang diudara dan menghasilkan cahaya berwarna merah darah, lalu menyerang Satria dengan siap menggores bahkan merobek tubuh pemuda itu.
Sedangkan Genderuwo sudah berada tepat dibelakang Satria, bersiap memberikan pukulan kepada pemuda itu.
Satria menyadari kehadiran Genderuwo yang berada dibelakangnya. Saat iblis me*sum itu hendak menghantamnya, dengan cepat Satria merundukkan kepalanya. Bersamaan dengan itu, Ki Kliwon juga bersiap hendak merobek kepala Satria.
Namun naas, ternyata keris Ki Kliwon salah sasaran, Ia malah menancap di kepalan tinju Ki Kliwon, sehingga membuat keduanya menyatu..
Aaaaagh...
Pekik genderuwo, karena ujung keris Ki Kliwon menancap dan menembus kepalan tinjunya mulai dari punggung tangannya hingga menembus kepergelangan tangannya.
Ki Kliwon dan Genderuwo sama kagetnya. Terutama genderuwo yang merasakan sakit luar biasa.
Melihat lawannya saling menyalahkan dan berusaha untuk melepaskan keris tersebut, maka Satria merafalkan ajian segoro geni, lalu kedua telapak tangannya menghempaskan kepada kedua iblis yang saling sibuk untuk melepaskan diri sari senjata makan sahabatnya.
Hawa panas yang sangat luar biasa, membuat keduanya yak mampu menghindari serangan Satria, keduanya terpanggang bersama dengan hawa panas yang sangat luar biasa.
Lalu keduanya berubah menjadi kepingan-kepingan mirip bara api dan menghilang bersama rintihan lengkingan kesakitan.
Tak hanya itu, tubuh Rey yang terkapar di lantai goa juga ikut tersapu menjadi kepingan-kepingan bara api berwarna jingga dan menghilang.
Sementara itu, Nini Maru berhasil bersembunyi dibalik dinding Goa yang ternyata ada Mirna juga disana.
__ADS_1
Lalu Nini Maru menyeret Mirna kehadapan Satria. "Haaaai.. Satria..!! Lihatlah gadis malang ini." Ucapnya dengan sangat penuh ancaman.
Nini Maru yang merasa kesal karena Mirna menjadi pembelot, dan membangkang padanya. Ia menarik rambut panjang Mirna yang tergerai lurus hingga kepinggang.
Mirna meringis kesakitan, rasa nyeri diakar rambutnya membuatnya sangat tak berdaya, Ia meronta meminta dilepaskan.
"Dasar Kau pembangkang.. Aku sudah menyiapkan jodoh terbaik untukmu, namun kau menolaknya, maka rasakanlah ini.." ucap Nini Maru sembari ingin menancapkan kukunya yang runcing didada Mirna, Ia ingin merobek tubuh gadis pembangkang itu.
Namun sedikit lagi kuku itu mendarat ditubuh sang gadis, Satria melemparkan sebuah tasbihnya yang menghantam wajah Nini Maru, hingga mengagetkan iblis betina itu dan melepaskan tubuh Mirna.
Seketika Satria berlari kencang dan berusaha menangkap tubuh sang gadis agar tak menyentuh lantai goa yang banyak bebatuan tajam.
Satria bergulingan dilantai bersama Mirna, hingga menyentuh salah satu kerangkeng besi. Pemuda itu menolak tubuh Mirna yang menindihnya dari atas, agar segera beranjak.
Mirna segera beringsut dari tubuh sang pemuda, lalu dengan cepat membantu membuka salah satu kerangkeng besi berisi jiwa suci. Dua buah kerengkeng terbuka dan dua jiwa terbebas, k8ni tinggal 4 kerangkeng jiwa suci yang masih tertahan, dan satu kerangkeng berisi jiwa berkabut asap hitam.
Melihat Mirna melakukan pembelotan, Nini Maru semakin murka. Ia mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghancurkan orang yqng sudah mengkhianatinya. "Miiirrrnaaa..!!" ucapnya dengan suara nyaring.
Lalu Ia membentuk puasaran angin, mengangkat bebatuan dan bersiap menghantam tubuh elok Mirna.
Namun dengan bersamaan, Satria mengeluarkan ajian segoro geninya. Ia menarik Mirna agar bersembunyi dibelakang tubuhnya, hingga akhirnya pusaran angin dan hawa panas dari ajian tersebut saling berbenturan dan menimbulkan suara gelegar yang maha dahsyat..
Ruangan goa bergetar seakan hendak runtuh, lantai dan langit-langit goa bergetar hebat dan retak yang kian menjalar.
Nini Maru terlempar disudut ruangan goa dengan luka yang sangat parah.
Mirna mengambil inisiatif membebaskan semua jiwa yang tersisa. Lalu Ia menatap jiwa berkabut asap hitam, dan juga membebasakannya.
Mirna menarik tangan Satria untuk segera keluar dari goa tersebut. Namun Satria memerintahkan agar Mirna keluar terlebih dahulu. "Pergilah.. Aku akan menyusulmu.." ucap Satria kepada sang gadis.
Mirna menganggukkan kepalanya, lalu berlari menuju keluar goa menyusuri lorong yang teramat panjang.
Satria duduk bersila memejamkan matanyanya lalu kembali merafalkan ajian segoro geni tersebut, Ia membuat gerakan pusaran api, lalu menghentakkan tangannya kedepan dan pusaran api tersebut menuju kearah Nini Maru yang sedang berusaha untuk bangkit.
Pusaran api tersebut bergulung-gulung menuju kearah iblis betina tersebut.
Nini Maru berusaha menahan serangan Satria dengan mengirimkan pusaran anginnya.
__ADS_1
Namun, jarak pusaran api itu sudah sangat begitu dekat, hanya berjarak sekitar satu meter saja dari tubuhnya.
Seketika pusaran angin milik Nini Maru semakin terpojok dan tak mampu menahan hawa panas dari pusaran api tersebut.
Aaaaaaaaaaaarrrgggh...
Teriak Nini Maru dengan rasa sakit menahan hawa panas yang sangat luar biasa. tanpa diduga, api menyambar rambutnya yang tergerai panjang. Hingga menimbulkan kobaran api yang sangat besar.
Dinding goa semakin bergetar, dan retakannya semakin menjalar kemana-mana.
Satria meraih tas ranselnya, lalu berlari menyusuri lorong untuk segera keluar dari goa tersebut.
Tanpa diduga, Chakra Mahkota yang selalu datang layaknya polisi India ketika adegan pertempuran sudah berakhir, menyambar tubuh Satria dan menaikkan dipunggungnya. Dipertengahan lorong, Ia melihat Mirna yang masih berlari menghindari runtuhan langit-langit goa.
Chakra Mahkota terbang melewati sang gadis, dan Satria menoleh kepadanya. Gadis itu menatap dengan sendu, melihat sang pemuda melewatinya begitu saja.
"Chakra, berhentilah sejenak.. Beri gadis itu tumpangan." ucapnya memberi titah kepada Chakra Mahkota.
Seketika Naga itu menghentikan laju terbangnya, lalu mengambang diudara.
"Cepatlah..!!" ucap Satria kepada Sang Gadis yang menatapnya dengan nanar. Satria mengulurkan tangannya, siap menyambut sang gadis.
Lalu seketika senyum gadis itu mengembang sempurnah. Ia berlari mempercepat langkahnya. Lalu meraih tangan sang pemuda yang membawanya naik kepunggung Naga itu.
Lalu sang gadis mengeratkan pegangannya dipinggang pemuda itu, dan Chakra Mahkota terbang melayang menyusuri lorong goa yang sudah runtuh.
Hingga akhirnya mereka terbebas dari runtuhan bebatuan goa.
Disisi lain, Sesosok iblis betina tertimbun reruntuhan bebatuan goa, dengan tambutnya yang hangus terbakar, dan sebagian tubuhnya yang juga terkena luka bakar.
Chakra Mahkota membawa Satria dan Mirna menuju sebuah sungai kecil, disaat awal Satria bertemu dengan Widuri.
Naga itu mendarat dengan sempurnah. Dan menurunkan kedua penumpang gratisannya.
Mirna turun terlebih dahulu, dan diikuti oleh Satria.
"Hanya sampai disini Aku mengantarmu.. Segeralah kembali. Mereka menantikanmu.." ucap Naga tersebut, lalu terbang menghilang.
__ADS_1
Kini tinggal Satria dan Mirna yang masih terdiam satu sama lainnya.