Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Konspirasi


__ADS_3

Malam semakin pekat. Kegelapan tanpa cahaya rembulan yang sedikitpun tak menampakkan sinarnya.


Nini Maru terbang melayang mencari mangsanya. Kekalahannya waktu itu saat menghadapi Widuri dan Chakra Mahkota, mengharuskannya untuk mendapatkan tumbal ke tiga. Ia harus memperkuat energinya untuk dapat melawan Satria.


"Waktunya semakin dekat, aku harus mendapatkan tumbal tersebut, sebelum Satria menyelesaikan tirakatnya.


"Aki Wowo.. Datanglah.. Aku butuh bantuamu.." ucap Nini Maru dengan suara paraunya. Ia kini mendarat didahan pohon untuk menanti kedatangan Sang Genderuwo.


Seketika bayangan hitam besar dan berbulu, serta pancaran sinar mata berwarna merah yang disertai aroma hangus kabel terbakar, datang tepat disisinya, dan ikut duduk didahan tersebut.


"Ada apa Kau memanggilku Nini..?" tanya Sang Genderuwo yang kini tampak sedang murung.


"Aku butuh bantuanmu Ki.. Panggil seluruh pasukanmu, untuk menggagalkan tirakat pemuda sialan itu..!" ucap Nini Maru dengan nada perintah.


Genderuwo tampak diam membisu, tak menyahuti ucapan dari Iblis betina itu, yang membuat Nini Maru semakin kesal.


Nini Maru menoleh kepada Sang Genderuwo dengan perasaan kesal. "Kamu kenapa sih Ki..? Seperti demit yang tidak bersemangat..!" cecar Nini Maru dengan kesal.


"Carikan aku wanita sebagai imbalan kerja sama kita." ucap genderuwo dengan nada serius.


Nini Maru membeliakkan matanya. "Dasar lu ya.. Setan Mesum.." Ucap Nini Maru, sembari melayangkan senyum cibiran.


Genderuwo itu menatap dengan sinis kearah Nkni Maru.. "Lalu.. Apakah kamu juga tidak setan mesum..? Buktinya kamu menyukai pria itu.." Balas genderuwo dengan nada kesal.


Nini Maru menatap tak suka.." Pria mana yang kau maksud..?" tanya Nini Maru dengan nada ketus.


Genderuwo menyunggingkan senyum sinisnya. "Siapalagi jika bukan Bayu, keturunan Ki Kliwon.. Waktu itu kau menggauli pamannya Reza, dan menghasilkan Mirna, lalu kini Kau ingin juga dengan kemanakannya..! Ciiih.. Kau ternyata lebih mesum dariku.." ujar Genderuwo dengan nada mengejek.


Pernyataan Genderuwo, membuat telinga Nini Maru panas. Ia ingin rasanya melenyapkan iblis berbulu itu, namun Ia masih membutuhkan kerjasama dengan iblis tersebut.


"Baiklah.. Sekarang aku ingin membawamu kerumah pria itu.. Disana ada dua wanita asisten rumah tangganya yang bisa kau nikmati." ucap Nini Maru mulai mengalah berdebat dengan genderuwo.


Namun genderuwo tampak belum juga bereaksi dengan tawaran dari Iblis betina itu.


"Aku menginginkan Mala.. Bantu aku untuk menikmati wanita itu. Sudah lama aku ingin menginginkannya, namun tak tercapai.." ucap Genderuwo dengan nada penekanan.


Seketika Nini Maru tersentak dan memandang Genderuwo dengan tatapan panik. "Gila kamu.. Apakah tidak ada pilihan lain..? Itu namanya kamu cari masalah.." ucap Nini Maru mencoba mengingatkan Genderuwo.


"Aku tidak perduli.. Jika kau aku ingin membantumu menggagalkan usaha tirakat pemuda itu.. Maka berikan aku imbalan yang aku inginkan." ucap Genderuwo dengan kukuh pada pendiriannya.


Nini Maru tampak bingung, bagaimana caranya Ia bisa menjebak Mala agar terjerat oleh pesona Sang Genderuwo. "Rupamu sangat menakutkan.. Bagaimana mungkin Ia mau tergoda denganmu.. Setidaknya Kau merubah wajahmu menjadi tampan " ucap Nini Maru menyarankan.


Seketika Genderuwo menampilkan senyum sumringah, lalu dengan cepat Ia menampilkan senyum sumringah.

__ADS_1


tanpa menunggu lama Ia merubah wajahnya menjadi tampan. Namun perubahan itu membuat Nini Maru menjadi berang. "Tidak.. Aku tidak sudi kau merubah wajahmu menjadi Dia.. Kau harus merubah dengan bentuk wajah lain.. Mengapa harus dia.." ucap Nini Maru dengan nada kesal.


"Tapi hanya wajah ini yang bisa meluluhkan hatinya.." ujar Genderuwo dengan bangga.


"Brengsek Kau.. Aku tak sudi membantumu jika kau tetap menggunakan wajah itu." ucap Nini Maru dengan penuh ancaman.


"Kalau begitu kau juga harus menerima jika aku tidak membantumu.." jawab Genderuwo dengam ancaman.


Seketika Nini Maru membulatkan matanya.. "Dasar kau.. Sialan..!!" Maki Nini Maru, lalu terbang melayang dengan rasa kesal.


Sang genderuwo tidak perduli dengan kata-kata makian yang dilontarkan oleh Nini Maru, yang terpenting Ia merasa senang saat ini.


*******


malam sudah merangkak larut. menunjukkan pukul 10 malam. Kondisi jalanan mulai sunyi.


Mala masih saja terjaga. Ia membayangkan Satria yang tengah berjuang ditengah hutan larangan. Ia masih belum mendapatkan kabar apapun tentang keberadaan Satria. Dimana Satria tidak membawa phonselnya saat akan pergi untuk bertirakat.


"Bagaimana kabarmu sayang..? Apakah kamu baik-baik saja..? Bagaimana kamu bisa bertahan didunia luar yang tidak pernah kamu temui sebelumnya.. Selama ini kehidupanmu penuh dengan kemewahan dan kesenangan bersama orang yang telah mencurimu dari rahimku." Mala berguman lirih dalam kesendiriannya.


"Namun, Ibu tidak menyimpan dendam pada ibu yang melahirkanmu itu, karena Ia merawatmu dengan baik.." Mala masih terus memikirkan kondisi Satria saat ini.


Sesaat Ia mencium aroma kabel terbakar. Mala mengenduskan indra penciumannya. "Apakah ada kabel listrik yang terbakar..? Ini dapat membahayakanku dan dapat menyebabkan konsleting listrik tiba-tiba dan menimbulkan kebakaran.." Mala mulai menyimpulkan terkaannya.


Mala mencoba membuka pintu rumah depan, berjiat ingin memeriksa meteren listrik. Karena aromanya mengarah dari arah luar rumah.


Kreeeeeek..


Pintu depan dibuka, lalu Ia tersentak saat membuka pintu, seseorang berdiri tepat dihadapannya. Dalam kegugupan, Mala mencoba memberanikan diri menegur orang tersebut"Ka..kamu.. Kenapa tiba-tiba didepan rumahku..?" ucap Mala dengan perasaan bercampur aduk.


Namun sosok yang ditegur itu hanya menatapnya dengan rasa lapar, lapar akan hasrat untuk segera pemuasan.


Tanpa banyak bicara, sosok itu mendorong Mala masuk kedalam rumah, membuat wanita cantik itu terkejut dan berteriak meminta tolong.


Suara teriakan Mala terdengar oleh seseorang yang saat itu sengaja sedang mengintainya setiap malam, hanya untuk memastikan keselamatan wanita yang selama ini dicintainya dalam diam.


Ia melihat sekelebat bayangan warna hitam yang mendorong wanita pujaannya dengan paksa masuk kedalam rumah.


Tanpa menunggu lama, Ia bergegas memasuki rumah Mala yang tidak terkunci. Ia masih mendengar suara wanita itu merintih meminta tolong.


Pria yang tak lain adalah Bayu, terus mencari sumber suara tersebut.


"Lepaskan aku..!! Dasar kau brengsek..!!" ucap Mala dari balik kamar dengan suara tertahan.

__ADS_1


Lalu, tanpa menunggu lama, Bayu mendobrak pintu kamar yang diduga sumber dari suara Mala.


Braaaaaak...


Suara dentuman pintu yang dibuka paksa. Seketika ketiganya sama-sama kaget dan terkejut. Dimana Bayu melihat sosok pria yang sama persis dengannya, bahkan pakaian yang digunakannya juga sama sepertinya.


Sosok pria palsu itu sedang menindih Mala yang tak berdaya, dan telah merobek paksa pakaian Mala.


Seketika ketiganya saling bingung dengan apa yang terjadi. Namun dengan menguasai kesadarannya, Bayu bergerak menghampiri pria yang menyerupai dirinya, lalu menarik paksa dari ranjang Mala, dan melayangkan pukulannya diwajah pria palsu tersebut.


Mala segera bangkit dan membenahi pakaiannya yang robek, mencoba menutup auratnya yang terbuka dengan seadanya.


"Breengsek Kau..! Beraninya Kau menyerupaiku untuk memfitnahku.!" ucap Bayu, lalu kembali melayangkan pukulannya.


Namun kali ini, pria palsu yang tak lain adalah Genderuwo itu berhasil menghidarinya.


"Hahahhaha..." Suara tawa parau terdengar mulutnya yang tampak menyeramkan.


"Mengapa kau ikut campur dengan segala urusanku..?!" Hardik genderuwo tersebut.


Kali ini Mala bingung, Ia tidak dapat membedakan mana yang asli dan yang palsu, namun suara itu jelas terdengar berbeda dan menyeramkan.


"Enyahlah Kau..!!" ucap Bauu, lalu melayangkan kembali pukulannya kepada genderuwo tersebut. Namun naas, Genderuwo itu menahan serangan Bayu, lalu mencabut topi dan masker yang selama ini menutupi wajahnya.


Lalu dengan liciknya, genderuwo itu berbalik menendang Bayu hingga menabrak Mala yang berdiri ditepian ranjang. Lalu keduanya terjatuh dalam posisi saling menimpa.


Sesaat Mala terperangah melihat siapa wajah dibalik topi dan masker tersebut.


"Kau...?!" ucap Mala seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Belum hilang rasa keterkejutannya, kini Mala harus mengjadapi masalah lainnya.


Sesaat Genderuwo menghilang, lalu terdengar suara beberapa orang tetangga yang masuk kerumah Mala, karena mendengar suara keributan.


"Astaghfirullahalladzim.." teriak Mbak Ratna saat menyaksikan Mala sedang berpelukan dengan seorang pria diatas ranjang dengan posisi terlentang.


Ucapan mbak Ratna mengundang perhatian Beberapa warga lainnya. Para warga ikut masuk kerumah untuk melihat apa yang terjadi.


Mala dengan cepat mendorong tubuh Bayu yang kini menimpanya, lalu Ia berusaha untuk bangkit dari ranjang tersebut.


Tanpa sadar, Mala melupakan pakaiannya yang robek..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2