Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Awal


__ADS_3

Buuummm...


Suara dentuman yang sangat keras saat mobil beradu dengan sebatang pohon.


Roni terhempas ke jok belakang mobil. Kepala Satria membentur stir, sehingga membuat kepalanya berdarah.


Dengan cepat Satria membuka saftybell dan membuka safetybell juga untuk Mala.


"Keluar dari mobil Bu.. bahaya. Biar Satria yang menangani Ayah." ucap Satria berusaha meyakinkan Mala, ibunya.


Baru saja selesai dengan ucapannya, Satria sudah merasakan jika Roni seperti orang kesurupan.


Roni membuka pintu mobil dan menerjang Satria dengan cepat.


Kondisi jalanan yang sepi yang karena sudah mendekati tengah malam, membuat suasana semakin mencekam. Roni menyerang Satria dengan sebuah hantaman yang begitu keras. Sehingga membuat Satria terhuyung. Mala berdiri mematung melihat semuanya. Ia ketakutan, dan tidak tau harus berbuat apa.


Satria bingung, jika menggunakan fisik, maka Roni tentu akan terluka, karena Roni berada dalam pengaruh jin ifrit. Roni kin tengah mencekiknya, dengan begitu amat dendam.


Mala memejamkan matanya, Mencoba berdoa apa yang Ia bisa. Saat genting seperti itu, seseirang datang membantu, mencekal tangan Roni dengan kuat.


Lalu Satria bangkit, dengan cepat membacakan doa, lalu menarik paksa makhluk yang bersarang di tubuh Roni.


Aaaaaaarrrrgghhh...


hingga akhirnya Roni limbung dan terjatuh lalu pingsan.


Satria dengan cepat menangkap tubuh ayahnya. Lalau membawanya masuk kedalam mobil. Saat akan mengucapkan terimakasih kepada pria yang sudah membantu tadi, namun pria itu sudah menghilang entah kemana.


"siapa yang membantu tadi..? Sepertinya aku sering melihatnya, dan mengenalnya? Tapi siapa..?" Satria berguman dalam hatinya.


Tak ingin berlama-lama, Satria menepuk pundak Mala, Bu.. Semuanya sudah selesai. Ayo kita pulang.." ajak Satria, yang membuat Mala tergagap. Lalu membuntuti Satria dan masuk kedalam mobil, dan meninggalkan lokasi.


Setelah kepergian mobil Satria, seorang pria keluar dari sebalik pepohonan dan menatap mobil itu hingga menghilang dari pandangannya.


---------♡♡♡♡---------


Pukul 1 malam, Mobil yang dikendarai Satria telah sampai didepan rumah. Suasana rumah yang gelap gulita menambah kesan horor saat melihatnya. Rumah itu sudah hampir sebulan tidak berpenghuni, sehingga membuatnya tampak kotor dan berdebu.


"Bu.. Dimana kuncinya.." pinta Satria kepada Mala.

__ADS_1


Mala mencari kunci rumah, Ia membongkar isi tasnya, namun tidak menemukannya.


"koq gak ada ya..? Perasaan ibu letakkan dalam tas. " ucap Mala dengan perasaan bingung dan penasaran.


Satria turun ke dari mobil, lalu menghidupkan skring lampu. Seketika lampu menyala dan rumah terlihat terang.


Seorang wanita datang menghampiri. "Mbak Mala sudah pulang.?" tanya.. Seorang wanita.


"eh Mbak Ratna. Sudah mbak.. Iya ne, kangen ma rumah." jawab Mala, sembari turun dari mobil.


Mala menghampiri Satria yang diikuti oleh Mbak Ratna.


"gimana caranya kita masuk? Tanya Mala bingung.


Satria mencoba berfikir. " Bu Ratna ada obeng? Kalau ada pinjam ya Bu.." pinta Satria dengan sopan.


"Ada Di, bentar ya.." ucap Mbak Ratna, yang mengira Satria adalah Hadi.


Mbak Ratna segera kerumahnya, mencari barang yang diminta oleh Satria. Setelah mendapatkannya, Mbak Ratna memberikan obeng itu kepada Satria.


"ini nak Hadi, obengnya." ucap Mbak Ratna, sembari menyodorkan obeng itu kepada Satria.


akhirnya terbuka juga. Setelah pintu terbuka, hawa pengap dan panas meyerbu keluar. Semua karena sebulan lamanya tidak terjadi pertukaran udara.


Mbak Ratna memperhatikan Satria. Ia merasa sedikit bingung dengan penampilan Hadi. Ia melihat Hadi menjadi sedikit lebih pendek, namun ketampanannya bertambah. Ingin bertanya terlalu jauh, namun sudah malam, dan penghuni rumahnya sudah kelelahan.


"apa Hadi operasi plastik ya..? Koq makin cakep, biasanya sih emang cakep, tapi ini bertambah lebih berlipat." ucap Mbak Ratna, dan Ia memutuskan untuk pulang, memberikan penghuni rumah untuk beristirahat.


--------♡♡♡♡------


Sorang pria memasuki rumah peninggalan Reza yang terbengkalai.


Rumah itu kembali terang, dan menjadi gosip terkini. Karena sudah berpuluh tahun rumah itu gelap gelap gulita, dan tidak ada satupun warga yang berani membelinya, apalagi menempatinya. Bahkan, melintasinya saja jika dimalam hari membuat warga harus berfikir ulang jika seorang diri.


Namun semuanya kini sudah tidak lagi begitu menyeramkan, setelah mereka melihat ketika pukul 8 malam lebih, seorang pria tampan menempatinya.


Warga menduga pria itu berasal dari kota, sehingga tidak mengetahui asal usul rumah tersebut.


Pria itu memasuki Kamar Reza yang terkesan angker dan menyeramkan. Namun demi rasa cinta yang menggebu, membuatnya membuntuti seorang wanita bersuami.

__ADS_1


Reza membongkar isi lemari tersebut, Ia mencoba mencari kain sprei baru, untuk mengganti sprei yang yang sudah usang.


Kondisi kamar yang kotor, berdebu dan pengap, tidak menyurutkan hati Pria itu untuk terus dengan tujuannya.


sebuah sprei putih yang tampak hanya digukung begitu saja terjatuh dari dalam lemari. Namun pria itu mencoba mengabaikannya. Ia segera mencabut sprei usang yang sudah tidak berbentuk lagi, dan memasangnya dengan segera.


Setelah selesai, Ia membuka topi hitam yang dipakainya. Meletakkannya diatas nakas.


Ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Esok Ia berniat mencari pembantu ruamah tangga dan tukang kebun untuk membersihkan rumah, 2 asisten rumah tangga dan 1 tukang kebun akan cukup untuk membersihkannya.


Bayu.. Pria yang telah terobsesi dengan seorang wanita bersuami, mengambil resiko jalan sesat demi sebuah ambisi.


Ia menatap langit-langit kamarnya. Bayangan wajah Mala begitu terus mengangganggunya. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana keindahan dua bola mata itu saat pertama kalinyanIa menarik paksa hijab wanita tersebut.



Dibalik hijabnya, Ia memiliki sesuatu yang begitu indah.


Mungkin diluaran sana, banyak wanita muda yang mampu Ia dapatkan dengan mudah, namun hatinya hanya tertuju pada wanita yang memancarkan aura kecantikan yang baginya begitu sangat luar bisa.


-----------♡♡♡♡-------


Mala merapikan tempat tidurnya. Lalu meminta Satria untuk meletakkan tubuh Roni diatas tempat tidur.


"Nak.. Letakkan ayahmu disini. " titah Mala kepada Satria. Saat ini Ia sedang memangku Roni diatas sofa.


"baik bu.." Satria beranjak bangkit, lalu membawa tubuh ayahnya keatas ranjang.


Setelah meltakkannya Satria keluar dari kamar, menuju kamar Hadi. Lalu membaringkan tubuh lelahnya. "apa jadinya jika Hadi yang mengalami hal ini, apalagi sekarang ayahnya tidak terkontrol. Mungkin saja Hadi akan kebingungan dan kelabakan.


Satria melihat kesekeliling ruangan. Ia berniat akan merenovasi rumah Ibunya untuk menjadi lebih layak, memberikan fasilitas yang nyaman agar dimasa tuanya, Mala menikmati kehidupan yang layak.


Satria teringat akan mobilnya, Ia berniat menguncinya dan mengamankannya. Sesaat Ia berada diluar, Ia melihat samar-samar sesatu yang berada di rumpun pohon pisang.


"apakah itu jin ifrit..?" ucap Satria dalam hati, lalu mengabaikannya, baginya jika jin itu tidak mengusik kehidupannya, maka Ia tidak ingin mencari masalah dan berurusan satu sama lainnya.


Ia kembali kerumah, menutupnpintubdan menguncinya, lalu ingin beristirahat.


---------♡♡♡♡------

__ADS_1


__ADS_2