Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Amarah


__ADS_3

Bayu masih belum percaya dengan apa yang terjadi pada hari ini. Hatinya begitu sakit, ebtah apa yang membuatnya merasakan kepedihan itu.


Bayu beranjak bangkit, berjalan dengan gontai menuju kamar mandi, Ia ingin membersihkan nida darah yang begitu hampir memenuhi seluruh pakainnya, hingga meresap dan melekat dikulitnya.


Saat Ia hampir mencapai kamar mandi, Ia menghentikan langkahnya. Ia merasakan kehadiran Nini Maru yang disertai aroma wangi kembang melati dan juga kenanga.


aaaaaarrgggghhh...


Terdengar suara erangan Nini Maru yang begitu sangat Ia kenal.


Seketika nafasnya memburu, degub jantungnya semakin kencang, bagaikan genderang yang akan perang.


"hihihihihi..bagaimana kabarmu hari ini..? Apakah kau senang.? Bukankah ini yang kau tunggu-tunggu selama ini..?" Suara Nini Maru terdengar parau.


Bayu menmejamkan matanya, menahan segala emosinya yang hampir meledak keubun-ubunnya.


Lalu Ia memutar tubuhnya dan menghadap kepada Nini Maru, yang kini berubah wujud menjadi makhluk mengerikan.


Taring tumbuh panjang disisi kiri dan kanan sudut bibirnya.


Kuku-kukunya yang runcing memanjang, terlihat sangat begitu mengerikan. matanya membulat besar dengan bola mata yang memerah dan wajah penuh luka berdarah.


Nafas Bayu yang kian memburu dengan tatapan mata tajam menghujam menatap lawan bicaranya.


Bayu meraih lampu tidur di meja nakas lalu melemparkannya kepada Nini Maru. "Enyahlah kau iblis sialan..!!" makinya dengan penuh amarah.


Nini Maru menghindar, lalu melompat dan menempel didinding kamar milik Bayu.


Aaaarrgghh...


"Mengapa kau begitu sangat marah..?!!" tanya Nini Maru dengan nada geraman.


Bayu menatap dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.


"Jangan kau kira aku bodoh dan buta.. Aku melihatmu menahan tubuh Roni ditengah jalan itu, sehingga Ia tak dapat melangkah..!!" Ucap Bayu geram

__ADS_1


"Jangan munafik kau..!! Bukankah itu yang kau inginkan selama ini..!! Aku sudah membantumu melenyapkannya. Lalu dimana ucapan terimakasihmu..?"ucap Nini Maru semakin geram.


Bayu semakin emosi dengan jawaban Nini Maru.


"Siapa yang memintamu..?! Mengapa kau begitu sangat kejam..? Apa salahnya padamu.? Apakah Ia pernah mengusikmu.?! Ku akui aku menginginkan Istrinya.. Tapi aku bukanlah pecundang sepertimu.. Bukan sifatku mengambil paksa milik orang lain..!!" ucap Bayu dengan nafas memburu.


Nini Maru terbang melayang, lalu mendarat dilantai dengan ringan. Lalu berjalan melayang mendekati Bayu, dan mencengkram dagunya dengan kencang, lalu menancapkan kuku-kukunya yang panjang dipipi pria tampan itu.


"Kau mau tau apa kesalahannya..?! Karena Ia anak sari Syech Maulana yang telah membuat ki Karso bertaubat dan ki Karso mencampakkanku begitu saja..!! Apakah kau tau bagaimana rasanya dicampakkan?! Sakit..!! Ya itu yang kurasakan. Dulu Ki Karso sangat memanjakanku dengan korban-korban Janin manis dan segar, serta mantra pemujaan yang begitu memujaku.. Namun semuanya hilang begitu saja setelah Ia mengenal Syech Maulana..!!" Ujar Nini Maru dengan penuh amarah dan dendam.


Bayu merasakan kuku-kuku yang menancap di pipinya begitu amat sakit dan terasa panas.


"Apakah kau masih ingin membantahku..? Aku akan merusak wajahmu yang tampan ini..!!" ucap Nini Maru penuh ancaman.


Lalu Ia melepaskan cengkramannya dengan kasar, dan meninggalkan bekas luka cengkraman dipipi mulus Bayu.


Lalau berbalik arah dan ingin pergi.


"Mengapa kau membenci Ayahnya, lalu membalas dendam pada anaknya..?! Kau begitu sangat egois..!" Ucap Bayu melemah.


"Karena aku juga membencinya, sebab Dia sangat berpengaruh buruk padamu. semenjak Kau mengenalnya, kau mulai mengabaikanku..!! Apakah kau lihat luka berdarah diwajahku..?! Ini karena kau lupa memberiku tumbal janin..!! Kau lebih asyik bercengkrama dengannya, maka lebih baik aku menyingkirkannya. Dan satu persatu dendamku juga terbalaskan..hihihihi..." Jawab Nini Maru, dengan nada tinggi.


Seketika Bayu semakin geram. Ia melepaskan sendal yang masih Ia pakainya. Lalu melemparkannya pada Nini Maru. Lalu Nini Maru menghindarinya, dan sendal itu mengenai pintu kamar hingga menimbulkan bunyi yang keras.


Buuuuuugh...


Sementara itu, Nia yang hendak masuk kekamar untuk membersihkan kamar Bayu terkejut dengan suara dentuman dipintu kamar.


Nia juga sedang mendengar Bayu berbicara kepada seseorang dengan nada tinggi.


Tak ingin menjadi sasaran amukan tuan Majikannya, maka Ia memilih untuk turun kelantai dasar dan membawa kembali sapu dan pelnya.


Sedangkan didalam kamar, Bayu masih berdebat dengan Nini Maru.


"Enyahlah Kau..!! Jika saja aku tidak terjebak dalam benang merah denganmu, maka aku tidak sudi mengikat perjanjian terkutuk ini..!!" Seru Bayu dengan sengit.

__ADS_1


"Diaaamlah Kau..!! Atau aku akan mencabik wajahmu itu..!! Aku tidak suka dengan ucapanmu, apalagi wajahmu..!!" ucap Nini Maru dengan nada yang tak kalah tinggi.


Bayu tersenyum sini.."Aku akan memutuskan hubungan ini..!!" tantang Bayu.


Nini Maru tersenyum menyeringai.."Apakah kau fikir bisa begitu saja dengan mudah melepaskan ikatan itu..?" ucap Nini Maru dengan nada mengejek.


Bayu mebgernyitkan keningnya."Bisa saja, jika aku mau melakukannya..!!" jawab Bayu dengan nada ancaman.


Seketika Nini Maru membesarkan matanya dan cahaya merah menyemburat dari bila mata miliknya.


lalu Ia kembali menghampiri Bayu, dan mencengkram dagu pria utu.


"Kau terlalu tampan bagiku, hanya Mala saja yang tidak dapat melihat itu.. Dan aku menyukai permainanmu diatas ranjang waktu itu.. Meskipun kau melakukannya tanpa sadar, namun aku sangat menyukainya. Maukah kau memberikannya lagi untukku..?" Ucap Nini Maru dengan tatapan mengharap.


Bayu memalingkan wajahnya, Ia tak sanggup memandang bola mata merah milik Nini Maru, pendaran mata itu begitu menyakitkan matanya.


"Ciiih... Ternyata selain biadab, kau juga ternyata memiliki sifat mesum.." ujar Bayu dengan sinis.


"Hihihihihihi... Tidak semua Pria aku sukai.. Aku sangat pemilih.." ucapnya dengan tawa nyaring.


"tiga hari lagi aku membutuhkan tumbal janin, maka kau harus mencarikannya, jangan sampai lupa.." Nini Maru mengingatkan Bayu akan tugasnya.


Lalu Ia melepaskan dengan kasar cengkramannya, dan menghilang dalam kesunyian.


Bayu mendengus kesal, Ia sangat ingin melenyapkan Nini Maru, apapun caranya. Namun Ia harus tau caranya bagaimana melepaskan dari jerat benang merah kepada iblis betina itu.


"Ciih..!! Dasar, Iblis betina sialan..!! Aku harus mencari cara untuk melenyapkan dan area yan harus aku selesaikan ialah, aku harus dapat terlbih dahulu keluar dari jeratannya." Bayu berguman sendiri.


"Tiga hari lagi Ia meminta tumbal janin, mungkin tumbal pakai kopi sianida akan membuatnya sedikit jera.." Bayu mencoba untuk menyelakai Nini Maru dalam persembahan sesaji dihari yang mendatang.


"Tapi, apakah Ia tahu atau tidak ya? Atas apa yang aku rencanakan..?" Bayu sedikit ragu akan apa yang diingin dilakukannya.


Aroma akis darah yang melekat dipakaian dan tubuhnya, membuyarkan segala angannya, Ia mencoba membersihkan dirinya dikamar mandi, dan bayangan akan Roni bagaikan siluet yang tampak terpampang jelas dimatanya.


"Maafkan aku, tidak dapat menyelamatkanmu dari kejahatannya, aku berjanji akan membinasakannya.." ucap Bayu dengan lirih, dibawah guyuran air shower.

__ADS_1


__ADS_2