Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Rumah itu


__ADS_3

"ibu.." seru Satria kepada Mala. Dengan perasaan khawatir dan berkecamuk, Satria menggendong ibunya, membawanya ke sofa depan. Lalu menyandarkannya disandaran sofa.


Satria menarik meja, lalu meletakkan Kaki Ibunya di atas meja tersebut. Tampak warna kemerahan, karena terkena bahan masakan tersebut.


Satria mengambil kotak p3k-nya lalu membawanya kepada Mala.


"ibu minta ambilkan salep zambuk ibu saja, ada didalam kamar, dilaci meja nakas." pinta Mala kepada Satria.


Lalu Satria meletakkan kotak P3K-nya diatas meja.


Mala menarik kotak tersebut, mengambil kapas dan membersihkan sisa bumbu yang menempel dipunggung tapak kakinya.


Satria memasuki kamar, Ia melihat Roni sang Ayah sedang duduk bersandar ditepian ranjang.


"sudah bangun Ayah?" sapanya ramah, sembari mengecup kedua pipi ayahnya.


Namun Roni diam tak bergeming.


Satria menarik laci nakas, Ia menemukan salep berbentuk kaleng bundar, dengan warna hijau, dan bertuliskan Zambuk. Ia mengambilnya, lalu membawanya. "Satria keluar bentar ya Yah.." ucap Satria kepada ayahnya.


Satria keluar dari kamarnya, lalu memberiakan salep tersebut kepada Ibunya.


"ini Bu, salepnya. Apa mau Satria bantu..?" Satria menawarkan dirinya.


"terimakasih Nak. Ibu bisa sendiri melakukannya." Mala meraihnya, lalu Ia mengoleskan sendiri salep itu pada luka memar di dipunggung tapak kakinya. Ia juga merasa sungkan jika Satria sampai membantu mengoleskannya, karena anak lelakinya itu juga sudah dewasa, dan masih ada batasan yang harus dijaga diantara anak lelaki dengan ibunya. Karena syetan bisa berada dimana saja.


Satria seperti memikirkan sesuatu. Melihat ibunya sudah merasa lebih baik, Ia kembali kekamar untuk melihat Ayahnya.


Ia mencoba menghampiri Ayahnya. "Ayah mau makan..? Mau makan apa? Biar Satria belikan, atau Ayah mau Satria suapin?" Satria mencoba mengajak Roni berkomunikasi.


Pengonsumsian obat yang terus berlanjut, membuat Roni hanya dapat tidur dan bermalas-malasan. Namun itu semua sudah lebih dari cukup. Toh seluruh kehidupan Mala dan dirinya dapat terpenuhi dari anak lelakinya.


Roni memandang Satria dengan tatapan nanar. Entah apa yang ada dibenaknya. Seperti semuanya terasa asing, mengambang dan tak mampu diterjemahkannya.


"ayah mau makan mie goreng, sate, atau juga apa yang membuat ayah berselera?" tanya Satria lembut.


Roni hanya menatap dalam kebisuan. Lalu Satria berinisiatif untuk membelikan sate kepada Ayahnya.


Ia berjalan keluar menemui Mala. "Bu.. Aku keluar sebentar buat beli makanan, ibu istirahat saja dulu, dapur nantinbiar Satria yang bereskan." ucap Satria sembari meraih kunci mobilnya.


Saat Ia berada di ambang pintu, Ia menoleh kepada Ibunya.


"Bu.."


"iya.." sahut Mala.


Jangan lupa berdzikir dan selalulah membaca doa, agar dulindungi dari niat jahat para jkn dan syaitan." ucap Satria mengingatkan.


Mala menganggukkan kepalanya, pertanda menyetujui.

__ADS_1


Lalu Satria meninggalkan rumah, dan menutupnya.


Entah mengapa perasaannya tidak nyaman saat meninggalkan kedua orang tuanya didalam rumah dalam kondisi seperti itu. Ia merasa ragu dan was-was.


Satria memasuki mobilnya. Lalu menghidupkan mesinnya dan bergerak perlahan meninggalkan rumah.


Ia mencari penjual makanan yang ada disekitar pinggir jalan utama kampung.


Ia telah melewati puskesmas. Ia celingukan kesana kemari mencari penjual makanan.


Saat ini, matanya menangkap sebuah rumah disisi kanan yang tak jauh dari puskesmas. Rumah itu berwarna abu-abu, namun dalam pandangan bathin Satria, rumah itu dulunya bercat warna putih. Satria memperlambat laju mobilnya.


Satria melihat siluet kejadian beberapa bulan yang lalu. Ia menangkap sebuah bayangan seorang wanita berhijab yang disekap seorang pria berkaki palsu, dan sedang ingin melakukan pelecehan.


Dalam bayangan yang samar-samar itu, Ia melihat datang seorang pria lagi yang memukulkan sebuah balok bisball dan membuat lelaki si pelaku pelecehan tersungkur dan terkapar dilantai.


Satria tersentak, dan seketika nafasnya tersengal. "apa sebenarnya yang terjadi dirumah itu..?" Satria berguman lirih.


Lalu Ia melihat sebuah bayangan melintasi halaman rumah dan memasuki kamar gelap dilantai tiga tersebut.


"ternyata dia disini juga..? Apa sebenarnya yang terjadi disini?" Satria merasa bingung. Lalu melanjutkan perjalanan.


Setelah sekian jauh mengendarai mobilnya, Ia menemukan penjual makanan dan Ia menepikan mobilnya. Lalu turun dan menghampiri penjual makanan. Satria memesan 3 porsi mie gorwng. Karena hanya itu saja yang dijual si mbak pedagangnya.


Tanpa sengaaja Ia bertemu dengan shafiyah yang juga berada di diwarung tersebut dengan membawa sebungkus kantong kresek.


Shafiyah merasa tersenyum malu-malu saat atasannya menyapanya dengan bahasa formal.


"Iya pak.. Bapak beli juga?" gadis manis itu balik bertanya.


Satria tersenyum renyah. Lalu mengangguk.


Shafiyah yang sudah selesai dengan pesanannya ingin membayar pesanan itu. Namun Satria mencegahnya.


"biar saya saja yang bayar." ucapnya dengan santai.


"wah.. Jadi segan saya pak.." jawab Shafiyah merasa sungkan.


"tidak apa-apa.. Anggap saja saya traktir kamu.." jawab Satria sembari menatap gadis manis itu.


Gadis yang ditatap tampak grogi dan kebingungan.


Setelah pesanan Satria selesai, Ia membayar beserta pesanan shafiyah.


"terimakasih pak atas traktirannya." ucap Shafiyah dengan tulus.


Satria tersenyum dengan manisnya dan sangat lepas. Satu senyuman yang tak pernah Ia berikan kepada siapapun.


Shafiyah berjalan kaki menuju rumahnya.

__ADS_1


"kamu jalan kaki? Tanya Satria.


"iya.. Tadi dianterin sama ayah, tetapi entah mengapa belum dijemput juga." ucap Shafiyah dengan jujur.


"ayo bareng dengan saya.." Satria menawarkan.


"wah. Sudah ditraktir, diberi tumpangan gratis lagi.. Jadi tambah sungkan saya pak.." ucap Shafiyah dengan malu.


Satria membukakan pintu untuk Shafiyah, hal yang tak pernah dilakukannya oleh wanita manapun kecuali Ibunya, Mala.


Shafiyah dengan tertunduk memasuki mobil Satria, sang atasannya.


"buk dhe.. Nanti kalau ayah singgah bilang saya sudah pulang ya.." seru Shafiyah kepada penjual makanan itu.


Sipedagang mennganggukkan kepalanya, lalu tersenyum.


mobil mulai bergerak, dan melaju dengan kecepatan sedang, mereka melakukan obrolan ringan selama perjalanan.


Saya turun disitu pak.." ucap Shafiyah dengan santun.


Satria melongok sebuah rumah, sebelah sisi kanan. Ia mencoba berbelok untuk kerumah tersebut.


Saat telah sampai ditepi jalan, Shafiyah turun dari mobil. "terimakasih pak.. Atas traktiran dan tumpangannya." ucap Shafiyah tulus.


Satria hanya menganggukkan kepalanya. "maaf tidak bisa anterin sampai kedepan pintu." ucap Satria dengan tatapan sendu.


Shafiyah tersenyum sangat manis. Sebingga dapat membuat orang diabetes bagi yang melihatnya.


"gak apa-apa pak, lain kali singgahlah jika berkenan." ucap Shafiyah penuh harap.


Satria tersenyum ringan. Lalu Shafiyah melangkah menuju rumahnya.


Satria melihat seorang pria sepuh sedang duduk diteras rumah, dengan santai, dan menghisap rokok cerutunya dengan sangat nikmat.


Namun Satria mengetahui jika pria sepuh itu bukanlah manusia, namun sesosok arwah.


Sosok itu bangkit dan menghampiri Satria, sedangkan shafiyah sudah masuk kedalam rumah, dan mereka saling bertabrakan, namun shafiyahbtidak merasakan apapun.


Sosok itu semakin dekat, dan memasuki mobil Satria. Satria merasa bingung dengan kehadiran sosok itu.


"kamu sudah datang Cu.. Sekarang saatnya kamu melindungi ibumu dan keluargamu. Musnahkan makhluk iblis itu, dengan cara bertirakat." lalu sosok itu menghilang dan lenyap begitu saja.


Satria merasa tersentak, karena dia baru saja melihat sosok itu, dan tidak mengenalnya.


Satria segela melajukan mobilnya, menjnggalkan rumah shafiyah.


~Buat reader harap bersabar ya.. Bukan ceritanya muter-muter disitu.. Tetapi ini akan berkaitan semuanya dengan pembebasan ke 6 arwah saudara Satria yang terkungkung di goa yang menjadi tahanan Nini MaruπŸ™πŸ™πŸ™ maaf jika membuat reader merasa pusing dengan alur ceritanya.. Love U to All..❀❀❀ karena novel ini salah satu novel paling populer diantara 4 novel author dengan jumlah views terbanyak dan fantastis ~


~terimakasih telah mengikuti perjalanan menulis author.. Dukungan kalian sangat berarti.. Kritik dan saran yang membangun akan menjadi motivasi bagi Author untuk berbenah..❀❀~

__ADS_1


__ADS_2