
Roni mengendarai sepeda motornya dikeheningan malam. setelah memastikan tidak ada yang melihatnya. Ia memarkirkan sepeda motornya dirumah Reza yang terbengkalai.
Ia mengendap-endap dengan menggunakan penerangan cahaya senter dari sebuah Handphone jadul. terlebih dahulu Ia menggunakan sarung tangan untuk menghilangkan jejaknya.
Ia menuju kamar dilantai dua. Ia membuka kamar tersebut. aura negatif begitu kentara, saat Ia memasuki rumah tersebut. namun semua Ia tepiskan. Ia harus memeriksa kondisi Reza.
setelah memasuki kamar Ia melihat seonggok tubuh yang tersungkur dilantai. Ia membalikkan tubuh itu. Ia memastikan wajah itu adalah Reza.
Ia meketakkan jemarinya di hidung Reza, tidak ada nafas disana. Ia memeriksa nadi dipergelangan tangan Reza juga tidak berdenyut.
setelah itu, Ia memeriksa detak jantung Reza, juga sudah tidak ada.
setelah memastikan Reza telah tewas, Roni menyeret tubuh Reza menuruni anak tangga. Ia membawa tubuh Reza kebagian belakang rumah Reza.
lalu Ia mengambil sebuah cangkul yang sudah disiapkannya sejak awal. Ia mulai menggali tanah, Ia berniat untuk menguburkan jasad Reza dibelakang rumah.
keringat membanjiri tubuhnya, rasa takut akan sebuah kesalahan juga menghantuinya.
Roni terus menggali, hingga akhirnya Ia merasakan kedalamannya yang sudah cukup untuk mengubur tubuh Reza.
Roni menyeret tubuh Reza yang sudah kaku dan terasa dingin. Ia memasukkan tubuh yang sudah bernyawa itu kedalam liang kubur, tanpa fardhu kifayah yang lainnya. Ia menguburkan tubuh itu layaknya seperti bangkai binatang.
ternyata kedalamannya belum begitu cukup, sehingga tubuh Reza tertekuk. Roni yang terburu-buru langsung menguburkan tubuh Reza. Ia menimbun dan terus menimbun tubuh itu.
setelah merasa cukup, Roni mencari rerumputan kering, lalu menutupinya, agar tidak ada yang mencurigainya. namun, tanpa disadari Roni, ibu jari kaki Reza menyembul, akibat dari lubang yang kurang dalam.
lalu Ia meninggalkan lokasi itu dengan wajah pucat pasi. karena baru kali ini Ia melakukan tindakan kejahatan.
sudah lama sebenarnya Ia memendam dendam pada Reza, namu karena kali Ini Ia melihat langsung buktinya, maka Ia tanpa berfikir langsung melayangakan hantaman benda keras ditengkuk Reza. dan tindakan itu ternyata membuat Reza mati ditempat.
Roni kembali memasuki kamar Reza, Ia mencari balok kayu yang digunakan untuk memukul Reza. Ia memungutnya.
Reza memastikan tak ada jejak apapun. Ia mengepel lantai, agar jejak telapak kaki dan sendalnya tidak terlihat. Ia juga membuka sprei lalu membawanya keluar.
sesampainya diluar, Ia mendorong mobil Reza memasuki garasi, lalu menutup garasi tersebut. sehingga tidak akan ada orang yang mencurigainya.
__ADS_1
setelah itu, Ia mendorong sepeda motornya dengan perlahan. setelah memastikan tidak ada orang yang melintas, Ia menghidupkan mesin motornya. lalu mengendarainya dengan wajah pucat dan gemetaran.
sasampainya dirumah, Roni memasuki rumah dengan tubuh gemetaran.
Mala menyambutnya dengan perasaan cemas. Roni langsung menuju dapur, membuka sarung tangannya, lalu membakarnya. Ia juga membakar balok kayu tersebut bersamaan dengan sprei yang menjadi saksi biksu perbuatannya.
Mala memperhatikan semua yang dilakukan suaminya. "apa yang terjadi..? apa Reza mati..? tidak..tidak.!aku tidak mau jika bang Roni sampai masuk penjara." Mala berguman dalam hatinya. Ia juga tak kalah takutnya dengan Roni.
setelah Roni menghilangkan jejaknya. Ia segera mandi. dengan perasaan kalut, Ia segera mempercepat mandinya.
Roni duduk termenung seorang diri dikamarnya. Ia menekuk lututnya, dengan tubuh yang masih gemetar. Mala mendekatinya. wanita cantik ini juga tak kalah takutnya dengan Roni.
Ia membelai Roni yang masih gemetaran. ketika seseorang tidak pernah melakukan kejahatan, maka saatbIa pertama kali melakukannya, akan terlihat dari gestur tubuhnya. berbeda dengan orang yang sudah biasa melakukan kejahatan, maka Ia akan terlihat santai.
Mala berusaha bersikap setenang mungkin, untuk memberikan kenyamanan pada suaminya. Mala meraih tubuh Roni kedalam pelukannya.
Roni membenamkan tubuhnya dalam pelukan Mala. Ia mencari kedamaian disana.
"apakah Dia tewas bag..?" ucap Mala penasaran.
Roni mengangguk dalam dekapan Mala.
"lalu dimana jasadnya..?" ucap Mala dengan perasaan cemas.
Roni terdiam sejenak. " abang menguburkannya dibelakang rumahnya." jawab Roni lirih.
"bagaimana jika ada yang curiga dengan kuburan baru tersebut..?" ucap Mala was-was.
"ya kita harus segera meninggalkan kampung ini." ucap Roni dengan panik.
Mala terdiam. namun melarikan diri bukanlah hal yang menjadi jalan satu-satunya. dan hal otu akan membuat warga curiga, mengapa mereka tiba-tiba menghilang.
Mala membelai lembut punggung Roni. "tindakan yang kamu lakukan hanyalah spontan. jikapun harus mendekam dipenjara, hukumannya adalah 15 tahun, berbeda dengan pembunuhan berencana, yang mana akan terkena hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.." ucap Mala mencoba menenangkan.
__ADS_1
"jika abang sampai dipenjara hingga 15 tahun, apakah adik masih setia menunggu abang..?" ucap Roni menghiba.
Mala mengeratkan pelukannya. mencium kening Roni dengan penuh kelembutan. "kesalahan fatal yang abang lakukan adalah karena untuk melindungi kehormatanku. maka adik akan selalu setia menunggu, hingga abang keluar dari penjara." ucap Mala dengan memberikan semangat kepada Roni, suaminya.
Namun jauh didalam lubuk hatinya Ia berharap tidak ada orang yang mengetahui kuburan Reza.
"kita tunggu saja perkembangan berikutnya" ucap Mala memastikan Roni baik-baik saja.
siang itu suasana sangat lengang. seekor biawak berukuran sangat besar sedang melintas disemak-semak belukar untuk mencari makan.
Ia menajamkan indara penciumannya. lalu Ia mendekati asal aroma yang menjadi perhatiannya.
sebagai hewan carnivora, tentu hal ini membuatnya sangat antusias. hewan itu menggigit jempol kaki jasad Reza yang menyembul. tak puas dengan buruannya, binatang itu menggali tanah tempat menimbun jasad Reza.
dengan cakarnya yang tajam, Biawak tersebut berhasil membongkar jasad Reza. Ia mencabik-cabik daging yang sudah mengeras tersebut.
setelah puas, Ia meninggalkan sisanya begitu saja. karena Ia tak sanggup memakan semua daging tersebut.
seekor ular sanca berukuran sangat besar, mencium aroma amis dari cabikan-cabikan daging tubuh Reza.
ular Sanca tersebut mendekati simber aroma tersebut. melihat ada seonggok daging disana, Ia menelan keseluruhannya. menyisakan sebuah kaki palsu yang terlepas.
Ular sanca tersebut merayap dengan perlahan. karena perutnya kini penuh dengan seonggok tubuh manusia. Ia pergi kedalam hutan, untuk mencerna makanannya.
lalu sisa-sisa cabikan daging Reza yang tercecer ditanah, dikerubuni oleh hewan-hewan kecil lainnya. semut beserta rombongannya datang berpesta pora, menikmati sisa cabikan daging tersebut.
binatang-binatang itu menghabiskannya tanpa sisa sedikitpun.
sungguh akhir kematian yang sangat tragis. mungkin itu adalah balasan dari segala perbuatan dimasa hidupnya. dimana kehidupan penuh dengan bergelimang dosa. merasa paling sempurnah, sehingga berbuat dzhalim terhadap sesama. lalu menganggap uang adalah segalanya.
lalu bagaimana dengan kaki palsu yang tertinggal..? akankah Roni dapat terhindar dari jerat hukum..?
ikuti kisah selanjutnya.
__ADS_1
~maaf jika ada penulisan typo. author dalam kondisi demam pilek, tapi tetap dipaksakan up.~