Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Licik


__ADS_3

"Hallo bu Bidan..apakah ada pasien hari in..?" ucap Reza menelfon bisan Sri .


Bidan Sri yang mendapatkan telefon dari duda tampan nang jutawan itu merasa kegirangan. Ia dengan segera menyambut telefon dari Reza.


:emmm..lagi sepi pasien juragan.?" ucap bidan Sri dengan manja..


Reza seperti memdapatkan angin segar. Ia merasa bidan Sri telah masuk kedalam perangkapnya. maka jika bidan Sri dapat menghasilkan janin, kekayaan yang didapatnya akan berlimpah, susuai perjanjian buhul dengan Nini Maru.


"kalau begitu saya kesana ya bu Bidan yang yang cantik.." Ucap Reza dengan menyeringai.


Sri merasa terlonjak hatinya memgetahui jika duda itu akan mengunjunginya. "silahkan juragan Reza yang tampan.." balas bidan Sri tak kalah genit.


entah mengapa bidan Sri begitu mudahnya tergoda dengan pesona Reza. selama ini Ia selalu bersikap biasa saja terhadap seluruh pria didesa tempat Ia mengabdi.


Reza melangkah menyusuri semak belukar. setelah Ia berhasil menyeret tubuh seseorang dan melemparkannya kedalam parit drainase desa yang sudah tidak berfungsi, karena sudah ditumbuhi semak belukar.


Reza memandang sekejap tubuh yang tak sadarkan diri itu, lalu meludahinya dan pergi menuju tempat praktek bidan Sri.


****


"bu Bidan..saya datang.." ucap Reza sembari mengetuk pintu ruangan pasien.


Sri yang mendengar suara Reza telah berada diluar pintu ruangan pasien segera membukanya.


dengan tersenyum sumringah Ia menyambut kedatangan Reza, lalu meminta Reza segera masuk.


setelah Reza masuk, Ia mengunci pintu tersebut. dengan tayapan genit Ia menatap Reza.


sepertinya Sri telah menyiapkan segala sesuatunya dalam menyambut Reza. Ia sengaja membuat dua buah kancing bajunya terlepas. dengan gaya menggoda Ia melangkah mendekati Reza.


"berbaringlah di ranjang pasien juragan..aku akan memeriksa kondisi kesehatanmu" ucap Sri dengan nada genit.


Reza menyunggingkan senyum menyambut godaan Sri. Ia berbaring diranjang pasien. Sri memeriksa Reza dengan membungkkukan tubuhnya, sengaja mempertontonkan dua buah melon miliknya yang menggantung.

__ADS_1


Ia membuka jaket hoodie milik Reza hingga sampai batas ketiak., meletakkan stetoskop disana, Ia merasakan detak jantung Reza berdetak kencang melalui alat stetoskop itu.


Reza yang mendapatkan godaan dari bisan Sri tak mampu membendung hasratnya. Ia lalu meraih tubuh wanita itu, dan melakukan pergumulan.


saat Reza melakukan penyatuan tubuh, Ia mendapati Sri bukanlah seorang perawan. selaput itu sudah robek sebelumnya. sedikit kecewa, namun Ia meneruskan aksinya.


setelah melihat Sri mengejangkan tubuhnya, Ia menyesap cairan itu. lalu melanjutkan kembali aktifitasnya. setelah Ia mencapai puncak surgawinya. Ia beranjak dar ranjang tersebut.


"terimakasih atas layanan kesehatanmu bu bidan..lain waktu saya datang lagi. ini imbalan dati saya untuk bu bidan.."ucap Reza sembari mengulurkan dua ikat uang lembaran ragusan ribu dengan jumlah 2 juta rupiah.


Sri menyambutnya dengan gembira. "terimakasih juragan tampan baik hati.." ucap Sri, sembari memgambil uang tersebut dan memasukkannya kedalam laci.


Reza menyadari ada seseorang datang untuk berobat. Ia mengenakan hoodienya lalu permisi untuk pergi.


"sepertinya ada pasien yang akan berobat padamu Bu bidan.." ucap Reza memberitahu.


Sri menoleh kepada Reza, Ia tak menyadari adanya seseorang yang telah menunggu diluar.


Sri menjawab dengan senyuman dan anggukan.


setelah Reza keluar, masuk seorang pasien yaitu Roni suaminya mbak Mala. Ia memperhatikan dua buah kancing Sri yang terbuka, saat Roni mengingatkannya, Ia sangat kikuk. Ia berfikir apakah Roni mengetahui apa yang baru saja dilakukannya.


setelah menyelesaikan pengobatan pada Roni, dan Ia memastikan jika Roni telah pergi. Ia mengunci pintu ruang prakteknya.


Ia mengambil uang pemberian dari Reza. Ia mencium uang baru tersebut. aromanya sangat manis. Ia menyesapinya. jarang sekali Ia mendapat uang dalam jumlah banyak selama mengabdi dindesa ini.


*****


Sri kembali teringat mada lalunya saat menempuh pendidikan kebidanannya 3 tahun yang lalu. Ia melepaskan kesuciannya pada kekasihnya dengan suka rela. Ia selalu menggunakan pengaman dalam melakukan maksiat terhadap kekasihnya itu.


3 tahjn berlalu Ia tak pernah lagi menemui kekasihnya. kekasihnya menikahi wanita lain, setelah apa yang dikorbankannya selama ini yak pernah dihargai oleh pria itu. tanpa merasa bersalah Ia mengirimkan surat undangan tersebut kepada Sri.


Sri yang merasa dikhianati kecewa dan putus asa. Ia meminta ijin kepada kedua orangtuanya untuk pergi menjauh dari kehidupan kota tempat tinggalnya dan mengabdi didesa ini.

__ADS_1


lama Ia mencoba melupakan Roby. membuang bayang-bayang pengkhianatan dari mantan kekasihnya. hingga akhirnya Ia terjebak dalam pesona sang juragan.


Sri berniat hanya ingin memoroti harta si juragan, sebagai balas dendam terhadap setiap lelaki mesum.


Ia melihat prilaku Mesum pada diri Reza saat menatapnya ketika membawa Mala berobat kemarin. maka Ia merencanakan sesuatu.


Sri telah menyuntikkan serum KB kepada dirinya untuk jangka 3 bulan kedepan. maka Ia akan aman dari kehamilan.


Reza yang tak menyadari dengan siapa Ia bermain, maka Ia akan tertipu kali ini. harapannya untuk mendapatkan tambahan janin akan sirna. Reza hanya akan sia-sia saja dalam mengeluarkan jumlah uang. karena Sri tidak akan pernah mengandung janin.


***


Reza melangkah dengan sangat bahagia. Ia sudah membayangkan bahwa Sri adalah orang yang subur. apalagi Ia seorang tenaga medis.


harapannya untuk dapat melihat keturunannya yang lahir dari rahim Mala akan segera terlaksana. Ia tak sabar menantinya. bahkan Ia akan mendapatkan bonus kekayaan jika memenuhi permintaan Nini Maru dalam memberikan tumbal janin.


Reza telah sampai drumahnya. Ia melihat Rianti dan Mira sedang mengerjakan pekerjaannya. Reza masuk kedalam kamarnya. Ia berbaring menatap langit-langit kamarnya. Ia membayangkan wajah anaknya kelak. jika mirip dengan Mala tentu akan cantik, dan jika miripnya tentu akan tampan.


"Mala...mengapa kau memilih Roni..? suami miskinmu itu tidak akan mampu memberikan kekayaan untukmu.." ucap Reza lirih.


sebelum kerumah Sri, Ia sempat mengintai kerumah Mala mendekati sumur belakang.


namun Ia tidak mengetahui jika Roni libur bekerja hari ini. tak ingin ketahuan, Ia memilih untuk menyudahi pengintaiannya. dapat melihat wajah Malas sekilas pandang, sudah mampu membuatnya membalut rindu pada wanita pujaannya.


karena tergesah-gesah.. Ia tanpa sengaja menginjak pipa air milik Mala, yang menyebabkan air tidak bisa mengalirkan air.


mengetahui Roni keluar dapur, Ia berjalan menghindar memasuki semak belukar. namun siapa sangka jika Roni memgetahui jalanan setapak yang Ia lalui.


Ia melihat Roni mengikuti jalan rahasia miliknya, lalu Ia menyelinap dibalik semak, agar tak terlihat oleh Roni.


saat Roni berganti berjalan didepannya, Ia keluar dar persembunyiannya, dengan meringankan langkahnya agar tak terdengar oleh Roni. Ia mengambil sebatang kayu yang sudah kering dan patah lalu mengahantamkannya kekepala bahian belakang Roni.


menyadari Roni tak sadarkan diri, Ia menyeret tubuh itu dan membuangnya kedalam drainase desa yang sudah ditumbuhi rerumputan. lalu meninggalkannya begitu saja. Ia melanjutkan langkahnya menuju kediaman bidan Sri, untuk menitipkan benihnya dalam memenuhi perjanjian dengan Nini Maru.

__ADS_1


__ADS_2