Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Reza Mengejar Mala


__ADS_3

Reza mengintai rumah kontrakan Mala. namun tak ada tanda-tanda jika Mala dirumah itu.


Reza bertanya pada tetangga kontrakannya. "Mbak.. orang yang mengontrak dirumah itu kemana ya..?" ucap Reza kepada salah seorang tetangga Mala yang melintas.


"oh..penghuni baru kontrakan itu..? setau saya sudah pulang kekampungnya." jawab seorang pria yang pernah menjadi tetangga Mala beberapa hari yang lalu.


"oh..gitu ya..terimakasih ya pak.." ucap Reza


Pria itu mengangguk, sembari berlalu dari hadapan Reza.


"apakah aku harus kembali ke desa itu..? desa yang sudah lama aku tinggalkan." Reza berguman dalam hatinya.


 


Reza pulang kerumah. Ia tak mendapati Rianti dirumah. menurut para bodyguard, Rianti pergi berlibur.


Reza memgambil kesempatan untuk pergi juga. Ia mengendarai mobilnya pergi menuju desa yang suadah lama Ia tinggalkan.


pertemuannya dengan Mala tempo hari telah membuat tumbuh kembali cinta yang pernah layu.


sesungguhnya Reza tak mampu menghapus rasa cinta itu, meski waktu telah membawanya pergi namun cintanya tetap bersemi.


Reza mengendarai mobilnya dengan perasaan senang. Mala yang kini berhijab, tampak begitu memesona. Aura kecantikannya kian bertambah.


"Mala...aku tak dapat berpaling darimu.. cintaku hanya untukmu." Reza berguman lirih.


 


setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya reza sampai di desa yang dulu menjadi saksi persekutuannya dengan Nini Maru.


Desa itu telah banyak mengalami perubahan. dimana banyak sudah pembangunan dan pembaharuan. klinik tempat Bidan Sri kini sudah berubah menjadi puskesmas berlantai dua.


jalanan tak lagi bebatuan, namun sudah beraspal mulus.


lahan yang dulunya kosong, kini sudah padat dengan rumah penduduk. semua telah berubah dengan drastis.


 


Reza memasuki perkarangan rumahnya yang sudah lama Ia tinggalkan. Ia memarkirkan mobilnya.


rumah itu tampak menyeramkan. banyak tumbuhan liar disana. rumah itu sudah ditawarkan kepada pembeli. namun tidak ada yang mau membelinya. karena setiap pembeli yang ingin menawarnya akan melihat penampakan aneh dirumah tersebut.


dimana rumah itu tampak seperti ada orang yang selalu berwira-wiri dilantai dua. terutama kamar Reza.

__ADS_1


Reza menyibak rerumputan yang sudah terlihat meninggi. Ia mengambil kunci rumah, dan membukanya.


rumah itu kian tampak menyeramkan. rumah itu terlihat pengap dan lembab serta berdebu.


beberapa hewan serangga seperti kecoa berlarian kesana kemari dan juga tikus yang membawa gengnya.


Reza menaiki anak tangga. Ia menuju kamarnya dilantai dua. Reza membuka kamar itu dengan perlahan. disana tampak berdebu. Sesaat Reza melihat selintas bayangan seseorang memasuki kamar mandi.


Reza yang merasa penasaran, mencoba mengikuti bayangan tersebut. dengan sisa keberaniannya, Ia membuka kamar mandi.


saat pintu dibuka, tiada sesiapapun disana. Reza melengus lega.


 


Mala mempersiapkan sarapan untuk Rini suaminya. meskipun usia pernikahan mereka telah mencapa 33 tahun lamanya, namun cinta mereka tetaplah sama seperti awal menikah.


"abang berangkat kerja dulu ya dik." ucap Roni sembari mengecup kening Mala.. lalau Ia membawa sepeda motornya. kehidupan yang sederhana, tak membuat Mala merasa berat. Ia ikhlas dalam rumah tangganya.


 


Mala telah selesai mencuci. Ia menjemur pakaianlnya. dikejauhan tampak sepasang mata sedang memperhatikannya. Ia berjalan mengendap-endap, lalu dari belakangnIa menyergap Mala, dan menempelkna saputangan yang sudah diberi obat bius.


seketika Mala tak sadarkan diri. pakaian yang akan dijemurnya jatuh berserakan. sendal yang digunakannya terlepas satu.


Mala mengerjapkan matanya, Ia clingukan melihat kesekelilingnya. Ia berda ditempat yang asing. Ia sedang berada disebuah ranjang berdebu.


Ia terkejut saat melihat tangan dan kakinya sudah terikat.


Reza mendehem..


Mala menoleh ke arah sumber suara. Mala terperanjat saat melihat siapa yang berada dibelakangnya.


"haah. kaau.!" Seketika wajah Mala berubah pucat, Ia masih trauma dengan perlakuan Reza tempo hari, dan Kini pria itu mengejarnya sampai kembali ke desa ini lagi.


"apa yang kau inginkan..?!" ucap Mala dengan amarah.


Reza menyeringai, lalu mendekati Mala. Ia membungkukkan tubuhnya, lalu menarik tubuh Mala untuk posisi duduk. lalu dengan sigap, Ia melepas hijab lebar yang digunakan oleh Mala.


Mala berteriak histeris. Ia sangat marah karena Reza melihat auratnya. "kurang ajar kamu Reza..!!" Mala mengumpat marah.


Reza terperangah memandang Mala, diusianya yang tak lagi muda, namun kecantikannya tak luntur oleh waktu. berbeda dengannya, kesehatannya saja kini sudah menurun.


Ia tak memperdulikan segala makian yang dilontarkan Mala. Ia masih mengingat dkmana masa kejayaannya, Ia pernah bercinta dengan cara mencuri. Ia masih merasakan hangatnya, meski sudah lama berlalu.

__ADS_1


Ia mendekati Mala dan memaksa menodai bibir wanita itu.


Mala merasa sangat jijik dengan perlakuan Reza, Ia meronta-ronta meminta Reza menghentikannya.


tak puas dengan sentuhan bibirnya, Reza menginginkan lebih. lalu dengan sigap Ia ingin menarik pakaian Mala. namun belum sempat Ia melakukan aksinya, sebuah benda tumpul menghantam tengkuknya. Ia tersungkur, dan ambruk kelantai.


Mala membulatkan matanya. Ia melihat Roni, suaminya berada dikamar itu. "Bang.." ucap Mala terisak.


dengan sugap, Roni membuka ikatan ditangan dan di kaki Mala. lalu Mala menghamburkan diri dipelukannya.


Roni melepaskan pelukan Mala memungut hijab yang terlempar dilantai, lalu memberikannya kepada Mala.


Mala terburu-buru mengenakannya. "bang..dia mati gak bang..?" ucap Mala dengan perasaan takut.


Roni menggelengkan kepalanya. "entahlah..tapi itu setimpal dengan perbuatannya."


"ayo..! kita segera tinggalkan tempat ini." ucap Roni dengan tergesah-gesah.


sejatinya Ia sangat takut, jika sampai Reza mati dan akan membawa masalah kedepannya.


mereka bergegas menuruni kamar. lalu menyelinap melalui pintu belakang dan menuju semak belukar untuk mencapai rumah.


---------


"abang tau dari mana kalau Mala disekap Reza..?" ucap Mala penasaran.


Roni terdiam sejenak. "kemarin tanpa sengaja abang melihatnya memasuki rumah lamanya. jadi abang penasaran, mengapa Ia sampai kembali lagi kemari, jika bukan karena kamu." ucap Roni datar.


"aaa..paa..?" jadi abang tau selama ini Reza mengintai Mala..?" ucap Mala dengan nada tak percaya.


Roni mengangguk.." ya.. sejak saat sebelum bayi kita hilang dengan cara ghaib." ucap Roni menjelaskan.


Mala terperangah mendengar penuturan dari suaminya. Ia tak mengira jika suaminya selama ini memiliki tekanan bathin yang Ia pendam sendiri.


"bagaimana jika Ia mati bag..? ini akan menjadi masalah buat kita." ucap Mala ketakutan.


"mungkin sebaiknya abang harus mehilangkan jejaknya." ucap Roni. sebenarnya Ia juga gemetar karena jika sampai menghilangkan nyawa orang lain.


"lalu, apa yang akan abang lakukan selanjutnya..?" ucap Mala khawatir. Ia tidak ingin jika nantinya Roni terseret kasus hukum.


Roni membelai lembut kepala Mala yang tertutup Hijab. "kamu tenang saja, ini akan menjadi urusan abang." ucap Roni menenangkan hati Mala.


"aku harus kembali lagi kerumah itu, untuk menghilangkan bukti." Roni berguman dalam hatinya. hatinya bergetar tak karuan. rasa takut menghinggapinya. namun semua terpaksa Ia lakukan demi melindungi kehormatan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2