Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Perjalanan ke hutan larangan-6


__ADS_3

Tanpa terasa kini Satria berada disebuah persimpangan Ia bingung harus mengambil jalan yang mana.


"Menurutmu, aku harus memilih jalan yang mana..?" tanya Satria kepada Widuri tanpa menoleh kepada sang peri, yang saat ini masih mengepakkan sayanpnya, terbang disisi kiri Satria.


Sesaat peri itu mengkatupkan sayapnya, lalu berjalan satu meter didepan satria, dan memutar tubuhnya memandang wajah pemuda tampan dihadapannya.


"Jika menurutmu.. Jalan yang menuju kebenaran itu sebenarnya menuju arah kesebelah kiri atau kanan..?" tanya Widuri balik, sembari meletakkan jemari telunjuknya di dagu kanannya.


Satria memandang kedua bola mata sang peri dengan penuh selidik.


Lalu Widuri terbarang ringan dengan jarak sejengkal dari tanah. "Ya Tuhanku... Tunjukilah aku jalan yang lurus.." tiba-tiba Widuri mengoceh dan membaca sepenggal dari sebuah induk ayat.


Mendadak Satria terperangah, lalu tersenyum.."Ya.. Aku tahu.. Aku harus berjalan lurus mencari sesuatu yang benar dan mengikuti kata hatiku.." Uajr Satria bersemangat. "Maka aku harus mengambil simpang sebelah kanan, karena biasanya sisi kanan penuh kebaikan.." jawab Satria, Lalu memilih arah sebelah kanan.


Widuri tersenyum sumringah, lalu turun dan berjalan disisi Kiri Satria.


baru beberapa langkah Ia berjalan, Ia mendengar suara seorang gadis sedang bersenandung yang menyiratkan sebuah penantian dan kerinduan.


Seketika Satria menghentikan langkahnya, lalu memutar tubuhnya kebelakang. Ia seperti ragu untuk melangkah, lalu merasa penasaran untuk melihat dari mana asalnya suara tersebut. Dimana senandung itu selalu Ia dengar dan menyentuh kalbu.


Saat Satria Ingin melangkah kearah sana, Widuri dengan cepat mencegahnya, merentangkan kedua tangannya, dan menggelengkan kepalanya.." kamu harus selesaikan dahulu misi kamu disisi kanan, setelah itu kamu baru menuju ke sisi Kiri untuk misi penyelesaian.." ujar Widuri mencoba memperingatkan.


Satria terdiam sejenak, rasa di Qalbunya begitu berdesir, rasa ingin mencari sesuatu yang membuatnya begitu amat penasaran.


Lalu Satria kembali memutar tubuhnya, melanjutkan langkahnya untuk mencari goa yang digadang-gadang sebagai tempat penyimpanan kitab segoro geni tersebut.


Namun, Ia menghentikan sejenak langkahnya, menoleh kearah suara senandung tersebut, lalu memantabkan hatinya untuk terus melangkah.

__ADS_1


Widuri terus menemani langkah sang pemuda. "Mau kah Kau aku senandungkan sebuah lagu..? Agar kau tidak merasa bosan..?" Widuri menawarkan dirinya untuk menghibur Satria didalam kesepian.


"Jika kau bisa,mengapa tidak kau lakukan saja sedari tadi.." jawab Satria tanpa ekspresi.


"Ya karena semua itu aku tidak dapat bersenandung.. aku sangat payah dalam hal tersebut.." jawab Widuri sembari tersenyum geli.


"Trus tadi mengapa ingin menawarkan diri ingin bersenandung.." tanya Satria yang mulai penasaran.


"Ya agar kamu tidak berbalik lagi kesana.." jawab Widuri seenaknya, lalu mengejek Satria dengan memanyunkan bibirnya dan terbang melayang diudara mebdahului langkah Satria.


"Kau..?! Sudah berani ya mengerjaiku.." ucap Satria lalu mengejar Widuri yang sudah berada jauh didepannya.


Widuri yang merasa berhasil mengerjai Satria tertawa cekikikan, lalu mempercepat gerakannya, namun Ia berhenti tertawa, saat melihat sesuatu berada didepannya.


Widuri lalu mengkatupkan sayapnya, dan mendarat ringan ditanah. Sesesaat Ia berbalik dan berlari ingin menghampiri Satria, lalu tanpa senagaja menabrak tubuh pemuda yang ternyata sudah dekat dibelakangnya.


Widuri memeluk tubuh sang pemuda, menyembunyikan wajahnya didada bidang Satria, dan jemari telunjuknya kearah depan jalan Satria.


Satria berjalan beberapa langkah, lalu melihat jalan didepannya ternyata berupa lembah. Dan didalam lembah itu banyak terdapat ribuan binatang berbisa yang siap menyambut kedatangan mereka.


ratusan kalajengking dan dan ular kobra siap menyambut mereka. Seketika Satria merasa bergidik dan memundurkan langkahnya.


"Bagaimana caranya kita agar dapat melewati lembah yang penuh dengan binatang berbisa ini.." Satria mencoba bertanya kepada Widuri, berharapa peri itu memiliki sebuah rencana yang dapat memecahkan masalahnya.


Widuri mengangkat kedua bahunya, lalu menyerahkannya kepada Satria.


"Tidak bisakah kau membawaku terbang melewati semua binatang itu hingga sampai keseberang..?" tanya Satria mencoba merayu peri tersebut.

__ADS_1


"Ini bukan ranahku.. Dan kamu harus bisa melewati semua rintangan yang menghadang didepanmu, demi untuk menyelesaikan misimu, karena ujian lebih besar dari ini semua ada menghadang didepanmu." jawab Widuri mencoba memberi semangat kepada Satria.


Pemuda itu tampak berfikir keras bagaiamana caranya agar dapat melewati seluruh binatang berbisa yang berada didepannya dan sangat berbahaya dan mengancam jiwanya.


Satria mengingat jika ular tidak menyukai benda berbau menyengat. seperti bawang putih, serai dan juga daun lidah mertua. Bahkan menurut beberapa sumber, daun lidah mertua tidak disukai ular karena mengandung kadar oksigen yang tinggi sehingga tidak wajar bagi ular.


Satria mencoba mencari beberapa tumbuhan berbau menyengat disekitarnya yang Ia rasa bisa digunakan untuk mengusir para binatang berbisa tersebut.


Tak jauh dari tempatnya, Ia melihat ada banyak tumbuhan lidah mertua dan serai yang tumbuh liar disepanjang perbukitan. "Bagaimana tumbuhan ini tiba-tiba bisa tumbuh disini.? Bukankah tadi tidak ada..?" Satria sedikit bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya, Ia melirik pada Widuri yang berpura-pura sedang memandang arah lain.


"Mengapa pula tiba-tiba tanaman ini bisa banyak tumbuh dengan tiba-tiba disini.. Sepertinya dia mengetahui apa yang sedang aku fikirkan.." Satria berguman lirih. Lalu Ia mencabut banyak tanaman lidah mertua dan serai tersebut, lalu mencoba menghaluskannya melalui batu-batu yang banyak terdapat dibukit tersebut..


Setelah selesai, Satria membalurkan tubuhnya menggunakan ramuan tersebut dan sisanya untuk ditaburkan kepada hewan melata berbisa yang telah menunggunya didasar lembah.


"Beri aku air untuk mencampur adonan ini agar lebih banyak.."Pinta Satria kepada peri tersebut.


"Baiklah Satria.. Kali ini aku akan menolongmu.." jawab Widuri dengan senyum yang teramat manis.


Lalu melentikkan jemarinya, mengadakan sebuah wadah plastik berukuran jumbo dan lengkap air yang dipinta oleh Satria.


Lalu dengan bantuan Widuri, Satria mengaduk ramuan tersebut, dan menuangkannya kelembah, dimana para ular dan binatang berbisa lainnya sedang menunggunya.


guyuran ramuan itu membuat membuat para binatang melata itu menyelamatkan diri mereka. Karena bau menyengat dari serai dan kadar oksigen berlebih dari tumbuhan lidah mertua itu membuat ular dan hewan berbisa lainnya berhamburan.


Setelah memastikan jalan yang akan dilalui sudah aman, maka Satria mengajak Widuri untuk menuruni lembah tersebut.


Lalu widuri mengekorinya dari arah belakang, mencoba memberi perlindungan tak terlihat jika ada sesuatu yang menyerang pemuda itu secara tiba-tiba.

__ADS_1


Bukannya Widuri tidak mampu membawa Satria melintasi rintangan dengan mudah, namun semua itu adalah ujian yang harus dilewati sang pemuda untuk melalui penggemblengan dalam menempuh pemurniannya.


Setelah menuruni lembah yang tidak begitu curam, Satria melihat sebuah lubang menganga diditebing jurang, dan Ia terperangah.. "Heei.. Lihat itu.. Goa itu sudah berada didepan mata.." pekik Satria dengan sangat senang.


__ADS_2