Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
jum'at kliwon 1 suro


__ADS_3

Reza menuruni anak tangga, Ia melihat Rianti sudah datang. entah mengapa mood nya sore ini sedang buruk. Ia sedang tak berselera untuk bercinta.


Ia mengabaikan Rianti. terburu-buru untuk keluar rumah. "dasar Si Nini jelek itu ada-ada saja permintaannya. kemana aku harus mencari ayam cemani dalam waktu yang mendesak seperti ini.?" umpatnya dengan kesal.


Ia memgendarai mobilnya, mencari informasi tentang penjualan ayam cemani. Ia mengendarai mobilnya hingga melewati kedesa tetangga.


Ia sudah mendapatkan informasi, jika didesa tetangga, terdapat perkampungan terpencil. dimana harus melewati hutan liar sejauh 8 km. Ia mengikuti petunjuk sesuai dari applikasi maaps google.


hari sudah mulai senja. Ia mempercepat laju mobilnya, namun karena jalan yang masih terdiri dari padatan tanah merah, menghambat laju mobilnya.


Ia terpaksa mengurangi kecepatannya. setelah hampir maghrib, Ia menemukan rumah si pemilik ayam cemani. sesuai dengan petunjuk dari maaps google tersebut. kesan angker begitu terasa saat Ia memasuki perkarangan rumah tersebut.


rumah yang terbuat dari bilik bambu, penerangan yang minim dan terdapat ditengah hutan. tak ada tetangga disekitarnya.


Reza menuruni mobilnya, mengetuk pintu rumah yang sudah hampir lapuk. [ tok..tok..tok..] "sapada..." ucap Reza memberi salam kepada pemilik rumah.


terdengar langkah kaki menuju kearah pintu. [kreeeeek...] pintu dibuka. seorang wanita muda nan cantik rupawan berdiri diambang pintu. gadis mengenakan kain kemben sebagai penutup tubuhnya. sedikit aurat bagian dadanya terbuka. membuat mata Reza terperangah mendapati suguhan yang begitu menggugah selerah untuk disantap.


"cari apa ya mas...?" ucap gadis cantik itu dengan lembut. membuat Reza semakin berbinar.


"emmmm...orang tuanya ada dik..?" Reza bertanya.


"oooo..tidak ada mas..saya tinggal sebatang kara disini, orangtua saya sudah lama meninggal dunia. "ucap gadis itu menerangkan.


"mari masuk mas..tidak baik tamu berdiri didepan pintu. "ucap sang gadis dengan lembut, sembari masuk kedalam rumah dengan membawa sebuah lentera.


sang gadis meletakkan lentera tersebut diatas meja kayu. Ia duduk diatas kursi panjang yang terbuat dari kayu juga. lalu diikuti Reza yang duduk disebelahnya.


mata Reza tak henti-hentinya menjelajahi tiap inci tubuh sang gadis.


kecantikan sang gadis ditambah dengan pakaian serba terbuka yang menampilkan auratnya terpampang dengan jelas, membuat Reza panas dingin.

__ADS_1


berulang kali Ia menelan salivanya.


"Mas ada perlu apa ya datang kemari...?" ucap sigadis dengan nada manja dan tatapan genit.


"emmm...anu..saya tadi mendapat informasi bahwa bahwa dikampung ini ada yang menjual ayam cemani, dan alamatnya persis dengan alamat yang ada disini." ucapnya dengan gugup. Ia seperti menatap hidangan yang begitu menggugahnya.


"oh...benar sekali mas...anda tidak salah alamat saya memilikinya. berarti mas yang tadi menelefon saya ?" ucap sang gadis manja, dengan gerakan menggoda Reza.


Reza semakin panas dingin, apalagi suasana malam yang begitu dingin, serta sepi, membuatnya berfikir untuk menikmati suguhan indah tubuh yang ada dihadapannya.


"bentar mas..saya ambilkan kedapur. saya sudah siapkan ayam cemani yang mas pesan." ucap si gadis sembari berjalan dengan lenggokan yang aduhai.



ini ayam cemani ya pemirsah. ayam yang bukan hanya daging dan telurnya berwarna hitam, namu darahnya juga berwarna hitam. sehingga bangsa jin sangat menyukainya.


gadis cantik itu membawa seekor ayam cemani yang telah dimasaknya menjadi ayam bakar. lalu sebuah botol plastik berisi cairan berwarna hitam pekat dan kental.


botol plastik itu berisikan darah ayam cemani yang ditampung sigadis saat memotongnya tadi.


Reza menerimanya, tangannya bergetar saat bersentuhan dengan tangan sigadis. hasratnya sedari tadi Ia tahan tak mampu terbendung lagi. dengan nafas tersengal, Ia mencoba bertanya tentang harga ayam tersebut.


"berapa harga ayam ini yang harus saya bayar..?" ucap bergetar.


sigadis tersenyum penuh arti. "kamu bisa membayarnya dengan ini..." ucap sigadis yang sudah terlebih dahulu melepaskan penutup tubuhnya, memberikan suguhan siap santap. Reza yang sedari tadi sudah panas dingin menahan gejolak hasratnya, dengan sigap melahap hidangannya. Ia melakukan penyatuan tubuh.


diluar dugaan Reza, ternyata sigadis lebih mendominasi. Gadis berparas cantik itu berbalik melahab tubuh Reza. Ia seperti manusia lapar akan hasrat yang terpendam sekian lama.


Reza merasa kelelahan dan tak sanggup lagi, Ia ingin menyudahinya. namun sigadis terus saja memompanya. hingga akhirnya gadis itu mencapai puncaknya.


lutut Reza bergetar, seolah tak sanggup berjalan. Ia tak menyangka jika sigadis cantik itu bisa memiliki tenaga yang sangat kuat. sehingga membuatnya kewalahan.

__ADS_1


setelah mengatur nafas, Reza memberikan sejumlah uang kepada gadis itu. Ia berpamitan pulang dengan melangkah terhuyung-huyung, sembari membawa ayam cemani dan darahnya.


Reza meninggalkan rumah itu dengan tenaga yang hampir terkuras. Ia menyetir mobil dengan sisa tenaga yang dimilikinya. baru kali Ini Ia diperkosa oleh seorang gadis cantik.


****


sepeninggalan Reza, sigadis berubah wujud menjadi sosok menyeramkan. dengan wajah hancur, mata bulat besar dan merah. sosok itu Ialah Nini Maru. malam ini 1 suro yang bertepatan dengan malam jum'at kliwon.


malam ini waktu yang sudah sangat lama Ia nantikan. Ia menginginkan keturunan manusia setengah iblis, yang kelak akan menjadi penerusnya.


Reza adalah pilihannya, karena selain sekutunya, Reza juga manusia pendosa yang sangat tepat untuk dijadikan penanam benih dirahimnya.


sedangkan ayam cemani yang dibawa Reza hanyalah tinggal ampasnya saja, karena sarinya telah Ia ambil.


dan orang yang memberikannya informasi tempat penjual ayam cemani itu adalah orang yang berada dikampung sebelah, namun rumahnya sudah terlewati oleh Reza.


Nini maru sengaja menyesatkannya kedalam hutan. Ia ingin mengambil waktu yang sangat lama dinantikannya sejak ratusan tahun yang lalu.


Rumah yang dilihat Reza tadi hilang begitu saja tanpa bekas. Lalu Nini Maru terbang melayang membelah kegelapan. menuju rumah sekutunya. Reza, duda tampan yang berhasil diperdayanya.


****


Reza sampai dirumahnya pukul 10 malam. Ia mempersiapkan segala sesaji untuk si nini Maru.


Ia sebenarnya merasa kesal karena sekutunya itu memaksanya untuk mencari ayam cemani saat ini juga.


Namun Ia merasa senang karena bertemu gadis cantik yang begitu memuaskannya.


Reza membakar dupa dan kemenyan. lalu memanggil Nini Maru sekutunya. sesaat kemudian Nini Maru muncul dengan tatapan memyeringai, Ia sepertinya sedang berbahagia. lalu Ia mendekati sesaji, mengisap sari bunga dan kopi pahit hitam yang disediakan.


Ia mendekati Reza, membelai wajah Reza sembari terkekeh menyeramkan. "terimakasih karena telah memenuhi keinginanku, aku akan memberikan kekayaan yang berlimpah untukmu." ucap Nini Maru sembari tertawa yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


Nini Maru menghilang, setelah menyerap sari dari sesaji yang dihidangkan.


Ia menuju sebuah hutan yang ditumbuhi semak belukar dibelakang rumah Reza. Ia akan segera melahirkan anak, hasil silang antara manusia dan iblis.yaitu anak dari hasil penyatuan tubuh dirinya dan Reza.


__ADS_2