
Satria mengotak ngatik Handphonenya. akibat kecelakaan kemarin, handphonenya mengalami kerusakan. Ia ingin membeli yang baru, namun banyak nomor kkntak dan file penting yang tetinggal dimemorynya.
Satria keluar dari kamarnya. Saat Ia akan beranjak anak tangga Ia melihat kamar yang pernah ditempati Hadi. hatinya tergerak untuk memeriksanya. Ia membuka pintu kamar dan memasukinya. lalu memeriksa barang-barang Hadi yang masih tertinggal.
Ia mengumpulkannya dengan menggunakan kotak kardus. "setelah memperbaiki handphone, aku akan mencari alamat kontrakannya yang baru." Satria berguman lirih.
Ia membawa kotak kardus tersebut kedalam kamarnya, lalu memasukkannya kedalam lemari pakaiannya disudut rak paling bawah. lalu menguncinya.
"seeerr..darah Satria berdesir. semenjak memdapatkan donor darah dari seseorang, Ia merasakan energi itu begitu kuat.
sejenak Ia duduk ditepian ranjangnya. "menhapa aku seperti merindukan seseorang..? tapi siapa..?" Satria mencoba mencari tau jawabannya.
seketika wajah cantik itu muncul diingatannya. "siapa kamu..?" ucapnya lirih. seoalah Ia begitu merasa dekat dengan wanita itu.
Satria mengambil secarik kertas HVS, dan sebuah pensil. Ia melukis wajah cantik yang kerap muncul dalam ingatan dan mimpinya.
sembari memejamkan matanya, Ia mulai menggoresakan goresan demi goresan mata pensil, sehingga mengukir sebuah wajah wanita cantik.
Satria menyusuri wajah dalam goresan mata pensilnya. "mengapa kamu selalu hadir dalam mimpiku..? bahkan ingatanku..? " ucapnya lirih.
Ia lalu memasukkan lukisan wajah itu kedalam laci nakasnya. lalu beranjak keluar dari kamarnya.
****
Satria bergegas keluar rumah. masa skorsing yang diberikan padanya, membuatnya harus belajar secara online. sedikit membosankan berada dirumah seharian. namun harus Ia jalani dengan legowo.
Satria tak menemukan Jayanti." kemana mama..? mengapa akhir-akhir ini jarang sekali dirumah..?" satria berguman lirih. sembari menuju garasi.
Satria menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang, kecelakaan kemarin ternyata menjadi pelajaran buatnya. Ia mencari toko reparasi handphone.
setelah lama mencari akhirnya Ia menemukan counter penjualan HP sekaligus melayani reparasi.
Satria menepikan mobilnya, lalu menuju counter tersebut.
seorang pelayan toko menyambutnya dengan antusias. apalagi mendapatkan pelanggan yang tampan dan rupawan.
"ada yang dapat kita bantu mas..?" sapa pelayan toko dengan sangat ramah, sembari senyuman yang terus menghiasi bibirnya.
saya ingin memperbaiki kerusakan Handphone saya. kira-kira berapa hari ya baru siap..?" ucap Satria dengan sopan, sembari menyodorkan handphonenya.
pelayan toko itu memeriksanya. "mungkin dua-sampai tiga hari mas." ucap pelayan toko dengan ramah.
"ooohh.." Satria mengangguk mengerti.
"ya sudah saya permisi dulu.. dua hari lagi saya kemari." ucap Satria dengan sipan, lalu beranjak pergi.
-----‐------------
Mala berbelanja kebutuhan untuknya dan Hadi, karena syok persediaan mereka hampir habis. Ia terlihat sedang memilih bahan yang akan dibelinya.
Hadi tadi berpesan meminta dimasakin ayam gireng kalasan. karena sudah lama sekali menginginkannya dan kangen akan masakan favoritenya.
saat Mala sedang asyik memikih bahan, empat pasang mata mengintainya dari jarak yang tidak terlalu jauh.
mata itu terus mengawasi kemana Mala berjalan. hingga akhirnya Mala berada pada gang sepi. empat pasang mata yang sedari tadi mengintainya, menyekapnya dari belakang. dengan meronta-meronta Mala ingin melepaskan diri.
barang belanjaan yang Mala beli berhamburan di jalanan.
mereka memaksa Mala masuk kedalam sebuah mobil yang sudah sejak tadi menunggu.
seseorang telah berada standby sedari tadi, duduk di jok tengah.
Satria yang melaju dari arah belakang, melambanka laju mobilnya. Ia melihat sekilas tubuh seorang wanita yang dipaksa masuk oleh dua orang orang pria berbadan kekar dan berpakaian serba hitam.
__ADS_1
Satria merasa curiga.dengan gelagat dua orang tersebut."siapa yang mereka paksa tersebut..? atau jangan-jangan mereka sedang menculik seseorang..?" Satria berguman dalam hatinya.
saat mobil itu melaju, Satria membuntutinya dari belakang dengan tetap menjaga jarak.
stelah lama dan cukup jauh mengikuti mobil yang mencurigakan itu, akhirnya mobil itu berhenti didepan sebuah gapura, sepertinya gapura perumahan bersubsidi yang sedang terbengkalai.
Satria menepikan mobilnya jauh dari para pria memcurigakan tersebut. Satria segera turun dari mobilnya, berjalan mengendap-endap. Ia melakukan pengintaian dari sebatang pohon mahoni.
Ia melihat seorang Pria yang menggunakan sayu buah kaki palsu turun dari mobil. celana panjangnya tersingkap keatas pergelangan kakinya, sehingga memperlihatkan sedikit kaki palsunya.
bersamaan dengan itu, Ia melihat dua orang pria berbadan kekar membawa keluar wanita berhikab lebar dengan paksa.
wanita itu meronta-ronta meminta dilepaskan.
Satria seketika mendidih darahnya, entah dorongan darimana, membuatnya merasa bertanggungjawab untuk melindungi wanita itu.
ketiga Pria itu membawa paksa wanita tersebut ke salah satu rumah darinperumahan bersubsidi yang terbengkalai.
Satria membuntutinya dengan sangat hati-hati.
didalam rumah kosong itu, Satria mengintai dari salah satu lubang dijendela. terlihat mereka mengikat wanita itu pada sebuah kursi.
Sattia takndapat melihat wajahnya dengan jelas, karena berada pada posisi menyamping dan wanita itu menundukkan kepalanya.
pria berkaki palsu itu mendekati si wanita berhijab. "sudah lama kita tidak bertemu Mala.. apakah kau pernah tau..? bahwa sejak kau masih SMA, aku sudah menaruh hatimu padamu.." ucap Pria itu dengan lirih.
"Mala.? siapa dia..?" Satria berguman dalam hatinya dengan rasa penasran.
"lepaskan aku Mas..! aku sudah bersuami, dan aku hanya mencintainya.." ucap Wanita itu dengan tegas, sembari mengangkat wajahnya.
[seeeeeer...] darah Satria berdesir saat mendengar suara wanita itu berbicara. "suara itu.. aku seperti pernah mendengarnya.." Satria berguman lirih.
"ciiih.. pria miskin sepertinya.. apa uang kau harapkan darinya..?! ikutlah denganku..aku akan memberikan limpahan harta untukmu.." ucap Pria itu dengan menurunkan ritme bicaranya.
wanita itu memandang dengan tajam "aku mencintainya karena mencari ridha Allah dan letak kebahagiaan itu bukan diukur dari sebanyak apa harta yang kita miliki." ucap wanita itu dengan tegas.
Pria berkaki palsu merasa berang, lalu mencengkram rahang wanita itu. "jangan menceramahiku..? aku pergi jauh kekota ini untuk melupakanmu.. namun mengapa kau datang dengan tiba-tiba dihadapanku..? itu membangkitkan kembali rasa cintaku padamu.." pria itu terlihat sangat marah.
"siapa yang datang menemuimu? aku kemari demi anakku...!" ucap Wanita itu menentang.
"lepaskan aku.. bagaimanapun kita pernah bertetangga." ucap Wanita itu lirih.
pria berkaki palsu itu menyeringai, lalu mendekati Wanita itu dengan tatapan licik."aku akan melepaskanmu, tetapi setelah merasakan kembali hangat tubuhmu.." ucapnya sembari ingin melepaskan hijab wanita itu.
namun aksinya terhenti, setelah sesorang mendobrak pintu belakang. ke tiga pria tersebut terkejut. begitu juga dengan sang wanita.
pintu terlepas dari engselnya, tampak seorang pria tampan berdiri diambang pintu denhan tatapan yajam.
"lepaskan wanita itu.!" ucapnya dengan lantang.
[seeeeer...] Mala merasakan detak jantungnya bekerja lebih cepat. "Siapa dia..?" Mala berguman dalam hatinya. Ia tak dapat melihat siapa yang sedang berbicara, karena posisi masih membelakangi karena tubuhnya terikat dikursi.
"hei..anak muda..jangan ikut campur urusan kami. enyahlah sebelum kami menjadiaknmu bubur dan mengirimmu keneraka..!!" hardik dari salah seorang pria berbadan kekar itu.
"coba saja..!" ucap Satria sembari menantang.
kedua pria berbadan besar menghampiri Satria untuk meneyerang. Dua lawan satu. pertarungan yang sangat menegangkan. dalam sekejap Satria berhasil melumpuhkan kedua pria itu.
Pria berkaki palsu melepaskan ikatan Mala, lalu mengeluarkan senjata api jenis rakitan. Ia menarik pekatuknya. berniat hendak kabur dengan membawa sanderanya.
Satria yang melihatnya segera menyerang Pria itu dengan satu terjangan, sehingga membuatnya terpental ke sudut dinding, dan senjata apinya yang juga terlepas dari genggamannya.
Pria itu melenguh kesakitan. Ia berusaha bangkit. "brengsek kau..!! apa urusanmu denganku..?!!" ucapnya berang.
disaat Satria sedang menghadapi pria itu, Mala terperangah "Dia..bukankah dia yang waktu kecelakaan dirumah sakit..?" Mala berguman dalam hatinya.
__ADS_1
"jika ada pria yang menyakiti wanita dihadapanku.. maka akan menjadi urusanku..!!" jawab Satria tegas.
Pria itu bangkit dengan terhuyung-huyung. "kau akan mendapatkan balasanku..!!" ancam Pria itu sembari pergi yang diikuti oleh dua orang bodyguardnya yang terluka parah.
setelah ketiga pria itu pergi, Satria ingin menghampiri Mala yang masih berdiri mematung disudut ruangan.
saat matanya beradu dengan mata Mala, Ia tertegun memandangnya. debaran-debaran dihatinya bergemuruh.
hal yang sama dirasakan oleh Mala, Ia merasa seperti begitu dekat dengan pemuda itu.
Mala menghampiri Satria, dengan tatapan teduh yang menenangkan jiwanya. "terimakasih ya Nak, atas pertolonganmu." ucapnya sembari tersenyum.
saat ini Satria tak mampu berkata sepatahpun. Ia menatap Wanita didepannya dengan amat lekat. seolah tak ingin berkedip. "Nak...??" gumannya lirih dalam hati. "Dia..mengapa dia sangat mirip dengan orang yang selalu hadir dalam mimpiku..??"
Satria mematung, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "apakah dia orang yang sama..?" Satria terus bertanya dalam hatinya.
Mala semakin dekat menghampirinya.. berdiri tepat dihadapannya. "heiii..." tangan Mala mengibaskan angin, tepat dihadapan Satria.
Satria tergagap. "emmm..iya..bu.." jawab Satria dengan terbata.
"kamu yang waktu itu kecelakaan didekat rumah sakitkan..?" ucap Mala lembut, dengan senyum yang sahaja.
"I..iya..kenapa ibu bisa tau..?" ucap Satria penasaran.
"karena ibu yang mendonorkan darah kekamu.."jawab Mala dengan lembut.
Satria terperangah. "Donor darah..? bukankah golongan darahku AB-..? itu golongan darah langka. tetapi mengapa bisa kebetulan sama..?" ucapnya, dengan debaran-debaran yang kian menderu.
Mala menyentuh kening Satria bekas luka saat kecelakaan. "apakah luka ini sudah sembuh." ucap Mala dengan khawatir. Ia juga tak mengerti mengapa Ia begitu sangat memperhatikan anak itu.
sentuhan jemari Mala di keningnya, membuat Satria tak mampu menahan rasa penasaranya. "Ibu siapa..?" ucap Satria meluncur begitu saja.
Mala tersenyum menanggapi pertanyaan Satria. "aku hanya seorang ibu dari anakku.." ucapnya dengan lembut.
"berapa orang anak ibu..?" ucap Satria penasaran.
Mala menatap Satria dengan tatapan sendu. ada kepedihan dihatinya, saat Ia mendapatkan pertanyaan itu. "Dua.. anak ibu ada.." ucapnya, sembari matanya berkaca-kaca, seolah buliran bening itu akan jatuh, sebagai saksi kepedihan hatinya.
rasa sesak didada Satria seperti himpitan batu yang sangat besar. ingin rasanya Ia bertanya lebih jauh, namun sorot mata kesedihan itu mengunci bibirnya.
Satria menarik nafasnya dengan berat, lalu menghelanya dengan kasar.
[kriiiiiiing..] suara hanphone berdering. satu panggilan masuk di HP Mala.
"ya..sayang. ibu masih berbelanja.. bentar lagi pulang ya.." ucap Mala dengan seseorang disana. lalu mengakhiri panggilannya.
Ia menatap Satria. "Terimakasih ya nak.. atas semua bantuan kamu. semoga Allah memberikan keberkahan dalam hidupmu. ibu permisi dulu" ucapnya sembari membelai lembut rambut Satria.
Mala beranjak dari rumah kosong itu, menuju jalanan.
Satria tak menyadari kepergian Mala, Ia masih larut dalam alam fikirannya. "mata itu..ya mata itu sangatlah aku kenal."
"apakah dia orang yang sama.?"
"siapa nama ibu itu.?" Satria tersadar dari lamunanya. Ia ingin menanyakannya kepada wanita itu. namun Ia tak menemuinya. Ia berlari kejalanan, namun tak menemukan wanita itu lagi.
"heeei..jangan pergi.." ucapnya sembari tergugu. air matanya tak mampu Ia bendung. "Siapa dia ya Rabb..??" ucapnya sepenuh hati, ungkapan dari palung hatinya yang terdalam.
Takdir mempermainkan mereka.
~maaf ya pembaca yang budiman. Author bekum bisa ungkapkan sama Satria siapa Mala sebenarnya. karena ada misi dari Noveltoon yang harus diselsesaikan sampai 30 oktober.~
jangan lupa like and komennya.. karena komenmu semangatku..
Mampir di mari juga ya..
__ADS_1