Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Undangan Makan Malam


__ADS_3

"pa.. Keluarga Hadi mengadakan undangan makan Malam untuk membicarakan tanggal pernikahan kami." ucap Shinta memberi tahu.


Chandra terdiam sejenak " jam berapa..?" tanyanya dengan lirih.


"Pukul 8 malam pa.." jawab Shinta.


Chandra hanya tersenyum sumringah. Shinta memperhatikan itu. "ada apa dengan papa..?" Shinta berguman dalam hatinya.


Chandra seperti orang yang tengah pubertas. Mungkin saja masa pubertas ke duanya sedang berada pada Fase tersebut.


Ia seperti orang yang lagi kasmaran. Berulang kali menukar pakaiannya, selalu merasa tidak pas. Hingga akhirnya pakaian tersebut berhamburan diatas ranjang.


Shinta merasa kesal, Ia sudah terlalu lama menunggu, namun Chandra tak juga keluar dari kamarnya.


Dengan perasaan kesal, Shinta masuk kedalam kamar, Ia tercengang melihat apa yang sednag terjadi. Pakaian berserakan dimana-mana.


"pa.. Apa yang terjadi.?. Mengapa semuanya berserakan seperti ini..?" tanya Shinta bingung.


"emm.. Papa bingung mau pakai yang mana.." jawab Chandra nyengir.


"ya ampuun pa.. Seharusnya yang cari perhatian itu aku? Kenapa papa yang jadi rempong sih..?" tanya Shinta bingung.


Shinta mengambilkan sepasang pakaian casual. Ne.. Biar kelihatn seperti Abe ge." ledek Shinta. Sebuah kemeja berwana cream muda berlengan pendek, dengan celana chinos pas berwana coklat muda.


ternyata pilihan Shinta tepat dihatinya. Ia mengenakan parfum maskulin, dengan menyisir rambutnya serapi mungkin.


Ia bergegas turun dari kamarnya. Lalu pergi menghampiri Shinta yang sedari tadi menunggunya dengan jenuh.


Sepanjang perjalanan, Shinta memperhatikan jika wajah Chandra tampak bahagia. "ada apa dengan papa.? Sepertinya ada yang disembunyikannya. Jangan katakan jika papa menyukai calon ibu mertuaku? Masa Iya papa mau menjadi pebinor " Shinta berguman lirih dalam hatinya. Ia sangat gelisah sepanjang perjalanan.


-------♡♡♡♡------


Mala mendenguskan nafasnya dengan berat.


" Mengapa harus bertemu lagi.? Setelah semua yang kau torehkan kepadaku.." Mala berguman lirih.


Ia terkenang dimasa dimana mereka pernah memadu kasih.


Sebuah janji cinta bocah remaja untuk menjalin tali pernikahan hanyalah sebuah angan. Mereka dipisahkan oleh strata status dan sosial.


Ki karso sang Ayah Mala yang berprofesi sebagai dukun hitam pada masa itu, membuat penghalang cinta kedua remaja yang sedang dimabuk asmara. Bahkan Lili ibunya Chandra terang-terangan mengatakan jika Ayah Mala adalah penyebab kematian kakanya Chandra yang keguguran karena dijadikan tumbal oleh kuntilanak pemakan janin peliharaan ayah Mala.


Bahkan Chandra tiba-tiba saja pindah keluar kota, tanpa memberitahunya sama sekali.


Seorang gadis yang ditinggalkan tanpa pesan pas sayang-sayangnya, pastilah sangat hancur. Mala berhari-hari mengurung dirinya dikamar. Ia tidak ingin bertemu dengan siapapun. Ia begitu teramat terpuruk dalam kehampaan dan keputusasaan.


Disaat Mala sedang melewati masa-masa sulitnya untuk melupakan Chandra, Roni datang membawa harapan. Ia selalu ada disaat Mala membutuhkan teman curhat dan berbagi kesedihan. Perlahan Roni membawanya kerumah Abahnya, mengajari Mala mengaji dan tentang ilmu agama.


Seringnya bertemu dan curhat tentang segalanya, membuat Mala perlahan merasa nyaman. dari rasa kenyamanan timbul rasa cinta, perlahan tumbuh dan kokoh.


Mwskipun Roni tidaklah setampan dan sekaya Chandra, namun sikap Roni yang begitu perhatian dan pengertian, membuat Mala semakin memantabkan hatinya untuk menikah dengan Roni.


Kisah cinta yang berawal dari teman curhat, berakhir dengan pernikahan.


Setelah 3 tahun Mala menyelesaikan sekolah menengahnya. Banyak pemuda dan duda yang ingin menikahinya.


Salah satunya adalah Reza. saat itu Reza lebih tua sedikit dari Mala. Ia datang ingin melamar dan menikahi Mala, namun lamarannya ditolak mbah Karso, dengan alasan karena ki Kliwon sang ayah pernah terlibat perang ghaib dan menimbulkan dendam yang mendalam.


Setelah melakukan penyeleksian, akhirnya Mbah Karso menjatuhkan pilihannya pada Roni, anak sang kyiai. Dimana melalui besannya, mbah Karso memulai pertaubatannya.


Dengan bertaubatnya Mbah Karso, maka otomatis segala ilmu hitam yang dianutnya secara perlahan Ia buang satu persatu, termasuk Nini Maru, yang kini menjadi dendam kesumat padanya, dan ingin menghancurkan semua keturunan Mbah Karso.


Kisah cinta bocah remaja, yang terpisahkan oleh restu orang tua, kini tiba-tiba saja dipertemukan dengan cara yang rumit, setelah semuanya terkubur dengan rapi, pria itu datang kembali, dengan kisah yang berbeda.


"kamu adalah bagian masa lalu.. Dan bang Roni tetaplah imamku.." Ucap Mala dalam hatinya. lalu Ia memakai cadarnya, Ia tidak ingin Chandra kembali mengulik masa lalu mereka.

__ADS_1


--------♡♡♡♡------


Roni dan lainnya telah berkumpul di meja makan. Semua hidangan telah tersedia, untuk menyambut Chandra dan Shinta.


Mala turun dari lantai dua dengan segera. Ia ikut bergabung di meja makan untuk menyambut calon besan sekaligus mantannya.


beberapa menit kemudian, Chandra dan Shinta datang. Hadi terperangah melihat penampilan calon ayah mertuanya. "mengapa penampilan papa Shinta sedikit macho.? Layaknya orang yang lagi kasmaran. Tubuh Chandra yang tinggi dan wajah tampannya tampak memukau.


Roni mencoba mengingat-ngingat siapa Chandra, Ia merasa seperti tidak asing baginya, namun saat ini Ia tidak begitu perduli. Karena Ia tidak memaksakan daya fikirnya untuk terlalu jauh, karena dapat berpengaruh buruk baginya.


Semua menyambut dengan sangat antusias. Chandra yang melihat Mala menggunakan cadar menjadi bertambah kagum.


"ini sebabnya aku melepaskanmu bersama Roni, karena aku tau, setidaknya kamu dapat berubah meskipun perlahan, tapi pasti.


Chandra mendapat kabar pernikahan Mala dan Roni dari temannya yang juga pindah ke kota, mengejar impian dunia. Rasa kecewa tentu ada, bahkan luka. namun Ia sedkit lega, karena Mala berada pada orang yang tepat. Ditambah lagi ayah Roni adalah guru mengajinya kala itu. Bagaimana mungkin Ia menaruh kebencian pada Roni.


perlahan Chandra melupakan Mala dengan seiringnya berjalan waktu. Lalu Ia menikahi wanita yang menjadi ibunya Shinta. Dan kebahagiaannya hanya berjalan selama 16 tahun saja. Dimana usia Shinta saat itu masih 15 tahun, dan istrinnya harus meninggal dunia. Namun setelah kematian istrinya, Ia memutuskan untuk menjadi seorang single parent.


"meskipun kamu menutupi wajahmu denganmu cadar, aku masih dapat melihat kecantikan itu dari matamu." Chandra berguman lirih dalam hatinya.


Ia mencuri-curi pandang pada Mala, selalu memgambil kesempatan untuk melirik pada Mala.


Seketika Satria tersentak saat mengetahui apa yang ada didalam hati Chandra calon ayah mertua Hadi. Ia melirik pria itu, dengan sejuta tanya.


"sepertinya aku harus mengawasi ibu, dari segala mata jahat pria." Satria berguman lirih dalam hatinya.


Chandra menatap Satria. kini Ia menyadari, jika general manager itu sedang duduk bersama makan malam dengannya.


" saat Ia akan menyapa Satria, dengan cepat pemuda itu membulatkan matanya, dan tersenyum sarkas. Seketika Chandra terdiam dengan tatapan mengunci dari Satria.


"mengapa Ia menyembunyikan identitasnya pada keluarga ini..?" Chandra berguman lirih.


----------♡♡♡♡♡---------


Makan malam telah usai. Mereka berkumpul diruang utama untuk mencari hari yang baik dalam resepsi pernikahan Shinta dan Hadi.


Pada bulan ini, ada beberapa hari yang baik untuk mengadakan resepsi. Kamis legi, dan sabtu kliwon. Kamis legi hitungan 13. Jatuh pada Reto+dunio\= reaepsinya akan dihadiri banyak tamu dan kebahagiaan.


Sabtu kliwon jatuh pada hitungan 17, jatuh pada Reto+lungguh\=semuanya akan bahagia, dan tamu juga datang membludak.


Namun, Sabtu Kliwon ada resikonya, dimana hari sabtu kliwon diapit oleh jumat wage\=10 dan hari minggu legi\=9. Dimana hitungan harinya penuh kesedihan dan kesialan. Kasihan jika saudara dan keluarga yang datang dari jauh, mereka akan mengalami banyak kesedihan didalam perjalanan.


ada dalam seminggu harinya yang baik untuk resepsi ataupun membuka usaha, yaitu Kamis pahing, jum'at pon, Sabtu wage, dan minggu kliwon. Namun apapun itu semua kita serahakn hasilnya kepada Allah. Semua pemilihan hari anggaplah sebuah ikhtiar belaka. Jangan jadikan ini sebagai sebuah perdebatan.🙏🙏


"menurut saya sebaiknya kita mengambil hari resepsi pernikahan Hadi dan Shinta pada hari Kamis pahing minggu ini. Dimana tanggal hijriyahnya juga pada awal bulan, semoga pernikahan ini menjadi kebaikan bagi kita semua." ucap Mala dengan serius.


Berbeda dengan Chandra, Ia begitu tak hentinya menatap Mala yang sedang menjelaskan tentang perencanaan persiapan pernikahan anak mereka.


Satria terus mengawasi gerak gerik Chandra yang Ia anggap mencurigakan.


Semua menyetujui usul Mala, begitu juga dengan Shinta yang tampak antusias sekali dengan keputusan Mala.


Semuanya sepakat jika resepsi dilaksanakan kamis Pahing depan. Roni merasa kantuknya tak mampu lagi Ia tahan. Pengaruh obat penenang dan syaraf yang diminumnya membuat Ia tidak begitu fokus dengan apa yang dijelaskan oleh Mala. Ia permisi kepada semuanya untuk beristirahat.


Mala membantunya membawa kekamar. sesaat Chandra mencari kamar kecil. Ia sedikit kecewa, karena Mala sepertinya menghindari jika Ia menatapnya.


Setelah mengantarkan Roni kekamar, Mala melupakan seauatu. Siang tadi Ia membuat dessert untuk pencuci mulut.


Mala membuka lemari pendingin. Ia menyiapkan beberapa piring untuk mereka. Lalu memotong dessert untuk mereka nikmati.


"Hai.. " sapa Chandra, yang mengagetkan Mala.


Mala menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


"Ya salam.. Kamu ini ngagetin saja." jawab Mala sembari melanjutkan memotong dessert tersebut. Mala berusaha sekuat tenaganya menghalau segala perasaan dan debaran-debaran yang bergemuru dihatinya.

__ADS_1


"kamu masih seperti dahulu, masih sama cantiknya." ucap Chandra tak mampu menyembunyikan perasaannya.


"sebaiknya kita menjaga batasan-batasan yang ada." ucap Mala mengingatkan. Tanpa menoleh kepada Chandra.


"maafkan aku, jika waktu itu meninggalkanmu tanpa pesan. Aku tidak memiliki pilihan. Mungkin aku seorang pria pengecut. "


"apakah kamu tau, setelah mama memaksaku meninggalkanmu ditengah jalan, aku berusaha kembali lagi untuk menjemputmu. tetapi aku berterima kasih pada Roni, karena Ia mampu membalut lukamu." ucap Chandra penuh penyesalan.


"tidak perlu ada yang dijelaskan. Toh semuanya sudah berlalu. Kita kubur semua kisah cinta dimasa lalu, kita harus fokus pada kebahagiaan anak yang akan merajut kebahagiaan. biarlah cinta kita tak sampai, namun jangan sampai kisah ini terualang lagi Shinta dan Hadi.


Chandra menatap Mala penuh arti. "apakah tidak ada sisa rasa dihatimu? Meskipun secuil saja " tanya Chandra dengan harap.


" dulu rasa itu bukanny hanya secuil saja, tetapi menggunung. Namun perlahan perasaan itu? mengikis bersama waktu. " jawab mala.


Deeeegh...


Shinta seakan tak percaya dengan apa yang didengar dan dilihatnya. Ia merapatkan tubuhnya didinding, sembari menutup mikutnya dengan telapak tangannya.


Sesaat Ia melihat Satria yang diseberang dininding juga ikut mengintip perbuatan Mala ibunya dan Chandra sang papa Shinta.


Keduanya juga sama-sama kaget saat mata mereka bertemu.


Shinta beranjak menjauh dari tempat itu. Ia seperti orang yang bingung mendengar dan melihat apa yang diucapkan oleh papanya. "pantas saja papa begitu berbeda tatapannya pada bu Mala, ternyata mereka menyimpan kisah yang sangat dramatis." Shinta berguman lirih dalam hatinya.


Satria tampak berjalan kearahnya. "jangan sampai Hadi mengetahui hal ini, dan bersikaplah biasa-biasa saja seolah-olah tidak mengetahuinya" ucap Satria sembari melintasinya.


Shinta memandang penuh arti. Ia masih belum percaya sepenuhnya. Shinta mencoba menenangkan debaran dihati dan detak jantungnya yang berdegub kencang.


Sesaat Ia melihat Chandra sang Papa keluar dari arah dapur, Shinta berpura-pura tidak melihat dan tidak mendengar apa yang baru saja terjadi.


Mereka semua kembali ke ruang utama. Lalu Mala membawa dessert sebagai penutup.


Chandra dan Mala tampak seperti canggung. setelah selesai, akhirnya Chandra dan Shinta berpamitan pulang.


Setelah kepulangan Chandra dan Shinta. tampak sekelebat bayangan putih terbang melayang diudara. Dia mencuri dengar pembicaraan kedua keluarga. tampak makhluk itu begitu amat sangat senang.


"akhirnya keturunan Ki Karso ada yang akan menikah. Dan aku akan mendapatkan janin dari keturunannya.. Hihihihihi..." ucap makhluk itu dengan suara parau..lalu terbang melayang diudara membelah kegelapan malam.


-----------♡♡♡♡--------


Sepanjang perjalanan, Chandra tampak diam. Ia tidak seceria saat berangkat tadi. Sepertinya Ia sedang patah hati.


Shinta dapat melihat cinta untuk Mala dimata papanya. Namun apa yang dapat diperbuat olehnya. Karena Mala adalah wanita bersuami. Dimana tidak mungkin Chandra harus menjadi pebinor, dan hal yang membingungkan itu Ialah orang yang dicintai Chandra adalah ibunya Hadi calon ibu mertuanya.


Shinta tak pernah menduga sebelumnya. Jika papanya menyimpan sebuah kenangan yang begitu sangat mendalam terhadap seorang wanita. Ia dapat merasakan, jika Mala adalah orang yang sangat dicintai papanya.


--------♡♡♡♡------


"segitu rumitkah kisah cinta mama dan papa Shinta.?"Satria berguman lirih dalam hatinya.


Ia memandang langit malam tanpa bintang. Sesaat Ia melihat sesosok makhluk yang terbang melayang membelah kegelapan malam.


"mengapa Ia mengintai rumahku? Apakah ada seauatu yang sedang Ia rencanakan.? Aku harus mewaspadainya." Satria berguman lirih.


"aku harus memanggil chakra Makhota. Aku akan memintanya untuk mengajariku ilmu 'Segoro Geni' . Dimana ilmu itu mampu melawan makhluk ghaib dan menundukkannya.


--------♡♡♡♡--------


Mala menyalin pakaiannya dengan pakaian tidur berbahan satin.


Ucapan Chandra begitu menggetarkan hatinya.


"astaghfirullah.. Aku harus mampu menahan semua yang bersifat peibadi. Aku tidak ingin Hadi sampai mengetahui tentang kisah kasih disekolah antara aku dan Chandra." Mala berguman lirih dalam hatinya.


"jangan pernah ungkit lagi kisah ini Chandra. Biarkanlah kisah ini menjadi sebuah cerita yang tentang kasih tak sampai "

__ADS_1


Mala memandang Roni sang suami. Meskipun Roni tidak setampan dan tidak sekaya chandra, namun ada cinta yang tulus diberikan oleh Roni kepada Mala. "aku akan menjaga cinta kita hingga sampai maut memisahkan." ucap Mala sembari mengecup pipi Roni.


__ADS_2