
sesuai yang diinginkannya, bodyguard itu menjalankan tugasnya dengan baik. dengan menggunakan mobil truck gandeng.
Rianti bergegas keluar rumah. Ia memerintahkan kepada para bodyguard aga mobil itu masuk ke kedalam garasi yang berukuran cukup besar.
setelah menurunkan kerangkeng besi dengan menggunakan batang besi yang kokoh dan berurukuran sebesar lengan manusia dewasa. kerangkeng itu berukuran 2 meter x 2 meter. dengan tinggi 2 meter.
setelah mobil truck pergi, Rianti memerintahkan untuk memberi obat bius kepada Rey yang sedang kekenyangan dan mencerna makanannya.
tanpa di sadari oleh Rey, para bodyguard itu membopongnya beramai-ramai. lalu memasukkannya kedalam kerangkeng besi.
Rianti merasakan sedikit lega. karena setidaknya ia sudah membereskan Rey.
Rianti memanggil salah satu bodyguard, Ia memerintahkannya untuk membersihkan sisa tengkorak dan tulang belulang di rumah tahanan.
sang bodyguard tentu sangat terkejut dengan permintaan majikannya. "ada apa dengan gudang tersejut..? mengapa ada tengkorak.?" dengan perasaan sisa kekejamannya, Ia mengangguk mengerti, karena perintah Rianti tak dapat dibantah, maka akan percuma menolaknya.
Bodyguard itu menuju gudang yang ditunjuk oleh Rianti. dengan perasaan mencekam dan mengerikan, Ia berjalan menuju gudang. saat itu Ia hampir saja muntah.
karena seonggok tulang belulang yang berserakan, seperti sehabis pembantaian. dimana pada tulang-tulang tersebut, masih terdapat sisa-sisa daging yang masih melekat.
Bodyguard itu merasa miris. dengan memberanikan diri Ia membidik semua tulang belulang itu menggunakan camera.
setelah itu Ia memunguti tulang belulang tersebut, lalu memasukkannya kedalam kantong plastik. sembari berlalu.
"dua masalah sudah beres, tetapi masih ada satu masalah lagi. bagaimana dengan para tawanan..? siapa yang membuahinya jika Rey didalam kerangkeng..?" Rianti mulai galau lagi.
"emmmm... aku ada ide.. tinggal para bodyguard saja yang melakukannya." ucapnya dengan sumringah.
Ia memanggil semua para badyguard. mengumpulkannya didalam sebuah Aula.
ketika semua para bodyguard berkumpul, Rianti mulai memeriksa satu persatu para bodyguard.
"mulai saat ini, saya akan memberikan pekerjaan tambahan buat kalian. dimana kalian akan bergiliran untuk membuahi para tawanan wanita." ucapnya dengan gamblang.
"setiap satu tawanan dibuahi satu orang sekama tiga bulan, siapa menghasilkan janin, maka gaji kalian akan saya tambah 3 kali lipat." ucap Rianti dengan angkuhnya.
"namun, jika selama 3 bulan tidak menghasilkan Janin, maka kalian tidak mendapatkan apa-apa, dan anggap saja bermain dengan tawanan adalah bonus dari saya."
__ADS_1
Rianti menghela nafasnya dengan kasar. "siapa yang menghasilkan janin terbanyak, maka akan saya hadiahkan sebuah mobil mewah." Rianti mulai mengiming-imingkan seauatu kepada bodyguardnya.
para bodyguard saling pandang. mereka tersenyum satu sama lain. dan sudah di dapat ditebak apa isi otak mereka.
"apakah kalian mengerti..?" ucap Rianti dengan lantang sembari menatap dengan tajam.
"kami mengerti Nyonya..!!" jawab mereka dengan serempak.
Rianti menghela nafasnya dengan kasar. "Bagus..! jika kalian mengerti." ucapnya sembari tersenyum licik.
Ia mulai memilih-memilih 9 orang bodyguard, untuk 9 orang tawananan. lalu, yang belum terpilih Ia memintanya segera meninggalkan lokasi.
setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Rianti beranjak pergi.
namun, kaki langkahnya tertahan, "apakah ada drai kalian yang mengetahui keberadaan Tuan Reza..?" ucapnya dengan datar, sembari menatap para bodyguard tersebut.
seluruh bodyguard itu saling pandang satu sama lain, lalu menggelengkan kepalanya pertanda mereka tidak mengetahuinya.
Rianti berdecak kesal, "cckk." sembari mengacak kedua tangannya dipinggang. "kemana pria tak berguna itu pergi..? sampai saat ini belum kembali juga, Dasar tidak berguna..!!" ucap Rianti mendengus kesal.
Rianti melangkah pergi meninggalkan ruangan aula sembari diikuti ke sembilan orang bodyguard yang akan mendapatkan pekerjaan tambahan.
Rianti mulai membagi kamar dengan tiap kamar diisi menjadi 2 orang tawanan. dua orang para bodyguard memasuki setiap satu kamar. hanya kamar Shinta yang masih terisi satu orang saja.
para bodyguard itu seperti layaknya singa lapar. mereka melihat mangsanya dengan sangat rakus.
setelah para bodyguard masuk..Rianti mengunci pintu kamar satu persatu. dan para bodyguard tekah diberi kunci cadangan, agar ketika mereka selesai dengan tugasnya, mereka dapat keluar segera.
terdengar suara jeritan dan tangisan menyayat hati dari para tawanan wanita. mereka meminta untuk dilepaskan. namun sayang, tenaga para bodyguard jauh lebih kuat dibanding para tawanan.
Rianti berjalan melenggang meninggalkan lorong, lalu masuk kedalam kamarnya. Rianti membaringkan tubuhnya dan terpejam.
Rianti tersentak kaget dari tidurnya, saat Ia mendengar suara orang-orang riuh berteriak. "ada apa ini..?!" Rianti merasa heran dengan suara kekacauan dipagi hari.
dengan menggunakan baju tidurnya yang sexy, Rianti berjalan keluar menuju arah kericuhan.
Ternyata itu berasal dari Kerangkeng besi tempat mengurung Rey.
Rey terlihat mengamuk dan sangat marah. Ia meminta agar dilepaskan. wajahnyanya kian menakutkan.
__ADS_1
Ia menggoyang-menggoyang besi tersebut, namun tak mampu untuk dilepaskan. "Mama...lepaskan Rey dari sini..!!" teriak Rey dengan suara parau dan membuat Rianti bergidik.
"Rey lapar dan haus.." ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
Rianti berjalan mundur. Ia memerintahkan kepada para bodyguard, agar menangkap seekor buaya ditempat penangkaran dibelakang pavilium. "tangkapkan seekor buaya, cincang dan kuliti, lalu berikan padanya." perintah Rianti.
lalu 3 orang bodyguard melaksanakan perintah Ranti.
setelah mereka menguliti buaya tersebut, mereka melemparkannya kedalam kerangkeng. "Rey tidak mau mama.. Rey mau daging manusia..!" ucap berang.
Rianti bergidik mendengarnya. bagaimana mungkin Ia harus menyediakan daging manusia. sepertinya selera Rey tak mampu ditoleransi.
"makanlah apa yang ada.." ucap Rianti dengan kesal. lalu meninggalkan Rey yang menggeram dengan penuh amarah.
para bodyguard merasa ini sangat keterlaluan. jika seperti ini, bisa-bisa mereka akan menjadi tumbal berikutnya.
rambut gondrong, wajah ditumbuhi janggut dan jambang yang terlihat semak dan menyeramkan. membuat Ia terlihat semakin menakutkan.
"miiinum..." teriak Rey semakin menggila. seorang bodyguard memberikan Rey minum dengan botol mineral. "bukan ini tolloool..!! aku mau darah..." ucapnya berteriak-teriak dengan sangat keras.
namun Rey seketika terdiam, sepertinya Ia sedang berfikir licik, "ya..aku mau minum.. ambilkan aku minum.." ucapnya dengan tatapan seringai.
seorang bodyguard berjalan memberikan botol air mjneral kepadanya, tangan Rey menjulur untuk meraihnya. saat bodyguard itu berjarak sangat dekat, Iya dengan cepat menangkap tangan itu, lalu menarikanya dan menggigitnya. bodyguard itu berteriak.
para bodyguard lain membantunya, lalu menembakkan suntikann bius. hingga akhirnya Rey tersungkur.
bodyguard yang mendapatkan serangan dari Rey mengalami luka parah, lalu mereka mengobatinya.
Rianti yang mendapatkan laporan jika Rey menyerang seorang bodyguard, maka segera mengeceknya.
"sebaiknya aku singkirkan saja di ketengah hutan belantara." Rianti berguman kesal.
Rianti berencana akan membuang Rey ketengah hutan yang tak terjamah oleh manusia.
"semakin cepat semakin baik." Rianti memerintahkan kepada para bodyguard, untuk memesan mobil truk untuk membawa Rey kedalam hutan.
"sebaiknya kerangkengnya kita perkecil saja nyonya, nanti dari sini kita bawa pakai truck, seaudah sampai dihutan kita gunakan helikopter untuk membawanya ke tengah hutan belantara. namun kerangkengnya kita perkecil dan bobotnya kita kurangi." ucap salah seorang bodyguard memberikan saran.
Rianti mengangguk-angguk pertanda mengerti.
~Maaf ya teman-teman..ceritanya kita tarik ulur dulu.. author masih mencari alur cerita yang dapat sesuai dengan tujuan akhirnya. Author masih mencari alur yang tepat untuk mempertemukan Mala dan Satria, serta memberantas Nini Maru. harap bersabar ya~
__ADS_1