
Roni yang selama ini melalaikan perintah-Nya, sedikit demi sedikit mulai untuk bertaubat. Ia mengajak Mala Istrinya untuk memulai hidup mereka yang baru.
Roni menggelar sejadah untuk pertama kalinya. Ia sudah begitu jauh dari Rabb-nya. Ia mengajak Mala ikut serta.
Di akhir doanya, Ia meminta untuk ditunjukkan kebenaran akan segala dugaannya selama ini. dan satu doa yang Ia selipkan di hatinya..
"ya Rabb...tunjukkanlah kebenaran atas segala pradugaku selama ini. siapa manusia bejad yang telah memperkosa istriku..? berilah hukuman yang setimpal atas perbuatannya. dan Engkau adalah sebaik-baiknya yang lebih mengetahui." Roni berdoa dengan kesungguhan hatinya.
setelah mengadukan semua masalah hidupnya, Ia menutupnya dengan shalawat.
Ia berbalik menghadap Mala, lalu Mala meraih tangan suaminya, mencium punggung tangan itu.
Roni merasakan sesak yang luar biasa menghimpit dadanya. rasa yang sangat sulit Ia ungkapkan.
Ia mencoba ikhlas akan segala yang sedang menimpanya. Ia mencoba ikhlas menerima Mala.
Author mau memberikan sebuah analisis. ~sifat seorang lelaki yang harus kita fahami sebagai wanita ialah, mereka dapat melakukan perselingkuhan berulang kali dengan wanita, namun sifat buruknya Ialah, Ia akan merasa jijik jika wanitanya (istrinya) pernah dijamah pria lain. akan ada rasa traumatik, seperti saat akan menyentuh istrinya, namun tiba-tiba teringat ada pria lain yang pernah menjamahnya, maka akan menimbulkan bayangan yang dapat menghilangkan nafsu hasratnya dengan tiba-tiba.'
****
sudah lama sekali Mala merasa suaminya mengabaikannya. Ia sendiri tak memahami mengapa suaminya begitu acuh tak acuh padanya.
Ia mendekati Roni yang sedang berbaring ditepi ranjang. Ia begitu merindukan Roni yang dulu, suami yang selalu memanjakannya.
"mas...akhir-akhir ini kenapa mas seperti mengabaikan Mala.." ucapnya dengan lirih.
Roni menarik nafas dengan berat, lalu menghelanya. Ia tak tau harus mengatakan apa.. karena jika Ia mencoba jujur, mungkin saja Mala akan menjadi lebih frustasi darinya.
"tidak dik, abang hanya banyak fikiran selama ini.." ucapnya mencoba berbohong, meskipun itu sangat menyakiti hatinya.
Ia seperti tak berhasrat untuk melakukan tugas nafkah bathinnya. Ia seperti traumatik akan hal yang sangat mengerikan jika Ia membayangkannya. mungkin butuh waktu untuknya dapat menerima Mala kembali seperti dulu.
Mala menyandarkan kepalanya di bahu Roni suaminya, mencari keteduhan disana. ingin rasanya saat ini Ia merasakan belaian mesra suaminya. namun tak Ia dapatkan.
akhirnya Mala tertidur dengan bersandar di bahu Roni.
melihat istrinya terlelap, Ia membenahi letak tidur istrinya, sebenarnya Ia merasa kasihan Mala, namun Ia membutuhkan waktu.
Roni menatap jam dinding. waktu menunjukkan pukul 10 malam. Ia teringat akan sepeda motornya yang belum Ia masukkan kedalam rumah.
__ADS_1
Ia bergegas keluar dari kamarnya, menuju ke teras rumah. saat ini Ia mencium aroma bunga yang sangat menyengat. "seperti bau bunga kenanga..? apa Mala ada menanamnya..? " ucap Roni lirih sembari memfokuskan indra penciumannya, mencari sumber bau tersebut.
Roni melihat sebuah pot bunga dibawah jendela kamarnya yang menyatu dengan teras rumah. didalam pot itu, tumbuh sebatang pohon bunga kenanga cangkokan. bunganya sangat lebat.
"ternyata benar dugaanku, Mala menanamnya. namun untuk apa..? ini hanya akan mengundang setan datang. karena mereka sangat menyukai bunga ini." ucap Roni dalam hatinya.
Roni memgambil pot bunga tersebut, lalu membuangnya ketempat sampah yang ada disekitar pohon pisang disamping rumahnya.
saat melemparkan pot tersebut, tanpa sengaja pot tersebut mengenai Nini Maru yang sedang mengintai rumahnya. ternyata Ia sejak tadi ingin masuk kedalam rumah Roni. namun karena Roni malam ini melakukan ibadah shalat dan membaca amalan dari Hamdan, membuatnya tidak dapat menembus rumah itu.
Nini Maru merasakan hawa panas yang sangat luar biasa. karena tak ada jalan masuk, Ia berteduh dibawah pohon pisang, bercengkrama dengan sesama jenisnya, yaitu genderuwo penunggu pohon pisang. mereka sedang membahas sesuatu untuk melakukan sebuah rencana besar.
saat asyik mengobrol, tiba-tiba saja Roni melemparkan pot bunga kenanga itu yang mengenai kepalanya. ""aaaarrrrgggh.." suara erangan kesakitan Nini Maru.
Ia menoleh kearah Roni yang tadi melemparkan pot tersebut. karena marah atas perbuatan Roni yang sudah tak sopan padanya, Ia menampakkan wujud aslinya kepada Roni.
wajahnya yang menyeramkan, rambut panjang kusut yang tidak pernah shampoan, serta gigi taringnya yang tajam menyeringai kepada Roni.
Roni yang melihat makhluk sangat mengerikan itu, tiba-tiba menjadi kaku tak bergerak karena ketakutan. namun Ia mencoba mengingat dimana Ia pernah melihat makhluk jelek ini..
"mengapa aku seperti pernah melihatnya..? dimana..? seperti tak asing bagiku..?" ucap Roni dalam hatinya. Ia berusaha keras mengingatnya. namun karena rasa takut yang menderanya membuatnya hilang konsentrasi. Nini Maru mendekati kearah Roni yang mematung, Ia merayap dengan sorot mata merah tajam dengan tatapan yang tak suka.
tubuh Nini Maru terpental jauh, lalu menubruk tubuh genderuwo yang sedari tadi hanya menjadi penonton. mareka berdua jatuh ketanah dan saling tindih satu sama lain. sang genderuwo merasa kesal, karena mendapatkan lemparan tubuh Nini Maru dengan tiba-tiba saja.
Nini Maru mengerang kesakitan. Ia merasakan hawa panas saat ingin menyerang tubuh Roni. itu semua karena pengaruh doa yang barunsaja diamalkannya.
maelihat Nini Maru menghilang dibalik pohon pisang. Roni tersadar dari ketakutannya. dengan gerakan langkah seribu, Ia masuk kedalam rumah dengan membanting pintu dengan sangat kerasnya lalu menguncinya. Ia membiarkan begitu saja sepeda motornya yang masih tertinggal diteras.
suara hempasan pintu yang sangat keras, mengagetkan si mbok yang masih terjaga. dengan langkah tergopoh-gopoh..Ia keluar dari kamarnya.
Ia melihat Roni dengan wajah pucat pasi dan nafas tersengal-sengal. "ada apa Ron..? koq ngagetin si mbok.." ucapnya dengan penasaran. Ia juga terkejut dengan suara hempasan pintu yang sangat keras.
setelah mengatur nafasnya, Ia mencoba menenangkan detak jantungnya yang memburu "gak ada apa-apa mbok.." ucapnya berbohong.
Ia lalu masuk kekamarnya. menarik selimut untuk menghilangkan bayangan makhluk itu dari matanya. "Dimana aku pernah melihat makhluk itu..? aku pernah melihatnya..tapi di...." Roni menjeda ucapannya.
seketika Ia mengingat sesuatu.. ya...aku ingat. makhluk itu yang aku lihat didalam mimpiku waktu itu. Ia yang mengikatku dengan rantai besi saat aku hendak menolong Mala ketika dijamah si Reza manusia biadab itu." Roni berguman dalam hatinya.
"tapi apa hubungannya makhluk itu dengan Si duda brengsek ..? Roni mencoba mencari jawabannya.
__ADS_1
kepalanya sangat pusing memikirkannya. "apa makhluk itu juga yang memakan janin Mala saat keguguran waktu itu..? ciri-cirinya hampir sama dengan yang ku lihat saat disumur belakang. atau jangan-jangan, makhluk itu juga yang memakan janin mbak Lisa..?"
Roni terdiam sejenak. berfikir keras untuk menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukannya sendiri.
"aku harus mengumpulkan bukti-buktinya dengan akurat. sepertinya jalanan setapak itu akan memberikan petunjuk padaku" Ucap Roni dengan lirih.
****
pagi ini Mala telah membuat sarapan mie instan tumis dengan campuran bakso dan telur ceplok.
setelah selesai, Ia ingin membuang sampah yang sudah bertumpuk dikeranjang sampah. setelah kejadian pojon mangga kemarin, Mala tidak lagi membuang sampah disana, Ia menjadikan rimbunan pohon pisang disamping rumah untuk tempat membuang sampah.
setelah membuang sampah, Ia melihat pot bunganya berada dibawah pohon pisang nan rimbun. "mengapa pot bunga ini sampai dibawah pohon pisang..? siapa yang membuangnya..?" ucap Mala penasaran. tanah bunga itu berserakan dan terlepas dari potnya.
Ia mengutipnya kembali, lalu membawanya. saat mengambil pot bunga yang yang berserakan, ada sesosok mahkluk tinggi besar dan hitam menatapnya sedari tadi. Ia menyukai Mala yang berwajah cantik. hasratnya menggebu mekihat kecantikan Mala.
Mala membenahi letak bunga dan tanah yang berserakan.
Roni yang ingin memanaskan sepeda motornya melihat istrinya sibuk dengan sesuatu. Ia penasaran.. lalu mendekatinya, dan alangkah terkejutnya Ia mendapati Mala memungut kembali bunga yang sudah dibuangnya.
"mengapa kamu pungut lagi bunga itu..? " uvap Roni ketus.
Mala menegadakan wajahnya, memandang suaminya dengan penuh heran.."mengapa abang membuang bunga Mala..?" ucapnya penasaran.
Roni mengernyitkan keningnya.."karena aroma bunga ini mengundang setan datang kerumah kita." ucap Roni tegas.
Mala bingung dengan penjelasan Roni.."tapi bunga ini mas Reza yang memberinya.." ucap Mala dengan jujur.
Roni terkejut dengan pengakuan Mala.."apa..si duda brengsek itu yang memberikannya padamu..?" Ucap Roni berang.
Mala yang mendapati suaminya mengucapkan kata dengan kasar sedikit merasa tersinggung. selama ini Roni selalu bersikap lembut padanya. namun hari ini entah apa yang membuatnya begitu sangat marah.
"i.i..i.ya.." ucap Mala terbata.. "tapi kenapa abang begitu sangat marah..?" ucapnya dengan netra yang mulai berkaca-kaca.
"sejak kapan Ia memberikan bunga ini kepadamu..?" ucap Roni dengan selidik.
"sejak adik masa nifas saat keguguran waktu itu.." ucap Mala dengan gugup, namun penuh kejujuran.
Roni terperangah..Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. dengan penuh emosi Ia memungut bunga yamg sedang di dibenahi Mala."jangan pernah menerima apapun dari pria brengsek itu lagi..?! Faham..!! dan bunga ini..? akan abang buang jauh, jangan coba-coba untuk memungutnya..!" Ucap Roni dengan nada tinggi.
__ADS_1
lalu Ia membawa bunga itu keseberang jalan, membuangnya ditanah kosong yang dipenuhi dengan semak belukar.