Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Janji Suci dan Petaka


__ADS_3

Hari pernikahan tiba. Segala persiapan telah sempurnah. Satria mengucapkan ikrar ijab qabul didepan wali nikah dan para saksi yang mengucapkan kata 'Sah'.


Pernikahn keduanya begitu sangat meriah. Acara resepsi yang digelar sangat mewah begitu tampak sempurnah.


Semua orang tampak berbahagia, dimana pasangan yang tampak bahagia itu berbalut gaun pengantin super mewah.


Namun seorang gadis sedang menatap dengan pandangan nanar. Ia membalikkan tubuhnya, memilih untuk pergi. Ia berjalan dengan sangat cepat, bahkan sebagian orang tak meyadari kehadirannya.


Gadis itu memilih kembali pulang kerumahnya, ditepi hutan. Ia memilih untuk menyendiri didalam kamarnya, membayangkan sang pemuda yang kini sudah berstatus menjadi suami orang, akan memadu kasih mesra dalam balutan cinta.


Disisi lain, seorang pemuda yang membantu acara resepsi, dengan bagian mencuci piring, tampak begitu amat pucat.


Saat teman-temannya bersenda gurau dan melakukan tugasnya masing-masing, Ia tampak berdiam diri. Ia mengakui mendapat kepuasan yang sangat terpuaskan, namun Ia merasakan tenaganya habis terkuras. Namun Ia tetap merasa kecanduan akan gadis itu, dan tak dapat lepas.


Acara demi acara berlangsung. Hingga akhirnya malam tiba, dan banyak para tamu serta keluarga yang meninggalkan rumah hajatan.


Pasangan pengantin baru itu tampak sumringah, tak sabar menantikan detik-detik untuk malam indah mereka.


Keduanya tampak malu-malu, karena selama ini mereka berpacaran dengan terpisah, dan tak pernah bersentuhan.


Maka malam indah ini begitu tampak gugup satu sama lain, tidak tahu siapa yang akan memulai.


Syafiyah melepaskan aksesoris gaun pernikahannya. Lalu membersihkan make up diwajahnya yang tampak begitu sangat tebal dimeja rias.


Satria telah mengganti pakaiannya dengan pakain santai, lalu memandangi wanita yang kini sah menjadi istrinya. Satria menghampiri Sayafiyah yang baru saja selesai mebersihkan make upnya.


"Kamu cantik sayang..." ucap Satria sembari mengecup ujung kepala istrinya, membuat Syafiyah mengembangkan senyumnya.


Sesaat keduanya saling pandang, merasa bingung sendiri harus memulainya dari mana. Laku satria mengecup kening Syafiyah, dan menjalar kebagian tubuh lainnya. Hingga keduanya larut dalam buaian cinta yang memabukkan.


Disisi lain, Mirna merasakan sakit dihatinya, melihat pria itu mencumbu mesra istrinya. "Harusnya Aku, bukan Dia.." Mirna berguman lirih dalam hatinya. Ia melucuti pakaiannya sendiri.


"Anaaaang... Datanglah.." ucap lirih, menyebut nama pemuda yang telah menemaninya memenuhi hasratnya.


Pemuda yang saat itu namanya disebut, seketika tersentak. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai panita resepsi pernikahan kedua insan yang mini sedang dalam buaian cinta.

__ADS_1


Anang beranjak dari duduknya, meninggalakan teman-temannya yang sedang asyik berkaraoke karena sedang berjaga malam menunggu perkakas resepsi.


Pemuda itu menaiki motornya, dengan perasaan yang tak bisa diartikan, Ia seperti orang linglung.


"Hei... Anang... Kamu mau kemana..?" teriak Yudi yang melihat sahabatnya mengendarai motor dengan tatapan berbeda.


Namun pemuda itu tak menghiraukan panggilan sahabatnya, Ia terus mengendarai motornya dengan kecepatan yang tak biasa. Ia bagaikan terhipnotis, menuruti panggilan sang gadis, berniat menjadi pemuas hasrat sang gadis misterius.


Sesampainya didepan rumah Mirna, Ia mengetuk pintu rumah itu, lalu tampak sang gadis membuka pintu rumah itu tanpa sehelai benangpun.


Bagaikan kerbau dicocok hidungnya Ia menuruti saja ajakan sang gadis, dan menggiringnya kekamar.


Sesampainya dikamar, gadis itu menjadikan sang pemuda sebagai budak hasratnya. Ia tak memberi jedah kepada pemuda itu untuk mengambil waktu istirahat meski sejenak.


Hingga waktu subuh tiba, Mirna baru selesai melakukan aksinya. Pemuda itu kian memucat, Ia seperti kehabisan tenaga dan aura wajahnya kian memudar.


Pemuda itu pulang kerumahnya, setelah sampai didepan rumah, Ia jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


Ibunya yang melihat anaknya tak sadarkan diri, segera berteriak memanggil sang ayah, untuk meminta bantuan. Mereka membawanya ke puskesmas.


Mendengar penuturan dokter tersebut, Ibu dari Anang marah besar, karena dokter itu menuduh puteranya melakukan hal zinah. Namun dokter itu menunjukkan bukti-bukti yang jelas, dimana ditemukan cairan milik Anang dan cairan milik wanita yang masih tersisa di area sensitifnya, dimana diduga jika Anang melakukan percintaan yang sangat intens dan berlebihan.


Dokter menyarankan agar Anang melakukan istriahat dan makan makanan yang bergizi untuk mengembalikan kesehatan dan tenaganya.


Meski tak mempercayainya,namun Ibu dari pemuda itu mencoba menerkma kenyataan, jika anaknya telah melakukan pergaulan bebas tanpa sepengetahuannya.


Disisi lain, Ayah Anang merasakan hal mencurigakan dari puteranya, siapa wanita yang dapat melakukan hal yang tak wajar tersebut. Jika wanita normal, tentulah itu tak mungkin, hal itu membuatnya ingin mencari tau.


Sementara itu,Satria dan Syafiyah saat ini merasakan begitu manisnya hidup mereka. Keduanya kini tengah menjalani hari pertama mereka dalam ikatan cinta yang diikat dengan janji suci pernikahan.


"Terimakasih sayang, telah memberikan hal terindah dalam hidupku..." ucap Satria, sembari mengecup lembut bibir sang istri.


Syafiyah mengeratkan pelukannya, Ia tak menyangka jika hari yang ditunggunya telah tiba, dan kini mereka telah sah menjadi suami istri.


Ditengah kebahagian mereka, kabar menggemparkan datang dari warga, dimana Anang yang merupakan anak dari tetangga mereka meninggal dunia dengan tiba-tiba. Yang membuat kegemparan itu semakin merebak, dimana Anang dinyatakan meniggal dunia, karena cairan dari area sensitifnya tak berhenti keluar, hingga Ia benar-benar kehabisan tenaga.

__ADS_1


Bahkan senjata pemuda itu terus berdiri, hingga saat Ia menghembuskan nafas terakhirnya, dan setelah tubuhnya berubah menjadi dingin, ikut kaku dan tegak dengan kondisi yang mengenaskan.


Kabar itu sungguh menggemparkan, bamyak spekuslasi beredar. Mereka menduga jika Anang mengkonsumsi obat kuat dalam jumlah yang berlebihan dan membuatnya overdosis.


Tudingan-tudingan itu membuat keluarga Anang menjadi semakin terpuruk, dan berduka semakin dalam. Dimana anaknya meninggal dalam kondisi yang tak wajar dan sangat janggal.


Lalu warga berbondong-bondong datang melayat. Mereka melakukan fardhu kifayah untuk sang pemuda, dan acara pemakaman akan segera dilangsungkan.


Diantara para warga yang melayat, tampak seorang gadis yang menggunakan penutup wajah, hadir untuk melihat pemakaman tersebut. Lalu segera menghilang.


******


Keesokan paginya, warga digemparkan oleh penemuan jika makam Anang telah dibongkar oleh seseorang, dan kain kafan yang telah rusak.


Saat diperiksa oleh warga, hal yang mengejutkan terjadi, dimana alat sensitif Anang telah terputus.


"Sepertinya ada yang mencabutnya dengan sengaja...?" ucap Seorang warga dengan perasaan yang sangat yakin.


"Ya.. Namun, siapa..?.selama ini kampung kita aman-aman saja..." warga lainnya menimpali.


Seketika makam itu menjadi ramai, bagaikan menyaksikan sebuah pertunjukkan.


Disuatu tempat yang jauh, satu sosok berusaha untuk keluar dari reruntuhan bebatuan yang telah menimpanya selama berminggu-minggu.


Lalu satu tangannya tampak menjulur keatas, melewati bebatuan, tangan yang tampak hangus itu berdiri tegak, dan terdengar suara rintihan...


"Miiiiiiiirnaaaaa...." suara itu begitu tampak parau dan penuh dendam.


THE END


~Terimakasih sudah mengikuti perjalanan menulis author. terimakasih sudah memberikan dukungan terbaik. Saran dan kritik yang membangun. Tanpa kalian, author bukanlah siapa-siapa.~


~Season kedua dari cerita ini akan dilaunchingkan setelah author menamatkan salah satu novel yang mangkrak. Teruslah dukung karya Author..πŸ™πŸ™πŸ™~


~I love u All❀❀❀~

__ADS_1


__ADS_2