Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Sate Gagak


__ADS_3

Rianti kini masih bersembunyi dibalik ruangan bawah tanahnya. Ia menghindari kejaran polisi atas tindak kejahatan yang dilakukannya.


Genderuwo itu setia menemaninya dalam persembunyiannya.


"aku tidak bisa terus hidup didalam ruangan ini. Aku ingin mendapatkan kembali kekayaanku, dan aku ingin kembali hidup bebas." ucap Rianti kepada genderuwo tersebut.


"aku mampu mengembalikannya dalam sekejap mata. Namun ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi." jawab om wowo kepada Rianti.


"apapun syaratnya akan saya penuhi. Asalkan kekayaan saya kembali." ucap Rianti dengan semangat.


Om wowo tersenyum menyeringai. "bagus..kita akan menjadi sekutu dan mengikat perjanjian baru" jawab Genderuwo itu dengan sangat senang.


"katakan saja apa syarat yang harus saya penuhi.?" tanya Rianti dengan tak sabar.


"pertama, kamu harus melayani saya kapanpun yang saya inginkan. Kedua, kamu harus menyediakan sate gagak untuk saya setiap malam jum'at kliwon." jawab Om wowo dengan suara parau.


"hanya itu saja..?" ucap Rianti memastikan.


"ya.. Dan segera carikan, agar aku dapat memberikan kekayaan yang berlimpah padamu." jawab om Wowo dengan parau.


"tetapi bagaimana dengan kondisiku, aku akan tertangkap polisi jika ketahuan berkeliaran dijalanan"


"kau gunakan saja baju bercadar, tidak akan ada yang mengenalimu" usul om wowo yang ternyata Ia menjadi pengamat fashion juga rupanya.


"baiklah.." jawab Rianti sumringah.


-------------


Rianti menggunakan stelan bercadar, lengkap denga kacamata hitamnya. Ia mendatangi pasar yang special menjual binatang unggas.


setelah mendapatkan satu ekor burung gagak, Ia bergegas pulang keruang bawah tanahnya. Lalu menyiapkan sate gagak untuk melakukan ritual pesugihan kepada om wowo.


Karena sudah lama menjadi orang berduit, Ia lupa caranya memasak, hingga tanpa sadar, sate itu sedikit gosong.


Hari menjelang malam, Rianti menyajikan sate itu kepada om Wowo yang sekarang sudah menjadi sekutunya menuju kesesatan. tersesat terlalu jauh, hingga lupa jalan pulang.


"sayang.. Ini Sate gagak yang kamu pinta sebagai syarat ritualnya." Ucap Rianti tak sabar, sembari menyerahkan sate gagak buatannya.


"kamu sebutkan berapa yang kamu mau? Dan kamu harus mengatakan ' sate gagak enak, dan sebutkan berapa harga jual satu tusuk sate gagak ini?" ucap Om Wowo menjelaskan.


"Ribet amat jualan sate sama kamu." jawab Rianti ketus.


Genderuwo itu memandang Rianti dengan senyum seringai. "kamu mau gak dapat kekayaannya? Dan hanya tinggal satu langkah saja." ucap Om Wowo parau.


Rianti mendengus kesal. Lalu mengambil 4 tusuk sate gagak yang berhasil dibakarnya.

__ADS_1


"sate gagak enak, satu tusuknya 1 milyar." ucap Rianti menirukan ucapan om Wowo.


Genderuwo itu menghampirinya."aku beli semuanya." jawab om Wowo dengan semangat, sembari mengambil 4 tusuk sate yang dipegang Rianti.


Cliiiing...


4 koper berisikan uang sudah berada dihadapan Rianti. Matanya berbinar tak sabar untuk melihat koper tersebut.


Bayangan uang 4 Milyar sudah didepan mata. Ia membuka koper itu dengan tak sabar. tumpukan uang sebanyak 4 milyar membuatnya sangat bahagia.


Genderuwo itu memakan sate gagak buatan Rianti. Lalu terdengar Ia mengeluarkan kunyahannya.


puuuehh...


"kenapa rasa sate ini pahit sekali sayang..?" ucap genderuwo itu menatap Rianti.


"sedikit gosong, gak juga sampai jadi arang." jawab Rianti ketus.


"tapi ini bisa mengurangi jumlah uangnya.?" jawab Genderuwo kesal.


Rianti manyun, Ia tidak rela jika harus kehilangan uangnya.


"tapi akukan dah berusaha masaknya yank." Rianti mencoba merayu.


Rianti cemberut. Ia sudah berusaha memasak sate itu sebisa mungkin, namun si Wowo tidak menghargainya.


"aku kurangi satu koper nilainya." ucap Genderuwo tak mempan di rayu.


Cliiiiing..


Satu koper hilang dari hadapan Rianti. Itu membuat Rianti sangat kesal.


"Dasar setan.." maki Rianti dalam hatinya.


-----------


Nini Maru merasa kesal dengan perlakuan Genderuwo yang menikungnya tanpa aba-aba.


Ia teringat akan Rey. "Dimana anak itu? Sepertinya aku akan memanfaatkan Rey sebagai bentuk balas dendamku terhadap Rianti dan genderuwo sialan itu." Nini Maru menggeram dengan kesal.


Ia menerawang keberdaan Rey. Lalu dalam hitungan detik, Ia sudah berada ditengah hutan tempat Rey bersemayam.


Ia melihat Rey sedang meniduri seorang wanita muda. Nini Maru seperti mendapatkan signal yang baik. "lihat saja kau Wo, aku akan memanfaatkan anakmu ini. Hihihihi" Ia tertawa dengan nyaring.


Nini Maru memperhatikan apa yang dilakukan Rey terhadap wanita malang itu. Ia duduk disebuah dahan pohon beringin yang rindang. Kegelapan malam menghalangi pandangan Rey yang sedang bercinta.

__ADS_1


Rey tidak menyadari kedatangan Nini Maru yang sedang mengintainya. Wanita itu meronta meminta untuk dilepaskan. Ia juga kelaparan karena beberapa hari tidak makan sesuatu.


Perbuatan Rey membuatnya sangat menderita. Tanpa makan dan minum beberpa hari membuatnya lemah dan dehidrasi.


Akhiranya wanita itu meninggal dunia dalam kondisi terdzhalimi. Rey yang menjadi manusia setengah iblis tidak menyadarinya.


Nini Maru yang melihat ruh keluar dari jasad tubuh wanita muda itu merasa sangat kesal.


"sial.. Bahkan Rey tak bisa diandalkan." ucap Nini Maru dengan kesal.


Ia melayang terbang diudara. Mencari mangsa untuk disantapnya.


Ia memandang sebuah rumah yang sangat megah. Lalu melihat Satria berada dibalkon rumahnya. Ia terlihat tampak galau.


"itu anak sialan yang telah mengacaukan usahaku." Nini Maru mengumpat kesal.


Ia terbang menghampiri Satria, duduk diatas pagar balkon. Satria merasakan bulu kuduknya meremang. Ia menyadari jika makhluk astral berada dekat dengannya.


Satria menoleh kearah belakangnya. Ia tersentak kaget melihat wajah Nini Maru yang sangat berantakan. "haaah..setan!" ucap Satria dengan rasa kaget yang luar biasa. Ia melangkah mundur tiga langkah.


"biasa ajalah, gak sampai segitunya juga kali ekspresinya" ucap Nini Maru kesal.


Satria menarik nafasnya dalam, lalu menghelanya dengan kasar. "ngapain juga kamu disitu muncul tiba-tiba" jawab Satria dengan jengkel.


"aku mau menuntut balas atas kekurangajaranmu.." jawab Nini Maru dengan ketus.


"emang apa salahku sama kamu? Kenal juga kagak." jawab Satria santai.


"heei.. Kamu itu sudah menghancurkan usahaku..!" teriak Nini Maru kesal.


Jayanti yang baru saja pulang dari makan malam bersama Bayu merasa heran melihat Satria berbicara seorang diri diatas balkon.


"kenapa dengan Satria? Mengapa Ia berbicara seorang diri?" Jayanti berguman dalam hatinya. Ia lalu memarkirkan mobilnya didalam garasi. Dan masuk kerumah.


"usahamu yang mana yang sudah kuhancurkan?" Satria semakin kesal dengan tudingan Nini Maru yang ditujukan kepadanya.


"para tawanan yang telah kau bebaskan iru adalah usahaku, mereka itu penyedia janin untuk ditumbalkan kepadaku" jawab Nini Maru keceplosan.


"A..apa..? Dasar setan laknat..!! Kalau begitu aku sebaiknya menghancurkanmu juga, sebelum banyak korban lainnya dan menjadi pengikutmu." jawab Satria dengan geram.


Sesaat siluet ular naga keluar dari dalam tubuh Satria dan hendak menyerang Nini Maru, namun secepat kilat Nini Maru menghilang. Dan bergentayangan mencari mangsa.


"Sialan tu bocah..!!" Nini Maru menggerutu.


saat Ia sedang kesal, Ia melihat Shinta sedang mengendarai mobilnya. Ia melihat jika ada janin bersemayam didalam rahim Shinta. Ia tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2