Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Kecemburuan Rianti


__ADS_3

Rianti berjalan dengan tertatih saat memasuki rumah Reza. Ia melihat sepasang sendal milik wanita ada didepan rumah Reza.


"milik siapa ini..? apakah tuan Reza telah mendapatkan pembantu baru?" ucap Rianti. Ia meneruskan langkahnya memasuki rumah tersebut.


dua hari yang lalu setelah kegugurannya, Ia meminta cuti kepada Reza. Ia berjanji akan tetap menjaga dirinya agar orangtuanya tak mencurigainya jika baru saja keguguran. uang dan ketampanan Reza telah membuatnya buta.


saat akan memasuki ruang dapur, Ia mendengar suara seorang gadis sedang tertawa dan rintihan manja. "siapa gadis itu..? sepertinya mereka sedang...?" Rianti menggantung ucapannya. matanya membulat dan Ia melalukan gerakan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Rianti mencoba mengendap-ngendap, merapatkannya ke dinding penghubung dapur..Ia tercengang melihat apa yang tengah terjadi. hatinya seketika merasa panas, Rasa sakit hati begitu menggerogotinya.


"mi..mira..anak gadis pak Danu..?" oh..tidak.." ucap Rianti penuh kecemburuan. selama ini, meskipun Reza hanya menjadikan budak hasratnya, namun Ia rela dan dengan tanpa paksaan.


Ia telah jatuh cinta dengan Reza. ketampanannya, keliarannya, serta kekayaan Reza yang bergelimang harta, begitu membuatnya terobsesi.


namun kini hadir wanita lain. dimana wanita itu jauh lebih muda darinya. "tidak...tidak..ini tidak boleh terjadi. hanya aku yang harus melayani tuan Reza, bukan Mira atau yang lainnya." ucap Rianti menahan sesak didadanya.


hatinya teramat cemburu, menyaksikan Mira bercumbu diatas meja makan itu. tempat dimana Ia selalu melayani hasrat Reza.


Ia menyeka air matanya, Ia akan mencari cara untuk menyingkirkan gadis itu. saat Ia mendengar rintihan Mira yang sedang mencapai puncak surgawi, Rianti menutup telinganya. lalu berjalan tertatih kelantai 3.


Rianti memilih untuk tidak menyaksikan dua insan yang sedang bercinta tersebut. Ia mengalihkan perasaan cemburunya dengan membersihkan lantai rumah tersebut. matanya kembali tertuju pada sebuah kamar yang sangat tidak boleh dimasukin oleh siapapun.


"apa sebenarnya yang dirahasiakan olehbtuan Reza..? mengapa Ia begitu sangat marah jika orang lain memasukinya. jika hanya gudang, mengapa Ia begitu sensitif sekali dengan kamar itu." ucap Rianti lirih.


"suatu saat nanti, jika tuan Reza lengah, aku akan mencari tau.." ucap Rianti dalam hati. Ia lalu membersihkan lantai koridor kamar tersebut.


sesaat Ia merasakan bulu kuduknya meremang, semakin kuat dan semakin terasa. Rianti merasa bergidik, lalu buru-buru turun dari lantai 3. saat berada di lantai dua, Ia melihat Reza memasuki kamarnya. Ia menatap nanar tubuh Reza, Ia merindukannya.


****


Mira masih berbaring lemah diatas meja makan, Ia masih menikmati sisa-sisa pergumulannya tadi.

__ADS_1


Rianti berdehem.."eheeemm.." matanya dengan sorot kecemburuan.


Mira yang ketahuan sedang habis bercinta terperanjat, lalu bangkit dan turun dar atas meja. Ia gemetar ketakutan. lalu memunguti underwarenya yang berserakan. Ia buru-buru mengenakannya.


"bagaiamana ya, jika kejadian ini sampai kuberitahu kepada pak Danu.? kira-kira apa reaksi pak Danu..?" ucap Rianti penuh ancaman.


"emmm..ammpin mbak..jangan beri tahu orang tua saya masalah ini.." ucap Mira menangis ketakutan. Ia pasti akan dihajar orang tuanya jika sampai ketahuan melayani hasrat majikannya.


"masih kecil sudah pinter ya..?" sindir Rianti dengan nada sinis. hatinya bertambah sakit, saat melihat dua ikat uang dengan ikatan merk suatu bank. Rianti pastikan nilainya 2 juta rupiah.


saat Rianti akan melangkah mengambil uang itu. "Rianti, turunkan tanganmu." terdengar suara Reza menghentikan Rianti. Ia memutar tubuhnya, lalu menghadap kepada Reza. "mengapa Tuan tega kepada saya..?" uvap Rianti terisak.


"tega apanya..?" ucap Reza sembari melangkah mendekati Rianti.


Rianti terisak menahan kecemburuannya. "Tuan tega mengkhianati saya..? apakah karena saya baru keguguran, tidak dapat melayani tuan, lalu tuan dengan mudahnya mencari pelayan baru..?" ucap Rianti keceplosan. membuat Mira terperangah.


"a..apa..? ternyata mbak Rianti baru keguguran, dan sering juga melayani tuan Reza..?" Mira berguman dalam hatinya.


meskipun Ia selalu bercinta dengan wanita lain, namun dihatinya hanya ada Mala. Ia tidak pernah menghilangkan wajah Mala dari ingatannya.


"ta..ta..pi..tuaan..?" ucap Rianti terbata..


Reza menatap Riantindengan sorot mata yang tajam. "tidak ada tapi-tapian. aku membutuhkan penyaluran hasrat, sedangkan engkau dan juga mira membutuhkan uang.. maka hubungan kita hanya sebatas hubungan simbiosis mutualisme. saling menguntungkan bukan...?" ucap Reza sembari tersenyum sini.


"dan ingat, jangan pernah coba-coba memberitahu keluarga Mira, karena aku akan membunuhmu, jika sampai rahasia ini bocor. nikmati saja pekerjaanmu." ucap Reza dengan tatapan mengancam.


Rianti terdiam, Ia tidak bisa mengutarakan perasaannya yang kini sedang hancur. Ia bertekad untuk mendapatkan Reza kembali. utuh hanya untuknya.


"oh...ya...percepat kesembuhannmu.. karena aku juga akan memakaimu.." ucap Reza sembari tertawa mengejek. lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.


Mira dan Rianti saling tatap satu sama lain. Mira buru-buru memasukkan uang pemberian Reza kedalam tas selempangnya. lalu mereka bekerja membersihkan rumah Reza dan sebagainya. namun dengan saling diam satu sama lainnya.

__ADS_1


***


Reza menaiki lantai tiga rumahnya. Ia memasuki kamar yang menjadi saksi persekutuan dirinya dengan Nini Maru.


Ia menyalakan dupa, lalu membakar kemenyan. Ia memejamkan mata dan berkonsentrasi. "Nini...datanglah..aku memanggilmu.." ucap Reza dengan lirih.


lalu desiran angin menyapa kulit duda tampan tersebut. "aku disini...cucuku.." ucap Nini Maru dengan wajah menyeramkan.


"Nini...aku sudah berhasil mendapatkan satu calon korban lain.." ucap Reza kepada Nini Maru.


"apakah Bidan desa itu yang kau maksud..?" ucap Nini Maru dengan menyeringai.


""iya Ni...sepertinya Ia tertarik denganku..?" ucap Reza sumringah.


"emmmm..baguslah, semakin banyak janin yang kau tumbalkan, akan semakin banyak kekayaan yang akan kau dapatkan.." ucap Nini Maru memberi harapan pada Reza, semakin membuat Reza terpedaya dengan segala rayuannya.


Reza tertawa licik..


"tetapi sepertinya kita akan mendapati sebuah masalah. ada seseorang yang ikut campur dengan urusan kita." ucap Nini Maru, dengan tatapan penuh amarah.


"siapa itu Ni..?" ucap Reza penasaran.


"Ia seorang pendatang dari desa sebelah, Ia bekerja sebagai tukang pijat therapi refleksi yang akan menyembuhkan Karso. jika berdekatan dengannya, tubuh Nini terasa panas. kita harus bisa menghentikannya."ucap Nini Maru.


"baiklah Ki, aku akan cari tau tentang pria itu." ucap Reza dengan penuh penasaran.



bantu dukungan karya author ya..


karya ini author daftar kan dalam lomba menulis dengan tema :konflik rumah tangga"

__ADS_1


dengan hastag #suamitakberguna


__ADS_2