Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Pengalihan Tumbal


__ADS_3

Mala berjalan menyusuri jalanan berbatu, Ia baru saja pulang berbelanja ke warung pak Joko. usia kandungannya sudah memasuki tiga bulan. Mala mulai dapat mengatasi rasa mualnya dengan meminum susu formula khusus ibu hamil.


saat sedang berjalan, tanpa sengaja Ia berpapasan Reza. Reza menatapnya lekat, sembari tersenyum manis. Mala membalasnya dengan senyum biasa saja, Ia menganggap beramah tamah dengan sesama pendudik desa tidak ada salahnya.


Namun naas, tiba-tiba saja kaki Mala tersandung bebatuan yang jalan yang menyembul, dan "aawww" Mala terpekik dan tubuhnya limbung, dengan sigap Reza menyambut tubuh Mala, dan saat itu, mata mereka saling beradu.


Mala terpesona dengan ketampanan Reza, dan Ia baru menyadarinya saat ini. Mala tersadar dengan apa saja yang baru terjadi, Ia buru-buru menegakkan tubuhnya, Ia juga takut jika ada yang melihat mereka akan menimbulkan fitnah, lalu menduga mereka berselingkuh.


Mala beranjak meninggalkan Reza, Ia berjalan dengan tergesa-gesa, tanpa mengucapkan ucapan terima kasih sedikitpun.


****


Mala memasak menu akan siangnya. namun, peristiwa saat Reza menangkap tubuhnya yang hendak jatuh tadi, membuatya gemetaran. bayangan wajah Reza dan tatapan matanya, seakan menembus jantungnya.


Mala mengerjapkan matanya. mengusir bayangan Reza, ada rasa yang tak biasa. Ia tak ingin membayangkan sesiapapun, karena Ia takut akan ada rasa lain singgah dihatinya, selain rasa cinta untuk Toni, suaminya.


semakin Ia mencoba mengusir bayangan wajah Reza, semakin bayangan itu menjejali fikirannya.


Mala menghentikan kegiatan memasaknya sejenak, beranjak ke meja makan. Ia menarik kursi dan duduk dengan menghela nafas.


"ada apa denganku? aku tak pernah segugup ini. aku sering bertemu dengannya, dan biasa saja. namun mengapa sejak peristiwa tadi, bayangan matanya selalu mengikutiku." ucap Mala lirih, Ia memegang dadanya yang bergemuruh.


sekilas Mala melihat bayangan seseorang sedang mengintainya dibalik pohon mangga, Mala beranjak dari kursinya menuju jendela kaca dapur. Ia memperhatikan dengan seksama siapa yang sedang mengintainya, namun tak Ia temui.


"mungkin halusinasiku saja" ucap Mala, lalu melanjutkan memasaknya.


****


Reza menyusuri jalanan setapak di semak belukar, Ia memegangi dadanya yang bergemuruh, tatapan Mala dengan dua bola mata indah ituh begitu menyiksanya. Ia berjalan gontai, duduk sejenak didahan kayu. menghela nafas berat.


"Mala..mengapa aku begitu terobsesi padamu?" ucapnya lirih. hatinya yang mencintai Mala dalam diam membuatnya begitu tersiksa. Rasa itu tersimpan rapi didalam hatinya.


Ia pernah melamar gadis melalui mbah Karso, namun tak pernah menyatakan cinta secara langsung kepada Mala, hingga akhirnya Roni datang dalam kehidupan Mala, merebut hati wanita pujaannya itu.


Reza menyesali dirinya, mengapa Ia tak memiliki keberanian pada masa itu untuk menyatakan perasaannya. mungkin jika Ia berterus terang, Ia takkan kehilangan wanitanya.

__ADS_1


Ia melanjutkan langkahnya, menuju rumahnya yang tersambung dengan jalanan setapak.


sesampainya dirumah, Ia mendapati Rianti sedang memasak. janda muda ini memiliki wajah manis, dan memiliki kelebihan ukuran dua tonjolan tubuh dibagian depan.


Rianti yang fokus memasak tidak menyadari kehadiran Reza, Ia menggunakan setelan rok dibawa panjang dibawah lutut, dengan kaos ketat berwarna merah. sepertinya janda muda ini sengaja berpakaian seperti itu untuk menarik perhatian Reza.


Reza berjalan menuju kamarnya dilantai dua. Ia merebahkan tubuhnya dikasur nan empuk. Ia menatap dinding langit-langit kamar. bayangan Mala menari dipelupuk matanya. namun tiba-tiba..


[wuuuuusssh...] hembusan angin berdesir menyapa telinga, bersamaan dengan itu, muncul Nini Maru yang sudah berada disisi kirinya. melihat kemunculan Nini Maru yang datang tiba-tiba tanpa diundang, membuat Reza terperanjat dan bangkit dengan refkeks. Ia terduduk diranjang, mengelus dadanya yang bergemuruh karena terkejut.


"ngagetin saja sih Ni" ucap Reza dengan bersungut."


[aaaarrrrrghhhh]....suara geraman yang tak biasa.


"mengapa Nini datang tanpa ku undang? ada hal apa yang begitu pentingnya" ucap Reza penasaran.


"aku haus darah Reza, aku menginginkan janin untuk menjadi tumbal. janin milik Rianti baru sebulan, belum bisa menjadi tumbal" ucap Nini Maru dengan berat dan gelisah.


Reza terperanjat mendengar ucapan Nini Maru, Ia tak menyangka sekutunya akan meminta tumbal janin lagi. "lalu apa maumu Ni?" ucap Reza dengan gemuruh dihatinya.


Reza kaget, lalu menggeram kepada Nini maru. "tidak, aku tidak mau Nini mengganggu janin Mala, bukan seperti ini perjanjian kita" ucap Reza, Ia tak rela jika Nini Maru sampai menjadikan janin perbuatan haramnya yang tumbuh dirahim Mala harus menjadi tumbal.


"tetapi aku sudah sangat lelah, aku harus mendapatkan makanan janin segera, jika tidak kekuatanku akan memudar, dan kau akan terkena imbasny, wajahmu akan kehilangan pesonanya." ucap Nini Maru menjelaskan.


Reza berfikir keras, bagaimana caranya agar Njni Maru tetap mendapatkan tumbal janin. tiba-tiba saja Ia teringat sesuatu, matanya berbinar karena telah menemukan jalan keluar untuk permasalahan nini Maru.


"aku memiliki tumbal pengganti, agar Nini tetap mendapatkan asupan energi untuk menjaga kekuatan Nini." ucap Reza tersenyum kepada Nini Maru.


"janin siapa yang akan menjadi sasaranku?" ucap Nini Maru tak sabar.


"janin mbak Lisa, istrinya bang Joni. janin itu perkiraan sekarang berumur 4 bulan. aku mendengarnya saat berada diwarung pak Joko dua bulan lalu." ucap Reza menjelaskan.


"heeeemmmmmm.....baiklah, aku akan mengambilnya nanti malam" ucap Nini marubtak sabar.


"tapi tunggu, aku memiliki sebuah rencana" ucap Reza menyeringai.

__ADS_1


"Nini Maru yang membaca isi hati Reza tertawa mengerikan, yang membuat siapa saja mendengarkan akan merinding, lalu menghilang.


Reza tersenyum penuh kemenangan.


***


Rianti gelisah, Jefri kemarin datang mengancam ibunya, jika Rianti tak segera membayar hutangnya, orang-orang suruhan Jefri akan menahan ibunya. Rianti tak ingin melibatkan ibunya dalam masalah hutangnya.


selama ini, uang pemberian Reza hanya dapat membayar bunganya saja, Ia harus membayar induknya.


Reza berjalan menuju dapur, mengambil air mineral, sikap dingin majikannya itu membuat Rianti penasaran. apalagi Reza tak pernah berbicara dengannya, Ia akan berbicara saat perlu saja. bahkan setelah bercinta dengannya, Ia akan bersikap seperti tak ada masalah. namun Ia akan terlihat liar saat bercinta.


sebulan menjadi pembantu rumah tangga sekaligus menjadi budak yang melayani hubungan zinah dengan tuannya, Rianti belum dapat mengetahui seperti apa karakter Reza sesungguhnya.


"emmmm..maaf tuan, anu...saya" ucap Rianti gugup


"ada apa" ucap Reza tanpa menoleh kepada Rianti yang sedang berbicara kepadanya.


"saya mau pinjam uang tuan, 15 juta, untuk melunasi hutang saya kepada Jefri" ucap Rianti. Ia begitu sangat takut.


Reza menoleh padanya, tatapan matanya liar, penuh hasrat. lalu tersenyum menyeringai. "tapi ada syaratnya" ucap Reza menjebak Rianti masuk dalam perangkapnya.


"aaa....apa itu tuan?" ucap Rianti penasaran, jika hanya bercinta ia akan suka rela memberikan tubuhnya.


"kamu harus hamil sebanyak 3 kali dalam setahun" ucap reza menjelaskan


"mak...sudnya?" ucap Rianti bingung.


"setiap kamu hamil usia 3 bulan, kamu harus menggugurkannya dirumah ini, jika kamu setuju, aku akan memberikan uangnya." ucap reza memaksa


Rianti berfikir sejenak, mempertimbangkan tawaran yang diajukan Reza. "baiklah ,aku mau" ucap Rianti dengan gampang.


Reza tersenyum, Ia mendapatkan mesin penghasil janin untuk dijadikan tumbal kepada Nini Maru, dan tidak mengaganggu janinnya yang berada dirahim mala, sampai janin itu siap dilahirkan kedunia tepat pada waktunya.


Reza menarik Rianti ke meja makan, memerintahkannya naik ke atas meja, seperti biasanya, Reza mencari sesuatu yang bisa membuatnya awet muda, setelah menghabiskan madu cinta Rianti, ia meninggalkan Rianti dengan sejumlah uang yang diminta sesuai dengan perjanjian mereka.

__ADS_1


__ADS_2