
Nini Maru yang masih bersantai didalam goa untuk mencerna dan menyerap dari tumbal yang didapatnya dari Nia waktu itu, kini tersentak dari kenyamanannya.
Ia beranjak bangkit dan berjalan melayang satu jengkal diatas lantai batuan cadas goa. "Aku merasakan sesuatu yang tidak baik akan segera tiba. Aku harus menambah energiku untuk dapat menghindari kemungkinan buruk yang datang.
Nini Maru duduk bersila diatas sebongkah batu besar, lalu memejamkan matanya. Dalam pandangannya, Ia melihat Seorang pemuda ditemani oleh peri penunggu air terjun itu sedang menuju sebuah tempat dan akan melakukan sesuatu yang pastinya akan membahayakan dirinya.
"Heeemm.. Bocah tengil ini mau apa sebenarnya memasuki hutan larangan..? Mau cari masalah dia denganku.." ujar Nini Maru dengan tatapan tajam.
"Mirna... Datanglah padaku.." seru Nini Maru kepada gadis yang masih asyik bersenandung dimalam hari sembari berbuai manja dibawah pohon beringin.
Mirna yang mendengar panggilan itu segera datang dan bergegas menuju ruangan tempat Nini Maru berada.
Setelah gadis itu berada disisi Iblis betina yang kini tampak gusar, Ia merundukkan kepalanya. "Ada apa Nini memanggilku..?" tanyanya dengan suara yang lirih dan penuh penasaran.
"Aku akan pergi untuk mencari tumbal janin. Jangan tinggalkan goa ini, jaga seluruh kerangkeng besi dan tawanannya, jangan sampai terlepas. Dan ingat, jangan sampai kau tergoda oleh seseorang yang datang, karena akan ada beberapa tamu tidak diundang yang akan membuat kekacauan ditempat tinggalku ini.. Maka kau harus dapat menjaga dan menjadi garda terdepannya." titah Nini maru dengan penuh ketegasan.
"Baik Nini.. Aku akan mematuhi segalah titah dan perintahmu, dan aku pastikan semua akan baik-baik saja.." jawab Mirna dengan penuh keyakinan yang utuh.
"Seseorang lain juga sedang menuju kemari.. Dia mengejarmu, dari perpaduan yang sama, hingga kalian hampir sejenis.." ujar Nini Maru dengan tatapan tajam menghujam jantung.
"Iya Nini.. Aku mengerti.." jawab Mirna dengan patuh.
"baguslah.. Aku akan berangkat sekarang, dan akan segera kembali, ingat pesanku padamu.." titah Nini Maru.. Lalu terbang melayang, menysuri lorong goa dan menghilang.
__ADS_1
Sementara itu, Lisa yang sudqh lama mengalami keguguran sejak 23 tahun yang lalu, kini kembali hamil kembali. Setelah sekian lama menunggu sang calon buah hati, Ia kini berbahagia, karena mendapatkan sesuatu yang Ia tunggu-tunggu.
Kejadian 23 tahun yang lalu, masih jelas terngiang diingatannya saat janinnya dicabik oleh makhluk peliharaan almarhum ayah Mala. Dimana Bu Sabri Ibu mertuanya menyaksikan sendiri makhluk itu mencabik daging janinnya.
Setelah kejadian itu, hubungan Lisa dan Mala merenggang, dan Ia sangat membenci keluarga itu.
Namun, kehadiran sang buah hati diusianya yang kini sudah hampir mencapai 40 tahun membuatnya begitu sangat bahagia.
Usia kandungannya yang sudah mencapai 5 bulan itu begitu sangat membuatnya bahagia tak terkira. Joni yang sedari tadi ikut berbaring diranjang membelai lembut perut sang istri yang kini membuncit. "Anak ayah yang paling kuat, kamu, harus lahir kedunia dengan sehat dan wal afiat." Ucapnya sembari mengecup lembut perut sang istri.
Kondisi lisa yang membuncit, membuat hasrat joni semakin menggebu. Dimana Joni menganggapnya itu sangat aduhai.
Semakin lama Ia tak mampu membendung hasratnya. "Sayang.. Abang inginkan dirimu.." Bisik Joni manja ditelinga Lisa.
Wanita yang kini sedang mengandung itu tersipu malu. Ia membiarkan saja tangan sang suami menjelajahi tubuhnya, hingga melucuti seluruh pakaiannya tanpa sehelai benangpun.
Ia menyelinap masuk melalui lubang angin yang terbuka tanpa penutup. Ia menyaksikan percintaan dua insan tersebut, lalu mencari cela saat keduanya terlena dalam buaian asmara.
Setelah melihat Lisa ingin mencapai puncak surgawinya, Nini maru memberikan sebuah kekuatan ghaib kepada Joni untuk menghentak lebih kuat dari biasanya. Keganasan Joni yang tiba-tiba saja seperti menggila membuat Lisa merasa kesakitan. Joni seperti tidak terkontrol. Lisa mengeluh kesakitan, namun tidak dihiraukannya.
"Bang..sadar bang.. Ini sakit sekali.." suara rintihan manja berubah menjadi erangan kesakitan yang tak terkira. Namun, Joni terus saja seperti orang lain yang tak mengenal dirinya.
Lisa berusaha menyingkirkan Joni dari tubuhnya, namun tenaga Joni seperti bertambah 10 kali lipat.
__ADS_1
Seketika Lisa merasakan kontraksi yang sangat hebat diperutnya. Ia berusaha menahan sakitnya yang begitu menjadi, namun Joni tak jua melepaskannya. Hingga akhirnya Lisa berteriak sekerasnya karena tak sanggup lagi menahan rasa kontraksi yang begitu teramat menyiksa perutnya dan dirinya.
Suara teriakan Lisa dikeningan malam membuat sebagian tetangganya merasa curiga akan apa yang terjadi. Mereka mencoba mengetuk pintu rumah Lisa untuk mengetahui kondisi Lisa dan Joni.
Namun suara ketukan pintu para warga tak dihiraukan oleh Joni, Ia yerus menghentak dengan kuatnya, hingga hentakan tetakhirnya, membuat sosok Janin berusia 5 bulan itu meluncur keluar dari rahim sang istrinya. Darah menyembur keluar bersama sang jabang bayi diiringi tangisan dan teriakan Lisa yang histeris.
Sementara itu, Warga yang semakin curiga terpaksa mendobrak pintu rumah milik Joni hingga jebol. Lalu mereka berbondong-bondong masuk kerumah.
Suara tangisan Lisa yang berasal dari kamar membuat para warga kian curiga dan terpaksa menerobos masuk. Mereka dikejutkan oleh kondisi Joni dan Lisa tanpa sehelai benangpun, namun pandangan mata Joni sangat tajam, Ia menggegam janinnya yang sudah sedikit sempurnah berbentuk utuh itu dengan tahapan yang berbeda.
Sedangkan tetangga wanita memberikan penutup pakaian kepada Lisa yang tampak syok melihat kejadian yang menimpa dirinya.
Tanpa diduga, sosok Nini Maru menampakkan wujudnya, membuat semua orang terperanjat dan berhamburan keluar dari dalam kamar.
Sosok itu merampas janin hang dipegang oleh Joni. Lalu meninggalkan Joni yang lkmbung tak sadarkan diri dilantai kamar.
Sedangkan Nini Maru sudah menggengam janin yang sudah hampir sempurnah itu dan melarikannya menerobos pintu kamar dan tembus ke pintu depan.
Sebagian Warga yang menyaksikannya sekita berubah riuh dan penuh kegaduhan. Para pria berusaha mengejar sosok kuntilanak itu.
"Tangkap..!!" seru seorang warga memerintahkan kepada warga yang lainnya.
Seketika rasa keberanian itu timbil didiri mereka. warga mulai mengambil senjata apa saja, malam yang tenang berubah menjadi kalut, dan kacau.
__ADS_1
Warga mengikuti sosok itu kemana arah terbangnya. mereka berlari dijalanan untuk mendapatkan kuntilanak tersebut. Hingga mereka berhenti dirumah berlantai tiga tersebut. Mereka melihat makhluk itu memasuki rumah yang dihuni seorang pria misterius yang selama ini dikenal warga tak pernah berinteraksi sedikitpun. Seorang pria yang tertutup dan sangt dingin.
Warga yang berkumpul didepan pagar rumah berkunci itu berteriak-teriak dengan kata-kata kasar membangunkan yang empunya rumah.