
Rumi merasakan pemandangannya menjadi gelap. Lalu Ia tak dapat mengingat apapun.
Seketika pemanadangannya menjadi gelap..
Dan..
Rumi tak sadarkan diri. Ia tak mampu menahab rasa takutnya.
Nini Maru tersenyum menyeringai. Lalu Ia merangkak dan merubah wujud menjadi asap hitam lalau memasuki rahim Rumi.
didalam rahim itu, Ia menatap nanar seonggok daging yang sangat ranum, segar dan sedang bermanja ria pada rahim ibunya.
Nini Maru tak ingin menunggu lama, lalu menendang janin yang masih seonggok daging merah tersebut.
Seketika janin itu menggeliat, menimbulkan kontraksi hebat yang tak bisa dirasakan oleh Rumi karena Ia sedang tak sadarkan diri.
Janin itu seolah kokoh ingin bersemayam bersama ibunya, dan hal ini membuat Nini Maru semakin geram dan kejam.
Ia terus berusaha sekuatnya untuk menendang janin itu agar meluncur keluar. Namun semakin kuat Ia menendangnya, semakin kuat Janin itu bertahan. Ia ingin tetap bersama sang ibu. Ia memohon pada Tuhannya, agar memberi kesempatan untuk Ia lahir kedunia.
Nini Maru semakin kesal, Ia semakin kuat menendang-nendang janin tersebut, namun tak jua berhasil. Ia akhirnya menyerah dan keluar dari rahim Rumi yang masih tak sadarkan diri.
Ia beranjak dari kamar Rumi, menuju kamar Bayu. Sesampainya dikamar Bayu, Ia melihat Bayu yang baring santai ditepian ranjang. Dengan menahan amarah, Ia mengobrak abrik sesaji yang disediakan oleh Bayu.
Bayu beranjak bangkit dari ranjangnya. Ia mengacakkan pinggangnya melihat apa yang sedang dilakukan oleh Nini Maru. Matanya tajam menantang makhluk iblis tersebut.
"mengapa kamu mengacak semua apa yang sudah aku sajikan.?" ucap Bayu dengan penuh amarah.
Gggggrrrrrhhh..
Nini Maru menggeram..
"Tumbalmu itu tidak bisa aku ambil.. Ia tidak mau juga gugur." jawab Nini Maru kesal.
"Bayu membeliakkan matanya." lalu mengapa kau memarahiku? Bukankah kau adalah iblis yang hebat? Lalu mengapa seperti itu saja kau tak mampu?" ucap Bayu dengan sinis.
Nini Maru menatap marah pada Bayu. Ia tidak senang jika direndahkan seperti itu. Lalu Ia menjulurkan tangannya kedepan, lalu dengan tiba-tiba Ia mengangkat gubuh Bayu dari jarak 5 meter.
Bayu terkejut dengan apa yang sedang dialaminya. Ia seolah melayan diudara. Lalu dengan kasar Nini Maru melemparkan tubuh Bayu kedinding.
Wuuuussh... Braaaak..
__ADS_1
"aaaaaagggh..." Bayu meringis kesakitan, memegangi lengannya yang terasa sakit.
"aku ingin daging segar itu sekarang juga.." ucap Nini Maru dengan penuh amarah.
Bayu menatapnya dengan kesal. "aku sudah menyediakannya, dan kau tinggal mengambilnya saja, lalu mengapa masih butuh bantuanku..?" ucap Bayu dengan kesal.
"Carikan satu untukku..!!" ucap Nini Maru dengan kesal.
Bayu membuang wajahnya, sebenarnya Ia sudah lelah menjalani hidup dengan bersekutu bersama makhluk iblis betina tersebut. Namun nyatanya Ia terjebak didialamnya.
Seketika Nini Maru tersenyum sumringah, Ia menatap dengan senang, lalu Ia menghilang dengan cepat, meninggalkan Bayu yang mengerang kesakitan.
Nini Maru kini sudah berada disebuah rumah mewah yang sangat megah. Ia berada dibubungan rumah tersebut.
Ia tersenyum menyeringai, lalu masuk kedalam salah satu kamar melalu lubang ventilasi udara. Ia merubah wujudnya menjadi asap hitam, lalu masuk kedalam kamar.
Ia melihat seorang wanita yang sedang hamil 3 bulan sedang tidur lelap. Tanpa menunggu lama, Ia memasuki rahim tersebut. Lalu tersenyum sumringah.
👻👻👻👻👻👻
pagi yang semula hening mendadak menjadi penuh kepanikan. Seorang wanita menangis dalam isakan yang memilukan.
"Shinta... Shinta.. Buka pintunya.. Kamu kenapa..? " teriak Chandra dari luar pintu kamar.
Tertatih semabri memegangi perutnya. sisa darah berceran dilantai. Ia membuka ointu dengan sangat lemah,
Dan.....
tubuhnya linglung karena tak mampu menahan rasa kesedihannya.
Chandra dengan cepat menangkap tubuh Shinta yang hampir terjatuh.
Hadi baru saja pulang dari dinas luar kotanya karena melakukan peninjauan terhadap hotel yamg akan mereka bangun, dan kontraktornya adalah ayah mertuanya sendiri.
Ia sampai kesana karena beberapa hari ini kondisi mertuanya agak sedikit kurang sehat.
Semenjak Ia mengetahui Mala kembali pulang kekampung halaman, Ia merasa kehampaan, dan Ia seperti tidak bersemangat dalam melakukan apapun.
Hadi mendapat laporan jika pembangunan itu mendapat sedikit masalah dan Hadi mencoba meringankan masalah pekerjaaan ayah mertuanya, meskipun Ia tidak mengetahui apa penyebab sakit mertuanya.
Hadi yang melihat Shinta tak sadarkan diri segera bergegas menghampiri sang pujaan hatinya.
__ADS_1
Ia membopong tubuh Shinta, namun Ia merasa cairan pekat menempel ditelapak tangannya.
Hadi Memandang kepada Chandra, lalu memperlihatkan jarinya sembari menggendong Shihta.
Keduanya membulatkan mata karena merasakan hal yang sama, yaitu sedikit panik.
Hadi membawa Shinta keranjang. Sebagai calon bergelar dokter kandungan, tentu Ia faham apa yang terjadi.
Hadi menekan jarinya dibawah pusar, lalu Ia yak merasakan apapun disana.
Ia merasa pucat. Ia memastikan jika Shinta mengalami keguguran."Shinta keguguran pa.." ucap Hadi lirih, tanpa terasa air matanyanya mengalir membasahi pipinya. Impiannya ingin mendapatkan buah hati harus pupus ditengah jalan.
Chandra juga mengalami hal yang sama, Ia merasa sangat terpukul cucu pertamanya tak dapat Ia lihat.
Hadi lalu mencoba untuk kuat, dan dalam kondisi ini, keselamatan nyawa Shinta menjadi prioritas. Hadi mengeluarkan segala alat kesehatan.
Ia memasang jarum infus, lalu memberikan cairan infus okstisoin.
Sementara untuk kasus keguguran, obat okstisoin diberikan melalui injeksi lambat sebanyak 5 unit selama 5 menit, kemudian diikuti dengan infus dengan kecepatan 20-40 miliunit/menit.
Semua itu untuk mencegah terjadinya pendarahan pada Shinta yang baru saja mengalami keguguran. setelah Hadi memberikan pertolongan pertamanya kepada Shinta, Ia memandang Chandra sang Ayah mertuanya.
"apa yang terjadi pa..?" tanya Hadi kepada Chandra dengan setenang mungkin. Meskipun Ia sendiri sedangnkalut dan kacau.
"Papa tidak tau, yang pastinya Papa dengar suaranya menangis tersedu dan papa coba untuk melihat kondisinya, setelah Ia membuka pintu kamarnya, papa lihat sudah seperti ini kondisinya, namun papa tidak tau jika Ia keguguran." jawab Chandra jujur.
Hadi diam sejenak.
"lalu kenapa Janinnya menghilang? Seharusnya janin itu ada disini.. " Hadi merasa ningung dengan apa yang terjadi.
Chandra juga merasa bingung, karena Ia baru menyadari tentang apa yang baru saja terjadi.
"siapa yang mengambilnya? Tidak mungkin juga Shinta memakannya..??" jawab Chandra dengan sedikit kesal.
"Tetapi hanya Shinta yang ada dikamar ini?" ucap Hadi lirih, sembari memegangi dagunnya.
Mereka masih memikirkan apa dan siapa yang menyebabkan Shinta keguguran.
"apa jangan Kuntilanak itu ya pa? " ucap Hadi lirih.
Seketika mereka merasa begidik, lalu mereka akan mencari cara bagamana agar menghindari kuntilanak itu agar tidak lagi mengangganggu Shinta.
__ADS_1
"sialan..!! si kuntilanak ini jika dibiarka akan terus merajalela dan berbuat semena-mena." Hadi berguman lirih dalam hatinya.