
Rianti berjalan dengan begitu santai. dres hitam panjang tanpa lengan, dengan belahan dibagian belakang membentuk lingkaran, serta belahan dres disamping hingga sepanjang lutut.
sebuah dompet merk ternama mengapit ditangannya. Ia berjalan dengan begitu anggun. bak seorang ratu.
disudut ruangan, seseorang telah menunggunya, dimeja tamu yang telah dipesan sejak awal.
seorang pria dewasa bertubuh kekar, dengan rahang wajah yang tampak tegas sedang menunggunya.
Rianti berjalan mendekatinya dan menyapanya. "hai..Tuan Baskoro..sudah lamakah menungguku.." sapa Rianti dengan nada menggoda dan tatapan nakal.
pria yang di panggi Baskoro itu tersenyum datar.." mengapa membuatku lama menunggu Nona Rere..?" ucap Baskoro dengan nada dingin.
Rianti menyebut namanya Rere dalam permainan bisnisnya. Ia menaggalkan nama kampungnya, dan agar tidak diketahui sanak saudaranya tentang apa saja bisnisnya.
"maafkan saya Tuan Baskoro, saya terlambat karena sopir saya yang terlalu lamban." ucap Rianti sembari mengecup pipi kiri Baskoro. lalu duduk dengan sangat dekat disisi kanan Baskoro.
Baskoro tersenyum dengan perlakuan Rianti. lalu Ia memainkan gadgetnya, mengirimkan sesuatu ke WA Rianti.
Rianti yang membuka pesan WA tersebut, tersenyum sumringah. "bagus sekali Tuan Baskoro, saya harap bisnis ini akan saling menguntungkan kita bersama." ucap Rianti sembari meletakkan telapak tangan kirinya, kepaha kanan Baskoro.
Ia sengaja menyusuri paha Baskoro. hingga berhenti tepat disenjata milik pria itu. Rianti mengedipkan mata kanannya.
"Baiklah nona Rere, saya mengerti apa maksud anda. sepertinya anda sudah tidak sabar."
"apakah suami Nona sudah tidak bisa diandalkan lagi..?" ucap Baskoro dengan tenang.
Rianti semakin merapatkan tubuhnya kepada Baskoro, dan tanpa diduga, Ia meraih senjata milik Baskoro dan terus memainkannya.
"kamu memang sangat ahli sekali nona Rere. apakah tidak sebaiknya kita mencari tempat yang lebih nyaman." ucap Baskoro yang sudah terbakar hasratnya.
Rianti mengedipkan matanya, berhasil memancing lawan bisnisnya. dengan kesepakatan mereka pergi kesebuah hotel mewah yang tak jauh dari restautant. disana mereka melakukan percintaan dengan penuh pelampiasan hasrat binatang.
setelah semuanya tersalurkan, kini Rianti membenahi dressnya yang berhamburan. "kapan pengiriman barang itu sampai..?" ucap Rianti sembari menata rambutnya yang sedikit berantakan.
"beberapa jam lagi akan sampai Nona, bersabarlah sedikit" ucap Baskoro sembari mengenakan kembali pakaiannya.
[kriiiiiiing..] suara panggilan telefon masuk.
__ADS_1
"ya..ok..kami akan kesana.." ucap Baskoro dengan tegas. lalu mengakhiri panggilan telefonnya.
Baskoro menoleh kearah Rianti. "ternyata anda sangat beruntung Nona, pengirimana barang jauh lebih cepat dari yang kita duga."
"sepertinya kita harus meninjau lokasi tersebut, agar dapat dikirim ke gudang Nona" ucap Baskoro dengan dingin.
Rianti tersenyum licik. "baiklah Tuan Baskoro, sebaiknya kita segera kesana, sebelum mentari muncul diufuk timur." ucap Rianti dengan tatapan penuh ambisi.
****
sebuah mobil kontainer terparkir dijalanan sepi. Baskoro da Rianti turun dari mobil, lalu seorang sopir dan bodyguard membuka pintu truk kontainer. terlihat disana ada 10 orang wanita berusia muda. semuanya seperti terlihat sangat lemas karena terkurung seharian didalam kontainer.
"bagus.. segera kirim kedalam gudang pemyimpanan" ucap Rianti dengan nada perintah.
sopir dan bodyguard itu mengangguk mengerti. lalu mobil truk container melaju membelah kesunyian.
"berapa total semuanya Tuan Baskoro..?" ucap Rianti dengan dingin.
"1 milyar untuk sepuluh orangnya.." ucap Baskoro dengan tegas.
"Baiklah Tuan Baskoro. akan segera saya lunasi. antarkan saya pulang, kita selesaikan disana. " ucap Rianti dengan tatapan licik.
****
mereka telah sampai dirumah mewah nan megah. Rianti turun dari mobil Baskoro, lalu berjalan melenggokkan pinggulnya.
mobil kontainer sudah lama sampai, mereka menstranfer para gadis yang diculik. bahkan salah satu dari mereka sedang mengandung.
mereka didapat dari perkampungan. dijanjikan akan diberi pekerjaan ke luar negeri, dengan menjadi pembantu rumah tangga, dengan gaji yang fantastis.
sedangkan wanita muda yang sedang mengandung, dijanjikan akan dibiayai persalinan dan penjaminan hidupnya, asalkan mau bekerja dirumah majikan yang sangat kaya raya.
Baskoro mengikuti langka Rianti dari arah belakang. hingga mereka sampai disebuah ruangan yang sangat rahasia. Rianti menyerahkan sebuah koper berisikan uang dengan jumlah 1 milyar.
Baskoro menatap nanar pada uang tersebut. Baskoro dengan cepat meraih tas koper tersebut. lalu berpamitan pulang.
namun naas, sebuah pisau sangkur merobek lehernya, hingga Ia jatuh tersungkur. lalu tewas seketika.
__ADS_1
Rey menatap licik pada Rianti. lalu Rey memerintahkan kepada anak buanya, agar mencincang tubuh Baskoro, dan memberikannya pada ternak buaya yang ada dibelakang rumah mereka.
anak buah lainnya, membersihkan darah yang bersimbah dilantai. semua tersusun rapi.
[aaaaarrrrrggh...] sesosok makhluk menyeramkan datang dengan geraman. sosok itu adalah Nini Maru, yang selama ini telah bersekutu dan setia padanya.
"tenanglah Nini..aku sudah menyiapkan janin yang manis untukmu." ucap Rianti dengan nada penuh kemenangan.
"bagus...Rianti..kau memang pengikutku yang setia.." jawab Nini Maru dengan nada parau.
Rianti tersenyum licik.
Rey dan Rianti berjalan menuju gudang penyimpanan. gudang itu terhubung dengan lorong rahasia yang menyatu dengan kamarnya.
disana telah menanti 10 orang wanita muda yang terlihat sangat lemah. salah satu yang masih sudah mengandung menjadi pilihan pertama.
"beri mereka semua makanan dan minuman. biarkan mereka terpenuhi gizinya, agar mereka menjadi subur."
"wanita yang sedang mengandung itu, bawa keruangan rahasia. " perintah Rianti kepada para bodyguard nya.
mereka melakukan semua perintah Rianti dengan segera. setelah wanita hamil itu berada diruangan rahasia. maka Rianti memberinya obat tidur.
setelah wanita itu tertidur, maka Nini Maru akan melakukan tugasnya. Iblis betina itu masuk kedalam rahim wanita malang itu.lalu menendang janin yang berada didalam kandungannya.
setelah janin itu menyerah pada takdirnya, Nini Maru menanti janin itu meluncur dari pintu rahim.
setelah janin berusia enam bulan itu keluar dari rahim sang ibu, Nini Maru menyambutnya dengan sangat senang. Ia melahab janin itu dengan sangat rakusnya.
setelah memakan janin tak berdosa itu, Nini Maru memberikan 3 buah koper yang berisikan sejumlah uang dengan nilai milyaran rupiah.
Rianti menatap senang. Ia sangat bangga akan harta yang diperolehnya dengan cara haram dan menumbalkan para janin tak berdosa.
Ia semakin ingin terus menumbalkan janin-janin yang lainnya. Ia memerintahkan kepada Rey, agar melakukan tugasnya, untuk membuahi setiap para gadis yang mereka tawan.
dimana para gadis dan wanita muda yang mereka tawan, akan menjadi mesin pencetak janin mereka.
setiap satu janin yang diperoleh untuk tumbal Nini Maru, akan memberikan harta yang berlimpah.
__ADS_1
Rianti semakin jauh tersesat kedalam jurang dosa. dimana ada mata rantai dari setiap dosa yang diciptakannya. setiap satu mata rantai dosa, suatu saat akan membelenggunya, yang dengan sendirinya akan menghancurkannya.