Kuntilanak Pemakan Janin

Kuntilanak Pemakan Janin
Mira


__ADS_3

pak danu sebagai supir panggilan, telah sampai didepan Rumah Reza.. Ia begitu sumringah, karena anaknya akan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan sekolah tingkat menengah atas.


meski hanya seirang pembantu rumah tangga, namun setidaknya Mira anak gadisnya tidak menganggur.


setiap pekerja pembantu rumah tangga dirumah Reza mendapat gaji yang lumayan besar, alasannya karena rumah itu tiga lantai dan banyak membuang tenaga. dan gaji sejuta sebulan merupakan gaji yang besar untuk disebuah desa.


Danu menelefon Reza. "hallo tuan, ini saya sudah dibawah, menunggu. saya membawa anak saya yang ingin bekerja dirumah tuan." ucap Danu ditelefonnya.


lalu terdengar jawaban mengiyakan dari Reza, lalu mengakhiri telefonnya.


Reza menyingkap sedikit kain gorden jendela kamarnya yang berada dilantai dua. Ia mengintai Pak Danu dengan tatapan licik. Ia tersenyum menyeringai melihat gadis polos berwajah ayu, dengan kulit putih bersih. gadis itu terlihat sangat lugu.


Ia segera turun kelantai dasar, menemui calkn mangsa barunya. Ia menyapa pak Danu dengan berlagak ramah. "eh pak Danu...sudah datang. mari masuk.." ucap Reza berbasa-basi. pak Danu cuma menanggapi dengan senyum tipis.


"anu pak..saya gak bisa lama-lama, soalnya pak Joko tadi mau pakai jasa supir saya. katanya ada acara keluarga di kecamatan sebelah." ucap pak Danu menjelaskan.


Reza mangut-mangut.."oh ya sudah kalau begitu." ucap Reza. lalu Ia merogoh kantongnya, mengambil dompet dan memberikan uang 1 juta rupiah kepada Pak Danu. "ini pak, janji saya kemarin" ucap Reza.


pak Danu mengambilnya dengan sungkan "makasih banyak ya tuan, jadi ngerepotin saja. semoga anak saya, neng Mira, betah bekerja disini ya tuan." ucap pak Danu dengan wajah sumringah.


Reza mengangguk. "gak ngerepotin koq pak, malah saya berterimakasih sama bapak, karena anak bapak nantinya akan membantu pekerja Rianti. jadi mereka ada teman dalam bekerja."ucap Reza dengan senyum licik.


"ya sudah, saya pamit dulu ya tuan, sudah ditunggu keluarga pak Joko" ucap Pak Danu, sembari berlalu.


Reza menatap Mira yang masih membisu sejak kedatangannya tadi. tatapan rakus penuh hasrat. semenjak bersekutu dengan Nini Maru, demi ambisinya mendapatkan Mala, Ia berubah menjadi monster bagi setiap wanita.

__ADS_1


"mari masuk, dik Mira. ada tugas yang sudah menanti kamu." ucap Reza menyeringai. Mira yamg begitu lugu mengikuti Reza masuk, karena sekarang Ia akan bekerja dirumah Reza yang kini menjadi majikannya.


Mira terperangah melihat rumah Reza yang mewah. di desanya, Reza terkenal dengan duda kaya yang memiliki banyak aset kekayaan. bahkan hampir terbilang Ia salah satu orang terkaya didesa tempat tinggal mereka.


"apakah kamu sudah siap bekerja pada saya dik Mira?" ucap Reza sembari menatap liar tubuh gadis itu. Sorot matanya penuh hawa nafsu binatang yang bercampur bisikan setan.


Mira mengangguk. "apa yang harus saya kerjakan tuan?" ucap Mira dengan polosnya, sembari memegangi tali tas sandang yang dikenakannya. Reza tersenyum licik. "kamar saya sangat berantakan, mumgkin kamu bisa memulainya dari sana" ucap Reza dengan lembut.


Mira manggut-manggut pertanda mengerti. "mari saya antar kekamar saya. biar kamu tahu apa saja yang akan kamu kerjakan" ucap Reza, sembari berjalan menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Mira mengikutinya dari belakang.


sesampainya dikoridor kamar, Reza menarik handle pintu, lalu mempersilahkan Mira masuk. setelah Mira masuk, Ia kemudian menyusulnya dan mengunci pintu tersebut.


Mira begitu takjub dengan kemewahan kamar milik Reza, dengan berbagai ornamen mewah. ranjang jati berukiran khas jepara, menambah kesan mewah kamar tersebut.


belum sempat habis Mira mengagumi kamar tersebut, tiba-tiba saja menyekapnya dari belakang. Mira yang kaget mendapat serangan tiba-tiba meronta-ronta meminta dilepaskan.


Mira merasakan gelenyar aneh menjalar dipembuluh darahnya. ternyata Reza melumpuhkan penolakan gadis itu dengan lihainya. mendapati korbannya yang mulai terpedaya, Ia membaringkan tubuh Mira diranjangnya, menyingkap rok yang dikenakan gadis lugu itu, lalu mencari area terlemahnya.


dengan rakusnya, Reza menyesap cairan dari tubuh gadis itu, mendapatkan perlakuan tak biasa, membuat Mira merasa melayang, hingga tubuhnya mengejang mencapai puncak yang Ia sendiri tidak memahaminya itu apa.


dengan sigap Reza menyatukan tubuhnya, sesaat Mira terpekik menyadari Reza telah memaksa merobek selaput kehormatannya. Ia merintih menahan sakit yang amat luar biasa, seperti sayatan tajam didikulit. Mira menangis mengetahui telah hilangnya kehormatannya dalam hitungan menit saja.


Mira tergugu, meminta Reza menghentikan perbuatan bejadnya. namun Reza tak memperdulikannya, Ia terus memacu gerakannya, untuk mencapai puncak surgawi. setelah Ia mengejangkan tubuhnya, Ia membenamkan benih haramnya didalam gadis lugu yang sudah Ia rampas secara paksa kehormatannya.


setelah menyelesaikan aksi bejadnya, Ia berjalan menuju kamar mandi, membersihkan dirinya, meninggalkan Mira yang masih menangis terisak diranjang miliknya.

__ADS_1


setelah selesai membersihkan diri, Ia keluar dari kamar mandi, Ia mendapati Mira terduduk dilantai disamping ranjangnya sembari mengatupkan lututnya dan kepalanya bertumpu pada kedua lutut. Reza bersika acuh tak acuh, Ia menyalin pakaiannya.


setelah itu Ia membuka laci nakasnya, mengambil sesuatu dari sana. lalu duduk ditepian ranjang dengan Mira yang terduduk dibawahnya.


Mira menengadahkan wajahnya, menatap penih amarah kepada Reza. namun yang ditatap terlihat santai. " tuan sangat jahat.."ucap Mira dengan derai air mata dan suara parau.


bukannya menjawab, Reza menyerahkan sebuah android keluaran terbaru. "nih..untuk kamu.. gadis seperti kamu pasti memerlukan android bukan?" ucap Reza, sembari menaikkan sebelah alisnya, dan tersenyum sinis.


"Mira menatap Android tersebut. sudah lama Ia menginginkan android tersebut. apalagi teman-temannya sudah banyak yang memilikinya. sedangkan Ia hanya memakai handphone butut. sebab orangtuanya tak mampu membelikannya.


"tapi bagaimana jika saya hamil tuan..?" ucap Mira melunak.


Reza tersenyum sinis. "itu akan menjadi urusanku, kau tidak perlu risau" ucap Reza dengan lembut, memperdaya Mira yang yang lugu.


lalu Ia menyerahkan android tersebut kepada Mira, dengan ragu Mira menerimanya. "ini tambahan untuk membayar perawanmu yang aku ambil." ucap Reza, sembari meberikan uang tunai 10 juta rupiah.


Mira yang tak pernah melihat uang sebanyak itu, bahkan dalam mimpinyapun Ia tak pernah membayangkannya begitu terperangah. Reza tersenyum melihat wajah gadis yang begitu mudah dirayu dengan uang. "ambillah..aku akan memberimu lebih, jika kau tutup mulut dan melayaniku setiap saat yang ku inginkan". ucap Reza memberikan tawaran.


"apakah kau mau menerima tawaranku..?!" ucap Reza memandang Mira.


"emmmm..." Mira hanya menjawab dengan anggukan.


"bagus..anak pintar.."ucap Reza, sembari membelai rambut Mira.


Mira mengambil android dan uang yang diberikan Reza kepadanya, lalu menyimpannya kedalam tasnya. dibenaknya sudah ada banyak barang yang akan dibelinya, dimana barang itu tidak akan mampu dibelikan oleh orang tuanya.

__ADS_1


"keluarlah, saya ingin beristirahat, bantu Rianti membersihkan rumah." ucap Reza, lalu menuju pintu kamar, membuka kuncinya, dan mempersilahkan Mira untuk keluar dari kamarnya. setelah Mira keluar dari kamarnya, Ia lalu mengunci kembali kamarnya, dan beranjak keranjangnya untuk tidur.


__ADS_2